
Cherry masih menangis sesenggukan, menahan rasa sedih dan pilu yang dia alami. Hatinya yang hancur kini mulai lega setelah mengungkapkan semuanya di hadapan mereka. Gadis itu menatap mereka yang selalu ada di sisinya, dia sadar kalau bukan hanya dia korban disini. Suaminya, kakak dan adik iparnya juga adalah korban dari kekejian keluarga Raharja.
Gadis itu menatap suaminya yang sejak tadi hanya diam sambil menatap kakinya sendiri. Tatapan sendu dan merasa bersalah terhadap Cherry lagi-lagi tergambar jelas di wajahnya. Cherry bangkit dari kursinya, dia langsung menghampiri suaminya, duduk di dekat lutut Grape sambil menatap pria itu.
Rania dan Bian juga tampak sendu, meski ada sedikit rasa aneh, tapi mereka merasa puas setelah sekian lama bisa membalaskan kematian kedua orangtua mereka dan mengembalikan nama keluarga Cornelius ke hadapan publik dan tentu saja berita ini akan membuat semua media geger.
"Grape...." lirih gadis itu sambil menggenggam tangan suaminya yang sejak tadi hanya diam tanpa mengucapkan barang sepatah kata pun entah unik mengubur Cherry atau yang lain.
Grape yang menunduk mengangkat kepalanya dan menatap Cherry dengan tatapan sendu itu.
"Semua sudah selesai sayang," ucap Cherry sambil mengusap punggung tangan Grape dengan lembut dan menatap mata pria itu dengan penuh kasih. Air mata kebahagiaan lolos dari pipi gadis itu saat semua fakta telah diungkap dan nama kedua keluarga di bersihkan dari bayang-bayang Raharja.
Grape menggenggam tangan Cherry," maaf, aku masih tid....
Grepp....
Cherry langsung memotong kata kata suaminya dengan menghamburkan pelukannya pada Grape.
"Jangan menyalahkan dirimu lagi sayang, it's okay to not be okay, jangan bersedih lagi, semua... semuanya telah selesai, Mom dan Daddy mertua pasti bahagia di atas sana, begitu juga dengan orangtuaku, pasti mereka bahagia setelah semua kejahatan Raharja terungkap ke publik, mari kita hidup bahagia, Jangan menyalahkan dirimu..." lirih Cherry yang paham betul sifat Grape.
Pria itu hanya diam, tak mengatakan apa pun tetapi membalas pelukan Cherry dengan erat. Rasanya bahagia dan sedih di saat yang sama. Bahagia karena memiliki Cherry di sisinya dan sedih karena belum bisa kembali ke sosoknya yang dulu.
"Semua akan baik-baik saja, kita sudah membalas mereka sesuai dengan perbuatan mereka, sekarang giliran kita untuk bahagia," ucap Cherry sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Grape.
Grape mengangguk, dia mengusap air mata Cherry yang berjatuhan.
"Sayang, " ucapnya sambil menatap dalam mata cantik gadis itu," terimakasih telah hadir di hidupku, terimakasih karena menjadi bagian hidup ku dan membawa begitu banyak kebahagiaan bagiku, terimakasih, aku sangat berterima kasih," ucap Grape.
__ADS_1
Cherry mengangguk sambil tersenyum," aku mencintaimu, sangat mencintaimu, " ucap Cherry dengan air mata mengalir begitu deras.
Grape menarik tengkuk istrinya dan memberikan ciuman panjang di bibir lembut gadis cantik baik hati itu. Keduanya tak malu malu lagi menunjukkan kemesraan mereka di hadapan yang lain.
Philip menutup wajahnya yang malah memerah saat melihat adegan mesra itu," uhuuyyyy adegan 17 ++, yang bocil dilarang menonton!" gumam pria yang bersembunyi di balik punggung Phineas itu.
"CK.. dodol jangan di situ, kau mengelus elus punggung ku untuk apa!? dasar mesum!" kesal Phineas sambil mendorong Philip ke arah lain.
"Idih, pelit lu !" ketus Philip yang hanya di balas ejekan oleh Phineas.
Sementara itu, Sarah menangis terharu menatap mereka berdua. Dia sama saja dengan Bella dan Alesha, mengharapkan kebahagiaan Cherry yang jelas mereka tau sangat menderita selama hidup bersama keluarga munafik itu. Dia bahagia sahabatnya bisa hidup dengan baik, dia bagai ketika Cherry tak lagi kesepian.
"Syukurlah... syukurlah Cherry bahagia, Alesha dan Bella pasti senang mendengar ini," lirih gadis itu sambil mengusap air matanya.
"hei jangan menangis ,apa ada kopral wanita secengeng ini!?" ejek Elton seraya memberikan sapu tangan kepada gadis cantik itu dan menepuk kepala Sarah dengan lembut seperti dia memperlakukan adiknya.
Sarah menoleh, dia mengambil sapu tangan itu sambil membungkuk terimakasih.
Elton menatap Sarah," Kalian sahabat -sahabat Cherry pasti tau banyak tentang dia kan? sejak kapan kalian bersahabat?" tanya Elton.
Sarah menatap pria itu sekilas lalu kembali melihat ke arah Cherry," kami bersahabat sejak duduk di bangku SMP, dia itu gadis yang hebat, meski semua orang mengejeknya sebagai pembuat onar dan siswi nakal, tetapi bagi kami bertiga, dia adalah malaikat penyelamat kami, tanpa dia, aku Bella dan Alesha mungkin akan hidup dalam lingkaran hitam masa lalu kami, " jelas Sarah.
"Wahh kalau begitu kalian adalah informan yang hebat untuk mengetahui semua tentang Cherry, bisa beri aku nomormu? aku mungkin akan banyak bertanya tentang dia, kami lama terpisah, aku ingin membuat dia bahagia dan merasakan bagaimana hidup yang indah, " celetuk Elton dengan penuh semangat.
Sarah terkekeh melihat tingkah Elton yang memang menjadi happy virus dalam kelompok itu," baiklah tuan, akan saya berikan, anda boleh tanya apa saja," ucap Sarah sambil mengeluarkan kartu namanya.
Elton terkekeh," terimakasih, tapi ini bukan nomor pribadimu kan? jangan beri aku nomor kantor, " ucap Elton.
__ADS_1
"Ahhh baiklah, kalau begitu berikan ponsel anda," ucap Sarah.
Elton memberikan ponselnya dan gadis itu mencatat nomornya disana .
Elton tersenyum sumringah," sekali mendayung, satu dia pulau terlampaui, aku pasti akan melakukan semuanya dengan baik termasuk......" Dia melirik seseorang disana sambil tersenyum licik.
Sementara mereka berbicara dengan begitu dekat, Rania melirik Elton dan Sarah yang tampak akrab. Rasanya tiba-tiba menjadi kesal karena Elton tak terlalu memperhatikan dirinya. Entah kenapa gadis itu malah kesal saat Elton tak perhatian, padahal biasanya tidak seperti itu.
"CK... dasar buaya, bibirnya bilang mau menjalin... ehh tunggu!??" mata gadis itu membuat sempurna.
"Apa aku mengharapkan dia menjalin hubungan denganku!!!??" batin Rania sambil memukul keningnya sendiri, sepertinya dia mulai gila karena terlalu sering bercanda dengan Elton sampai tanpa sadar mengharapkan hal lebih dari pria jenaka itu.
"Ya ampun Rania, apa otakmu sudah tidak waras!? kenapa kau malah marah melihat dia dekat dengan perempuan lain!!!?" pikir gadis itu.
Phineas, Philip dan Bian melirik gadis itu sambil geleng-geleng kepala," Dia sudah jadi target, CK...CK...CK.... "batin ketiganya sambil menatap Elton dan Rania bergantian.
"Apa kakak sebodoh itu sampai tidak tau perasaan Kak Elton? haihh isi otak kakak hanya dipenuhi dengan obat dan pasien, pantas saja dia seperti ini, mana belum move on lagi, " batin Bian sambil geleng-geleng kepala.
"Cepatlah sadar dan menikah, agar bobrok nya si kadal gurun itu sedikit berkurang!" batin Phineas.
"Wohohohoh.... drama baru di mulai, heheh... akan kubuat kalian sama sama panas, lihat saja mantra bang Philip!" batin pria itu dengan senyuman licik.
"Apa lagi yang direncanakan si lolipop ini!?"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗