Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
12


__ADS_3

Si kadal biru dan semangka kecil saling berhadapan dengan wajah saling menantang. Keduanya sampai berdiri dan membawa alat perang masing – masing. Yang awalanya adu mulut kini berubah menjadi adu tongkat sapu dan adu kemoceng.


Di sisi kanan ada Cherry dengan tongkat sapu ijuk dan kain lap di tangan kirinya, menatap Elton dengan tatapan menantang sambil memasang kuda-kuda ala anak karate. Di sisi kiri ada Elton dengan kemoceng warna warni dan semprotan air di tangannya menatap Cherry dengan memasang kuda- kuda burung bangau. Tatapan mata yang tajam dan menegangkan dari kedua manusia bar- bar pecinta keributan ini.


Phineas dan Grape jangan ditanya, mereka duduk anteng di atas tikar sambil menatap keduanya dengan tatapan serius sembari menikmati makan pagi mereka karena perut mereka juga sudah lapar dan otak mereka membutuhkan energi untuk berpikir.


“ Menurutmu siapa yang akan menang?” bisik Grape.


“ Kurasa Elton, jelas tubuhnya lebih besar dan dia petarung yang handal, aku tidak meragukan itu, dan lawannya adalah seorang gadis naif yang sok jago,” celetuk Phineas.


Grape mengangguk,” kau benar, tapi sepertinya gadis bar-bar itu belum pernah menunjukkan tatapan setan kecilnya padamu kan? Dia itu monster gila yang bersembunyi di balik dua semangka kecil itu,” ucap Grape sambil menatap semangka Cherry yang menurutnya tidak menggiurkan.


“ Ehh semangka? Semangka apanya?apa disini ada semangka?” tanya Phineas heran.


Pletak..


Tiba tiba sebuah pukulan dari tongkat sapu ajaib si gadis bar-bar mendarat di kepal Grape bahkan berhasil membuat pria itu meringis kesakitan.


“ Kau kenapa lagi semangka kecil kau tega sekali menyiksa suamimu..” kesal Grape sambil mengusap-usap kepalanya sendiri dan menatap Cherry dengan tatapan kesal


“ Bodoh, kau membicarakan semangka kecil istrimu pada pria lain, apa kau mau jamur cokelat mu itu ku posting dan aku pamerkan pada wanita lain, wajahmu saja yang tampan tapi otakmu sangat dongkol,” ketus Cherry yang ternyata mencuri dengar pembicaraan kedua orang itu.


“ Pffthhh.. bwahahahhaha rasakan kau Grape hahahahha... kena karma kan? Hahahaha” Elton tertawa terbahak- bahak melihat wajah Grape yang kesal dan marah itu, tapi setidaknya apa yang dikatakan Cherry benar, tidak seharusnya dia mengatakan hal itu pada Phineas, sama saja dia menelanjangi Cherry di depan teman temannya.


Melihat Elton kehilangan kewaspadaan, Cherry tersenyum licik dan hal itu ditangkap oleh Phineas,” mampus, awas El....


Pletak... pletak... bugh... bughhhh


“ton.... hah.. terlambat,” ucap Phineas saat melihat Cherry sudah beraksi dan memukuli Elton dengan tongkat sapunya, memukul pantat pria itu , menendang kakinya bahkan membuat si pria bar bar itu terjerembab ke atas lantai.


“ Berani sekai kau!”pekik Elton yang langsung bangkit dan membalas.


“ Hahahahahhaha ini namanya menggunakan kesempatan di dalam waktu seperti apa pun ahhahah kau memang bodoh kadal biru...” ejek Cherry sambil menjulurkan lidahnya.


“ Shhh sial, kau memukul bokong seksi ku, awas kau, akan kupastikan kau kalah!” kesal Elton yang mulai membalas Cherry dan melayangkan pukulan ke arah gadis itu.


Sungguh sebuah pertandingan yang sangat brutal antara perempuan dan laki laki gila itu. Elton berhasil memukul punggung Cherry dan berhasil membuatnya meringis kesakitan.

__ADS_1


“ Beraninya sama perempuan dasar laki laki sinting!!" pekik Cherry sambil menggenggam erat erat tongkat sapu itu, karena terlalu bersemangat tangannya yang dibalut perban kembali terluka dan berdarah tanpa dia sadari.


“ Berenenenya semem perempeeen...neyneyenyen... dasar lemah hahhahahah... kau pasti kalah.. hahahhaha coba kejar aku dasar gadis lemah, gadis bodoh ahhahahah ini pantatku pukul nah hahahahha..” ejek Elton sambil menjulurkan lidahnya berlari kesana kemari menunjukkan bokong seksinya yang ditutupi oleh celana olahraga itu.


Syuuttt..


Cherrry melayangkan tongkatnya namun lagi lagi meleset.


“Eh gak kena tuh hahahah , gak kena gak kena wleeekkkk...” ucap Elton sebelum dia terdiam membeku saat melihat tangan Cherry sudah bersimbah darah. Ingatan kelamnya kembali menggerogoti kepalanya. Cherry yang terlalu bersemangat melayangkan pukulannya saat melihat ada kesempatan emas.


“ rasakan ini... kyaakkk...” Cherry berteriak sambil melayangkan pukulan dengan tangannya yang bercucuran darah.


Grep... tak...


Elton menangkap sapu itu dengan satu tangan dan merampasnya begitu saja dengan tatapan datar dan dingin sangat berbeda dengan dirinya yang tadi bercanda tanpa ada habisnya dengan Cherry. Dia menatap Cherry dengan tatapan dingin, darah gadis itu masih mengalir.


“ Elton..” Phineas berdiri dan memanggil Elton yang tampak diam untuk sesaat.


Grape dan Phineas tau apa yang sedang dalam pikiran pria itu saat ini, trauma ingatan masa lalu selalu membuatnya terdiam seperti itu saat melihat darah.


“ Grape bagaimana ini, Elton...” Phineas menatap Grape dengan tatapan khawatir. Grape juga tak tau harus mengatakan apa,


Pletak...


” bwahahahhahah kena kau.... wleekkkkk hahahhaha kesmpatan dalam kesempitan hahahha aku cerdas wleekekkk....” Elton memukul kepala Cherry sambil tertawa terbahak-bahak saat dia berhasil membuat gadis itu kalah telak.


“ arrkkkhhh awhhhh sakit sekali dasar kadal biru tidak berperasaan huwaaa... kau memukul kepalaku, sakit sekali hiks hiks hiks... beraninya memukul perempuan, kemari kau!!" Teriak Cherry sambil menangis kesakitan seperti anak kecil mengejar Elton dengan tongkat sapunya lagi.


“huftthh….kupikir dia…” Phineas akhirnya bernafas lega bahkan Grape juga demikian,dia sempat khawatir dengan Elton tapi nyatanya pria itu malah mengerjai Cherry dan melanjutkan permainan kejar kejaran mereka .


“Aku hampir serangan jantung saat melihat dia terdiam seperti ini, ini benar benar sebuah déjà vu,” ucap Phineas yang kembali ke tempat duduknya sedangkan kedua bocah bar-bar itu masih saling menyerang kesana kemari membuat suasana semakin riuh.


“ Hahhahaha…. Mereka benar benar seperti hewan liar, astaga ini sangat lucu hahahhahaha…” Grape tertawa terbahak –bahak melihat tingkah kedua manusia itu.


Bahkan Phineas tersenyum tipis melihat tingkah mereka berdua, “ setidaknya ini sedikit menghibur hahahhaa…” ucap Phineas yang menikmati tontonan mereka di pagi hari yang indah itu.


Cherry terus mengejar Elton, namun pria itu sudah tak kuat melihat tangan Cherry, dia berlari menuju dapur belakang sekencang-kencangnya,” tunggu disitu permainan belum selesai mak lampir..” teriak Elton yang berlari secepat kilat.

__ADS_1


“Hei mau kemana kau!?? “ pekik Cherry.


Gadis itu tampak terengah-engah, namun dia terkejut saat melihat tangannya berdarah lagi.


“darah… tanganku….” Cherry terkejut dan rasa sakitnya langsung terasa saat dia menyadari luka itu.


Grape terkejut, dia langsung melihat ke arah Cherry,” apa yang terjadi Cherry?” teriak pria itu .


“ tanganku… akhhh ini sakit…..” lirih Cherry sambil berjalan mendekat ke tikar, dia duduk di atas lantai sambil meringis kesakitan.


“ Ada apa dengan tangannya?” Phineas juga terkejut dia tak memperhatikan itu tadi.


“ Astaga Cherry kenapa kau tidak bisa hati-hati, lukamu pasti terbuka lagi, dasar teledor!” bentak Grape dengan wajah kesal. Bahkan Phineas dibuat heran dengan tingkah pria itu.


“ hiks hiks hiks… kenapa aku dimarahi padahal aku terluka, kau jahat…” Cherry menangis sesenggukan yang berhasil membuat Grape merasa bersalah.


“ Sial, perasaan ini, tak boleh begini, “ batin Grape.


Elton berlari dari arah dapur membawa air hangat dalam baskom dan kotak p3k.


“Sini ku obati, dasar ceroboh!” ucap Elton yang langsung duduk di depan Cherry dan menarik tangan gadis itu ke dalam baskom berisi air hangat.


“ akhhh…. Ini sakit hiks hiks hiks…”


“ idih nangis, dasar cengeng, makanya jangan nakal…” kesal Elton.


“dasar orang orang aneh ini,” ucap Phineas sambil geleng-geleng kepala.


Grape menatap Cherry ,” baru sehari bersamaku, dia sudah membuatku merasa berbelas kasih , tak boleh seperti ini, ingat Grape dia hanya alatmu.. hanya alat balas dendam untuk menghancurkan Raharja sialan itu, jangan menaruh perasaan dalam rencana ini,” batin Grape.


Phineas melirik Grape,” sampai kapan kau akan bertahan Grape?” batin pria itu, dia sudah tau semua rencana Grape.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2