Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
49


__ADS_3

Phineas terlihat bingung saat melihat reaksi terkejut Cherry dan Grape. Tapi seketika dia tersadar kalau Cherry memiliki trauma tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan darah. Tentu penampilan Phineas yang begitu berantakan dengan cairan merah yang membasahi tubuhnya membuat Cherry dan Grape berpikir kalau itu adalah darah Phineas.


"Cherry, Tenanglah ini bukan darah!!!" Ucap Phineas yang langsung menghampiri Cherry setelah dia membuka kaosnya yang terkena cairan merah itu.


"Ayo berdiri, maaf aku lupa kalau kau takut ini bukan darah," ucap Phineas sambil memapah Cherry ke arah brankar.


"Kalau bukan darah apa ? kenapa kau berantakan sekali Phineas!? wajahmu juga penyok seperti dikeroyok emak emak berdaster!" tukas Grape dengan nada kesal sambil melemparkan tatapan pembunuh ke arah Phineas.


"Bukan darah bukan, sebenarnya..."Phineas menatap Cherry dan Grape sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Kenapa garuk garuk!? ketombean kak?" celetuk Cherry.


"ffthh .... Phineas ketombean hahahah.... kutuan kali!!" ejek Grape.


"CK... " Phineas berdecak kesal sambil menatap Grape.


"Diam Grape, gak usah ikut campur dodol, " ketus Phineas sambil duduk membelakangi Grape saking kesalnya karena sejak tadi dia diejek oleh pria itu.


"Jelasin ini kenapa kak? dan wajah kakak kenapa bonyok bonyok begitu, dipukulin orang lagi!??" tanya Cherry sambil menatap Phineas dengan serius.


"Sebenarnya memang dipukuli sama emak emak berdaster sih tadi heheheh... kakak disiram air pencucian kain luntur yang warnanya merah darah," jelas pria itu sambil menunduk karena malu.


"Pfthh bwahahahah jadi beneran di siram emak emak berdaster hahahaha apes banget hidupmu kawan hahahahhahaha..... coba disiram karena apa coba ahahhaha.... biar kutebak, kau pasti dikira orang mesum kan !?? iya kan hahahahah....." Grape tertawa terbahak bahak Bahkan sampai terbatuk batuk saat tau kalau tebakannya benar.


Phineas membelalakkan matanya, dia berjalan menghampiri Grape dengan wajah syok saat mendengar tebakan pria itu.


Pukk....


Pria berwajah dingin dengan alis tebal itu menangkupkan wajah Grape dengan kedua tangannya sambil menatap Grape dengan tatapan terkejut.


"katakan sekarang kepadaku siapa kau sebenarnya!!?? apakah kau seorang peramal bagaimana kau bisa tahu kalau aku habis diserang oleh emak-emak berdasarkan karena dikira orang mesum!?? katakan Grape kau ini siapa!!!????" Celetuk Phineas sambil menepuk nepuk wajah Grape dengan kuat membuat pria itu meringis kesakitan..


"Sakit dodol, jadi benar hahahahhahaha..... kau gak jauh dari itu hahahahahah.... kasihan hahahahha... kali ini bagaimana lagi kau dituduh kenapa lagi hahahahahahaha..." Grape menepis tangan Phineas dan menatapnya dengan tatapan mengejek.


"Wahh jadi ini bukan pertama kalinya!? kakak dikira orang mesum!??" Cherry menatap Phineas dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan menyelidik seraya mengusap usap dagunya seolah dia sedang melakukan scanning pada Pria itu.


Sontak Phineas menutup tubuhnya dengan kedua tangannya seolah dia takut ditelanjangi," apanya g kau lakukan Cher kenapa menatapku seperti itu!!!??" Phineas panik, cepat cepat dia meraih selimut Grape dan membungkus tubuhnya yang tak memakai atasan dan menampakkan roti sobek dengan bercak merah di perutnya..


"Dia memang memenuhi kriteria sebagai pria mesum, aku setuju dengan emak emak itu, oiuhhh... apalagi wajahnya, jelas wajah orang mesum!" celetuk Cherry sambil menunjuk Phineas dari ujung kepala sampai ujung kakinya.

__ADS_1


"Eh... kenapa kalian mengataiku sebagai orang mesum!?? jangan menilai orang dar sampulnya Cherry!!!" kesal Phineas yang tak rela wajah tampan khas Eropanya diejek sebagai wajah mesum oleh kedua orang itu.


"Hahahahha.... bercanda Kak, kakak serius sekali ih... Lagian kok bisa sampai digebukin emak emak," tanya Cherry penasaran.


"emmm jadi gini....


Kejadian sebelumnya


Phineas sedang mendorong gerobak jualan goreng miliknya menuju pangkalan dimana biasa dia melakukan penyamaran sekaligus melakukan tugas sebagai seorang penyelidik dari kepolisian. Dia berjalan dengan santai namun otaknya tak pernah santai.


Dia melirik ke kana kiri, mencari sosok orang-orang yang sedang mereka berusaha untuk temukan setelah sekian lama. Dia berjalan dengan lambat namun langkahnya terhentikan saat dia melewati pasar. Saat itu para ibu ibu berdaster sedang berkerumunan mengeroyok seseorang .


"Widih ada tomat dan kangkung terbang, ada berita heboh apa nih!!??" pikir Phineas yang selalu penasaran terhadap segala hal.


"Dasar maling... penculik... kau penculik!!!!" teriak para ibu ibu itu sambil memukuli seseorang disana. Saking penasarannya, Phineas nimbrung di belakang para ibu ibu bajakan dia sampai masuk ke dalam kerumunan Emak emak berdaster dengan senjata bahan bahan dapur mereka itu.


"Ada apa?" pikir Phineas yang masuk semakin dalam ke tengah kerumunan ibu ibu itu.Jiwa detektif nya semakin meronta-ronta. Hingga saat hampir melihat apa yang terjadi...


Grepp....


"Kyaaaqkkk dasar orang mesum beraninya kau mer*m*s bokongku bajingan sialan!!!!!!!!!" pekik salah atau emak emak berdaster Doraemon yang menarik rambut Phineas dan menjambak jambak rambut pria itu di tengah-tengah kerumunan para emak super yang jika di dengar senjata utama mereka adalah suara melengking dan tenaga gajah yang kalau sudah mengamuk bisa memindahkan gunung Krakatau tari tempat nya berdiam mungkin ini yang di sebut dengan 'the power of emak emak!'.


"Arrkhh Bu apa apaan sih Bu kenapa menarik rambut saya, siapa juga yang megang megang ibu akkkhhh lepaskan buk!!!!!" pekik Phineas yang malah ditarik dan dikeroyok oleh para ibu yang murka.


Gedebug... Bukk...bagkkk.... Plakk... Plakk...


Phineas habis dikeroyok oleh ibu ibu di tengah pasar dan dikira sebagai pria mesum padahal pencuri yang mereka pukuli tadi sudah melarikan diri saat mereka malah berfokus pada Phineas.


"Arrkhhh Lepaskan saya!!!" pekik Phineas sambil berlari dari kerumunan ibu ibu itu sekuat tenaga. Para power ranger berkedok emak-emak super itu mengejar Phineas sambil melempari pria itu dengan telor, ikan ,sayur dan teman temannya.


Phineas berlari sekuat tenaganya ke arah pemukiman warga, dia berusaha melarikan diri namun kumpulan ibu ibu yang mengejarnya semakin banyak.


"Ya Tuhan mati aku!!!" gumam Phineas saat melihat pasukan emak emak berdaster berlari mengejarnya seperti gerombolan serigala lapar yang hendak memangsanya.


"Sialan!!!;" pekik pria itu hendak berlari lagi namun tiba-tiba....


byuurrr......


Bak jatuh dari genteng dan ditimpa durian di atas kepala, Phineas di siram dengan air cucian kain merah yang disiramkan seorang ibu ibu yang sedang mencuci.

__ADS_1


"Arkhhhhh apa apaan ini!!!!" Pekik Phineas dengan wajah terkejut saat tubuhnya disiram dengan air Semerah darah itu.


snifffh... sniffhhh...


"ini air apa buk!!!????" pekik Phineas yang tampak marah dan kesal.


"Eh... itu air cucian kain, luntur den, ya maaf, habis situ lari pas saya lagi nyiram air !" ucap si ibu tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Akhir ketemu!!!" ucap para ibu yang tiba di tempat itu dengan nafas ngos-ngosan.


Phineas diam dan mengepalkan kedua tangannya," sialan!" kesal pria itu sambil menatap para ibu yang sudah berdiri di depannya.


"Apa kau bilang hah!? kau melakukan hal cabul dan mengatai kami sialan dasar anak muda kurang ajar!!!!"Pekik ibu berbadan besar dengan kaki dan tangan berotot seperti Hercules tapi versi perempuan.


Glekk....


Phineas menenggak salivanya saat melihat badan besar ibu itu di depannya.


"Ibu ibu... be..begini, saya pikir ini salah paham," ucap Phineas sambil mencoba mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.


"Haishh sial, tanda pengenal ku hilang!" batin Phineas.


"Salah paham apanya hah!!!??"


"Begini Bu... wahh ada Pak Jokowi!!!!! Pak Jokowi!!!!!" pekik Phineas tiba-tiba sambil menunjuk ke arah belakang para emak emak super itu.


"Pak Jokowi!??" ucap mereka mengikuti arah pandang Phineas.


"Mana pak Jokowi nya.....


"Ya di kantornya lah Buk masa iya di sini hahahahahahah..... wleekkkkkk..... kasihan!!!!!" pekik Phineas yang sudah kabur melarikan diri dengan naik ke atas mobil pickup yang sejak tadi dia incar dan sengaja mengulur waktu.


"Yaaaakkkk anak sialan!!!!!"


"Hahahahha.... satu kosong !!!!!" pekik Phineas sambil tertawa terbahak bahak melihat wajah kesal para semak super yang mengejarnya.


.


.

__ADS_1


.


Like vote dan komen 🤗


__ADS_2