
Suasana menegangkan tampak terjadi antara Phineas, Alesha dan kelompok Mak Laron yang menjadi lawan mereka. Mak Laron berdiri dengan mata berkilau seperti ninja yang siap menghunus samurai mereka ke hadap dua mangsa lemah yang tak punya bantuan apa pun.
Si Mak Laron berdiri dengan puluhan anak buah yang berbaris di belakangnya dengan tatapan tajam dan wajah songong menyeringai menatap mereka.
"Serahkan gadis itu pada kami, jika tidak kau akan kubunuh ditempat ini, sekarang juga !!" ancam Mak Laron alias Makcik Nyonyo, wanita yang pekerjaannya memang sebagai lintah penghisap darah alias rentenir kejam yang sangat menyukai bau uang.
"ALESHA TURUN KAU!!" pekik Makcik Nyonyo dengan wajah seram dan mengerikan, menatap Alesha seolah dia akan memakan gadis itu.
Mendengar suara Makcik Nyonyo saja sudah membuat gadis itu bergetar ketakutan saking mengerikannya hal yang dilakukan orang itu pada Alesha.
"Cihh.... nafasnya bau jengkol, bisakah berhenti bicara !?? aku sampai mau muntah karena baunya!!!" umpat Phineas sambil meludah ke atas jalanan dan memberikan tatapan merendahkan ke arah si Mak Laron itu.
"APA KAU BILANG!!!!" pekik wanita itu dengan tanduk yang keluar dari kepalanya. Ketika dia marah, dia malah terlihat seperti setan yang sedang mengamuk dan keluar dari neraka.
"Mau ku perjelas lagi!? Nafasmu bau jengkol busuk, sebaiknya kau tutup mulut penuh bau busukmu itu wanita serakah!!!" umpat Phineas lagi.
Mendengar Phineas menantang wanita itu justru membuat Alesha semakin panik, dia menarik kaos Phineas dan menatap pria itu sambil menggelengkan kepalanya.
"Kumohon, kita cepat pergi hiks hiks hiks.... aku takut...." Ingin rasanya Alesha mengatakan hal itu, tapi yang keluar dari bibirnya hanya suara rintihan dan air mata yang semakin kencang membasahi kedua pipinya.
Phineas sadar dan paham, dia tau gadis itu sedang ketakutan. Dia mempererat pelukannya pada Alesha," Dia sangat ringan, bahkan beratnya tak sampai seberat bocah 14 tahun," batin pria itu.
"Tutup matamu, kita akan pergi dari sini," ucap Phineas.
Alesha mengangguk, dia menutup rapat kedua matanya dan menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang pria itu.
"Tadinya aku ingin menghajar mereka disini, tapi gadis ini sudah gemetar ketakutan, sepertinya akan sulit!" batin pria itu.
"Serang mereka!!" pekik Makcik Nyonyo bahkan air liurnya sampai muncrat kemana mana saking kesalnya melihat sumber uangnya lari dari hadapannya begitu saja.
"Sial!" umpat pria itu, sontak Phineas berlari sekuat tenaga menuju mobilnya yang terparkir belakang kerumunan itu. Betapa gilanya pria itu, berlari menerjang kerumunan itu tanpa takut risiko apa pun.
"Grahhhh.... Sialan!!!" pekik Phineas yang berlari secepat kilat dan menerjang mereka bagai Rajawali.
Namun siapa sangka dia tercekat oleh orang-orang bertubuh besar, mereka dikelilingi oleh orang-orang itu, mau lari pun akan sulit. Jika dia tidak menggendong Alesha, mungkin saja dia akan membasmi habis semua orang itu dengan tangan kosong.
Phineas dan Alesha terkepung, genggaman tangan Alesha begitu kuat mencengkram kaos Phineas diiringi air mata yang semakin deras.
__ADS_1
"Tenanglah, apa pun yang akan terjadi, aku akan melindungi mu, percaya padaku Alesha!" ucap Phineas.
Gadis itu mengangguk," Aku percaya, aku percaya padamu!!!" batinnya .
"Hahahahah..... sekarang bagaimana kalian akan lewat hah!? kau pikir kau bisa menghindar dari pasukan khusus ini hahahah... serahkan gadis itu maka kau akan selamat!" senggak Makcik Nyonyo.
Phineas diam dan menatap mereka dengan tatapan tajam, dia mengeraskan rahangnya. Deru nafasnya terdengar begitu kencang. Alesha dapat dengan jelas mendengar suara detak jantung pria itu bergemuruh. Bagaikan suara gendang yang di tabuh, suara jantung Phineas sangat keras.
"Jantungnya berdebar kencang," pikir Alesha. Tangan gadis itu refleks menepuk dada Phineas berupaya untuk menenangkan pria yang membantunya itu. Dalam kondisi terdesak sekali pun gadis itu masih memikirkan orang lain. Melihat perbuatan Alesha, entah kenapa hati pria itu menjadi tenang dan pikirannya kembali fokus.
"Apa dia bisa mendengar suara hatiku? atau dia bisa membaca pikiranku, kenapa tindakannya di luar perkiraan seperti ini, aku bisa tenang dan fokus," pikir Phineas.
Makcik Nyonyo menatap mereka dengan tatapan tajam, melihat Phineas dari ujung rambut sampai ujung kepala, hanya saja tak melihat wajah pria itu dengan jelas karena suasana gelap dan Phineas memakai masker.
"Serahkan dia!" tegas si Mak Laron.
"Siapa kau mulut jengkol, sadar dikit lah nyonya, wajahmu yang seperti laron itu memerintah siapa hah!!!" umpat Phineas. Sejujurnya dia sudah ketularan mulut ceplas-ceplos dari Philip si kolor ijo.
"Sialan, beraninya kau menghina aku!!!!" teriak wanita itu.
"Mati saja ka...uhukk uhukk uhukk sial!!!" umpatan yang terhalang batuk saking bersemangatnya meneriaki Phineas padahal tenggorokan nya sudah kering dan gatal.
"pffth bwahahahahha urus saja dulu batuk mu itu ahhahahahaha dasar emak emak sinting!!!" pekik Phineas .
"Sialan kau, beraninya, kau cepat berikan dia pada kami!!!" pekik wanita itu.
Mereka berdua semakin didesak oleh kerumunan itu. Phineas memutar otaknya, di saat yang sama, matanya menangkap anak buah Grape dan Philip telah mendekat perlahan dari berbagai sisi. Seketika pria itu menyeringai.
"Heheheh..... Alesha, kita akan lepas dari sini," bisik ria itu dengan senyum menyeringai.
Alesha menatap senyuman licik itu di wajah Phineas, benar benar sebuah senyuman yang menegangkan. Sisi Phineas yang licik bisa dia lihat dari sini.
"Dia... dia tersenyum!?" pikir Alesha. Bagaimana bisa seseorang tersenyum di tengah ketegangan seperti ini? Benar benar jiwa seorang psikopat.
"Untuk apa aku melepaskan nya? berikan alasan yang tepat, aku menginginkan gadis ini, jadi tak kan kulepas sebelum kalian memberi penawaran yang baik!" ucap Phineas yang berusaha mengukur waktu sampai pasukan itu menyergap mereka dengan aman.
"Cihh....apa aku harus menjelaskan semuanya dengan detail hah!? memangnya kau siapa! dia itu uangku jadi dia hakku, mau kuapakan pun terserahlah karena nyawanya adalah milikku, Bahkan seluruh tubuhnya sudah kubeli!!" ucap Makcik Nyonyo dengan angkuhnya.
__ADS_1
Mendengar ucapan wanita itu, Phineas benar benar di ambang batas kemarahannya.Alesha diperlakukan bagai barang jualan.Apa!? nyawa Alesha milik wanita tua itu!?? sejak kapan nyawa seseorang bisa diklaim sebagai hak pribadi!??
"Kau beli!?? hahahaha candaan macam apa itu bangsat!!!" umpat Phineas.
Cuihhh....
"Kau tak layak disebut manusia, kau adalah lintah penghisap darah, lihat apa yang akan terjadi pada dirimu setelah ini!!!" pekik Phineas sambil berjalan mundur dengan mata terpaku pada satu objek.
"Yaaaahhooooo..... hahahahah... ayo seraaang!!!!!! wohohoho.... ada Mak Laron gembul siap di panggang, seraaang hahahahahah....." Teriakan si gila Philip menggelegar di malam itu.
Bruuummm... brunmmm....
"Ngeeenggg..... ngeeeeengggg... yahoooo..... Malam ini kita berpesta!!!!!"
Seru Elton yang tak kalah Prik, mereka berdua menerjang kerumunan itu dengan motor kebanggaan mereka sambil berdiri dan berteriak seperti orang gila untuk mengalihkan perhatian orang-orang itu.
Seketika kerumunan itu berantakan karena kedatangan dua sepeda motor gila. Di saat yang sama mereka diserang oleh anak buah orang orang sinting itu.
Phineas tersenyum," rasakan kau!!!" pekik pria itu dan...
Bughh...
Satu tendangan dia layangkan ke tulang kering Makcik Nyonyo yang panik melihat motor besar dan pertempuran tak terduga itu
Brukkk...
"Sialan, mati kau!!!" pekik Makcik Nyonyo sambil mengangkat pistol dari kantong bajunya dan...
Duarrr.....
"Akhhhh.....
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗