
Cherry melangkah masuk ke dalam rumah mewah tempat dia bekerja. Dengan semangat yang membara gadis itu bersama pelayan-pelayan lain yang bekerja di rumah itu memulai pekerjaan mereka dengan baik.
"Semoga hari ini banyak hal baik yang akan terjadi!" Seru Cherry.
"Amin!!!" Seru para pelayan bersamaan.
Seperti biasa mereka terlebih dahulu berbaris di halaman depan rumah mewah itu untuk menerima arahan dari kepala pelayan yakni Alex.
Mereka semua berdiri disana dengan barisan yang rapi dan seragam pelayan lengkap dipakai di tubuh mereka.
Alex menatap mereka semua dari dalam rumah. senyuman manis terpancar di wajah pria itu. Kali ini penampilan nya tampak berbeda, potongan rambutnya lebih rapi, kaos biru persis seperti yang dibelikan Cherry dia pakai dilengkapi dengan celana jeans biru Dongker. Pria itu memakai parfum yang sangat wangi membuat setiap orang yang berada di jarak sekitar lima meter bisa mencium aroma parfum pria itu.
"Pak Alex seperti nya suasana hati Anda sedang baik ya?" Ucap salah satu pelayan tetap di rumah itu.
Alex terkekeh," tentu saja, aku sedang menyambut kedatangan kekasihku, dia yang membelikan kaos ini, keren kan!" Bisik Alex sambil tersenyum bahagia seolah Cherry memang memberikan kaos itu padanya.
"ahhh bapak punya pacar!?? Wahhh baru kali ini saya lihat gara-gara perempuan bapak sampai sesenang ini!" Ucap si pelayan yang lain.
Alex hanya tersenyum malu-malu sambil mengusap-usap bajunya dan berjalan dengan mata yang terus tertuju pada Cherry.
"Pak ngomong-ngomong pacar bapak siapa!?" Bisik salah satu pelayan sambil menatap ke arah semua pelayan yang sedang berbaris.
"Itu dia, gadis cantik dengan rambut kebiruan itu, masa iya kamu gak tau? Kami udah jadian dan dia yang menyatakan perasaannya terlebih dahulu, dia itu manis tapi malu-malu," balas Alex dengan cara berbisik sambil melirik Cherry yang tampak menawan meskipun hanya mengenakan seragam pelayan.
Wajahnya yang cerah tanpa make up, bibir ranum dengan warna pink alami, mata Mongoloid yang tajam seperti mata kucing, alis yang diukir dengan indah, kulit putih bersih, rambut yang unik dan proporsi tubuh yang sangat ideal tentu saja membuat banyak orang penasaran dengan sosok gadis cantik itu.
"Cherry memang cntik sih, pantas saja bapak sampai sebahagia ini, selamat ya pak!" Puji para pelayan.
Alex sangat senang, rumor yang dia sebarkan berhasil membuat semua orang berpikir kalau Cherry benar benar berpacaran dengan Alex si kepala pelayan tampan itu.
"hahahah... Dengan begini Cherry ku sayang tidak akan bisa lepas dari diriku dan akan menjadi milikku seutuhnya, ahhh sayang kita pasti akan bersenang-senang secepatnya!!!" Batin Alex sambil menatap Cherry dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
Cherry dan yang lainnya menunggu kedatangan kepala pelayan. Mereka semua berdiri dengan senyuman ramah di wajah mereka.
__ADS_1
Alex dan pelayan tetap di rumah itu tiba di halaman. Semua orang tentu dibuat terpana dengan penampilan Alex yang sangat berbeda. Dia terlihat lebih tampan dan berkharisma dari biasanya. pria itu sangat bangga dengan penampilannya belum lagi dengan kaos yang dia sebut sebagai pemberian cherry kekasihnya padahal dia beli dengan uangnya sendiri.
Sebut saja pria itu gila dan terobsesi untuk memiliki Cherry sampai dia melakukan berbagai cara untuk mendapatkan gadis yang selalu tersenyum dengan ramah itu.
"Wahhh Pak Alex makin keren saja!!" Puji para pelayan sambil bersorak dan bertep tangan namun tidak untuk Cherry yang merasa heran dengan penampilan Alex. Apalagi kaos yang dipakai oleh Alex sama persis dengan kaos yang secara sembarangan di ambil oleh Pak Alex saat menubruk tubuhnya dua hari lalu.
entah kenapa intsing gadis itu mengisyaratkan tanda bahaya saat mendapati tatapan mata Alex yang terlihat sensual dan membuat Cherry merasa tidak nyaman, hanya saja dia tak ingin berburuk sangka pada orang yang menurutnya baik.
"Apa cuma perasaanku atau tatapan pak Alex sangat asing!? Kenapa aku yibabtiba merinding melihat tatapannya itu!??" Pikir Cherry.
"Ada apa Cher!??" Bisik temannya.
"Emm apa Pak Alex biasanya selalu begitu? Tatapan matanya? Apa memang selalu begitu?" Tanya Cherry dengan berbisik.
Teman pelayan nya menatap ke arah pak Alex," ahhh kamu baru sih jadi belum tau, biasanya kalau pak Alex begini, dia berarti sedang tertarik dengan seseorang, dari yang aku dengar dia ini pria yang misterius, dia bisa saja tiba- tiba berkencan dengan salah satu pelayan disini, tapi menurut rumor dia memiliki kondisi kejiwaan aneh, tapi sepertinya itu hanya rumor saja karena jelas Pak Alex itu tampan dan sangat baik!!!" Ucapnya panjang lebar.
Cherry hanya mengangguk paham, namun dia masih tidak merasa nyaman dengan tatapan yang sangat mengintimidasi itu.
Setelah Pak Alex memberikan pengarahan pada para pelayan, mereka semua memulai pekerjaan mereka .
Cherry cepat-cepat melarikan diri saat melihat Pak Alex berjalan mendekat ke arahnya dengan senyuman aneh di wajahnya. Semua yang ada dalam diri Pak Alex bagi Cherry adalah sebuah keanehan.
"Cher!!!" Panggil pak Alex yang membuat semua orang menoleh, namun Cherry sudah kabur dan menyembunyikan diri.
"Loh kenapa pak? Ada perlu apa dengan Cherry?" Tanya gadis pelayan yang mengejek Cherry beberapa hari lalu.
"Ahh saya hanya mau bertemu dan menyapa kekasih saya saja!" ucap Pria itu sambil tersenyum.
Gadis itu sontak terkejut saat mendengar ucapan Pak Alex," kekasih bapak!? Cherry itu sudah menikah loh pak, masa bapak gak tau!??" Ucap gadis bernama Vera itu.
"Nggak Vera, dia belum punya suami dan aku adalah kekasihnya, beraninya kau berbicara yang tidak-tidak tentang kekasihku dasar perempuan sialan!!!" Kesal Pak Alex sambil menatap Vera dengan tatapan tajam.
"Pak saya benar, dia itu sudah menikah, kenapa juga bapak suka sama istri orang, belum lagi dia itu anak yang tidak diharapkan, dia itu anak buangan Pak... Kenapa...
__ADS_1
Plaakkk... Sreett...
Pak Alex tanpa pengawasan orang lain menampar wajah Vera dengan sangat kuat sampai membuat gadis itu terhuyung dan kepalanya berkunang-kunang bahkan dia hampir terjatuh ke atas tanah.
"Pak Al...hemphh...akkhhh... Akrrrkhhh....." Alex membekap mulut gadis itu dan menyeret tubuhnya melewati titik buta kamera CCTV yang dia sudah hapal letaknya. Vera dibawa dengan paksa.
Gadis pelayan itu meronta ronta berusaha untuk minta tolong pada orang lain. Alex menarik rambutnya dengan sangat kasar bahkan sampai mencabut beberapa helai rambut gadis itu dengan paksa.
Di sisi lain, Cherry dan Nani terdiam di baik sebuah pohon besar di samping rumah mewah itu. Mereka berdua tampak syok saat melihat apa yang dilakukan oleh Pak Alex pada gadis bernama Vera itu.
Cherry dan Nani tak bisa mengatakan apa apa, mereka hanya diam dan berusaha agar tidak terlihat oleh pria gila itu.
"Nani... Dia itu psikopat!!!!" Bisik Cherry .
Nani mengangguk sambil menangis ketakutan, dia itu hanya seorang gadis pelayan biasa yang sangat mudah takut.
"Ini nggak boleh dibiarkan, kita harus ikut mereka!!!!" Ucap Cherry .
Nani menggelengkan kepalanya sambil menangis ketakutan, gadis itu berlari terbirit-birit dari rumah itu meninggalkan Cherry sendirian disana.
"Ka..kau saja, aku tidak mau!!!!" Nani berlari ketakutan ke arah mess pegawai dan mengambil semua barang-barang nya dan pergi dari rumah itu sambil menangis sesenggukan.
Cherry diam di tempat, dia tidak tau harus melakukan apa, jika dia bertindak gegabah dia mungkin akan jadi korban selanjutnya.
"Apa yang harus kulakukan!!!!???" Batin Cherry sambil menatap ke arah sisi taman dimana pria itu pergi sambil menyeret tubuh Vera.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1