
Hari menjelang malam, Philip dan Bella yang belum pulang ke rumah membuat seluruh penghuni rumah Cornelius khawatir. Apalagi bumil yang sejak tadi mondar-mandir di depan teras rumah menantikan kedatangan Bella dan Philip karena firasatnya mengatakan bahwa terjadi sesuatu pada mereka berdua, tentu saja hal ini membuat Cherry tak bisa tenang.
“ Sayang tenanglah, mereka sudah dekat, “ ucap Grape yang ternyata sampai melacak keberadaan philip melalui GPS ponsel pria itu agar istrinya tenang.
“ aku gak bisa tenang sayang, sepertinya terjadi sesuatu pada Bella, aku takut gangguan kecemasan gadis itu kambuh, dia akan menahan dirinya untuk tidak menangis, aku takut itu terjadi,” ucap Cherry .
Grape memeluk istrinya dari belakang, “ sayang tenang lah, kita tunggu mereka tiba, stress gak baik buat kamu dan anak kita, tarik nafas dulu supaya tenang ya,” ucap Grape dengan lembut .
Cherry menurut, dia menarik nafasnya dalam dalam dan membuangnya dengan pelan sampai beberapa kali dia melakukannya hingga dirinya tenang.
“ Sudah tenang?” tanya Grape sambil membalikkan tubuh Cherry dan membuat mereka dalam posisi berhadapan.
“ Sudah, huhfffhhh ... gak boleh stres... gak boleh stres..... maaf ya anak mommy, aunty kamu sedikit ceroboh, Mommy hanya khawatir, maaf membuat kamu merasakan stress Mommy juga,” ucap wanita itu seraya mengusap perutnya dengan lembut.
Grape ikut mengusap perut istrinya dengan lembut, sifat Cherry yang mudah ditenangkan membuat Grape senang dengan perkembangan kesehatan istrinya dan janin yang dikandung oleh Cherry. Selama masa kehamilan Cherry, wanita itu hanya meminta hal – hal sederhana itu pun jika tak bisa dipenuhi dia memilih alternatif lain untuk memenuhi keinginan bayinya.
Grape tahu beban Cherry, mual dan muntah setiap pagi, terkadang kedinginan, kepanasan dan tidak selera makan ,semua dilalui Cherry dengan senyuman, ini membuat Grape tak bisa meninggalkan istrinya dan berlama lama di kantor. Sebisa mungkin dia akan meluangkan waktu untuk Cherry dan mengajak wanita itu berjalan jalan keluar.
Selain itu, Cherry juga memiliki kegiatan virtual bersama anak anak di rumah milik Harto yang kini diangkat jadi salah satu karyawan di toko pengiriman barang milik Grape sebagai apresiasi karena telah memilih menyelamatkan Cherry dan anak anak waktu itu.
Cherry memiliki beberapa kegiatan untuk mengisi waktu luangnya, terkadang dia menemani anak anak berkeliling, atau ikut dengan suaminya ke kantor . Apa pun yang membuat Cherry nyaman akan diusahakann oleh pria itu agar terpenuhi sekalipun istrinya tak pernah meminta hal yang berlebihan.
__ADS_1
“ Sehat sehat ya sayang, kamu harus sehat sampai anak anak kita lahir, sampai mereka dewasa , sampai kita tua...” ucap Grape sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.
Pasangan suami istri ini sangat romantis, apalagi Grape yang semakin dewasa, telah banyak berubah dari dirinya yang sebelumya, pria dewasa yang menjadi kepala keluarga dan mengarungi bahtera rumah tangga bersama seorang istri yang lembut dan penyabar seperti Cherry.
Di jendela rumah, tampak kepala dua manusia tuyul tengah memandangi penampakan indah itu di bawah sinar rembulan sambil tersenyum hangat melihat betapa romantisnya pasutri yang berdiri di teras rumah itu. Lampu taman yang indah dan air mancur yang berwarna terang di malam hari membuat suasana rumah itu sangat hangat dann nyaman.
Elton tersenyum sempurna menatap adiknya dan adik iparnya yang hidup rukun dan romantis. Perkembangan hubungan mereka sangat baik dan keduanya memang ditakdirkan untuk bersama.
“ ahhh aku jadi kebelet nikah ini,ingin juga berduaan begitu sama ayang hehehe.. pasti seru...” gumam Elton sambil memainkan jarinya dan menatap langit membayangkan dia dan Rania menikah suatu saat nanti.
Dante menarik alisnya pria yang berdiri di samping Elton itu sedang mempelajari cara menjadi pria romantis dengan melihat langsung pelakunya yaitu Grape, mempelajari cara Grape memperlakukan Cherry dengan cara yang manis dan lembut supaya bisa dia praktekkan pada Sarah , gadis yang telah menarik hatinya sampai dia mendengar ucapan Elton.
“ heh memangnya kau bisa menikah dengan Rania? Sadar Elton, Rania itu kakak adik iparmu, dalam peraturan agama apa pun itu tidak bisa, kau ini aneh, apa kau tak berpikir sebelumnya?” ungkap Dante dengan nada santai tapi serius.
“ apa kau bilang Dante...tentu saja bisa, memangnya peraturan dari mana itu, aku akan menikahi Rania, apa pun yang terjadi, “ tegas Elton yang tak mau pernikahannya batal karena adat.
“ ck... ck... ck... kak Elton jangan naif deh, mana bisa saudara ipar kandung menikah, kakak pikir pihak mana yang akan menerima hal itu? Awalnya aku sudah mau bilang pada kakak ,tapi karena kakak terlalu bahagia, aku menundanya tapi yang diucapkan kak Dante benar, kalau kalian tidak boleh menikah,” imbuh Bian yang entah sejak kapan berdiri di belakang mereka.
Mendengar Bian yang merupakan saudara calon istrinya mengatakan hal yang sama membuat pria itu lemas tak berdaya.
“ aku tidak akan mengijinkan mu menikahinya kak Elton, itu dilarang, dan tidak boleh dilakukan,” ucap Bian dengan wajah serius.
__ADS_1
Wajah Elton berubah dingin dan datar,” siapapun tak akan bisa menghalangiku menjadikan Rania milikku selamanya, termasuk kalian dan adat sialan itu!!" ucap Elton dengan wajah geram
“ Ohh ayolah Elton, cinta kalian itu terlarang, mau kau paksakan seperti apa pun yang akan tersakiti adalah Rania, kau tidak lihat situasi ya? Dia kan tak memintamu cepat cepat menikahinya? Dia juga jarang di dekatmu dan hanya kau yang datang menemuinya, dia mungkin sudah tahu hal ini dan merasa takut memberitahukannya padamu karena kau terlalu menunjukkan persaanmu sampai dia merasa terbeban. Sadarlah kalau cinta kalian itu tak bisa diperjuangkan,” ucap Dante memberikan fakta tentang hubungan Elton dan Rania yang sebenarnya.
Elton terdiam sejenak, menatap wajah serius Bian dan Dante yang tak terlihat sedang bercanda, retakan besar kini terjadi di hati pria itu, pantas sja yang paling tergesa-gesa dalam hubungan ini adalah dirinya, yang paling bersemangat adalah dia sedangakan Rania hanya menerima saja tanpa membalas semua perbuatannya.
Wajahnya berubah pias, hatinya sakit, benar kata mereka, saudara ipar kandung tak boleh menikah, itu adat yang berlaku.
“ Ti.. tidak mungkin seperti ini... arkrhhh sial.. sialan kenapa aku harus mengalami hlal seperti ini...” Elton memukul kepalanya sendiri, memikirkan dirinya tak bisa berakhir bersama Rania sudah membuat pikiran pria itu kalut.
“ terima saja kak, beruntung kalian belum memutuskan pernikahan, ini juga sudah lama kami bahas tapi Kak Rania merasa takut untuk memberitahukan hal ini pada kakak, dia tak tega melihat kakak seperti ini sampai meminta kami membicarakannya dengan kakak, Kau lihat kan kalau Kak Rania tak pernah lagi pulang ke kediaman ini, dia merasa bersalah padamu,” tambah Bian.
Suara Elton bagai dicegat, rasanya sangat sakit saat mengetahui fakta ini, mau dibawa kemana hatinya saat ini, dia terluka, rasanya sangat pedih karena cintanya terhalang oleh adat yang berlaku dan tak bisa dilawan.
“ ti.. tidak.... aku tidak bisa... aku tidak bisa menerima ini... jangan berbuat seperti ini padaku, aku terlanjur mencintainya, kenapa kalian tak mengatakan ini dari awal!??” suara Elton bergetar, dia menatap nanar kedua orang itu, tak terima dengan keadaan dia pergi dari sana dengan wajah pias dan kecewa.
“ Kasihan...” ucap Dante dan Bian dengan senyuman tak biasa di wajah keduanya.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen