
Lantunan musik yang indah terdengar begitu lembut dan sopan memasuki telinga. Dua orang mempelai perempuan sedang berjalan di atas altar dengan pendamping mereka masing-masing.
Sarah didampingi oleh Xavier, sedang Alesha di dampingi oleh Pak Andre yang menangis sesenggukan sejak acara dimulai.
Acara pernikahan ganda yang dilangsungkan oleh Pasangan Sarah dan Dante serta Phineas dan Alesha dilaksanakan dua bulan setelah Dante melamar kekasihnya lalu berlanjut dengan lamaran romantis ala pantai Hawai oleh sang kepala Kepolisian.
Acara ini adalah acara yang sangat besar, semua kolega bisnis dan kenalan mereka diundang, hanya ada tawa dan bahagia dalam acara besar ini.
Kedua Keluarga Cornelius muda, Keluarga Alchemis dan Keluarga Phoenix tampak memakai pakaian sesuai tema mereka masing-masing.
Alvaro dan Hansel sangat tampan dengan dasi kupu-kupu di leher mereka, berjalan di baris paling depan altar sambil melemparkan bunga dan tersenyum bahagia.
Nagata yang diberi ijin keluar penjara dan Nathama yang sudah menikahi seorang wanita berparas lembut dan bersifat baik juga turut meramaikan acara besar ini.
Semuanya tampak berbahagia menatap kedua pasangan pengantin itu.
" Huwaaa.... Paman, akhirnya si jomblo berkarat itu menikah, seandainya paman disini pasti akan lebih ramai lagi hiks hiks hiks... Paman aku menjaga sepupu ku dengan baik, tenanglah di surga!!!" seru Philip sebelum Dante mengucap janji sucinya sambil menitikkan air mata dan tertawa di atas altar.
Kelakuan Philip, Bella, Grape, Cherry, dan yang lainnya mengundang gelak tawa para tamu undangan.
Akhirnya ayat ayat cinta itu dikumandangkan. Janji setia sampai mati dalam ikatan pernikahan telah dikumandangkan di depan sang pencipta dan para tamu.
Semuanya bertepuk tangan meriah saat janji itu diutarakan dengan lantang dan mereka resmi menjadi pasangan suami istri dan memulai lembaran baru kehidupan mereka.
" wohoooo..... yaasshhh keren brrooo uhuk... uhuk...uhuk...." Teriak Philip dan Elton yang sampai tersedak makanan mereka sendiri.
kedua pria gila ini sedang terobsesi dengan makanan padahal istri mereka yang hamil. Lihat saja perubahan pada Elton, dia langsung memiliki pipi tembem yang membuat orang terkejut melihatnya.
Semuanya terlihat bahagia, para tamu menyalami pasangan pengantin itu dan memberi selamat atas pernikahan mereka.
Xavier berjalan mendekati Sarah dan Dante. Dia terharu melihat senyuman lebar di wajah Sarah. Hal yang sangat jarang dia temukan pada perempuan yang sudah dia anggap sebagai adiknya itu.
"Kamu cantik Sarah, selamat ya, Kakak turut bahagia untukmu," ucap Xavier.
Sarah mengangguk sambil menangis haru. Dia ingat dengan jelas, bagaimana Xavier selama ini melindunginya, sebagai seorang wanita, mungkin saja dulu Sarah sudah jatuh cinta pada pria itu, tetapi Xavier jelas memberi batas, sebagai dia mencari keberadaan perempuan yang telah membuatnya jatuh hati setelah malam pertama mereka.
__ADS_1
" Terimakasih kak hiks hiks hiks.... Sarah sekarang sudah ada yang menjaga, sama seperti yang kakak bilang dulu, kalau kakak akan selalu menjaga Sarah sampai ada pria yang meminang Sarah, terimakasih banyak," Sarah menangis sesenggukan.
Dante menepuk punggung istrinya, dari cerita Sarah selama ini, dia tau betapa baik dan besar kasih sayang Xavier pada Sarah.
"Bro, jangan buat dia bersedih, jaga dia dengan segenap hatimu, jangan sampai melukai hatinya, jika aku tau kau melakukan itu, maka bisa kupastikan kau tidak akan melihatnya lagi!" ucap Xavier menatap Dante.
Tetapi Dante tidak terganggu dengan ancaman Xavier, dia berdiri lalu membungkuk dengan hormat pada Xavier," Akan kulaksanakan kakak ipar, bagi Sarah kau sudah seperti kakaknya, terimakasih telah menjaganya selama ini, akan kulanjutkan dan kuberikan dia kehidupan yang bahagia," ucap Dante dengan penuh semangat.
Xavier menepuk bahu Dante, dia tersenyum lalu memeluk Sarah dengan erat," selamat adikku, adik perempuan yang kudapat setelah ikut militer, selamat ya, kakak harap kamu bahagia!!" ucap Xavier dengan senyuman lega dari seorang kakak.
" Selamat bro," ucap Xavier balas memeluk Dante.
"Terimakasih, semoga kau cepat menyusul," bisik Dante.
Xavier hanya tersenyum sambil mengangguk.
Dia juga memberi selamat pada Phineas dan Alesha, tersenyum dan memberi petuah pada mereka berdua.
Semuanya tampak bahagia. Grape memeluk istrinya dari belakang, sambil berdansa mengikuti alunan musik. Si kembar dijaga oleh Pak Bono dan Daniel serta kedua anak ayam.
Bisikan bisikan cinta diuraikan dan membuat suasana semakin romantis.
" Sayang, apa kau ingin kita mengadakan resepsi yang besar? kita kan belum melakukan itu? anak anak juga sudah besar," bisik Grape.
" ohh ayolah sayang, kita sudah melakukan banyak pesta, aku tidak ingin kelelahan memakai semua riasan tebal ini, aku hanya ingin di rumah mengurus anak-anak dan memakai daster kesayanganku itu lebih menyenangkan, apalagi ada kau di setiap waktu," ucap Cherry.
" Jangan terlalu lelah, kita lebih baik mempekerjakan seorang baby sister, kamu juga butuh istirahat, aku gak mau kamu kelelahan, kita jarang keluar berdua, aku ingi menghabiskan banyak waktu denganmu, pekerjaanku padat, tunggu sampai Alvaro besar, akan kuserahkan padanya, setelah itu kita puas pergi kemanapun kita mau, untuk sekarang aku hanya berharap kau ikut dengan ku dalam perjalanan bisnis, sekali sekali juga tidak masalah, aku ingi memamerkan istriku pada orang-orang," bisik Grape.
Cherry tersenyum sambil tertawa geli kala mendengar ucapan Grape," kamu seperti anak anak saja, kurasa kita lebih baik mengajak keluarga Pak Bono tinggal di rumah, aku kenal istrinya, dia orang yang baik dan lembut aku lebih percaya pada mereka, kalaupun harus memiliki pengasuh anak," ucap Cherry.
" Baiklah, Akan kutanyakan pada Pak Bono, rumah juga akan lebih ramai dengan kehadiran mereka dan anak-anak mereka yang cerewet seperti Hansel,".
" aku tidak sabar menantikan itu,"
Mereka tertawa bahagia. Harapan dan apa yang mereka nantikan perlahan lahan terwujud. Semua orang di buat iri dengan kebahagiaan mereka.
__ADS_1
Sama halnya dengan Xavier. Dia menatap mereka dengan tatapan mata sendu. Dia duduk di dekat Alvaro sambil memandangi pasangan yang sedang menari.
" Paman, ada apa dengan paman?" tanya Alvaro pelan.
" Paman lapar ya? ini makan kue enak!!" celetuk Hansel sambil memberikan sepotong kue dengan tangannya yang berlumuran cokelat.
" Hansel, itu bekas tangan kamu, nggak sopan, ambil yang baru!!" ucap Alvaro.
" Hehehe maaf Abang," celetuk anak sambil tertawa cengengesan lalu turun dari kursi dan beranjak menuju meja hidangan.
Xavier tersenyum menatap mereka, sungguh anak-anak yang menggemaskan dan sangat lucu. Seandainya dia punya anak, dia pasti akan sangat bahagia .
" Paman ada apa?" tanya Alvaro lagi sambil menggenggam tangan besar Xavier yang dipenuhi dengan bekas luka.
" Nggak apa-apa sayang, Paman baik-baik saja," ucap Xavier.
" Paman bohong, kalau bohong masuk neraka loh, mending paman cerita sama Mom, siapa tau bisa dibantu. Kata Mommy, jika kita punya masalah, datangi orang yang bisa kita percaya lalu ceritakan pada mereka, kalau Abang biasanya cerita pada Mom dan Dad, dan selalu ada jalan keluarnya," celetuk Anak itu dengan polosnya.
Xavier menepuk pucuk kepala Alvaro," Iya paman mengerti," balasnya dengan senyuman lembut.
Di saat yang sama, matanya menangkap sosok anak perempuan yang sedang berbicara dengan Hansel yang mengambil banyak sekali makanan.
" Makan kebanyakan nggak boleh, nanti sakit perut loh," celetuk anak perempuan berusia sekitar 5 tahun itu.
"Makanannya enak, kamu mau? ini ambil, kenapa bawa bawa sapu begitu?" tanya Hansel dengan polosnya.
" Harus bantuin bibi buat kerja cari uang, Mama lagi sakit harus kerja baik baik,"jawabnya dengan polos.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1