
Tak butuh waktu lama tim Alpha bersama dengan tim Grape dan yang lainnya tiba di kota A dan mendarat di gedung anak perusahaan Philip. Dengan arahan dari Philip mereka turun melalui gedung itu dan masuk ke ruang kerja Philip yang tersedia di tempat itu.
Sekalipun akhir pekan, masih ada saja karyawan yang datang dan pergi di dalam perusahaan menyelesaikan pekerjaan mereka untuk bersiap ke proyek lainnya. Sabtu adalah hari sibuk bagi perusahaan, sedang hari minggu kantor tetap buka, dan karyawan diberi kebebasan untuk bekerja atau tidak di hari itu.
Hari sudah menjelang sore dan kantor cukup ramai. Kedatangan mereka membuat seisi kantor terkejut, Philip jarang ke kantor cabang, kalaupun berkunjung dia tak akan lama sebab urusan di kantor cabang dipegang oleh Dante Asistennya.
Mereka duduk di dalam ruangan Philip, berbincang dan mengatur strategi untuk melakukan penyerangan pada big Mouse. Orang -orang dari kepolisian dan anggota kemiliteran juga sudah tiba dan diminta berkumpul di tempat itu.
Mereka merencanakan penggrebekan dan upaya penyelamatan Kopral Sarah. Semua diatur dengan seksama dan penuh perhitungan.
“ Tuan, berikut bukti yang Kopral Sarah kumpulkan tentang organisasi hitam ini,” salah satu anggota kepercayaan Sarah memberikan data rahasia yang berhasil dicuri oleh gadis itu melalui serangan data cyber, lalu menggunakan mata-mata dan penyusup untuk langsung masuk ke dalam markas besar.
“ kalian mengirim mata-mata?” tanya Cherry dengan wajah terkejut sambil menatap anggota kemiliteran tersebut.
“ Ya nona, mata-mata yang dikirim memberi data secara berkala, Kopral Sarah sudah mempersiapkan hal ini jauh jauh hari,” jelas Pria bernama Simon itu.
“ Wahh kemiliteran satu langkah lebih cepat dari tim kami, kenapa aku sampai ketinggalan kereta,” ucap Phineas dengan wajah malu, selaku kepala kepolisian dia terlalu sibuk mengurus kasus berat lain sampai tidak menaruh perhatian penuh terhadap kasus besar yang mengancam keamanan nasional ini.
Karena yang diedarkan adalah obat obatan terlarang dan sindikat penjualan manusia, tim kemiliteran tentu ikut andil dalam proses penyelesaiannya.
Saat mereka sedang berbicara, Cherry sejak tadi terus menerus menatap ponselnya. Wanita itu sedang menunggu jawaban pesan dari Nathama, tanpa kehadirannya misi ini mungkin akan sedikit sulit dilakukan, karena sekalipun Nagata berseteru dengan adiknya , tetapi jika Nathama sudah berbicara dia akan diam dan mendengarkan, katakan saja Cherry menyiapkan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah ini.
“ Sayang kenapa ?” tanya grape.
“ Aku menunggu balasan Nathama,” ucapnya pelan.
Sementara itu di sisi lain kota itu, Sarah masih dalam posisi dibuntuti oleh Dante. Pria itu terus mengikuti mobil pengiriman barang yang menculik Sarah.
“ Mereka menuju mystic bar? Tapi kenapa?” pikir Dante sambil melajukan mobilnya mengikuti alur mereka.
Sementara itu Sarah sudah mengambil tanda itu dan menutup kembali lubang yang dia buat setelah memastikan Dante mengikutinya.
Di dalam mobil Sarah bernafas lega, dengan begini setidaknya dia yakin kalau yang lain sudah menemukan posisinya,” aku yakin Cherry akan menemukan posisiku dengan cepat, dia terlalu hebat hanya sekedar untuk melacak keberadaanku,” gumam Sarah sambil mengikat kembali tangan dan kakinya lalu menyumpal mulutnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mobil itu tiba di lokasi Mystic bar. Mobil box tersebut melaju menuju bagian belakang gedung itu, sedangkan Dante mengawasi dari belakang. Karena akses masuk ke area belakang sangat sulit, Dante terpaksa parkir di samping gedung besar itu.
Dante keluar dari dalam mobilnya, tatapannya yang dingin dan tajam sudah membuat orang lain merasa takut dengan keberadaannya. Pria itu berjalan dengan cepat, dia melihat salah satu anak buah yang memiliki pakaian yang sama dengan dua penjahat yang membawa Sarah barusan.
Perlahan-lahan pria itu berjalan diantara mobil dan mengendap-endap sampai dia pada posisi paling dekat dengan anak buah berbadan besar itu.
Dante mengambil tissue dari dalam kantongnya, dia melepaskan jam tangannya dan meletakkannya begitu saja di sudut pilar bangunan.
Berjalan mengendap-endap agar tidak terlihat orang lain hingga akhirnya dia berdiri tepat di belakang pria yang sedang merokok itu.
Grepp.... hap... hemppkkkk...
Dante menarik kepal pria yang lebih pendek dari dirinya itu, lalu menutup mulutnya dengan tissue dan memukul tengkuknya dengan keras sampai pria bear itu ambruk di tangannya.
“ hah... berhasil...” gumamnya sambil menghela nafas lega. Kedua tangannya menyeret tubuh pria itu ke sebelah bangunan besar itu. Entah beruntung atau memang alam berpihak padanya, dia berada di tempat yang sepi dan berhasil melucuti pakaian orang itu lalu menyamar menjadi salah satu pengawal di bar itu.
Setelah memasang semua atributnya, dia memakai topi hitam lalu berjalan pergi dari sana meninggalkan pria itu dalam kondisi mengenaskan.
Mulutnya hancur dan rahangnya seperti patah, tangannya patah dan kakinya mengalami cedera serius setelah Dante dalam diam melakukan sesuatu yang mengerikan pada pengawal itu.
Dante berjalan dan menatap kesana-kemari tetap waspada lalu berjalan mengikuti alur mobil box tadi pergi. Dante berjalan dengan cepat, bersembunyi ketika ada yang lewat dan memastikan tak ada yang berkomunikasi dengannya.
Dante melangkahkan kakinya dengan cepat, tiba tiba...
“ Hei.. kau ... mau kemana?” teriak salah satu pengawal. Dante berhenti sejenak, “ mau ke bagian belakang,” ucap nya dengan suara pelan.
“ Bagian belakang? Maksudmu pabrik? Ahhh baiklah, “ ucap orang itu lalu pergi meninggalkan dante disana.
Dante berjalan dengan cepat, dia tahu kalau dirinya sedang diikuti oleh dua orang yang dia temui barusan,” hei jalannya tidak lewat situ, dari sini, kau mau ke pabrik kan? “ ucap orang itu sambil menepuk bahu Dante.
Dante hampir saja kehilangan kesabarannya,” Ahhh, kalau begitu ayo pergi bersama, aku baru disini,” ucap pria itu sambil tersenyum kikuk.
Plak...
__ADS_1
“ hahahhaha baru ya...” ucap orang itu seraya menatap temannya yang lain seolah memberi kode.
“ kalau begitu ikut kami saja, kita lewat dari depan,” ucap pria itu sambil menarik lengan Dante dengan kasar .
“ Ahhh kalian sudah tahu ya, “ ucap pria itu yang tidak bergerak sama sekali. Dia malah menahan kedua pria itu dengan cengkraman tangannya yang begitu kuat.
“ penyusup ser... hemphkkk.....
Belum sempat berbicara, tangan Dante sudah mendarat di mulut kedua orang itu mencengkram dengan kuat dan menarik kepala mereka dengan kasar.
Sraakkkkk.... brakkhhhhh....
Keduanya dihempaskan begitu saja ke atas tanah, Dante menyerang keduanya dengan brutal, memukul wajahnya dan menendang perutnya serta melumpuhkan mereka dengan begitu tenang tanpa ada keributan yang membuat orang lain mendengar mereka.
“ Katakan dimana pabriknya?” tanya dante sambil memelintir tangan kedua orang itu dengan keras.
“ akahhhh... emphkkkk........
“ ck... dasar berisik, dimana tempatnya?” tanya Dante.
“ Mobil yang baru masuk tadi, dimana?” tanya Dante. Salah satu dari mereka menatap ke arah barat area itu, mobil box tadi ternyata berhenti disana.
“ Ahhh... disana.... Tadi gelap sih , sekarang sudah kelihatan, sampai jumpa di neraka...
Bammmm....
Kedua manusia itu dipukul sampai tak sadarkan diri. Dante pergi lagi dari sana dan meninggalkan mereka berdua dengan kondisi yang sama dengan korbannya yang pertama, patah tulang, rahang yang remuk dan leher memerah. Mereka berdua disembunyikan di atas pohon agar tak terlihat .
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen