
Cherry berlari keluar kamar dengan wajah bersemu merah karena berhasil menggoda suami nya. Dia terkikik geli dengan wajah Grape saat dia menyentuh aset itu dengan sengaja. Aneh rasanya saat dia bisa melakukan hal se mesum ini pada seorang pria meskipun sah saja dia melakukan hal demikian karena dia dan Grape bahkan sudah melihat lebih dari itu.
"Ahhhh maluuu.... kenapa aku bisa begitu sih!!! ini memalukan!!!!" gumam gadis itu sambil geleng-geleng kepala dan pipinya bersemu merah karena lagi lagi mengingat kejadian tadi..
"Hahahah.... otak mesumku tertular dari dia sih, dia yang mulai hahahha.... ini menggelikan, kalau kuceritakan pada Bella, Alesha dan Sarah, mereka pasti tertawa terbahak-bahak mendengar ini hahahhaha....." batin gadis itu.
Di saat yang sama, Phineas,Rania, Sarah dan Philip tampak sudah bersiap dengan pakaian kantor mereka. Hari baru di mulai tentu saja pekerjaan baru dimulai lagi lagi ini. Mereka tampak sangat siap dan telah sarapan dengan masakan yang dibuatkan oleh Sarah dan Elton pagi pagi subuh tadi sambil bercerita tentang Cherry. Selesai memasak Elton juga bersiap siap untuk berangkat menuju kantornya, dia sudah naik ke lantai atas untuk memanaskan mobilnya.
Sedangkan kedua bocah itu masih terlelap. Bian duduk merenung di depan pintu kamarnya sambil menunggu sang bumil cantiknya membukakan pintu untuk dirinya yang tiba-tiba kangen berat pada Azura. Drama dua makhluk ini sungguh menggelikan.
"Wahhh....." mata Cherry membulat sempurna saat melihat penampilan mereka berempat begitu memukau dengan pakaian kerja mereka. Rania dengan jas putihnya sebagai seorang dokter, Sarah dengan pakaian kasual kopral wanita, Phineas dengan seragam detektif lengkap yang baru kali ini dia pakai dan Philip dengan stelan jas kantornya.
Sangat tampan dan cantik, itulah kata kata yang bisa menggambarkan penampilan mereka saat ini.
"Ehh Cher cepat banget bangunnya? tidur lagi aja, kami udah masak tadi, kalian dan anak anak tinggal makan, ini masih jam enam lewat!" ucap Sarah seraya menghampiri Cherry.
"Kamu mau bikin aku jadi kerbau pemalas neng, tau sendiri kan jam tidurku bagaimana, dasar kamu ini!" Celetuk Cherry seraya memperbaiki kerah baju Sarah yang tidak terlipat dengan benar.
"masih saja ceroboh, perbaiki yang benar,kalau Alesha lihat kamu bisa habis diomeli!" ucap Cherry.
Sarah terkekeh," iya sih, tapi Alesha gak kelihatan selama dua Minggu belakangan, kemana dia? aku kembali tapi dia malah ngilang," ucap Sarah dengan wajah sedih. Sejak dia, Cherry dan Bella berbaikan, gadis itu belum bertemu sama sekali dengan Alesha. Bahkan mereka mengirim pesan pada gadis itu tapi hanya dibalas dengan singkat setelah itu menghilang dengan mengatakan kalau ia sedang banyak urusan.
Dari informasi Bella, gadis itu mengambil cuti kerja selama tiga Minggu, cuti panjang yang belum pernah dia ajukan dan dia langsung ucapkan pada Philip. Karena Alesha sahabat Cherry, dia dengan mudah mengijinkan gadis itu untuk cuti setelah semua dedikasinya selama bekerja di perusahaan Philip.
"Sabar aja,dia mungkin lagi banyak urusan Rah, kamu tau kan si datar itu, dia gak bakalan bilang apa pun tentang masalahnya, dia itu selalu nyimpen, tunggu ketemu baru kita ...." tiba tiba Cherry berhenti bicara dan menatap Sarah.
"kenapa?" tanya Sarah.
"Aku jadi khawatir rah, dia sama sekali gak kasih kabar selama seminggu ini!" ucap Cherry yang baru sadar.
"Kamu benar, nanti aku coba hubungi Bella dan tanyakan keberadaan Alesha, dia gak pernah menghilang selama ini!" ucap Sarah.
__ADS_1
"Tapi dia meminta ijin cuti padaku selama tiga Minggu, karena dia baik pada Cherry Ku beri ijin, alasannya dia ingin pulang kampung, apa kalian belum tau!?" tanya Philip.
Cherry dan Sarah saling menatap," Kalau masalah cuti kami udah tau dari Bella, tapi untuk pulang kampung.... kampungnya Alesha itu ya di kota ini juga kak, dia... dia hanya punya seorang bibi kejam seperti Mak lampir, selebihnya dia tak punya siapa siapa, dia itu gadis yatim piatu!" ucap Cherry.
Mendengar hal itu tentu membuat yang lain terkejut, namun si pria Siberian Husky itu hanya diam saja mendengar pembicaraan mereka seolah dia sudah tau informasi pribadi tentang Alesha.
"Tenanglah dahulu, mungkin dia sedang cari angin, bekerja pada si lolipop ini sangat merepotkan, dia pasti butuh healing, kalian jangan terlalu khawatir selama dia masih membalas pesan kalian," ucap Rania.
"Ya sudah, Cher kakak berangkat kerja dulu ya, Azura udah kakak kasih vitamin dan anti mual, dia gak bakal mual mual lagi, kakak sedikit repot hari ini, ada banyak pasien, kalau butuh apa apa kasih tau aja tapi mungkin kakak gak pulang malam ini," jelas Rania yang dibalas anggukan paham oleh Cherry.
"Kakak berangkat ya dek, kalau mau main ke perusahaan bilang sama Kakak oke!?" celetuk Philip seraya menepuk pucuk kepala adiknya dengan lembut.
"Kakak juga pergi, " kali ini Phineas si pria datar juga ikut ikutan menepuk kepala Cherry dengan wajah super dinginnya itu.
"Jangan terlalu khawatir soal Alesha, kita tunggu saja ya, dia sudah dewasa, pasti tau yang terbaik!" bisik Phineas. Cherry tersenyum tipis, dia memang khawatir tapi benar yang mereka katakan, tak ada gunanya terlalu khawatir karena Alesha juga bukan orang bodoh.
Mereka semua berangkat bekerja, Sarah juga berpamitan pada Cherry. Gadis itu mengantar mereka sampai ke halaman depan. Dia menatap kakak kakak dan temannya yang tampak sangat berwibawa dengan seragam kerja mereka.
"Kami berangkat ya, kalau ada apa-apa hubungi kakak," ucap Elton.
"Baik kak, hati hati di jalan," ucap Cherry. Mereka semua berangkat, Kali ini Elton membawa Sarah dengan mobilnya dan tentu saja membuat Rania kembali kesal karena biasanya Elton sangat perhatian padanya dan selalu mengantar nya ke tempat kerja. Gadis itu berdecak kesal dan mengeluarkan mobilnya sendiri dari garasi.
Yang lain sudah berangkat tetapi si Presdir lolipop masih bertarung dengan dasinya sendiri. Bukannya semaki rapi dia malah menjadi berantakan.
"Cher bantuin!!" rengek pria itu. Biasanya dia tak memakai dasi, kalaupun memakai dasi ada Bella yang membantunya, karena sering menginap di rumah itu dia jadi jarang bertemu sekretarisnya yang biasa dia buat repot dan kesal.
"Ya ampun, gimana sih kak," Cherry segera menghampiri pria itu dan membenarkan dasi kakaknya. Philip yang tingginya semampai mensejajarkan tingginya dengan Cherry.
"Biasanya Bella sih yang buat, tapi dia kan gak disini," ucap Philip.
"Aku tau, kakak kan senang banget bikin dia susah," celetuk Cherry seraya melirik tajam pria itu.
__ADS_1
"Eh hehhehe.... ya gitu deh ," ucapnya sambil terkekeh.
Saat mereka disana tiba-tiba seseorang masuk ke dalam lingkungan itu dengan langkah tergesa-gesa. Masih dengan kaos biasa dan celana pendek. Asal memarkirkan mobilnya dan berlari ke dalam rumah dengan wajah sembab dan mata bengkak.
"Cherry hiks hiks hiks.... Cherr!!!!" Bella berteriak sambil menangis sesenggukan. Sontak Cherry dan Philip menoleh dengan wajah terkejut.
"Bella!? Ada apa!!!" tanya Cherry yang ikut panik sampai dia lupa kalau manusia di depannya sudah tercekik karena dasi yang terlalu ketat.
"Uhuk... uhuukk... Cherry... kakak tercekik uhuk...." suara Philip tercekat.
"Astaga maaf kak, " ucap Cherry panik.
"Uhuk... uhuk... uhuk... CK ini gara gara si Mak lampir nih!!" ketus Philip.
Namun saat melihat ke arah Bella...
Brukkk....
"Bella!!!!"
"Mak Lampir!!!"
Bella terjatuh ke atas tanah, pingsan tak sadarkan diri di depan mereka berdua.
.
.
.
like, vote dan komen
__ADS_1