Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
180


__ADS_3

Sarah berdiri menatap hamparan gedung di depan apartemen milik Phineas.. Beberapa kali gadis itu menghela nafas berat. Dia berada di bagian teras apartemen yang terletak di unit 55 lantai ke lima gedung besar itu.


Terlihat jelas hiruk pikuk kota yang ramai dari tempat dia berdiri. Beberapa anak buah tim Alpha juga berdiri disana untuk menjaga keamanan. Nafas gadis itu seolah tercekat, dia menarik nafas dalam-dalam, rasa sesak di dalam dadanya tak kunjung mereda. Padahal dia sudah berusaha menenangkan pikirannya, tetapi hatinya tidak bisa bohong, dia ingin mengisi dan berteriak saat ini juga.


" Berat, hah.... jadi ini yang dimaksud mendiang Mama? pantas saja Papa meninggalkan ku secepat itu, aku memang sudah tau sejak awal, tapi melihat mereka dengan mata kepalaku langsung seperti ini, dan mengetahui fakta yang sudah jelas entah kenapa membuat ku sedikit kecewa, padahal kuharap mereka merasakan sesuatu, apa hanya aku yang berharap? atau mereka memang tidak pernah mencariku?" gumam gadis itu seraya mengusap lehernya dengan pelan.


" Haihhh apa yang kau bicarakan Sarah, jangan kalut seperti ini, ada ada saja, mereka tentu tidak tau kau selamat, mereka bahkan tidak tau posisimu kala itu, hufftthh beruntung aku bertemu orang baik, " gumam gadis itu sambil menepuk nepuk pipinya sendiri.


Matanya menatap seluruh area itu, seolah mempelajari tata letak gedung itu. Namun sesaat dia memicingkan matanya kala melihat sosok wanita misterius sedang melihat kesana kemari seolah dia sedang mencari sesuatu, dia berjalan ke arah parkiran dan mendekati mobil yang berjejer disana.


Wanita itu mendekat ke arah mobil teman temannya yang terparkir disana dengan rapi. Melihat kesana kemari dan memeriksa keadaan jangan sampai ada yang melihatnya disana. Gedung besar itu dihuni oleh beberapa penduduk yang menyewa dan membeli apartemen disana. Tentu saja orang asing bisa masuk ke kawasan itu.


" Siapa dia!?? dan apa yang dia lakukan di dekat mobil kak Grape!?" gumam Sarah.


" CK... sial, aku tak bisa melihatnya dengan jelas. Dia mengambil ponselnya dan memperbesar jangkauan kameranya.


" Gak sia sia beli yang mahal, ternyata ada gunanya, Alesha harus melihat ini!" gumam Sarah sambil menangkap gambar perempuan itu dengan kamera ponselnya.


Perempuan aneh itu sepertinya sedang meletakkan secarik kertas di kaca mobil Grape. Kertas putih yang diselipkan diantara kaca mobil itu terlihat misterius.


" Apa itu?" pikir Sarah. Dia terus mengawasinya Samapi perempuan itu pergi dari sana.

__ADS_1


Setelah perempuan itu benar -benar menghilang, Sarah berlari turun ke lantai dua dengan secepat kilat. Saat berlari gadis itu tak memperhatikan langkahnya sampai dia menabrak tubuh seseorang yang sedang membawa beberapa dokumen. Dokumen itu sampai berserakan kesana kemari karena ulah Sarah.


" Astaga, maafkan saya ... saya tidak sengaja!!!" Sarah langsung membungkuk meminta maaf karena telah mengacaukan pekerjaan seseorang, dia segera memungut benda benda yang berhamburan itu dan memberikannya pada pria berkacamata dengan tubuh tinggi semampai itu.


Dia memungut semua kertas yang dia jatuhkan dan memberikannya pada pria itu," maaf tuan saya sedang buru-buru, saya tak sengaja," ucap Sarah sambil membungkuk hormat.


" Tak apa nona, bukan masalah," ucap pria itu dengan suara besarnya yang menggema di telinga.


Sarah menatap wajah pria itu, betapa terkejutnya dia melihat wajah seorang pria yang cukup dia kenali tetapi dengan kondisi yang berbeda.


" Hah??? Nathama!???" Sarah menyerngitkan keningnya sambil menatap pria itu dengan tatapan heran. Bahkan matanya menatap dari ujung kaki sampai ujung kepala hingga beberapa kali..Terlihat ekspresi heran dan terkejut kala melihat wajah itu disana.


Pria di depannya terdiam sejenak, mengeraskan rahangnya dan tatapan matanya begitu datar," Ahhh maaf nona, sepertinya anda salah orang, kalau begitu saya permisi," ucapnya dengan nada dingin lalu beranjak pergi dari sana meninggalkan Sarah dengan tanda tanya besar di kepalanya. Jelas pria itu adalah orang yang dia dan sahabat-sahabatnya kenali tapi kenapa kondisinya sangat berbeda? padahal jelas dalam ingatan Sarah kalau Nathama duduk di atas kursi roda .


Gadis itu teringat dengan perempuan misterius tadi, segera dia berlari menuju parkiran tanpa mempedulikan kejadian tadi lagi.


Sementara itu pria yang ternyata adalah Nagata, kembaran Nathama itu berdiri menatap Sarah dengan wajah heran dan bingung," Apa dia benar-benar keturunan Alchemis? warna mata dan rambut itu sangat berbeda, apa anak buahku salah!?" gumam Nagata dengan wajah penasaran.


" Dan ia mengenal si lumpuh itu!? cuihhhh apa jangan-jangan dia salah satu dari gadis gadis di panti yang ditemui si cecunguk sialan itu!" Umpat Nagata sambil mengeraskan rahangnya mengingat adik kembarnya, Nathama yang memiliki sifat bahkan kehidupan yang sangat berbanding terbalik dengan dirinya.


Nagata mengamati Sarah, dia datang jauh-jauh ke tempat itu hanya untuk melacak keberadaan keturunan asli Alchemis sebagai pemilik darah ramuan penawar racun yang disebabkan oleh kapsul hitam tersebut.

__ADS_1


Tetapi saat melihat Sarah, bukannya semakin yakin kalau gadis itu adalah keturunan Alchemis, dia malah merasakan keraguan besar begitu melihat Sarah dengan mata kepalanya sendiri. Nagata menggelengkan kepalanya seraya menyebutkan keningnya.


" Apa mata mata itu salah lihat?? kalau dia keturunan Alchemis, dia pasti punya tanda," gumamnya. Dia berjalan dengan langkah ringan memasuki apartemen Saat menaiki tangga, Nagata lagi lagi tak memperhatikan jalannya sampai tubuhnya berbenturan dengan mahluk kecil menggemaskan tetapi wajah dingin dan datar layaknya pegunungan Himalaya.


Alvaro terkesiap saat dia menubruk kaki seseorang. Anak kecil itu melangkah mundur dengan wajah panik," Maaf om, Saya tidak sengaja," ucapnya sambil membungkuk meminta maaf persis seperti yang diajarkan oleh Cherry pada dirinya.


Kepala bocah kecil itu terangkat ke atas, matanya menatap sosok pria yang dia bentur kakinya. Wajah panik itu seketika berubah menjadi wajah dingin dan datar kala melihat wajah Nagata. Raut wajah Alvaro tak bisa di tebak, dia tidak terlihat takut tetapi malah lebih terlihat terkejut saat minat sosok pria di depannya itu.


" Tak apa... kau...." Nagata terdiam kala melihat wajah rupawan Alvaro yang persis menyerupai wajah mendiang ibunya, hanya mata dan bentuk bibirnya saja yang berbeda tetapi secara keseluruhan dia mengikuti wajah ibunya.


"Maaf tuan, saya permisi," tata bicara Alvaro langsung berubah, wajahnya sedingin es. Dia berjalan melewati Sisi lain lorong dan meninggalkan Nagata disana. Sebelumnya Alvaro berlari ke bawah hendak mengejar Sarah. Dia ingin mengambil kotak bekalnya di dalam mobil, tapi karena sudah tak terkejar, dia berjalan sendirian tanpa meminta bantuan. Orang dewasa di dalam rumah terlihat sangat serius dengan pembicaraan mereka sampai membuat Alvaro enggan meminta tolong.


Nagata, pria tinggi semampai dengan mata besar dan rambut abu abu itu menatap pundak anak kecil yang telah berjalan melewatinya dengan tatapan dingin.


" Wajah itu!???" Nagata tampak syok, entah apa yang ingin dia ucapkan. Jelas raut kebingungan tergambar dengan sempurna di wajahnya.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen


__ADS_2