Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
107


__ADS_3

Cherry dan anak-anak sedang menikmati waktu mereka di dalam mall. Berbelanja dan membeli kebutuhan yang paling mereka perlukan untuk kebutuhan sehari-hari dan terutama untuk persiapan sekolah kedua bocah itu.


Rencananya Cherry dan Grape akan menyekolahkan mereka dalam waktu dekat. Semua barang kebutuhan anak anak sudah dibeli dan dilengkapi. Tentu Cherry punya pengalaman mengasuh anak-anak saat mengunjungi panti asuhan dimana Alesha tinggal dulu.


Mereka berjalan melewati toko perhiasan besar di mall tersebut," wahh.... sepertinya toko ini semakin berkembang!!" Celetuk Cherry sambil menatap toko itu dengan mata berbinar-binar. Siapa yang tidak menyukai perhiasan, namun Cherry salah satu gadis yang hanya senang melihat tanpa harus memiliki benda benda mahal dengan harga yang bisa membuat kantong menipis itu.


"Apa anda ingin masuk nyonya?" tanya Pak Bono.


"Eh... nggak deh pak, disini mahal-mahal, saya mana punya uang," jawab Cherry yang langsung menolak ajakan pak Bono.


"Masuk saja nyonya, hanya sekedar melihat pun tidak masalah, semua perempuan pasti menyukai perhiasan, anda bisa melihat dahulu," ucap Pak Bono.


"Ummm... apa boleh?" tanya gadis itu dengan mata berbinar-binar.


Pak Bono dan para pengawal malah gemas dengan tingkat gadis cantik dan baik ini. Mereka tak menyangka akan mendapatkan satu lagi nyonya muda yang begitu baik dan lembut.


Azura juga memiliki citra yang bagus di mata para pelayan dan pengawal di kediaman Cornelius, dan betapa beruntungnya mereka mendapatkan nyonya yang juga baik dan ramah bahkan sering mengajak mereka bercanda.


"Tentu saja Nyonya, silahkan masuk," ucap Pak Bono sambil tersenyum ramah dan mempersilahkan Cherry dan kedua bocah itu masuk ke dalam toko perhiasan itu.


"Wahhh....." Alvaro dan Hansel yang baru pertama kali masuk ke toko sebesar itu menatap toko itu dengan takjub. Semuanya tampak berkilauan di mata kedua bocah yang mengenakan kostum anak ayam itu.


Pipi merah mereka yang menggemaskan dan tingkah mereka yang bertolak belakang satu sama lain.


"Hansel, jangan berkeliaran di dalam toko!" Alvaro langsung mengawasi adiknya yang hyper aktif sebelum bocah Eropa itu melakukan kesalahan.


"huh... Abang sepelti cetan, emangnya ancel mau bikin onal, nggak tuh wleekkk..." Balas Hansel sambil menjulurkan lidahnya mengejek Alvaro yang selalu membatasi geraknya.


"Hayuuhhh...." Alvaro menghela nafas sambil mengusap keningnya. Dia terlihat seperti ayah yang sudah lelah dengan sifat nakal dan pemberontak dari putranya.


Para pengawal dan pelanggan yang melihat Alvaro jutsru gemas dengan anak yang tampan nan menggemaskan itu.


"Mereka ini anak ayamku yang menggemaskan ahhahaha... lucu sekali kalian sayang," Batin Cherry.


"Bukan begitu Hansel, biar Abang jelaskan ya, ini toko pasti isinya barang-barang mahal semua, barangnya juga limited edition!" ucap Alvaro sambil menunjuk tulisan di pojok kanan toko itu.


"Kalau kita berulah dan merusak barang-barang, Mommy pasti akan kesulitan karena ulah kita, apa Hansel mau Mommy sedih karena Hansel nakal? kalau ada barang rusak pasti Mommy yang dimarahi pemilik nya, jadi ini sebabnya Abang minta Hansel supaya tenang, paham sekarang?" Alvaro menjelaskan dengan lembut dan penuh perhatian seraya mengusap punggung Hansel agar anak itu paham maksud saudaranya.

__ADS_1


"ohhh.... oke deh! Hansel paham Abang," celetuk bocah itu sambil menunjukkan jari jempolnya.


Bibir Alvaro melengkung dengan sempurna, dia menepuk pucuk kepa adiknya dengan lembut," Great boy!!" seru Alvaro .


Cherry terkekeh dan takjub melihat betapa dewasa Alvaro dalam menangani adiknya yang masih belum mengerti apa-apa. Bukan hanya Cherry, bahkan Pak Bono, pengawal dan pelayan toko itu Samapi melongo mendengar penjelasan di lembut dar bocah berusia 7 tahun itu.


"Waahhh, anak anak nyonya sangat menggemaskan!" puji karyawan toko itu. Seorang wanita cantik dengan penampilan glamour dan mengenakan pakaian yang sama seperti karyawan lain dalam toko itu.


Cherry tersenyum lembut ke arah wanita dengan name tag Lin Yan itu. Sepertinya dia seorang blasteran.


"Terimakasih nona, mereka memang menggemaskan," balas Cherry sambil tersenyum.


"Silahkan masuk nyonya, silahkan dilihat-lihat," ucap perempuan itu dengan ramah.


Cherry dan kedua putranya masuk ke dalam toko itu sambil melihat-lihat semua perhiasan yang dipajang di dalam toko itu. Mereka bertiga tampak bersemangat melihat benda-benda berkilauan dengan harga luar biasa fantastis itu.


"Wahhh Mommy pasti cocok memakai yang itu, cocok sama walna lambut mommy!!" celetuk Hansel sambil menunjuk kalung berwarna biru tua yang terbuat dari berlian dengan harga fantastis.


Cherry melihat benda berkilauan itu," wah cantik sekali," ucap Cherry dengan mata berbinar-binar.


"Tapi mom gak punya uang hehehhe..." celetuk gadis itu.


"umm nggak deh, harganya mahal, saya lihat lihat saja," balas Cherry sambil tersenyum dan menolak dengan lembut.


Lin Yan mengangguk,"Padahal akan cocok untuk Nyonya," ucap gadis itu.


"Tapi saya gak punya udang sebanyak itu," balas Cherry seraya melihat karya lain.


"Cih... kalau miskin ya bilang miskin dasar orang kampungan, buat apa datang ke toko semahal ini hanya untuk melihat lihat, kau merusak pemandangan orang berkelas seperti kami!" Sindir seorang perempuan anggun dengan wajah penuh make up.


Mereka terkejut mendengar suara perempuan itu, Cherry menoleh, dia melihat sosok wanita glamour yang dipermak habis dengan riasan.


"Mom takut, ada penyihir seyaaamm...." Celetuk Hansel sambil bersembunyi di belakang Cherry.


"Heh dasar anak kampung, beraninya kau anak nakal!" perempuan itu mengangkat tangannya hendak memukul Hansel namun tiba-tiba Cherry menangkap tangan perempuan itu," Jangan sekali sekali kau menyentuh anakku, sialan!" bisik Cherry seraya melemparkan tangan perempuan itu dengan kasar.


"Awhhhh.... kau melukaiku, sudah miskin, merusak suasana, dasar orang orang jelata sok kaya!" umpat perempuan itu dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Kekasihku adalah seorang Presdir Phoenix, kalau kalian berbuat sesuai padaku aku akan langsung melaporkan kalian, bahkan seisi mall ini bisa dihabisi olehnya !!" kesal wanita itu .


Cherry terbelalak, Presdir Phoenix? hah yang benar saja? bagaimana bisa kakak Lolipop nya memiliki pacar seperti ondel ondel menor itu.


"Kekasih!? hahahahha... kau yakin!?" Cherry menaikan sebelah alisnya.


"Tentu saja, aku adalah kekasihnya, minggir sana!" kesal wanita itu seraya menyenggol bahu Cherry.


"Ambilkan kalung yang paling mahal untukku, yang bahkan tak bisa di beli oleh perempuan sialan ini, biar dia lihat siapa yang menduduki puncak kasta sosial disini!" ucapnya dengan arogan dan penuh kesombongan.


"Baik nona, sesuai keinginan Anda," ucap Lin Yan yang dengan semangat melayani setiap pembeli di toko itu.


"Sombong, ayo pergi anak anak, biarkan manusia sombong itu tersesat dalam kesombongannya!"dikesal Cherry.


"Hahhahaha... gak mampu beli ya? kasihan deh, emang rakyat jelas cuma bisa lihat lihat, tidak seperti Mira, gadis kaya dengan kekasih dari perusahaan terbesar di negeri ini, " ejek teman perempuan itu.


"Jess gak usah diladeni, dia memang miskin, kalau kalian mau lihat yang paling mahal boleh kok, tapi jangan disentuh ya..." ucap Mira dengan arogan.


"Masih muda sudah punya dua anak, pasti hamil di luar nikah, anka anaknya juga jelek, cihh... kasihan sekali, malu miskin sok kaya," ejek Mira lagi.


Cherry berdecak kesal dia tak suka direndahkan tetapi lebih tak suka jika anak-anak nya diejek.


"Kalau begitu, kita buktikan siapa yang bisa membeli perhiasan paling baik dan mahal di toko ini, kita lihat apa kau masih berkutik setelah dipermalukan!" ucap gadis itu sambil duduk di kursi pelanggan.


" Siapa takut!"



(Bian yang niru emaknya)



(Azura si bumil mata kucing)


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2