Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
126


__ADS_3

Keheningan malam ini tempatnya tergantikan dengan kehebohan luar biasa yang baru saja terjadi di lebih rumah Sakit atas kehadiran dua orang pria dengan pisau yang tertancap di masing-masing lengan mereka.


Seisi rumah Sakit dibuat heboh dengan kedatangan kedua pria minim akhlak ini, siapa lagi kalau bukan Elton dan Philip yang sedang menyamar menjadi korban penusukan dengan tubuh yang sudah berlumuran dengan darah dan wajah serta sekujur tubuh mereka dipenuhi dengan luka.


"Arrkhhhhh aku akan mati, aku akan mati, aaarrrhhhkkk ini semua salahmu, aku akan mati muda bajingan!!!!!" pekik Philip dengan rupa seorang pria tua berwajah tembem dengan rambut yang sudah botak dan wajah berkeriput.


Berteriak kesakitan sambil memegangi lengannya yang penuh dengan darah. Melihat keadaannya, semua orang terkejut juga menghindar karena Philip berlari kesana kemari dengan tangan yang berdarah.


"Arrrkkhhh sialan, tua bangka bau tanah, mati kau, ini semua karena ulahmu, kau membuat aku seperti ini bodoh, aku akan mati, kau membuat aku mati, sembuhkan ini bajingan bau tanah!!!!" pekik Elton yang juga berlari dengan mengangkat tongkat nya dan mengayunkan tongkat jalan kakek kakek itu ke atas angin.


"Akhhhh tanganku akan dipotong, ini semua karena Ulahmu!!!" pekik Elton sambil mengejar Philip yang sudah berlari kesana kemari dan menunjukkan tangannya yang dipenuhi dengan darah, bahkan sampai terpercik ke wajah beberapa perawat.


"Astaga, siapapun tolong bantu tenangkan kakek kakek ini, mereka membuat seisi rumah sakit heboh!!!" teriak salah satu perawat yang mulai geram dengan tingkah kakek kakek jadi jadian di depan mereka itu.


Elton dan Philip kejar mengejar lantai utama rumah sakit itu. Seluruh mata berhasil mereka alihkan ke arah mereka.


Philip berlari lalu memeluk seorang dokter muda, "To...tolong kakek nak... kakek diserang huwaaa....." Rengek Philip sambil menangis dan mengusap wajahnya yang bersimbah darah jadi jadian itu ke jas dokter pria itu.


"Kakek te..tenanglah dahulu!!!" ucap pria itu seraya mendorong Philip dari tubuhnya.


Merasa ditolak Philip beraksi em Arik seorang dokter wanita yang cantik dan seksi," cih dokter rombengan ,datang ke kantor cuma buat tampilkan bodynya yang gak seberapa ini, cihh kita lihat bagaimana reaksimu ahhahah.... " batin Philip dengan senyuman liciknya.


"Kakek Sudarto ini gantinya, kau boleh mengambil dokter ini asalkan istrimu untukku!!!" ucap Philip sambil mendorong dokter perempuan itu ke arah Elton.


"Ehh apa apaan ini dasar kakek tua bau tanah!!!! arrkhhhhh.....


Brukk...


Bukannya menangkap, Elton malah cuek dan berlari ke arah lain," Stay halal bestie... ya kali badanku yang bagus ini bersentuhan sama gadis lain, cihh... siapa Lo!??" batin pria itu, namun wajahnya bertingkah seperti orang bodoh.


"Pria tai lalat, dimana si tai lalat itu, adakah dia bersembunyi diantara orang orang ini!?" pikir Elton seraya menyalakan laser menemukan orang dengan ciri-ciri yang diberitahukan oleh Philip.


"Addududududuhhh... sakit sekali, to.. tolong saya... siapa pun, tulang tulang saya patah di tusuk tua tua keladi itu, dasar Pebinor!!!" pekik Elton sambil menarik sinpria tai lalat yang ternyata berdiri di dekatnya.


"loh..loh..loh. Kakek bau tanah kenapa tarik tarik saya, lepaskan saya, hei kalian perawat tarik pria ini!!!" pekik si pria tahi lalat itu.


"Arrkhhhh mati kau ini semua karena ulahmu!!!" pekik Philip lagi yang tiba-tiba berlari ke arah Pria itu dan...


Bughhh... bughhh... bughhh....

__ADS_1


Pria itu dipukuli di tengah tengah kerumunan, tak ada yang berani menghentikan kedua kakek misterius itu karena tangan mereka yang sama sama terluka.


"Tarik orang-orang ini bodoh!!!" pekik pria itu kesakitan. Tubuh kakek-kakek tapi jiwa anak muda. Tenaga super mereka berhasil menghancurkan wajah pria itu.


"Ya ampun, terbuat dari apa sebenarnya itu bukan mereka ini kenapa pukulannya sangat kuat bahkan sampai membuat gigiku rontok!?? bisa mati aku!!!!" batinnya.


Elton melirik Philip begitu juga dengan pria itu. Seketika mereka berdua memegangi kedua tangan si pria tahi lalat itu lalu menatap ke depan dan...


syuuuttt.....


"Yaaahhhooooo!!!!" Pekik keduanya sambil berlari menyeret pria itu kesana kemari.


"Arrkhhhh tolong lepaskan aku dari orang-orang gila ini!!!!" pekik pria tahi lalat itu. Tenaganya tak cukup kuat untuk melawan dua kakek super dengan tenaga turbo itu.


"Ya Ampun bukannya tangan mereka mau copot!? kenapa bisa menarik dengan tangan yang sakit,!!!?" Semua orang terbelalak melihat ulah kakek-kakek itu. Bukannya menarik si pria tahi lalat dengan tangan yang sehat, mereka malah menarik pria itu dengan tangan yang terluka.


"Dal, kadal salah tangan bro!!!" bisik Philip.


"Ehh baru nyadar gue!" celetuk Elton.


Brukk....


"Arrkhh kenapa tak ada yang menolongku!!!" teriaknya marah. Wajahnya memerah menahan sakit dan rasanya dia sangat kesal saat ini.


"Awhhh.... tanganku, tanganku sakit!!!"' kedua kakek tua itu kembali beraksi. Di saat yang sama petugas keamanan rumah sakit yang datang terlambat karena ulah Philip yang meminta anak buahnya mengunci mereka dalam ruang tangga darurat tiba disana dengan wajah panik saat kekacauan terjadi.


Pluiiirrrrtttttt......


Suara sebuah peluit terdengar melengking di telinga mereka semua. Elton dan Philip saling menatap lalu...


grep...


"Apa kau baik baik saja kadal gurun!?" tanya Philip sambil merangkul Elton.


"Tentu saja pecinta kolor, rasa sakit ini tak seberapa, sebaiknya kita pulang dan makan di rumah, aku sudah lapar ," ucap Elton seraya mengedipkan sebelah matanya.


Philip tersenyum menyeringai, tangannya turun ke bokong pria itu dan menepuknya dengan tatapan sensual ke arah Elton.


"Aku sangat populer penasaran dengan aksimu di ranjang malam ini kadal gurun ku,"ucap Philip dengan lantang.

__ADS_1


"CK... awas kau nanti kolor ijo, ku tampar kepala kau!!!" batin Elton.


"Hahaha menang banyak gue, rasain lo, hahahhaha ..." Philip tertawa di dalam hati dengan skenario barunya.


Elton melirik pria itu," baiklah sayang, tunggu permainanku," balasnya sambil menepuk bagian terlarang Philip yang sontak membuat mata pria itu membulat sempurna.


Orang-orang menatap mereka dengan tatapan aneh, semuanya tampak kebingungan dengan kehebohan yang baru saja terjadi. Tiba-tiba mereka berdua langsung dikawal oleh pasukan berbaju hitam dengan samurai di belakang mereka, persis seperti ninja, berjalan dengan tenang menjaga kedua orang itu.


"Apa sebenarnya yang terjadi!!!" ucap mereka Heran.


Sementara itu, Phineas berjalan pelan-pelan dari tangga darurat rumah sakit setelah berhasil mengeluarkan gadis itu dari dalam ruangannya.


Alesha menggenggam erat kaos Phineas, dia gemetar ketakutan dengan tubuh yang sangat kesakitan.


"Tenanglah, semua akan baik-baik saja, kita sudah berhasil!" ucap Phineas dengan lembut.


Alesha hanya bisa pasrah dan mengikuti arahan Pria itu. Dia tak bisa melakukan apa pun.


"hiks hiks... kupikir aku akan mati.... terimakasih tuan sudah menyelamatkan ku, aku akan membalas apa pun yang kau minta hiks hiks hiks..." Alesha menangis pilu, dia memeluk pria itu dengan erat.Hati Phineas bagai disayat saat melihat tangan kurus itu begitu lemah.


" Alesha, mau kemana kau!!!!!!" suara melengking seseorang membuat mereka berdua terkejut.


Phineas dan Alesha menatap ke arah sumber suara itu, mereka sudah keluar dari gedung melalui jalan belakang, tapi siapa sangka ada yang menunggu mereka disana.


"ahhhrrrkk... huhuhu.... " Alesha menangis ketakutan saya melihat sosok perempuan itu berdiri disana bersama beberapa anak buahnya menghadang Alesha.


Perempuan bertubuh gemuk dengan rambut pendek keriting dan cincin batu batuan yang terpasang di semua jari tangannya, terlihat penampilan nya seperti seorang rentenir penghisap darah.


"Apa dia yang membuatmu seperti ini?" tanya Phineas. Alesha mengangguk sambil menangis sesenggukan. Air matanya membasahi luka di pipinya, dia memeluk Phineas dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu.


"Tenanglah Alesha, serahkan semua padaku!" ucap Phineas.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2