
Hujan deras mengguyur bumi semalaman. Hal ini menyebabkan Phineas dan Alesha tak bisa bergabung ke rumah baru keluarga kecil Cornelius.
Bahkan Azura yang sudah hamil besar dan suaminya tak bisa bergabung dengan mereka di rumah baru itu karena terhalang hujan. Pasangan itu tinggal sementara di hotel dimana mereka berhenti saat hujan deras turun. Bian terlalu khawatir membawa mobil di tengah hujan karena istrinya yang sedang hamil besar, dia lebih baik menunda perjalanan daripada terjadi sesuatu dengan istrinya.
" Baby aku pengen ketemu Kak Cherry dan anak-anak anak kamu juga pengen banget nih, gimana dong, mana hujan terus..." rengek Azura yang duduk di atas ranjang sambil menikmati film anak anak yang sangat ingin dia tonton ditemani jengkol goreng yang menurutnya sangat nikmat. Padahal sewaktu belum hamil cuma Bian yang menyukai makanan itu, Azura tak pernah menyentuhnya atau mencicipi nya, dia hanya membeli lalu menyerahkan pengolahan nya pada tukang masak di rumah mereka.
Tetapi sekarang keadaan justru berbalik, Azura malah sangat menyukai jengkol apalagi digoreng dan diberi sambal pedas sedangkan Bian hanya bisa duduk dipojok ruangan sambil menutup hidungnya karena mual dengan bau jengkol yang selama ini dibenci oleh istrinya.Padahal jelas Bian sangat menyukai jenis makanan dengan bau menyengat itu tetapi sejak kehamilan Azura, dia malah membenci benda itu.
" Yang bau... padahal dulu aku suka kok jadi gak suka sih ..." rengek Bian yang sedang berkutat dengan laptopnya melanjutkan pekerjaannya yang tertunda sambil menutup hidungnya dengan penjepit kertas.
Azura hanya tertawa cekikikan melihat suaminya banyak menderita dan rela mengalah untuk memenuhi semua keinginan si bumil cantik itu. Dia jelas melihat bagaimana Bian berjuang untuk memenuhi semua keinginannya selama mengidam yang aneh aneh.
" Sayang, anak kamu seperti nya akan persis seperti dirimu, sama sama suka jengkol hahah.... baby boy seneng banget jahilin Daddynya hahahah..." celetuk Azura sambil mengusap perut buncitnya dikehamilannya yang akan menginjak usia 8 bulan tersebut.
" Heh... yang bener sayang? kita kemarin USG aja hidung nya mancung persis hidung kamu," Bian dengan penjepit di hidungnya mendekati Azura dan memeluk istrinya sekalipun bau jengkol itu sangat mengganggunya.
"Kita belum tau sayang, baby boy seneng banget apalagi waktu kamu peluk, dia nendeng nendeng terus, kamu bisa rasakan gerak baby kan?" tanya Azura sambil menaruh tangan suaminya di perutnya.
Bina tersenyum sambil mengangguk, sebulan lalu pertama kali mereka merasakan gerakan bayi mereka, Bian sampai menangis sesenggukan saking bahagianya dan meyakinkan dirinya lagi kalau dia akan benar benar jadi seorang ayah.
"Baby yang senang atau kamu nih... hmm? ini makin besar hahahha... gemesin banget sih bumilku sayang," Celetuk Bian sambil dengan jahil menyentuh dua buah melon di dada istrinya.
" Hahaha kan kamu yang bikin sayang, jadi Segede ini hahaha.... " Azura tertawa cekikikan membalas Candaan mesum yang sering dilontarkan suaminya untuk membuat suasana menjadi ceria.
"Dasar bumil, "
__ADS_1
" Oh iya sayang, ada yang aneh dengan rumah lama Kak Grape!" ucap Azura sambil meletakkan jengkol gorengnya lalu beralih ke laptop dan membuka kamera pemantau yang terhubung dengan laptopnya.
" Kamu main mata mata lagi yang? kok nakal sih? kalau kak Grape tau kamu retas kamera keamanan dia bisa ngamuk loh..." ujar Bian yang sangat heran dengan kelakuan istrinya itu.
Azura doyan meretas sistem keamanan beberapa instansi besar yang dia ingin tau sistem kerjanya. Bahkan badan intelijen tempat dia bekerja saja dia retas.
" Mana mungkin kak Grape ngamuk, kalau aku menemukan ini!" ucap Azura sambil menunjuk foto lima pria berbaju hitam yang berdiri mengelilingi rumah itu sambil mengawasi dari kejauhan.. Mereka tersebar di lima titik yang persis mengeliling rumah lama Grape dan mengawasi rumah itu dengan teropong mereka masing-masing.
Melihat itu Bian langsung fokus ke arah layar dan memeriksa apa yang didapatkan oleh istrinya. Tampaklah gambar itu diambil bukan dari kamera CCTv tetapi melalui alat lain.
" Sayang kamu dapat gambarnya dari mana!?" tanya Bian dengan wajah sedikit panik.
Azura terlihat bingung, dengan polos dia menjawab," Pakai drone, main capung terbang selama seminggu dan aku dapat ini dua hari kemarin, pengen aku bilang ke kamu tapi kamunya lagi sibuk takut mengganggu, akhirnya aku kasih tau sama Kopral Sarah,"
" Lalu apa kamu tau siapa orang - orang ini!?" tanya Bian sambil menatap istrinya dengan tatapan serius.
Pukk....
Bian menepuk jidatnya sendiri, bisa bisanya wanita itu berbicara dengan tenang padahal seharusnya kondisi ini adalah kondisi menegangkan karena rumah Grape disorot oleh aliansi dari dunia bawah.
" Sayang...." geram Bian dengan suara penuh tekanan sambil memijit pelipisnya sendiri.
" Kenapa? tenang saja, aku sudah kasih tau semua datanya pada kak Phineas dan kak Sarah, mereka yang paling handal disini, kamu jangan kesal gitu dong mukanya, serem tau, kaya suami kuntilanak yang ditinggal istrinya melancong ke Korea," celetuk Azura.
" Heh garing kamu, huffthhh kupikir kamu diam sayang, syukurlah kalau mereka sudah tau, kalau begini bisa jadi tanda merah bagi kita, aliansi itu tidak tertebak, aku takut terjadi sesuatu yang besar, firasatku mengatakan demikian," ucap Bian.
__ADS_1
" Sama yang, Baby juga ngerasain hal yang sama, setiap aku melihat data data ini, Baby akan bergerak seolah bilang kalau ada hal besar yang akan terjadi, aku takut ini berhubungan dengan darah murni Alchemis!" ucap Azura.
" CK... kenapa masih saja ada yang mengusik kehidupan kita, bikin geram saja!" kesal Bian sambil mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya.
" Tapi kak Phineas belum bilang apa-apa pada yang lain, apalagi kak Grape baru saja pulih, mungkin kita berkumpul disana juga akan membuat hal ini, kenapa jadi serumit ini masalahnya," ucap Azura.
" Semua ini dimulai dari kejadian dokter gila itu itu!" ucap Bian.
" Kenapa dengan dokter itu ? apa hubungannya dengan kasus ini?" tanya Azura.
Bian mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan gambar kapsul hitam berisi serbuk obat yang diramu menggunakan bahan bahan langka termasuk darah murni keturunan Alchemis. Kapsul hitam yang memberikan efek gila pada pemakainya, seperti sedang menggunakan obat obatan terlarang.
" Ini, semua berasal dari kapsul hitam ini, selain itu saat kejadian, ada beberapa anak buah Kopral Sarah yang melihat Rania memberikan cairan biru ruby itu pada Elton sebagai penawar. Anehnya setelah diselidiki, obat ini juga dibuat dari darah manusia, namun berbeda komposisi dengan kapsul cairan yang dibawa kak Elton bersamanya," jelas Bian.
" CK... sialan, sepertinya mereka mulai mencium bau bau uang dari darah Alchemis, entah sudah berapa keturunan Alchemis yang diambil oleh mereka! dasar bajingan gila!" umpat Azura sambil menatap tajam pada laptop itu.
" Tenang sayang, harus tenang, serahkan ini pada kami!!" ucap Bian dengan wajah serius.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗