Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
280


__ADS_3

Seluruh perhatian kini tertuju pada wanita itu. Mereka tentu terkejut dengan kabar baik yang luar biasa ini.


Kabar bahagia bertambahnya satu anggota keluarga lagi di tengah-tengah mereka.


Bella mengangguk sambil tersenyum dan mengusap perutnya,” hu..um, aku hamil sudah 2 minggu,” ucap Bella .


“ wahh selamat Bel.. Kak Philip, hahahah Dominic akan punya adik...”ucap Cherry, Sarah dan Alesha sambil tersenyum bahagia memeluk sahabat mereka.


“ Wah kak Philip gercep ya?” celetuk Sarah seraya menyipitkan kedua matanya melirik Philip yang tertawa cengengesan.


“ wohh iya dong dek, tiap malam di pompa apa gak berisi heheheh.. sembilan bulan lagi meletup terus buat lagi hahahhahaha... banyak anak banyak rejeki...” teriak pria itu sambil tertawa mengangkat ranting mangga ke atas.


Semua orang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah pria itu. Tetapi Grape berwajah masam menatap Philip yang terlalu senang dengan kata kata tanpa filternya itu.


Pletakkk....


“ Banyak anak kepala kau, cukup dua anak atau kupotong itu, kasihan Bella, kau tidak paham bagaimana lelahnya perempuan merawat anak, jangan berlebihan, pikirkan istrimu dodol, kau pikir merawat anak dan merawat suami tidak melelahkan, Lihat wajah Bella, dia itu kelelahan Philip,” Grape memukul kepala Philip agar kembali normal.


“Sayang mereka kan baru punya dua,” ucap Cherry.


“ Iya sayang, tapi si kunyuk ini hanya tahu membuat Bella susah, aku kasihan melihat adikku Bella di buat kelelahan oleh pria ini, cukup dua saja, Bell jangan mau tambah, kakak gak mau kamu kelelahan mengurus anak, Kamu juga butuh istirahat, melihat Cherry saja mengurus empat anak sekaligus sudah membuat kakak pusing, gak tega apalagi lihat kamu mengurus Dominic sendirian tapi anak yang satu ini asyik kerja terus,” ucap Grape sambil melemparkan tatapan kesal pada Philip.


Seperti ucapan Grape, Philip termasuk orang yang gila kerja dan Bella sudah tau risiko nya, namun tidak wanita itu sangka akan sangat melelahkan bekerja sambil mengurus anak, mengganti popok, memandikan, memberi makan, memberi ASI dan sebagainya, hanya kaum ibu yang paham rasanya.


Grape sendiri bahkan sampai tidak mau berangkat ke kantor demi membantu istrinya, dia membagi pekerjaan dengan beberapa asisten dan tidak memberatkan Asraf yang juga membantu Helena istrinya merawat anak mereka.


Grape sampai membawa semua pekerjaan nya ke rumah demi membantu istrinya mengurus empat anak sekaligus. Bahkan itu pun dia tidak maksimal membantu Cherry.


Keduanya tidak mau mengambil pengasuh, karena Alvaro dan Hansel memiliki trauma dengan orang baru.


Tetapi Philip berbeda, dia sedikit egois dan jarang membantu Bella, hal ini tentu saja membuat Grape kesal. Terkadang Grape mengunjungi Bella atas usul Cherry dan membantunya bersama Pak Bono dan Daniel.

__ADS_1


Bella menatap Grape dnegan mata berkaca-kaca, ini rasanya memiliki seorang kakak yang membela memperhatikan detail kecil tentang dirinya.


“ kak Grape... hiks hiks hiks... boleh Bella peluk kakak? Boleh gak Cher.......” wanita itu menangis sesenggukan sampai membuat semua orang panik.


“ sa.. sayang? Kamu kelelahan ya karena aku, ma.. maaf, jangan nangis dong, aku salah, aku memang jarang bantuin kamu, maafin aku, pliss jangan nangis,” ucap Philip yang langsung menghampiri istrinya.


Bella menatap suaminya sambil tersenyum,” nggak apa apa, tapi aku ingin peluk kak Grape boleh kan?” tanya Bella pelan.


“ Boleh, kemarilah kakak peluk,” ucap Grape merentangkan kedua tangannya setelah dia memberikan Irene pada Xavier.


“ Pergilah sayang,” ucap Philip.


Bella memeluk Grape sambil menangis terharu. Sejak dia bertemu dengan keluarga ini, dia merasakan keluarga yang sebenarnya, keluarga yang tidak hanya menginginkan sesuatu darinya tetapi keluarga yang penuh kasih dan penuh perhatian.


Grape menganggap sahabat sahabat Cherry sebagai adiknya, dia mengasihi mereka seperti dia mengasihi yang lainnya.


“ Husshhh kalau dia nakal beritahu pada kakak, kamu punya kakak yang membela kamu, kakak akan pukul kepalanya kalau dia nggak sadar juga,” ucap grape.


"Philip kau harus belajar banyak dari Grape, Bella sepertinya kekurangan perhatian, lihat betapa lelahnya dia sekarang, jangan egois, kau punya wakil di perusahaan, anak dan istrimu butuh perhatian mu," bisik Dante.


Philip terdiam, dia sadar kalau dia salah, dia tau dia terlalu sibuk dan menganggap Bella bisa melakukan semuanya sendiri.


" Aku yang salah, seharusnya aku tidak membuatnya kelelahan, aku mengambil hidupnya dan membuat dia melahirkan anakku, tapi aku mengurungnya secara tidak langsung, kebahagiaan apa yang kurasakan pada istriku, dia banyak berkorban," batin Philip.


Setidaknya begitulah persahabatan mereka dibangun, saling menasehati dan saling mendukung satu sama lain.


Phineas menggenggam tangan kekasihnya, Alesha. Sama halnya dengan Dante dan Sarah yang saling berpelukan, Cherry memeluk kedua anak ayam, Bian memeluk istri dan putranya, Sony dan Philip hanya bisa gigit jari dan memeluk tembok dengan bibir manyun. Sedangkan Xavier menatap anak kembar cornelius sambil tersenyum melihat kehangatan di keluarga itu.


Sebuah rumah yang tampak sangat bahagia dan dekat satu sama lain. Tak salah dia ikut dengan Sarah ke rumah itu, dia menemukan banyak hal di rumah itu, pelajaran hidup yang hanya bisa di dapatkan dari pengalaman.


“ Dimana kira kira dia berada sekarang? Bagaimana dengan keadaannya sekarang, apa dia mengandung anakku juga? Aku kasihan pada gadis itu, sudah kucari kemana pun tetapi jejaknya hilang bagai ditelan bumi,” batin Xavier mengingat gadis yang dia tiduri karena jebakan lawannya 5 tahun lebih yang lalu.

__ADS_1


Sarah melirik Xavier, dia tahu beban pria itu, selama ini Xavier mencari keberadaan perempuan itu, tetapi jejaknya hilang sama sekali tidak nampak.


“ Dante, lihat jenderal, dia sepertinya memikirkan wanita itu lagi,” bisik Sarah.


Dante menatap kekasihnya,” ummm kenapa kau begitu peduli dengannya, sepertinya hubungan kalian sangat spesial,” tanya Dante.


Sarah tersenyum dan mengangguk,” iya, bagiku dia sudah seperti kak Phineas, dia menjagaku selama ini, selama aku belum bertemu dengan keluarga kandungku,” jelas Sarah.


“ dia mengorbankan dirinya dua kali hanya untuk melindungi ku dari serangan musuh, dia orang yang hebat tetapi beban di hatinya sangat besar, aku sangat ingin membantunya,” ucap Sarah.


Dante menatap kedua mata kekasihnya, mencari tahu apakah itu benar ataukah Sarah punya perasaan lain pada Xavier,”Jika kau tanya soal perasaan , aku hanya mencintaimu seorang, malah aku yang butuh berhati-hati jika sampai mantan kekasihmu yang dulu datang dan berusaha merebutmu dari diriku,” ucap Sarah.


“ ohhh tidak mungkin sayang, itu tidak akan pernah terjadi, karena...” Dante tiba-tiba melepaskan pelukannya dari Sarah.


“ Semuanya sekarang!” ucap pria itu tiba tiba.


Sontak Cherry dan yang lainnya berbaris di belakang Dante dengan beberapa pengawal yang berdiri di atas lantai dua memegang papan putih di tangan mereka masing masing.


Semuanya tersenyum menatap Sarah, tiba tiba saja ada pemain biola dan piano dan mereka adalah Elton dan Rania yang merahasiakan kepulangan mereka dari Sarah dan yang lainnya.


“ wahh kak Elton dan kak Rania pulang!!!” seru Cherry yang terkejut melihat Elton bermain Piano dan Rania yang bermain Biola dengan baby bumpnya yang sudah terlihat jelas.


Semua orang terkejut dengan hal ini, sama halnya dengan Sarah.


" Ada apa ini!??"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2