
Tatapan mata Philip mengatakan segalanya. Ada rasa sedih, takut dan trauma yang berkecamuk di dalam hati pria itu. Bella menggenggam tangan Philip. Gadis itu tak lagi menyembunyikan perasaanya, biarkan dunia tahu bahwa seorang Bella telah jatuh hati pada Philip, pria kocak yang selalu membuatnya naik darah.
“ Kita ke rumah sakit, lukamu harus di obati,” ucap gadis itu sambil menyalakan mobil. Wajah Bella terlihat serius, dia berusaha untuk tidak lagi menangis dan menahan rasa sakit yang ada di punggungnya.
“ Jangan pernah melakukan itu lagi, jangan Philip, kumohon padamu, berhenti menyakiti dirimu. Tetap jadi Philip yang gila saja tapi jangan pernah menyakiti dirimu, itu akan membuat kami yang menyayangimu terluka,” ucap Bella dengan suara bergetar menahan tangisan.
Philip menatap Bella, tangan gadis itu terus menggenggam tangannya, hatinya hangat dan secercah harapan akan hidup yang lebih baik dia lihat melalui Bella.
“ Maaf,” ucap Philip pelan sambil menggenggam tangan Bella. Bella menoleh sambil berusaha tersenyum lembut dan menelan air matanya.
“ Tenanglah, “ ucap gadis itu dengan tatapan penuh perhatian, mengusap tangan Philip dengan jarinya, membuatnya merasa aman dan nyaman di sampingnya.
“ Maaf aku tak menyadari perasaanmu, aku.. aku belum bisa membalasnya, aku tidak tahu bagaimana rasanya dicintai, bahkan mencintai seseorang. Kau tahu hidupku, masa mudaku sangat kelam, sudah hancur karena mereka, aku tidak sepeka itu, aku perlu belajar bagaimana caranya mencintai seseorang, aku.. aku belum bisa membalasnya Bel, bahkan aku mungkin tidak layak untuk itu,” ucap Philip yang terus menatap Bella dengan tatapan sendu.
“ Stop mengatakan dirimu tidak layak Philip, kamu layak bahkan kamu berhak mendapatkan cinta yang seharusnya kamu dapatkan sejak kamu kecil, jika kau tak tahu caranya biarkan aku mencintaimu lebih dulu, lihat aku dan pelajari, lihat Grape dan Cherry dan belajar dari mereka, lihat bagaimana kak Phineas menyayangi adiknya Sarah, kau bisa dan kau layak untuk itu,” ucap Bella tanpa menoleh.
Philip menatap gadis itu, ada rasa yang tak bisa dia ungkapkan di dalam hatinya kala Bella mengucapkan kata kata hangat yang menyentuh hati kecilnya yang haus akan kasih sayang, haus akan cinta dari orang lain, cinta tulus yang tak pernah dia dapatkan selama ini.
“ Aku akan menunjukkan padamu, bagaimana cinta itu, bagaimana aku bertahan di sampingmu dengan semua sifat menyebalkan mu itu, bagaimana akau bisa berdiri di dekatmu selama ini hanya karena aku mencintaimu, aku akan buktikan bahwa kau layak untuk itu, sekalipun tak berbalas aku yakin kau bisa merasakan dilimpahi dengan cinta dan kasih sayang, aku akan menjamin itu untukmu,” ucap Bella sambil mengemudi dengan cepat menuju rumah sakit terdekat.
Dengan mengambil risiko yang besar, Philip mempertaruhkan hatinya , memberikan dirinya untuk dicintai entah itu akan berhasil memulihkan jiwa dan mentalnya yang telah terluka parah. Tetapi tekad Bella tak akan padam, dia mencintai pria itu dan dia akan melakukan apa pun untuk membuat Philip pulih kembali sekalipun dia harus mengorbankan dirinya, mengorbankan hatinya dan memberikan segenap perasaannya pada Philip. Tak peduli entah itu akan berbalas atau tidak, tetapi Bella akan mencoba.
“ Apa aku layak untuk itu Bella? Cinta? Bagaimana caranya kau akan membuktikannya? Apa aku bisa pulih? Hatiku telah hancur berkeping-keping,” batin Philip.
Bella mengemudi dengan cepat menuju rumah sakit terdekat. Luka dipunggungnya cukup dalam sampai membuat dirinya merasa kesakitan untuk waktu yang lama.
Hingga beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah sakit terdekat. Bella dengan langkah cepat membantu Philip keluar dari dalam mobil dan berteriak dengan lantang memanggil perawat untuk menangani Philip yang terluka.
__ADS_1
“ petugas tolong cepat... ada yang terluka!!" pekik Bella sambil merangkul Philip berjalan menuju lobi rumah sakit.
Namun tak satu pun yang memperhatikan mereka, gadis itu berdecak kesal,” kenapa tak ada yang datang sih?” kesalnya.
“ Nona tolong minggir, ada pasien darurat!!" teriak salah satu perawat yang malah mendorong Philip yang terluka sampai pria itu dan Bella terjatuh karena ulahnya.
“ Apa apaan ini?” kesal Bella.
“ kau baik baik saja?” Bella langsung memeriksa keadaan philip dan memeriksa lukanya.
“ aku baik, punggungmu...” ucap Philip menatap luka di punggung Bella yang malah semakin banyak mengeluarkan darah karena terbentur.
“ tak apa, ayo berdiri, tidak sopan sekali perawat sialan itu,” kesal Bella sambil mengeraskan rahangnya.
Di saat yang sama rumah sakit sedang dihebohkan dengan kedatangan anak remaja yang jarinya terjepit pintu. Semua petugas medis berkerumun dan berlari pontang panting untuk mengurus satu masalah kecil yang tak membutuhkan banyak orang itu.
“ Hei apa kalian tidak lihat disini ada yang terluka?” teriak Bella dengan suara kencang, namun tak ada yang menggubris, mereka sibuk berkerumun dan memperhatikan anak remaja laki laki yang jarinya terjepit pintu itu. Dia adalah anak direktur rumah sakit yang harus dijadikan prioritas untuk mendapatkan nilai lebih dimata direktur rumah sakit itu.
“ ckk.. mana bisa begitu, kau juga sih pakai acara mau nusuk nusuk perut jadi begini kan! makanya jangan ceroboh, berapa kali aku mengomelimu agar tidak ceroboh, apa kau tidak tahu mulutku ini sampai berasap memperingatkanmu agar tidak terluka? Dasar bebal...” omel gadis itu.
“ Eh.. itu kan..
“ Sudah diamlah, aku tak peduli mau dia anak siapa ,mau anak presiden, anak DPR, anak ayam, anak kerbau, peduli amat, kondisimu lebih parah, “ ucap gadis itu.
“ Yaakkkk.. disini ada yang lebih darurat kenapa kalian semua berkumpul disana!!" pekik Bella dengan wajah kesal. Sungguh suaranya membuat telinga semua orang berdengung.
“ Suara gadis ini benar benar ya?” batin Philip seraya melirik Bella yang sudah mengamuk.
__ADS_1
“ Nona, pasien ini lebih penting dari urusan kalian, dia anak Direktur, tentu jadi prioritas utama,jadi tolong jangan menyebabkan keributan dan mengganggu kami, silahkan mengambil daftar antrian!!" hardik salah seorang kepala perawat yang kesal dengan suara Bella.
“ a.. apa ? “ gadis itu tak terima.
“ Philip ini tak bisa di biarkan,” ucap gadis itu dengan kesal dan marah.
“ Duduk disini, akan kuberi orang-orang sinting ini pelajaran, beraninya mengabaikan pasien...” geram Bella sambil membantu Philip duduk.
“ Bel nggak perlu aku bisa..
“ Husshh diam, akan kuhancurkan karir mereka,” ucapnya sambil menyingsingkan lengan bajunya.
Philip hanya bisa tepuk jidat sendiri, sekretarisnya terlalu bar bar untuk dihadapi oleh pihak rumah sakit, entah apa yang akan terjadi pada mereka setelah ini.
“ Hei perawat dan dokter palsu.. terima ini bajingan sialan!!”pekik Bella sambil menarik komputer di meja perawat dan...
Brakkkk....
Komputer itu dia lemparkan begitu saja sampai hancur berantakan di atas lantai, tiang infus yang kosong dia campakkan, kursi dia lemparkan dan vas bunga dia hancurkan. Gadis itu benar benar menggila hari ini.
“ Lihat ini orang orang gilaaa...... akan kuhancurkan kalian!!!” pekik bella.
“ ya ampun bel... jangan begitu Bella... sadar Bel, kau kesurupan setan apa sih!!!!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen