Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
274


__ADS_3

Lia duduk di dalam ruangannya sambil terus memutar mutar ponselnya menunggu kabar baik dari Justin. Menunggu kabar kematian pewaris tunggal Laurent grup yang sudah dia rencanakan sejak lama.


Sambil tersenyum menatap ruangannya yang akan segera berubah menjadi ruangan Presdir dia memikirkan apa yang akan dia lakukan begitu sah menjadi presdir grup itu hanya dengan cara membunuh Dante dan mengumumkan kematiannya di depan publik sebagai sebuah kecelakaan besar.


“ Dengan begini aku akan menguasai seluruh perusahaan yang ada di bawah naungan grup ini, aku akan disembah dan sipuja seperti seorang ratu, bahkan akan dicintai semua orang seperti mendiang ratu Elisabeth II.” Gumam wanita yang haus dengan kekayaan dan kekuasaan sampai dia melupakan sisi kemanusiaan yang telah menghilang dari dalam dirinya.


Stevani berjalan dnegan wajah ditekuk, beberapa menit lalu dia diminta Lia untuk membuatkan minuman untuk Lia.


“ Kenapa si Dante sialan itu belum mati juga? Apa obat itu tidak beraksi ke tubuhnya, seharusnya di sudah mati hari ini karena aku memberinya dosis sepuluh kai lipat , tetapi apa yang terjadi? Kenapa dia masih selamat, padahal aku sudah menyiapkan semua rencana untuk menghancurkan mereka semua,” batin Stevani.


Pagi tadi, gadis itu mengantarkan kopi dengan racun yang sama dengan dosis mematikan yang lebih tinggi dibanding dosis yang diberikan Lia beberapa hari lalu. Tetapi Dante masih sehat dan bisa mengamuk pagi tadi pada seluruh karyawan. Padahal, Stevani sudah memastikan Dante meminum kopi itu.


Dia semain bingung saat melihat Lia yang kembali dengan wajah berbinar setelah berhasil menjalankan misinya menculik Sarah.


Lia berjalan dengan wjaah kebingungan, tanpa dia ketahui, perusahaan itu sudah di sabotase oleh tim Alpha bersama ketua gangster mereka, Grape dan Cherry yang memimpin penyergapan dan memastikan orang orang yang terlibat akan segera tertangkap begitu drama di mulai.


Beberapa pria berpakaian hitam yang merupakan anggota tim Alpha berbaris di depan gedung Laurent grup, sedang Cherry, Grape dan Alesha sudah berada di lobi perusahaan.


Alvaro dan Hansel berada di markas tim Alpha membantu kedua orang tua mereka beserta tim hacker di kelompok itu untuk melacak pergerakan sisi kantor itu .


“ Laporkan situasinya,” ucap Grape melalui earphone yang terpasang di telinganya.


“ Daddy, Alvaro berbicara,” Alvaro yang ternyata hebat dalam urusan komputer, selama dua tahun belakangan belajar bersama tim Alpha dan tidak butuh waktu lama dia menguasai semua bidang karena tekun belajar, sedang Hansel manjadi rajanya detaill dan ketelitian.


Masih kecil tetapi bakat mafia ayah mereka, Nagata turun pada meraka dan kecerdasan ibu mereka berkali kali lipat mereka warisi belum lagi dengan arahan dan bimbingan dari kedua orangtua angkat mereka membuat keduanya menjadi anak anak yang hebat.


“ bicaralah nak,” ucap Grape.

__ADS_1


“ Asisten Lia berada di ruangannya, Sekretaris Stevani berjalan membawa kopi yang diberi dengan obat pencahar, ketua tim pemasaran sedang memimpin rapat untuk membangkang paman Dante, beberapa tersangka lain ada di ruangan mereka dan sisanya sedang dalam perjalanan menuju kantor, pengacara keluarga Laurent sudah dibawa oleh Paman Sony,” jelas anak itu singkat dan jelas.


“ baiklah, bagaimana posisi paman Dante dan yang lainnya?"


“ Posisi aman, sedang terjadi pertempuran Daddy,” jelas anak itu .


“ Daddy, sepertinya paman dan bibi Sarah akan menang, mereka main tembak tembakan, keren sekali, abang Hansel mau main juga woaahhhhhh ini keren Daddy, Ada paman Philip juga yang tarik tarik kolor hahhahaha lucu Daddyyy...” suara si kecil Hansel berhasil membuat semua tim yang mendengar penjelasn kedua bocah dalam bimbingan ketua tim Alpha itu tertawa .


“ Ya ampun Hansel, fokus! kita sedang mengurus maslah penting, jika tidak bisa biar tante Han yang ambil alih,” Alvaro lagi lagi mengomeli adiknya yang tidak bisa diajak bekerja sama .


“ ya elah abang mah kaku,” kesal Hansel .


“ Sayang fokus,” suara lembut namun tegas dari Cherry berhasil membungkam mulut cabe rawit Hansel yang terus mengoceh.


“ Heheh baik Mommy,” jawab anak itu sambil terkekeh.


Sementara itu, hampir 7 jam berlalu, Lia masih menunggu jawaban dari Justin hingga...


Satu pesan masuk ke ponsel wanita itu yang langsung mengubah raut wajahnya yang cemberut menjadi ceria saat melihat foto Dnate digantung dengan kondisi berlumuran darah dan tidak bernyawa.


“ Lakukan bagianmu, tugasku sudah selesai,” isi pesan itu.


“ yaashhh akhirnya..” pekik Lia sambil mengayunkan kedua tangnnya berteriak kegrirangan saat melihat pesan itu .


Foto kematian Dante dan skenario yangs sudah dia susun akhirnya bisa dijalankan sekarang tanpa dia ketahui bahwa drama yag sesungguhnya baru saja di mulai.


Stevani yang sejak tadi berdiri di depan pintu hanya menatap heran dengan Lia yang tidak juga membiarkannya membawa minuman itu ke mejanya,” nona Lia boleh saya letakkkan di meja anda?” tanya Stevani dengan nada ketus dan kesal .

__ADS_1


Lia mengangguk dengan wjaha cerah dan bahagia,” boleh boleh, muai sekarang kau akan jadi sekretarisku, ahahah terimakasih atas bantuannmu Stevani hahahahhaa...” ucap Lia smabil tertawa dan meneyruput minuman yang dibawakan Stevani tanpa pikir panjang.


“ Sana keluar, aku mau siap siap, ada pengumuman penting, katakan pada seluruh karyawan untuk berkumpul di aula besar, seluruhnya ,” ucap wanita itu dengan angkuhnya.


Setvani keluar dengan wajah bingung, sebenarnya apa yang sedang terjadi? Dan kenapa Lia seperti itu. Semua ini menjadi pertanyaan besar bagi Stevani yang tidak tahu apa apa.


Gadis itu keluar sambil menhgepalkan kedua tangannya, tiba saja salah satu rekannya yang bekerjas sama untuk memuat Dnate meminum racun setiap hari berlari dengan wajah pucat sambil membawa ponselnya menghampiri Stevani.


“ Stev ga.. gawat, kau kenal tim Alpha tidak?” tanya pria itu dengan wajah panik sambil menarik Steveni ke tangga darurat .


“ Tim Alpha? Bukannya itu tim yang ada di bawah naungan Cornelius grup?” jawab Stevano.


“ Iya dan Presdir adalah anggota keluarga mereka, seluruh Tim Alpha sedang digerakan ke perusahaan ini dan semua pintu keluar sudah disabotase, sepertinya terjadi sesuatu pada Presdir, ini gawat kita bisa ditangkap, jika tim itu sudah bergerak maka tidak ada yang bisa lepas dari genggaman mereka,” jelas pria itu sambil menunjukkan rekaman postingan di media sosial saat orang awam merekam kedatangan tim Alpha.


Stevani terdiam denagn tubuh gemeratan, dia jelas tahu cara kerja tim Alpha yang sempat menjadi berita besar di publik 2 tahun yang lalu.


Gadis itu menatap keluar gedung, benar saja, ratusan tim Alpha dna juga tim lainnya di kerahkan utuk mengepung perusahaan itu.Tidak ada yang diperboleh kan keluar, seorang pun tidak.


“ ada apa ini?” pikir mereka.


Tiba-tiba ponsel seluruh karyawan bergetar, ada satu pesan masuk dan sebuah foto mengerikan masuk ke ponsel mereka dari nomor yang tidak bisa di deteksi


“ Presdir meninggal dunia....”


.


.

__ADS_1


..


Like, vote dan komen


__ADS_2