
Bian terdiam membatu saat mendengar ucapan Elton. Kata-kata yang tak pernah dia bayangkan akan terjadi dalam waktu dekat malah terjadi saat ini juga. Azura tampak duduk sambil menggenggam tangan Cherry. Dia merasa nyaman di dekat gadis itu, dia duduk dengan Cherry yang juga menopangnya dari samping, menatap wajah Bian yang terdiam membatu dengan mata membulat sempurna dan rahangnya yang hampir lepas dari wajahnya.
"Kau menjadi seorang ayah!" kata-kata Elton yang berhasil membuat anak bungsu dari keluarga Cornelius itu terdiam dengan tatapan tak percaya.
"A...aku? ja..jadi seorang ayah!???" tanya pria itu lagi sambil menatap mereka satu-persatu dengan raut wajah tak percaya.
Grape dan Rania terkikik geli melihat wajah adik mereka yang speechless dengan berita baik ini. Mereka tau Bian sudah siap dengan semua resiko yang akan ia terima jika menikah muda, mulai dari menunda memiliki anak, menahan diri untuk hubungan LDR karena urusan pekerjaan masing-masing, berjauhan selama berbulan-bulan dan banyak angin yang menerpa mereka tapi tak ada satu pun yang membuat goyah hubungan Azura dan Bian dan kini buah dari kegigihan dan cinta mereka, hadir sosok malaikat kecil yang telah bertumbuh di dalam rahim Azura.
Wanita itu menatap Bian dengan tatapan bahagia sekaligus terharu. Dia sudah tau kabar ini saat sore tadi ketika dia dengan iseng memesan alat cek kehamilan melalui media online karena siklus menstruasinya sangat lambat dan sudah telat sekitar dua minggu, tidak pernah selama itu dan hal ini membuat dirinya merasa bingung.
Akhirnya dia melakukan cek mandiri dan ternyata hasilnya dia positif hamil anak pertamanya dengan Bian.
"Sa..sayang apa ini benar? Ki..kita akan menjadi orangtua? aku tidak salah dengar kan!!?" tanya Bian sambil menatap Azura dengan mata berkaca-kaca. Wanita itu mengangguk sambil tersenyum, "iya, kita akan jadi orang tua, seperti impian kita, " ucap Azura yang berbicara sambil menahan tangisannya.
"Arrhhhkk.... aku jadi Seorang Daddy!!!!" seru Bian dengan wajah bahagia sambil menangis. Dia memeluk Azura dan menghujani perempuan itu dengan kecupan bertubi tubi penuh cinta. Dia terlalu bahagia dengan kabar ini.
"Yeayyyy aku jadi Daddy sekarang wohooo!!!!" seru pria itu sambil melompat kegirangan.
Greeppp... hap...
"Wohooo Kak Rania aku punya anak!!!!" seru Bian sambil menggendong Rania dan memutar mutar elaknya sendiri di atas udara saking senangnya dengan berita bahagia ini.
"Ehh si dodol, jangan Gendong begini Bian, kau pikir aku karung beras!!!" gerutu Rania yang begitu malu karena diangkat begitu saja oleh Bian.
"Hahahaha... aku sangat bahagia kak, aku bahagia, aku akan jadi seorang ayah, ini berita bahagia," seru Bian yang tak peduli dengan teriakan Rania yang histeris karena diputar diputar oleh Bian.
"Hahahahahahhaha......" mereka semua tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan pria itu belum lagi melihat wajah kesal Rania karena diangkat seperti karung barang dan di putar putar di udara karena terlalu bahagia .
"Turunkan aku!!!" pekik Rania sambil memukul mukul lengan Bian.
Bian terkekeh, dia mendaratkan gadis itu dengan aman lalu memeluk kakak perempuan yang sangat dia sayangi. Dia memeluk Rania dengan sangat erat, ada satu hal yang terbersit dalam pikirannya yakni kebahagiaan Rania.
__ADS_1
Jika dirinya dan Grape telah menemukan keluarga mereka, maka Bian sangat berharap agar Rania mendapatkan seorang pasangan yang akan membahagiakan kakak tertuanya itu. Rania selama ini ni hidup hanya memikirkan kebahagiaan adik-adiknya, berjuang mati -matian meraih gelar dokter hanya untuk membuat bangga adik adiknya karena mendiang ibu mere dahulu adalah seorang dokter yang hebat pada masanya.
"Terimakasih kak, Terimakasih telah menjaga Bian selama ini, sekarang Bian sudah jadi kepala keluarga yang sempurna, Bian banyak belajar dari kakak, bagaimana kakak bertanggungjawab untuk menjaga Bian dan kak Ben, Bian harap Jika sang Pencipta mengijinkan, Bian ingin punya seorang anak perempuan dan akan Bian rawat dan cintai sebagaimana Bian mencintai kakak dan Azura," ucap Pria itu dengan mata berkaca-kaca.
Betapa hati Rania tersentuh dengan kata-kata adik bungsunya itu. Gadis itu hampir menangis tapi gengsinya terlalu tinggi.
"Ihh dasar bapak bapak lebay, udah ihh jangan peluk peluk, biasanya juga gak begini, dasar cengeng, gimana kamu mau jadi bapak kalau cengeng begini," celetuk Rania sambil mendorong Bian dan mengalihkan pandangannya ke arah lain karena tak kuasa menahan tangis nya.
"Kakak mah sok gengsi, padahal senang banget tuh!" celetuk Bian.
"udah sana sama istrimu," ketus Rania.
Bian terkekeh, dia melepas Rania dan menghampiri istrinya dengan senyuman bahagia. Tentu mereka semua terharu dengan ucapan Bian. Perjuangan Rania tak mengenal asa, dia menjadi perisai pelindung bagi kedua adiknya. Asalkan Bian dan Grape bahagia, gadis itu pasti tenang.
Elton melirik gadis yang telah mencuri hatinya selama bertahun-tahun. Jujur saja si kadal biru ini sudah jatuh hati pada Rania sejak lama. Hanya saja, karena Rania fokus dengan karirnya, Elton menunda untuk menyatakan perasaannya pada Rania. Pria itu menatap Rania yang menyembunyikan tangisnya, dia hendak memeluk gadis itu seperti yang biasa dia lakukan ,tetapi rencana untuk memenangkan hati sang pujaan telah di mulai. Rania gadis keras kepala yang susah peka dengan perasaan Elton harus diberi sedikit pemanasan agar menyadari hatinya berlabuh pada siapa.
"aku tak tahan melihatnya menangis, tapi... haih..... demi misi mendapatkan hati sang pujaan hati, aku harus bertahan!!" tekadnya sudah bulat.
"Azura kamu sama Bian dulu ya," ucap gadis itu hendak melepaskan tangan Azura. Tapi bumil muda itu tak mau ditinggal oleh Cherry. Dia menahan tangan Cherry sekuat tenaga," nggak boleh, kakak harus disini!" ucapnya dengan mata memelas.
"Ehh tapi Bian...
"Boleh ya kak Please..." pinta wanita itu seraya memohon. Cherry melirik Bian dan suaminya, dia sedikit bingung melihat ekspresi Azura saat ini. Apa ini efek kehamilan? padahal biasanya Azura tak sebegitu dekat dengan Cherry.
"Temani saja sayang, namanya ibu hamil pasi banyak maunya," ucap Grape yang menyetujui keinginan Azura.
Cherry mengangguk, dia bukannya tidak mau, hanya tidak enak pada Bian yang ingin punya waktu berdua dengan Azura.
"Iya kak, sepertinya bumilku sayang sedang mengidam ya," tanya Bian dengan wajah berseri.
"Ummm sebenarnya gak tau juga apa ngidam atau nggak, tapi aku suka baunya kakak ipar, tapi buka kak Elton, kak Elton bau banget, bau keringat," ucapnya dengan polos
__ADS_1
Bian terkekeh,"Kak Elton emang bau sayang, dia ga pernah mandi, tahan aja ya, hahahah...." ucap Bian sambil tertawa.
"Heleh si anak singkong, beraninya kau ngatain gue bau, Lo kali yang bau, udah kena kencing kucing, tau rasa Lo kalau diusir Azura! " ketus Elton.
"Dah lah, gue mandi dulu, " ketus pria itu sambil beranjak menuju kamarnya.
Malam semakin larut, mereka semua masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Rasa lelah dan penat setelah beraktivitas seharian harus diakhiri dengan kualitas tidur yang nyenyak.
Elton bersiap tidur di kamarnya bersama Alvaro sedangkan Hansel bersama Philip dan Phineas di ruang depan setelah asik bermain game.
"ihhh harum gue, ini baru bang Elton yang selalu kece setiap waktu hahahah..." kekeh pria itu sambil memperbaiki selimut Alvaro yang sudah terlelap di sampingnya.
"Anak ayam gue harum banget lagi, jadi pengen punya anak bareng Rania hihih... apa gue ajak bikin anak kali ya hahahah... apaan sih otak Lo Elton, " gumam pria itu sambil terkikik geli membayangkan dirinya memiliki anak dengan Rania.
Tiba-tiba pintu kamarnya di buka, " Elton!!!" suara Bian terdengar kesal dan Lirih.
Pria itu terkejut saat melihat Bian disana dengan bantal guling dan selimut miliknya sambil menatap Elton dengan wajah masam.
"pffthhhh bwahahahahhahah benar kan apa kata gue, Lo di usir hahahahahha ... rasain lo... rese sih, " Elton tertawa terbahak-bahak melihat Bian yang harus tidur mengungsi karena Azura tak tahan dengan aroma tubuh Bian meski pria itu sudah mandi.
"Apes banget arrkhhh apa bumil emang begini!???" pikir pria itu sambil berbaring di atas sofa dengan wajah berkerut dan kesal.
"Tenang Bro, masih ada banyak tantangannya hahaha, apalagi Lo bapaknya dan Azura emaknya hahhaha..."
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1