Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
61


__ADS_3

Cherry menatap gadis itu dengan tatapan terkejut. Sarah, sahabatnya yang malah berkhianat dan memilih mengikuti Viona justru berada di kapal yang sama dengan gadis itu .


“ Sa.. sarah?” gumam Cherry.


Mata gadis itu terus tertuju pada Cherry sampai membuat si gigi emas itu bingung karena setahunya Cherry tidak mungkin bisa melihat seseorang dengan jelas karena matanya rabun dan beberapa kali terjatuh karena tak bisa berjalan dnegan baik.


“ hei kau bisa melihat?” senggak si kepala botak gigi emas itu sambil mencengkram leher Cherry.


Cherry tersentak kaget, cepat cepat dia memutar bola matanya dengan aktingnya yang luar biasa natural seolah tidak tejadi apa apa barusan.


“ Tu.. tuan jelas tau kalau saya tak bisa melihat kenapa masih ditanya, melihat wayah tuan saja saya tak bisa ,” jawab Cherry dengan suara gugup sebagaimana biasanya.


“ Cihh... kau memperhatikan gadis itu dan matamu mengikuti gerak geriknya aku curiga kau bukan penderita albino!" ucap pria itu .


“ Tuan mata saya mengikuti objek yang bergerak di depan saya apa itu salah, saya melakukan itu untuk melatih mata saya agar tidak mudah lelah,” jawab Cherry dengan alasan apa pun selama bisa di terima logika.


“ Cihh alasan bodoh apa itu? Melatih mata apanya, kau pikir orang orang gila ini akan percaya kalau kau memang melatih matamu,” gumam Azura seraya melirik Cherry dengan lirikan nyeleneh.


“ Cih... kau sudah melakukannya berkali kali, tentu saja kau perlu melatih matamu karena kau akan melayani tuan Nagata!" ucap pria itu sambil melepaskan tangannya dari wajah Cherry dan mendorong gadis itu.


Azura terbelalak kaget dengan mata membulat sempurna dan rahang menganga,” ya ampun dia ini benar benar bodoh ya, begitu saja dia percaya ahahahah alasan tidak masuk akal apa itu!?” batin Azura.


“ Terimakasih sudah mempercayaiku tuan,” ucap Cherry sambil menatap ke arah pintu.


“ Dia masih di depanmu buta,” ketus pengawal yang lain.


“ eh... ma.... maaf saya pikir yang ada di depan pintu, saya bodoh maafkan saya,”ucap Cherry sambil berbalik dan menghadap ke arah Azura.

__ADS_1


Si pria gigi emas itu semakin yakin kalau Cherry tidak berbohong, dia geleng geleng kepala saat melihat gadis itu beberapa kali salah arah.


“ cihh dasar orang buta, baiklah kalian baik baik disini, kapala akan segera berangkat,” ucap pria itu sambil melirik Azura seraya memberikan kode kalau sudah waktunya memberikan suntikan pada para gadis .


Azura duduk bersila sambil mengangguk pelan. Pria berbadan besar yang kerap disapa Bon bon itu keluar dari dalam kamar tawanan dan mengunci kamar itu .


Setelah memastikan mereka pergi, Cherry menyandarkan tubuhnya pada sandaran kasur. Suara hela nafas berat keluar dari bibir gadis licik itu. Beberapa saat lalu jantungnya hampir meledak karena si Bon bon gigi emas itu mencengkram wajahnya dengan begitu keras. Bayang bayang tragedi Alex hari itu kembali menyerang Cherry bahkan sampai membuat tubuhnya gemetaran dan dia keringat dingin.


“ Ahkkhhh hampir saja... a... aku hampir ketahuan...” gumam Chery sambil memeluk dirinya sendiri dengan nafas terengah engah dan keringat dingin yang bercucuran.


“ A.. aku butuh Grape... ba... bagaimana ini... Grape... apa kau akan datang...? “ ucap Cherry dengan suara terisak .


Isak tangis yang sangat pelan . Dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan suara karena menangis.


Azura terkejut saat melihat Cherry menangis, dia tak menyangka gadis yang begitu berani beberapa detik lalu akhirnya runtuh dan menangis gemetaran sambil memanggil nama suaminya.


Cherry meringkuk, dia menutup tubuhnya dengan selimut, air matanya berjatuhan, menangis dalam diam justru sangat sesak dan rasanya ingin meledak. Seolah ada bom yang akan segera pecah dalam dadanya namun tak bisa di pecahkan sekarang.


“ Grape... Grape... kenapa begini hiks hiks hiks... aku takut... apa yang harus kulakukan, kak Elton, Kak Phineas datanglah ku mohon, kak Philip aku akan memaafkanmu kalau kau datang kumohon, aku tidak tau harus bagaimana...” batin Cherry sambil menangis dengan dada yang sangat sesak.


Azura menghela nafas berat saat melihat tubuh Cherry gemetaran di balik selimut itu,” lemah, dia tak cocok , ck kenapa harus aku yang ...a hhh sudahlah...” gumam Azura yang bangkit berdiri lalu beranjak menuju sebuah lemari di ujung ruangan itu.


Sementara itu Sarah melirik ke arah Cherry yang tampak familiar baginya. Namun penampilan Cherry yang sangat berbeda membuat gadis itu ragu kalau gadis serba putih di depannya itu adalah Cherry yang dia kenal.


“ Apa itu cherry? Suaranya aku jelas kenal, tak mungkin dia Cherry, setahuku Cherry bisa melihat dengan jelas tapi gadis itu..” Sarah terus menatap ke arah cherry dengan tatapan bersalah yang dia ingat telah lakukan pada Cherry di masa lalu.


Sarah menunduk sambil mengepalkan kedua tangannya, air matanya tumpah saat mengingat pengkhianatan yang dia lakukan pada Cherry.

__ADS_1


“ aku menghancurkan hidup Cherry, bukannya selamat karena kedua wanita ular itu, aku malah dijual nyonya Amira pada orang orang ini, dan Mama.. mama meninggal karena mereka, aku memang bodoh hiks hiks hiks....” Suara tangisan Sarah terdengar di daam ruangan itu. Membuat yang lain panik karena tak boleh ada suara tangisan selama di dalam kamar.


Cherry yang mendengar suara tangisan itu tersentak kaget, dia mengusap air matanya dan menatap ke arah para gadis untuk melihat siapa yang menangis.


Cherry terkejut saat melihat Sarah menangis, dia masih menganggap gadis itu sahabat dan dia tau apa yang terjadi di masa lalu bukan kesalahan Sarah.


“ Pelaku yang membuat aku menikah dengan Grape bukan murni kesalahan Sarah, dia diancam oleh nyonya Amira dan Viona , dua wanita ular sialan yang otaknya diisi dengan sampah itu,” batin Cherry.


“ hey jangan menangis, ruangan ini bisa ditembak nanti kalau kau menangis,” bisik Cherry sambil melempar bantal agar Sarah melihatnya.


Sarah terkejut saat kepalanya dilempar, membuat dia menoleh dan menatap ke arah Cherry.


Cherry menaruh jarinya di depan Bibir,” jangan ribut,” bisik Cherry seraya melihat ke arah lain seolah dia memang tak bisa melihat Sarah.


“Diamlah kalau kau ingin selamat, berbaring dan pura pura tidur,” kali ini Azura menarik Sarah dengan menakan lengan gadis itu membuat Sarah takut dan diam dari tangisnya.


Semua gadis di dalam ruangan itu menuruti perkataan Azura. Azura membuat seolah mereka disuntik oleh cairan itu padahal dia membuang isi cairan itu ke atas lantai.


“ Ck... dia ini sangat menyebalkan dan tatapannya itu terus menerus merendahkan ku, siapa dia sebenarnya musuh atau teman sih?” batin Cherry seraya melirik Azura si gadis berwajah dingin itu.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2