
Malam telah tiba, tampaknya sejak pulang, Cherry hanya mengurung diri di kamar setelah dia memasak beberapa hidangan untuk orang-orang di rumah itu. Gadis itu membongkar barang-barang milik ibunya satu persatu. Rasanya dadanya sangat sesak, dia melihat barang barang itu dengan rasa sedih yang tak tertahankan.
Hatinya yang hancur berkeping-keping setelah mengetahui jati dirinya yang sebenarnya, perempuan yang tak memiliki keluarga, hubungan rumah tangga yang dingin bahkan sahabatnya mengkhianatinya.
Cherry mengeluarkan ponselnya, ternyata benda pipih persegi panang itu habis baterai. Dia mengisi daya dan menyalakannya. Gadis itu terkejut saat mendengar begitu banyak pesan masuk dan panggilan tak terjawab begitu dia menyalakan ponselnya.
“ Astaga karena habis baterai aku gak sadar kalau Bella dan Alesha sudah menghubungiku sampai ratusan kali. Aduhh... mereka pasti khawatir,” gumam Cherry.
Cherry melakukan video Call dengan posisi ponselnya masih di isi daya.
Sambil membuka barang barang ibunya satu persatu dia menghubungi teman temannya.
“ Cherry... kenapa baru jawab sekarang, aku khawatir tauuuu, kami menghubungimu sampai ratusan kali kenapa kau baru menghubungi sekarang Cher... kau tau tidak betapa khawatirnya kami saat dengar semua berita itu, kenapa kamu gak bilang apa apa? “ Alesha tampak sangat panik , dia berada di ruangan yang sama dengan Bella, mereka berdua menginap di rumah Alesha.
“ Lo kenapa gak bilang apa apa ke kita Cherr... kenapa gak ngomong kalau lo digituin sama merkea, lo gimana sih hiks hiks hiks... gue panik tau... saat gue balik ke kantor gue dengar berita kalau salah satu calon karyawan di permalukan sama presdir gila kurnag ajar itu, dan ternyata itu sahabat gue, lo tau gak sehancur apa perasaan gue, belum lagi denger cwrita Alesha tetang lo, kenapa gak angkat dari tadi Cherr,.... gue panik!" pekik Bella sambil menangis tersedu sedu menatap Cherry dari seberang sana.
Meski Bella terkesan boros dalam berbicara tapi dia adalah yang paling cengeng diantara mereka.
“ gue sampai bolos kerja nyariin lo Cher... kenapa gak bilang apa-apa, gue panik, apalgi waktu gue dengar lo di tampar sama jal4ng kurang ajar itu, dan fakta tentang diri lo semua beredar luas di internet, gue dan Lesha mau nemuin lo tapi kita gak tau alamat lo dimana, hiks hiks hiks... lo anggap kita sahabat atau nggak sih ...” Bella menangis sambil memeluk Alesha.
Cherry turut menangis,” maaf, Alesha, Bella, aku... hiks... hiks hiks... aku gak kuat Bell... aku gak tahan sama semua ini.. apa yang harus kulakukan, aku.. akhhhh aku hancur huwaaaaa...... apa yang harus kulakukan, semuanya meninggalkan aku... Aku harus gimana,.... hidupku makin berat, sakit banget, aku bukan anak kandung Daddy, aku... aku bahkan gak tau aku anak siapa. hiiks hiks hiks... apa yang harus kulakukan!??” Cherry menangis tersedu sedu di depan kedua sahabatnya, rasanya sangat sakit.
Namun di satu sisi dia punya kekuatan untuk bertahan karena ada sahabat-sahabat yang selalu mendukung dirinya.
“ Cherr.... lo jangan khawatir, lo gak bakal hidup susah, gue akan bantuin lo sekuat tenaga gue... tenang aja, dan presdir gila itu akan dapat balasannya karena udah bikin lo sedih... gue janji bakal balas orang gila sialan itu..” ucap Bella.
“ Cherr jangan nangis, ada kita, kamu punya kita, kita sahabat kamu dan selamanya akan ada buat kamu, yang kuat, semua ini hanya awal, kamu pasti bisa, aku yakin Cherry yang ku kenal penuh semangat pasti akan bangkit lagi seperti dulu. Jadi diri kamu sendiri aja Cher, lakukan semua yang mau kamu lakukan, kalau kamu butuh dana atau butuh dukungan bilang aja sama kita, aku akan bantu kamu semampu ku, kamu pasti bisa, aku yakin,” ucap Alesha.
Kedua sahabat Cherry menghibur gadis itu. Memberikan dia semangat untuk tetap menjalani hidup nya .
“ gue yakin lo bisa Cher, Cherry gue gak lemah, lo itu pahlawan kita, lo pasti bisa, kalau butuh bantuan lo tinggal bilang, gua gak masalah dengan seberapa banyak dana yang lo butuhkan , lo mau pakai nama gue juga boleh, gue akan bantu lo sebisa gue... karena lo adalah penyelamat gue, my guardian angel,” ucap Bella sambil menangis, dia menatap Cherry dengan sungguh sungguh.
Bagi mereka, Cherry adalah sahabat paling penting di hidup mereka , bukan karena identitasnya tapi karena Cherry yang selalu melindungi mereka sejak masa sekolah bahkan ketika mereka jadi kroban perundungan .
Cherry terharu mendengar sahabat-sahabatnya, berbicara dengan kedua gadis itu berhasil mengobati rasa sedih di hatinya. Dia punya semangat untuk bangkit,” terimakasih Bell, lesha, aku senang ada kalian di hidupku, kalau kalian gak ada aku mungkin udah berpikir untuk bunuh diri hiks hiks hiks... ini sangat sulit, aku takut menghadapinya,” Cherry masih saja menangis sambil memeluk pakaian mommynya.
__ADS_1
“ Cher, jangan mikir yang enggak enggak, kalau kamu kenapa kenapa, kita berdua bisa gila, kamu tau itu kan? Jadi jangan coba mikir buat bunuh diri atau apa pun itu, kita akan ada buat kamu,seperti kamu selau ada buat kita,” ucap Alesha.
Cherry mengangguk sambil menangis,” udah jangan menangis lagi, kamu pasti kuat my guarian, lo pasti bisa,” ucap Bella sambil tersenyum meski wajahnya sembab.
Cherry yang menangis haru , ingin rasanya dia memeluk merek berdua,” aku kangen kalian guys... hikshiks hiks... maaf sejak menikah aku takut keluar sembarangan, aku gak mau bikin Grape merasa direndahkan kalau aku sering keluar, dia tetap suamiku,” ucap Cherry.
“ it’s okay Cher, selama dia gak ngelarang lo buat hubungin kita, itu masih bisa di tolerir, “ ucap Bella.
“ Gimana hubungan lo sama suami lo?” tanya Bella.
Cherry menatap mereka berdua sambil mengusap wajahnya,” masih dingin, mungkin dia masih belum bisa menerima aku, dia mungkin kesal karena harus menikahi gadis yang gak punya apa apa ini, aku akan berusaha untuk dapatkan hatinya, seenggaknya rumah tanggaku tidak hancur, aku harus berjuang untuk itu,” ucap Cherry dengan tulus.
“ Kamu sabar banget Cher, kalau kamu disakiti bilang sama kita,” ucap Alesha.
“ Apa lo udah tau motif dia menerima pernikahan itu? Apalagi sekarang makin jelas kalau lo bukan keturunan Raharja, apa dia menunjukkan reaksi aneh?” tanya Bella dengan tatapan menyelidik.
“ Aku gak tau Bel, tapi sudah kubilang bagiku pernikahan adalah sekali seumur hidup, seandainya dia membenciku karena aku bukan anak keluarga Raharja dan berbeda dengan Viona, itu terserah padanya, mau dia pergi atau tidak itu terserah padanya, tapi aku gak akan pernah ninggalin dia karena kata katanya malam itu,” ucap Cherry.
“ Ahhh yang dia bilang lo harus jadiin dia segalanya?” tanay Bella.
“ Cher.. kenapa kamu begitu yakin pada suami kamu? Padahal kalian kan gak saing kenal sebelumnya?” tanya Alesha.
“ ahh nice question, kenapa Cher?” celetuk Bella.
“ Karena setelah menikah dengan dia, aku punya rumah untuk pulang, aku punya seseorang yang harus kujaga, aku punya seseorang yang mengajariku tentang hal hal kecil meski caranya sedikit menyebalkan,” ungkap Cherry..
“ ohhh so sweet banget sihh jadi iri gue bestieee....” celetuk Bella.
“ kenyataannya gak semanis itu Bella,” ucap Cherry.
“ lah kenapa lagi mbak?” tanay Bella heran.
“ Dia orang yang dingin, sedikit seram sih, tegas dan ketat banget soal keuangan, tapi dia mengatur semuanya dnegan rapih,” ucap Cherry..
“ Ya ampun kamu dapat suami apa petugas Bank sih Cher? Kok bisa seketat itu? Yang jelas kan dia sebagai suami harus nafkahin istri lahir dan batin ya kali dia strich soal uang, “ celetuk Bella.
__ADS_1
“ Ada bagusnya sih bel meski memang agak sedikit kesulitan, tapi berkat Alesha aku bisa atur pengeluaran dengan baik,” ucap gadis itu.
“ Haiyuhhhh..... kalian berdua sekarang jadi setipe, gue jadi takut neghamburin uang bestieee...” Celetuk Bella sambil geleng-gelng kepala.
Mereka tertawa di sela-sela cerita mereka, tanpa Cherry sadari, sejak tadi Grape mendnegar dia dari luar kamar.
“ Gadis yang menarik, sepertinya aku terlalu keras, kasihan dia,” batin grape.
Dua tuyul muncul dari balik dinding ruang tengah sambil mengintip ke arah kamar Grape dan Cherry.
“ widih ada yang lagi ketiplak cinta si gadis cantik nih...” bisik Philip.
“hilihhh…. Lihat aja ya kalau sampai dia bikin ade gue nangis, gue cabutun buku hidungnya b
satu satu…” celetuk Elton.
“ dasar gaje lu ton,” ejek Philip.
“ Lu yang gaje presdir pecinta kolor…. “
“ lu kampret…”
“ nggak, sekali lo ya eloooo…
“jir, nyesel gue ngomong sama orang orangan sawah,”
“ idih gue mah ogah ngomong sama presdir pecinta kolor… memalukan”
.
.
.
Like, vote dan komen ya
__ADS_1