
Cahaya merambat masuk ke dalam rumah keluarga Raharja tepat di kamar tuan Raharja dimana pria yang mulai berkeriput itu tertidur dengan lelap dalam balutan pajamas tidurnya yang mahal dan mewah sebagaimana biasa dia pakai. Tidur didamping oleh sang istri yang juga terlelap dengan pajamas yang senada dengan dirinya.
Tuan Raharja terbangun dari tidurnya,” si.. siapa... siapa kalian siapa yang melakukan ini padaku akkhhh sialan bajingan mana yang berani mempermainkan aku!" pekik pria itu tepat setelah dia bangun dari tidurnya dan mimpi buruknya yang begitu mengerikan. Nyonya Amira tersentak kaget saat mendengar teriakan suaminya dia terbangun dan langsung menepuk lengan suaminya dengan wajah panik.
“ sayang ada apa denganmu? Kenapa kau seperti ini?” tanya Nyonya Amira sambil menatap tuan Raharja dengan tatapan khawatir. Dia sampai menarik wajah tuan Raharja agar melihat dirinya.
“ A.. amira.. ke.. kenapa kau ada disini!? bu.. bukannya kau di penjara bersama Viona kenapa kau ada disini dan se.. sejak kapan aku ada di kamar ini?? Apa yang terjadi!" pekik pria itu sambil menatap nanar ke seluruh penjuru kamar itu.
“ Sayang apa maksudmu, ini kamar kita dan tentu saja kau tidur disini, lagi pula sejak kapan aku masuk penjara apa kau sedang bermimpi ? ada apa denganmu?” tanya Nyonya Amira dengan wajah bingung saat melihat raut cemas dan panik di wajah tuan Raharja.
Tuan Raharja berdiri dia langsung memeriksa lehernya di cermin. Bersih, tak ada bekas apa pun,jika dia ditusuk dengan suntik, setidaknya masih berbekas sampai keesokan paginya.
“ Tidak ada? Apa aku bermimpi?” pikir pria itu. Tetapi dia yang terlalu pesimis tidak bisa langsung mempercayai apa yang dia lihat, pria itu berlari keluar dari dalam kamarnya menuju ruangan tengah di lantai yang sama dengan kamar utama rumah itu.
“ apa yang terjadi sebenarnya?” ucap pria itu sambil menatap seisi rumah yang sudah kembali rapi dan sangat bersih berbeda dengan keadaan sebelumnya. Keadaan rumah yang terlalu berantakan akibat ulahnya sendiri. Dia menatap guci besar kesayangan istrinya, jelas dia menghancurkan benda itu dengan pemuku golf kemarin tetapi sekarang benda mahal itu dalam kondisi utuh seolah tak terjadi apa pun kemarin.
“ Apa yang sebenarnya terjadi?” gumam pria itu sambil berjalan kesana kemari mengamati seisi rumah itu dengan tatapan mata tak percaya. Dia menatap semua barang yang jelas dia hancurkan semalam.
“ tidak mungkin, ini jelas telah kuhancurkan dengan tanganku sendiri, jelas jelas aku menghancurkan seisi rumah ini? Apa yang terjadi sebenarnya!” ucap tuan Raharja sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh rumah itu.
Dia berjalan ke arah laci dimana dia mengambil senjatanya semalam,” aku yakin mengambil benda itu dari sini, jika tidak disini berarti ada yang mempermainkan aku!" ucap Pria itu dengan tatapan tajam menatap laci meja.
Dia berjalan mendekati meja itu, tiba tiba kepala pelayan yang membawakan kotak putih itu menghampiri tuan Raharja dan menghalangi langkah kaki pria itu dengan wajah sedikit ketakutan yang berhasil membuat Tuan Raharja semakin curiga dengan seisi rumah yang tampak normal normal saja itu.
__ADS_1
“ minggir, mau apa kau hah?” ucap tuan Raharja sambil berusaha mendorong gadis pelayan itu dari hadapannya.
“ Tu.. tuan mohon segera masuk ke dalam kamar anda!" ucap pelayan itu sambi lmengaihkan pandangan nya ke arah lain dan dia terlihat mengepalkan kedua tangannya.
“ mau apa kau hah? Kenapa menghalangiku, minggir sana sialan!" umpat orang itu sambil mendorong pelayan perempuan itu ke sisi lain.
“ apa yang kau sembunyikan disini sialan!” ucapnya sambil dengan cepat membuka laci meja di sisi sofa itu.
Tuan Raharja menatap laci itu dan jelas disana terletak senapan yang dia simpan dengan rapi dan masih tersimpan dnegan rapi seloah tak pernah disentuh oleh siapa pun.
Tentu saja hal ini membuat Tuan Raharja terkejut. Bagaimana bisa benda itu masih berada disana padahal jelas dia telah memindahkan benda itu.
Tuan Raharja dengan wajah bingung dan kaget mengangkat benda itu lalu menatap rumah itu sekali lagi. Tak ada yang berubah dari rumah mewah super besar yang telah dia rebut dari mendiang putri Alchemis yang mati di rumah itu juga.
Dia menatap foto pernikahan nya yang kembali utuh seperti semula tak ada robekan ataupun lecet disana. Jika terjadi seseuatu pasti ada saja benda yang bergeser dari tempatnya.
“ Semalam tanggal 25 dan sekarang tanggal 26, pasti terjadi seseuatu semalam, tak mungkin aku bermimpi, hal itu terlalu nyata untuk jadi mimpi,” gumam tuan Raharja sambil menatap kalender digital yang terletak di atas meja.
Dia berjalan lagi menuju ruang depat mencari apa saja yang bergerak di rumah itu. Pelayan wanita tadi mengikuti tuan Raharja bersama penjaga pria .
“ tuan tolong masuk ke kamar anda!” tegur pelayan perempuan itu. Mendengar hal itu membuat tuan Raharja berbalik bahkan para penjaga juga seolah menghalanginya untuk pergi lebih jauh menelusuri rumah itu. Tentu hal ini membuat kecurigaannya semakin besar.
“ apa maumu, kenapa kau menghalang halangi jalanku? Ohhh iya dimana kotak sialan itu? Dimana kotak yang kau berikan padaku semalam cepat tunjukkan benda itu padaku,” ucap tuan Raharja.
__ADS_1
"Sayang ada apa? Kenapa kau seperti ini, apa yang terjadi padamu kau terlihat bingung, wajahmu juga pucat, dan kau... ayo cepat masuk ke kamar apa yang kau lakukan dengan penampilan itu disini apa kau tidak malu!!” tegur nyonya Amira yag mengejar suaminya dari kamar.
Tuan Raharja menatap Nyonya Amira dengan tatapan curiga,, “ kau.. bagaimana kau keluar dari penjara? apa yang terjadi? Dimana putriku ? bukannya kau di penjara kenapa kau ada disini?” ucap tuan Raharja sambil menatap wanita itu dengan tajam.
Nyonya Amira, pelayan dan para penjaga saling menatap heran melihat tingkah aneh tuan Raharja yang tak seperti biasanya. Dia terlihat sangat kebingungan dengan kondisi yang dia hadapi sejak dia bangun pagi
“ sayang apa kau sakit? Kenapa kau seperti itu? Tak ada yang di penjara, apa maksudmu, dan Viona bersama suaminya kenapa dia dipenjara? Kamu berbicara yang ngawur ada apa denganmu?” tanya Nyonya Amira dengan tatapan heran sambil mendekati tuan Raharja .
Nyonya Amira menyentuh lengan tuan Raharja dan menatapnya dengan tatapan khawatir. Pelayan wanita yang melihat itu tersenyum licik saat tak ada seorang pun yang melihatnya. Bukan hanya dia, bahkan semua orang yang menatap tuan Raharja tersenyum dengan licik sambil menikmati kebingungan pria itu.
“ Jangan sentuh aku.. siapa kalian? Jelas jelas rumah ini hancur semalam apa yang sebenarnya terjadi, tak mungkin aku bermimpi!" ucap tuan Raharja sambil berjalan mundur dengan wajah panik menatap mereka semua .
“ sayang hiks hiks... apa yang terjadi padamu, kenapa kau seperti ini sejak kembali dari luar negeri, apa yang terjadi!?" ucap Nyonya Amira sambil menangis di atas lantai menatap suaminya yang seperti orang gila.
“ ya ampun Daddy ada apa ini?” Viona datang bersama suaminya menatap tuan Raharja dengan tatapan terkejut.
“ ayah mertua, kenapa anda tidak memakai celana?” teriak menantu pria itu dengan tatapan terbelalak yang langsung menarik tuan Raharja dari sana dan menutupi bagian bawah yang hanya di tutupi boxer itu.
“ a... aku...
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen