
Phineas bersama Bian dan Philip tampak berjalan dengan Sarah sang kopral wanita yang pangkatnya telah dipulihkan kembali oleh ketentaraan dan mendapatkan penghargaan atas jasanya dalam penjinakan bom dalam tragedi penculikan . Gadis cantik nan tegas dengan semua bakatnya itu telah melalui pengobatan mental dan fisik untuk mengembalikan percaya diri dan membuang trauma yang dia alami akibat ulah keluarga Raharja.
Banyak hal yang harus dilalui gadis itu tetapi berkat bantuan Cherry dan dukungan sahabat-sahabatnya, dia berhasil meraih kembali kepercayaan dirinya dan kembali meniti karirnya dalam dunia pertahanan dan keamanan.
Mereka berjalan masuk ke dalam sebuah gedung besar yang disusun sedemikian rupa sampai menyerupai rumah keluarga Alchemis yang telah di rebut oleh tuan Raharja. Mereka masuk dengan langkah tegas sambil menyeret Nyonya Amira dan Viona ke dalam rumah besar itu.
Mereka berdua diikat dengan borgol dan kepalanya ditutup dengan kain hitam. Dipaksa berjalan dan diperlakukan dengan kasar sesuai dengan ulah mereka masing-masing.
"Lepaskan kami!!!" pekik Viona yang menangis histeris. Dia pikir setelah keluar dari sel penuh siksaan akibat ulah tahanan 008 dia bisa sedikit lega tetapi nyatanya, dia dan ibunya Malah di bawa ke tempat misterius oleh gadis yang mereka jual dahulu.
Di tempat itu, Cherry, Grape, Elton dan Rania telah menunggu sambil mengawasi mereka dari kamera keamanan, sedang kedua anak angkat mereka dititip bersama Azura di rumah mereka. Tempat itu adalah tempat terpencil yang tidak bisa diakses oleh siapapun. Kedua perempuan itu telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan karena terlibat dalam rencana pembunuhan. Viona sendiri terjerat banyak hukum karena menjadi seorang pengedar obat-obatan terlarang yang tak diketahui oleh siapapun tetapi berhasil dibongkar oleh Sarah.
Keduanya terjerat dengan hukuman mati, tetapi daripada memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka dengan begitu mudah, Phineas mengambil keputusan untuk membawa mereka ke rumah hukuman di tengah hutan terpencil untuk memberikan mereka kematian yang sangat lama. Tersiksa dan hancur dengan sendirinya. Tak ada belas kasihan di mata Phineas jika perbuatan mereka telah menyangkut nyawa orang lain.
Miris, tetapi inilah jalan dan resiko yang harus mereka terima karena terlarut dengan keinginan daging semata yang fana dan akan habis dimakan waktu.
"Masuk!" titah Sarah dengan suara tegas sambil mendorong mereka ke dalam ruangan dimana tuan Raharja di kurung. Pria yang diikat dengan rantai besi dan terlihat seperti gelandangan dengan penampilan nya yang benar benar hancur.
Sejak mendapatkan suntikan halusinasi dia menjadi semakin gila dan mengingat semua kejadian menyeramkan yang dia perbuat pada orang lain.
Nyonya Amira dan Viona di bawa masuk ke dalam ruangan itu. Di saat yang sama Cherry datang bersama yang lain.
kedua wanita itu di suruh duduk di atas kursi dalam ruangan itu. Tangan mereka diikat dan penutup kepala mereka diambil.
Viona dan Nyonya Amira menatap ke seluruh ruangan dengan tatapan nanar. Mereka melihat wajah siapa saja yang melakukan hal itu.
"Ba...bagaimana bisa kau disini!!!" pekik Viona saat melihat wajah Sarah yang tak dia perhatikan saat mereka dibawa tadi.
__ADS_1
Sarah mendelik, dia memutar malas kedua bola matanya mendengar teriakan tak berguna dari perempuan itu.
"Ka...kau... Bian!?? apa yang kau lakukan sebenarnya, kenapa.kau melakukan ini pada kami bajingan!" umpat Nyonya Amira.
" Lepaskan kami, mau apa kalian hah!!!" pekik wanita itu lagi.
Mereka semua hanya berpangku tangan sambil menatap kedua perempuan itu mulai menunjukkan ketidakwarasan mereka.
"Apa perlu ku perjelas apa yang telah kalian lakukan !?" ucap Bian dengan tatapan tajam Tangannya sudah sanga siap ingin menghajar mereka satu persatu, apalagi saat melihat tuan Raharja yang duduk menatap mereka dengan wajah seperti orang bodoh yang tak tau apa apa.
Hanya karena mengingat pesan istrinya, Bian menahan dirinya untuk tidak membunuh bajingan yang telah membuang keluarga mereka hancur.
"Tahan emosimu sayang, jangan melakukan sesuatu yang akan merugikanmu, aku tak mau kau terluka," ucapan Azura yang jelas tercatat di hati dan pikiran pia itu.
"Diam kalian, kenapa kalian melakukan ini pada kami, apa mau kalian!!!" pekik Viona.
"Raharja kenapa kau diam saja seperti orang bodoh apa kau tidak melawan mereka, gunakan otakmu itu!!!!" pekik nyonya Amira saat melihat suaminya yang hanya diam saja bahkan tak melihat ke arah mereka.
"Ch...Cherry!!!" Nyonya Amira dan Viona terbelalak kala melihat Cherry dengan penampilan aslinya begitu juga dengan Elton yang begitu mirip dengan Cherry Rambut dan mata biru khas keluarga Alchemis yang telah kembali ada mereka setelah efek obat itu habis.
"Ka...kau... bukannya kau hidup.msikisn dengan so lumpuh ini beraninya kau sampah masyarakat datang kesini!!! apa semua tuntutan itu karena ulahmu anak haram!!!" pekik nyonya Amira yang langsung berteriak histeris saat melihat Cherry dan Grape disana.
Sama halnya dengan Viona, wanita itu hendak menghajar Cherry tetapi tangan dan kakinya sudah diikat dengan rantai besi dan tak bisa bergerak dengan bebas.
"Aku tau ini pasti ulahmu, semuanya hancur karena mu perempuan sialan, kau membuat hidupku hancur!!!" pekik Viona.
"Hei Pantat kuali, yang sadar dong, jangan asal melontarkan kata kata dari bibir embermu yang kau suntik fillet itu, dasar orang sinting, beraninya kau mengatai adikku!!" umpat Elton sambil menatap tajam mereka berdua.
__ADS_1
" Tentu saja ini ulahku, aku yang merancang semua pembalasan dendam ini, kalian pembunuh!" ucap Cherry dengan tegas.
"hanya demi uang kalau menyakiti keluarga kami dan menghancurkan banyak orang, apa kau bahkan sadar kalau orang yang dibunuh oleh bajingan itu!!!"Cherry menunjuk tuan Raharja dengan tangan gemetaran.
"Adalah orangtua dari tiga bersaudara yang harus hidup yatim piatu hanya karena ulah pria keparat itu!!" pekik Cherry.
"Viona, Amira, kalian bukan manusia, kau bahkan tega menyakiti sahabatku dan menjual dia setelah mengancam dan memanfaatkan kelemahannya!? di lihat dari sisi manapun kalian bukan manusia!!!" pekik Cherry.
Nafasnya sampa ngos-ngosan saat menyampaikan kekesalan dan kemarahan nya pada mereka.
"Kau pikir aku tidak ingat, bagaimana Mommy Versha meninggal di tangan pria itu!?? kalian adalah iblis dan untuk itu terimalah balasan dari perbuatan kalian!!" ucap gadis itu.
"hah... beraninya kau menantangku gadis licik, kau hanya anak haram yang tak tau dari mana asal usulnya, cih.... kau pantas mati seperti Versha wanita penggoda Jal....uhukk...akkhhhh....
"Diam Kau!!!!!"
Nyonya Amira berhenti bicara saat Cherry dengan berani mencekik leher wanita itu saat dia menjelekkan nama Versha.
"Sekali lagi kau mengucapkan kata kata hina dan menyebut nama Mommyku dengan mulut hinamu ini!!! akan ku pecahkan kepalamu keparat!!!!!" pekik Cherry. matanya membulat sempurna, rahangnya mengeras, wajahnya memerah dan nafasnya menderu dengan kasar.
"Mati saja kau !!!!" pekik Cherry.
plakkk...Plakkk...Plakkkk....
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗