
Grape, Cherry dan yang lainnya tiba di rumah saat hari sudah malam. Rumah tampak bercahaya dan para pengawal menjaga dengan ketat keamanan rumah dengan ruang rahasia itu.
Phineas mendorong kursi roda Grape sedangkan Cherry berjalan di samping mereka dengan membawa beberapa barang milik Grape di tangannya.
Rania berjalan berdampingan dengan Bian dan Philip sedangkan Elton asing berbincang-bincang dengan Sarah di barisan paling belakang. Bahkan saking asiknya kedua manusia itu sampai tertinggal jauh di belakang dan tentu saja membuat Rania merasa risih entah apa alasannya.
"Whahahhaha.... ada yang panas tapi bukan api, api api cemburu membakar hatiku yuuuuhuuuu... sungguh sedih dan pilu hatiku uuuuu......" Celetuk Philip yang malah bersenandung seraya melirik wajah masam Rania ketika melihat Elton dan Sarah yang tampak dekat dan akrab sedangkan dirinya sedang dicueki sejak tadi .
"Cih... padahal tadi aku dipeluk kenapa sekarang dia... CK... kenapa aku jadi kesal begini sih!!!" batin gadis itu sambil mendengus kesal dengan situasi aneh di hatinya yang bahkan tak bisa dia gambarkan dengan kata-kata. Entah kenapa dia merasa tidak senang melihat Elton begitu dekat dengan Sarah.
Bian sendiri terkikik geli di samping Rania," ciee yang terbakar api cemburu, panas panas hahahah..." bisik Bian seraya menatap gadis itu dengan tatapan mengejek.
"Panas ya neng, matiin dong kompor nya hahaha... ciee yang saingannya kopral cantik berprestasi hihihi...." balas Philip dari sisi yang lain.
"Kak Ran... lihat itu," Bian menarik kepala Rania dan memaksanya melihat Elton dan Sarah.
"Mereka pegangan tangan hihihi....." bisik Bian sambil tertawa terpingkal-pingkal.
"Ran.. Ran.. Ran lihat itu, wajah Elton berseri-seri, dia sepertinya sedang jatuh.. jatuh ke lautan cinta paling dalam bestie hahhaah..." tambah Philip seraya menarik Rania dan membuat gadis itu melihat Elton dan Sarah yang terlihat sangat dekat.
Rania merasa jengkel dan kesal dengan apa yang dilihatnya. Belum lagi bisikan bisikan dua setan kecil di sampingnya membuat hatinya semakin panas dan terbakar api cemburu yang berkobar-kobar. Rasanya ingin dia berteriak dan membawa Elton lari dan menyembunyikan pria itu di dalam lembah paling dalam.
"Grrrhhh bisakah kalian berdua berhenti menarik narik lenganku dodol!!!!" kesal gadis itu sambil melepaskan tangannya dengan paksa.
"Menjauh dari ku!!!" kesal gadis itu sambil mendorong mereka berdua hingga keduanya sedikit terhuyung untung tidak terjatuh ke atas tanah yang kasar.
"Pffth bwahahahahha... ciee yang terbakar api cemburu nieee!!!" celetuk Bian dan Philip sambil tertawa terbahak-bahak karena selalu berhasil menggoda gadis berijazah kedokteran itu.
Rania berdecak kesal," ihh aku gak cemburu, dasar orang orang sinting, kalian perlu pergi ke rumah sakit jiwa, bikin kesal arhhhhh... awas kalian ya!!!" Pekik gadis itu sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya di atas jalan dan berjalan dengan cepat menuju rumah dengan wajah marah dan kesal akibat ulah kedua manusia Prik tak berakhlak yang sangat senang mengganggu gadis itu.
Cherry, Grape dan Phineas menatap heran pada Rania yang terus mengomel dengan bibir kecilnya itu. Berjalan dengan wajah kesal dan marah sambil mengoceh entah kesal karena apa.
__ADS_1
"Kenapa dengan kak Rania?" tanya Cherry heran sambil menoleh ke arah Grape dan Phineas.
"Palingan dibuat kesal sama dua bocah itu," jelas Phineas singkat yang hanya ditanggapi dengan anggukan paham oleh Cherry.
Sementara itu kedua pria tadi masih asik tertawa sampai tak melihat jalan mereka. Philip saking senangnya tertawa sambil berlarian di halaman depan rumah itu seperti orang stress di tengah malam dan berteriak dengan kegirangan.
"Wahahahhaha ada drama baru, ada drama baru hahahahahahaha...." teriak pria itu sambil tertawa puas.Rasanya perutnya seperti digelitik, dia begitu ingin tertawa hari ini. Tawa yang berlebihan itu justru menimbulkan tanda tanya di benak Elton, Grape, Phineas dan Cherry.
"Dia kenapa?" tanya Grape seraya menatap Phineas. Pria d belakangnya itu hanya mengangkat bahunya sambil menggelengkan kepalanya.
"Aneh, kak Philip aneh, " ucap Cherry.
"Lagu senang kali, udah gak usah dipikirkan kita masuk saja hari sudah gelap dan dingin, kamu bisa kena flu, " ucap Grape dengan posesif .
"Umm? baiklah," ucap Chery.
Sementara itu Philip masih berteriak sambil tertawa kegirangan, tiba tiba....
Pria itu sontak berhenti dengan mata membulat sempurna saat merasa ada benda lembek dan basah di bawah kakinya yang hanya memakai sendal jepit.
Pria itu terdiam membatu begitu juga dengan Bian yang menatapnya dengan rahang terbuka dan mata terbelalak.
"A... apa ini!??" ucap Pria itu dengan wajah panik dan pucat sambil menatap Bian yang juga terdiam dengan posisi yang sama di depan Philip.
Mata keduanya saling beradu, dengan mata membulat sempurna mata kedua pria itu tertuju pada kaki Philip yang ternyata...
"Arrkhhhhhh kotoran anjing!!!!!!" pekik Philip yang sontak panik dan mual saat melihat kotoran anjing yang begitu menjijikkan melekat dengan sempurna di seluruh telapak kaki bahkan menyebar sampai ke punggung kakinya. Dia menginjak kotoran yang cukup banyak dengan bau menyengat dan masih hangat, sepertinya bom atom itu baru dilepaskan dari penyimpanannya.
"Arrhhh huweekkk.... hu..huweekkk.... bau... mana masih hangat lagi, dasar anjing sialan kenapa boker di tempat sembarangan dasar anjing!!!!!" pekik pria itu yang langsung mual hanya dengan mencium aroma tak sedap dari benda menjijikan itu.
Mendengar teriakan Philip dan katanya, mereka semua tertawa terbahak-bahak dengan tingkah absurd Presdir lolipop yang menginjak pup itu.
__ADS_1
"Arrhhhkkk huweek... to... tolong aku!!!!" pekik pria itu sambil menutup hidungnya dan mengangkat kakinya yang menginjak kotoran. Sangat menjijikkan, betapa sial nasibnya setelah menggoda Rania malah terkena karma instan.
"Bwahahhahahaha.... ini namanya karma instan, rasakan itu Philip bodoh hahahahhaha....." Rania tertawa terbahak-bahak dari jendela rumah, mengabadikan. wajah konyol pria itu dengan ponselnya dan tertawa cekikikan disana .
Bian tiba tiba jadi diam karena dia juga ikut menggoda kakaknya, pelan pelan pria itu berjalan agar tidak terkena ejekan namun tiba-tiba.....
Brukkk....
Dia terjatuh karena tersandung batu yang ada di halaman rumah itu sampai membuat wajahnya terjatuh tepat di atas rumput yang baunya aneh.
"Arkhhh sial, ba..bau apa ini!!!!" pekik Bisa dengan wajah panik.
"kyyyaakkkk bau pipis Kucing!!!!! arrkhhhh bauuuuuuu!!!!!!! wajahku hancur !!!" pekik pria itu lagi.
"Hahahahahahhahaha......." tawa mereka terdengar begitu puas di malam yang dingin itu. Kelakuan absurd dua manusia tengik ini membuat mereka tertawa bahagia.
Tetapi tidak bagi Philip dan Bian yang merasa kesal karena terkena karma seperti kini. Rasanya sangat sial dan menjengkelkan.
Elton sendiri menatap Rania dengan senyuman licik," aku pasti akan mendapatkan mu," gumam Elton.
Sarah menatap Elton, dia melihat arah tatapan pria itu, sontak dia paham dengan situasinya. Gadis itu terkekeh geli dengan trik yang dimainkan oleh Elton untuk mendapatkan gadis pujaannya.
"Hahahha... masih ada yang menggunakan trik seperti ini? lucu sekali mereka," pikir Sarah.
Sementara itu, Rania menatap mereka berdua dengan tatapan cemburu," sial, kenapa aku seperti ini sih!!!" kesal gadis itu sambil masuk ke dalam rumah dengan wajah kesal nya lagi.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗