
Grape menatap mata istrinya dengan dalam dan menggenggam kedua tangan itu dengan lembut. Berlutut di depan istrinya yang menunduk sedih.
Tangannya terangkat, mengusap lembut surai biru sang istri.
"Maaf sayang, aku salah bukan maksudku membuatmu merasa sedih, aku hanya tidak ingin malu di depanmu," ucap Grape dengan jujur.
Kepala Cherry terangkat kala dia mendengar ucapan aneh dari bibir suaminya. " Malu karena apa? apa yang membuatmu merasa dan berpikir demikian sayang? " tanya Cherry dengan wajah serius.
Grape terdiam sejenak, dia menggenggam tangan Cherry dengan erat.
" Aku takut operasiku gagal dan aku sama sekali tidak bisa berjalan, aku takut kalau aku hanya memberikan harapan palsu untukmu, aku takut jika kamu merasa bersalah dan malah khawatir akan keadaan ku, itu alasannya kenapa aku tidak mengajakmu, aku terlalu takut menghadapi hasil yang akan ku terima setelah operasi," jelas Grape dengan suara bergetar.
Mendengar itu sontak saja Cherry terkejut, dia pikir suaminya memang tak mau mengajak dirinya. Tapi kenyataannya, Grape terlalu malu dan tidak berharap banyak akan kesembuhan dirinya.
Hati Cherry terasa pedih saat mendengar keterangan suaminya, dia mengusap wajah tampan pria muda itu.
"Tak perlu kamu merasa malu sayang, karena seperti apa yang kukatakan sebelumnya, aku lebih bahagia dengan dirimu yang apa adanya, mau seperti apa pun kondisimu, seperti apa pun keadaan tubuhmu, aku siap dan aku menerimamu sebagai suamiku seumur hidup ku, tapi hanya satu yang kuminta, kumohon jangan pernah tinggalkan aku apa pun yang terjadi," ucap gadis itu.
Grape terdiam, dia sangat tersentuh dengan ucapan istrinya. Kata kata yang keluar dari bibir Cherry tak hanya omongan belaka, gadis itu membuktikan keseriusannya, dia selalu melakukan segala sesuatu sesuai dengan kata kata yang keluar dari bibirnya. Hati Kecil Grape berteriak kegirangan. Betapa dia beruntung bisa mendapatkan seorang istri sebaik dan sehebat Cherry.
Grape dibuat semakin jatuh hati pada istrinya. Setiap hari semakin bertambah rasa cintanya pada sang istri.
"Sayang, aku sangat mencintaimu, terimakasih untuk kesabaran dan semua perhatian mu terimakasih banyak..." ucap Grape sambil berdiri menatap wajah istrinya.
"Aku juga sangat mencintaimu, sangat sangat dan sangat mencintaimu, kau bagian hidup ku dan rumahku,"ucap Cherry dengan mata berkaca-kaca.
Tanpa basa basi, Grape langsung menyambar bibir merah muda sang istri. Menyalurkan rasa cinta mereka melalui ciuman panjang. Keduanya saling bertautan, merasakan gejolak asmara yang semakin membara di dalam diri mereka.
Cherry mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. Sontak Grape mengangkat tubuh Cherry membuat posisi mereka berciuman sambil berdiri.Bagai sebuah gerakan tari, mereka berputar putar kesana kemari sambil menyalurkan rasa cinta mereka.
" Aku mencintaimu..." bisik Grape di sela sela ciuman mereka.
" Aku juga, sangat mencintaimu..." balas Cherry sambil tersenyum bahagia. Mereka melanjutkan ciuman panjang mereka sampai membuat keduanya benar benar di mabuk kepayang.
__ADS_1
Grape membawa istrinya berbaring di atas ranjang, tangannya mulai nakal, menjalar masuk ke dalam kaos Cherry, menjelajah lekuk indah tubuh sang istri membuat Cherry merasakan sensasi yang tak pernah dia rasakan sebelumnya.
Keduanya terlarut dalam pelukan dan kehangatan penuh cinta. Hari telah malam, mereka menyatukan gejolak di dalam dada mereka. Jantung yang saling beradu, bisikan bisikan cinta yang saling bertautan bagai nyanyian indah yang dilantunkan di malam romantis pasangan suami-istri yang begitu intim malam ini.
Suara suara penuh cinta dan kehangatan luar biasa, perasaan langka yang baru pertama kali mereka berdua rasakan menjadi teman mereka malam ini. Langi tampak begitu cerah dan bulan bersinar dengan begitu terang menemani malam indah mereka berdua.
Tak ada lelah, peluh dan keringat membasahi tubuh mereka. letupan letupan cinta bermekaran bagai kembang api di malam tahun baru. Menjelajah lembah dan mendaki ke puncak Himalaya, membuat keduanya merasakan kebahagiaan seutuhnya.
Sampai malam menjadi larut mereka seolah tiada lelahnya saling memberi kehangatan satu dengan yang lain.
Sementara itu di dekat kamar Cherry dan Grape di lantai bawah tanah seorang pria berambut warna-warni siapa lagi kalau bukan si jahil Philip dengan wajah memerah karena mendengar sahutan sahutan penuh hasrat berdiri cekikikan menjaga pintu bersama Elton yang tak kalah jenakanya.
Keduanya berdiri di depan pintu kamar sambil mencuri dengar suara suara halus dari dalam sana.
" Hahahahahah.... Grape belah duren hahahha... auto nambah ponakan ton!!" bisik Philip.
" Hihihi.... bener Lo lampu neon, skidipapapap uhuuuiii... disitu pulang plus normal langsung belah duren, skidipapapap aw..aw... hahahaha...." balas Elton sambil terkikik geli .
Kedua manusia kurang akhlak ini bukannya pergi malah duduk di depan pintu kamar seperti penjaga pasangan pengantin baru yang menikmati malam pertama mereka.
Bella dan Sarah mereka suruh mengurus kedua anak ayam di lantai atas dan melarang mereka untuk masuk ruang bawah tanah.
Phineas sendiri duduk di seberang ruangan itu sambil mengerjakan kasus yang menimpa Alesha atas keinginan gadis itu. Dia menangani kasus itu dan mencari bukti untuk menuntut Makcik Nyonyo dengan hukuman seberat-beratnya.
Matanya mendapati pemasangan menjengkelkan saat Philip dan Elton menempelkan telinga mereka dengan wajah penasaran ke arah pintu kamar Cherry dan Grape.
" Dasar orang bodoh in,i sudah dewasa tapi otaknya sangat kotor, sedang apa mereka disana!? mengganggu privasi orang saja," geram Phineas sambil menutup laptopnya.
Pria itu berdiri, tubuh tinggi menjulang dan berisi itu sangat gagah dan perkasa. Berjalan dengan langkah cepat menyiapkan tenaganya untuk menghukum dua tuyul menjengkelkan Nyang mencuri dengar malam pertama orang lain.
Greeeppp....
" Dasar orang gila, ngapain kalian disini!? mau curi dengar hah!? kalian sudah dewasa mau apa disini hah!? kalau pengen seperti nikah Sono, jangan cri dengar privasi orang lain!!!" ketus Phineas sambil.menarik telinga Merry berdua dan menyeret mereka dari pintu itu dengan wajah kesal bukan main.
__ADS_1
" Arrkhhh... ampun... ampun Nanas ampun ga lagi deh... sakit lepaskan!!!!" pekik mereka berdua sambil meronta ronta kesakitan akibat ulah Phone.
Keduanya di tarik paksa dan dibawa ke lantai atas memberikan ruang privasi bagi pasangan yang sedang merajut cinta itu.
" mengganggu pasutri saja, " kesal Phineas.
" Nanas penasaran tau, rasanya tuh gimana... pengen loh...." celetuk Philip saat mereka sudah sampai di atas.
Pletak...
" Kalau penasaran nikah sana!" kesal Phineas sambil memukul kepala Philip dengan kuat bahkan sampai berbunyi dengan sangat keras.
" Ahhh sakit nas...Lo pikir kepala gue gendang hah!? pakai di tabok segala!!" kesal pria itu sambil mengusap-usap kepala nya.
" Diam!!!' ketus Phineas.
" Sudah malam, kalian tidur sana!!" ucap Phineas sambil berdecak kesal.
Dia meninggalkan kedua pria itu di ruang tengah dan pergi ke luar rumah.
Di saat yang sama dia melihat Sarah sedang bersembunyi di balik mobil sambil menggunakan teropong mengawasi sesuatu di sekitar rumah itu.
Perlahan Phineas berjalan dan menatap sekeliling rumah, matanya menangkap sosok pria berpakaian hitam, jumlahnya sekitar lima orang sedang berdiri mengawasi rumah itu dari kejauhan.
" Anda lihat itu tuan!? mereka mengikuti saya selama seminggu belakangan, " bisik Sarah yang tiba tiba sudah di dekat Phineas.
"Apa!? seminggu!?'
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen