
Elton meredam sekuat mungkin efek luar biasa dari obat aneh itu. Jika saja Rania yang meminumnya, gadis itu mungkin akan memiliki penyesalan terbesar di alam hidupnya.
"Akhh... Ran... hah.... Hah... kumohon pergi, cepat!!!" Suara Elton terdengar berat. Nafasnya naik turun, dan jantungnya berdebar dengan begitu kencang. Rasanya seluruh tubuhnya seperti mendidih, melihat Rania membuat pikirannya kacau.
Elton menggigit bibirnya sendiri untuk mengurangi efek obat itu, Air dingin yang disiram Rania juga membuat tubuhnya lebih tenang. Dia mencengkram kedua pahanya sekuat mungkin bahkan sampai membiru saking kuatnya cengkraman itu.
Rania menangis sesenggukan, dia sama sekali tidak mau meninggalkan Elton. Dia takut obat itu membuat saraf-saraf Elton pecah karena tidak tersalurkan. Dia terus menyiram tubuh Elton.
"Hiks hiks hiks... El... apa yang harus kulakukan.... kenapa bisa begini, ini semua salahku hanya aku tidak ikut ke tempat ini, kau juga kenapa harus meminum anggur itu Huwaa.... " Rania masih menangis sesenggukan..
"CEPAT PERGI RANIA!!!"
"AKU BISA MENYAKITI MU KALAU KAU TETAP DISINI, KUMOHON!!" pekik Elton yang pembuluh darahnya terlihat jelas tercetak di bawah kulitnya. Padahal dia hanya menenggak dua teguk anggur, apa jadinya kalau Dia meminum semuanya.
Tiba-tiba, Sarah dan anggotanya masuk ke dalam ruangan itu dengan membawa kotak es batu. Sarah menarik tangan Rania dan menjauhkan gadis itu dari Elton.
"Kak jangan terlalu dekat, efek obat itu berbahaya, kami akan coba redamkan efeknya," ucap Sarah sambil menarik paksa Rania dari sana.
" Tapi... tapi dia... dia bisa mati kalau seperti itu terus, apa yang harus dilakukan!!!" tanya Rania dengan air mata berderai.
Sarah menarik paksa gadis itu, benar kata Rania, jika tak segera ditangani, dia bisa saja mati karena efek obat keras itu.
"Kak tenanglah dulu, berhenti menangis! menangis juga tak akan ada artinya!" senggak Sarah yang sontak membuat Rania terdiam.
"Apa kakak tau kalau tuan Elton memiliki ramuan Ruby keluarga nya? itu ramuan yang bisa menyembuhkan tuan Elton dengan cepat!" ucap Sarah.
"Ramuan Ruby keluarga Alchemis maksud mu? Ramuan dari minyak ikan paus yang sangat langka itu!? di..dia dia memang selalu membawanya!" ucap Rania.
"Katakan dimana kak? kita harus cepat!" ucap Sarah.
"Bu Kopral, kita harus cepat, tubuhnya mulai memerah dan pembuluh darah halusnya mulai pecah, ini akan membahayakan korban!!" pekik salah satu anggota Sarah.
"Cepat katakan dimana kak!?" tanya Sarah.
__ADS_1
Rania berpikir sejenak, mengingat letak ramuan itu. Elton pernah menunjukkannya pada Rania dan mengatakan kalau ramuan itu adalah ramuan yang hanya bisa didapatkan dari keluarga alchemis. Oleh karena itu banyak orang yang mengincar ramuan tersebut bahkan mengincar keturunan dari keluarga alchemist sehingga itu menjadi salah satu alasan kenapa Elton dan Cherry terpisah selama ini. Karena hanya turunan langsung dari keluarga Alchemis yang bisa membuat ramuan langka itu.
Ada rahasia besar dari ramuan untuk membuat obat tersebut, yakni dua bahan utama yang sangat langka yaitu minyak ikan paus dan darah dari keturunan langsung yang dicampur dengan bahan bahan dari alam liar.
"Kalung, dia mengenakan kalung, di dalam kalung itu ada kapsul ramuan Ruby!!" ucap Rania.
Setelah mendengar hal itu Sarah langsung berlari ke arah Elton meninggalkan Rania tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Yang ada dalam pikiran Gadis itu sekarang adalah keselamatan dari Elton Kakak laki-laki dari sahabatnya yang sangat dia sayangi.
Sarah dengan berani mendekat ke arah tahun lalu berdiri di dalam bathub yang penuh dengan es batu yang begitu dingin untuk meredam rasa panas pada tubuh Elton. Tentu es batu yang begitu banyak ini membantu mengurangi efek langsung dari obat tersebut.
Sarah menarik kalung berbentuk berlian berwarna perak di leher eleton lalu membuka paksa benda itu dan ditemukanlah sebuah kapsul berwarna biru Ruby yang sangat terang dengan cahaya berkilauan di dalamnya.
" Tuan buka mulutmu!" ucap Sarah dengan nafas ngos-ngosan. Namun Elton yang sudah dikuasai obat itu bukannya mendengar suara Sarah, dia malah menarik gadis itu hingga terjerembab ke arahnya.
"Akhhh tuan... sadar!!!"pekik Sarah saat merasakan tangan Elton yang mencoba menggerayangi tubuhnya dengan hasrat yang diakibatkan oleh efek obat itu.
"Emphh... bantu aku... akhh.... bantu aku!!!" ucap Elton sambil memeluk Sarah.
Sarah mendorong Elton sekuat tenaga," Apa yang kalian lakukan!?? Kenapa diam disitu bantu aku!!!" pekik Sarah dengan wajah kesal saat melihat anggotanya hanya terdiam menatap apa yang terjadi pada Sarah.
"Ini akan jadi ajang penilaian, bersiaplah menerima hukuman dariku!!" pekik gadis itu sambil memaksa membuka mulut Elton dan memasukkan obat itu dengan cepat.
"Kumohon bereaksilah dengan cepat!!!" geram Sarah. Gadis itu terlihat sangat kuat dan berani. Tampaknya kejadian beberapa waktu belakangan mengubahnya menjadi pribadi yang lebih kuat bahkan sisi yang lebih menantang kini terlihat jelas pada gadis itu.
Aksinya tak luput dari pandangan anak buah Elton, Rania dan Philip serta Phineas yang baru tiba di lokasi itu setelah mendengar apa yang terjadi pada Rania.
Rania menangis sesenggukan, dia merasa kalau semua kejadian ini adalah salahnya, seharusnya d ia yang minum anggur itu, seharusnya dia yang terluka bukan Elton yang lagi-lagi berkorban untuknya.
"Hiks hiks hiks... ini semua salahku... aku yang salah, harusnya dia tidak datang kesini, harusnya aku tidak ikut bajingan itu arrhhh.... maafkan aku...." Rania menangis sesenggukan sampai terjatuh ke lantai karen akinya lemas tak berdaya melihat bagaimana Elton berjuang meredam hasratnya hanya demi melindungi Rania.
Phineas menarik Rania, dia memeluk gadis itu dan menenangkan nya, baginya Rania yang cerewet dan mirip dengan Elton adalah sosok kakak perempuan yang kuat.
Meski Phineas jarang menunjukkan perasaannya, tetapi melihat kakaknya seperti ini membuat hatinya teriris.
__ADS_1
"Tenanglah kak," ucap Phineas yang untuk pertama kali memanggil Rania d egan sebutan itu meski usia mereka hanya terpaut satu tahun.
Philip melirik Phineas, dia terkejut dengan banyaknya perubahan pada Kepala kepolisian termuda itu. Phineas mulai banyak tertawa dan terlihat lebih bahagia sejak kehadiran Cherry di tengah-tengah mereka.
"Cherry obat bagi semua orang, tapi apa kami bisa jadi obat untuk lukanya yang dalam itu?" batin Philip seraya menatap mereka dengan tatapan sendu.
Tak menunggu lama, obat itu memberikan reaksi yang sangat cepat, Elton kembali normal, tubuhnya tak lagi memerah dan laki-laki itu kehilangan kesadarannya Karena terlalu lelah menahan hasrat gila itu.
"Akhirnya....kita berhasil! syukurlah!!!" ucap Sarah yang bernafas lega melihat semua ini.
Elton dilarikan ke rumah sakit bersama Rania yang juga terluka karena ulah Kevin. Mereka dibawa oleh Philip dan anak buahnya. Sementara itu Phineas dan Sarah tampak meneliti kasus aneh ini lagi, termasuk pil obat terlarang yang dipakai oleh Kevin.
Keduanya tampak mondar mandir di dalam ruangan itu seraya mencari sesuatu.
"Sarah apa mereka harus duduk seperti itu!? rasanya sakit, apa kau menghukum mereka saat penyelidikan berlangsung!?" bisik Phineas seraya melirik anggota anggota Sarah yang disuruh dalam posisi hukuman. menungging dengan posisi kepala dan kaki sebagai tumpuan membentuk segitiga dan tangan dibelakang.
"Itu pun belum cukup tuan, mereka harus di rendam dalam bak kotoran, bagaimana bisa seorang anggota militer lalai dalam tugas, dan sempatnya bengong, apa mereka mau melihat aku disetubuhi di depan mata mereka!??? orang-orang ini harus diberi pelajaran!" tegas Sarah.
"Pfthh ....
Phineas terkekeh, ini kali pertama Sarah melihat pria itu tertawa," Kau pemimpin yang kejam ya," ucap Phineas.
" Sudah jelas kan!?" balasnya dengan nada datar.
Sementara itu,di luar hotel itu tampak seseorang yang tak lain adalah Nagata menatap hotel itu dengan tatapan tajam setelah mengetahui dari anak buahnya produk obat yang dia keluarkan berhasil jatuh ke tangan seorang kopral dan kepala kepolisian.
" Tuan, kopral wanita itu memilik ramuan Ruby Alchemis!" lapor anak buahnya.
Nagata terdiam dengan mata membulat sempurna," Al.... Alchemis!? hah... nama yang sudah lama tak ku dengar, jadi keturunannya masih ada!? " ucap Nagata dengan senyuman menyeringai.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗