Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
291


__ADS_3

Xavier menatap putri kecilnya yang cantik, sudah lima hari dia berada di desa itu dan mengikuti semua kegiatan sehari-hari putrinya, menghabiskan waktu disana dan tertawa bersama anak-anak.


Seperti hari ini, dengan kaos longgar dan celana olahraga panjang pria itu membawa galah dengan topi bambu di kepalanya, berjalan mengikuti langkah mungil putri kecilnya bersama dua anak ayam yang berbaris di depannya.


Mereka sedang berjalan menuju kebun milik Bibi Yuni untuk memanen rambutan dan akan dijual ke pengumpul yang datang setia akhir pekan.


Daniel kembali ke kota sendirian untuk membeli beberapa keperluan tuan mudanya dan menjemput beberapa dokumen yang sudah dipersiapkan oleh Grape dan Cherry di sana.


Dengan langkah besar orang-orang ini berjalan menuju kebun. Semua mata penduduk menatap wajah tampan Xavier dan tubuhnya yang tegap dan besar berjalan dengan gagah.


Siapa yang tidak tertarik dengan pria tampan dari kota dengan proporsi tubuh yang begitu sempurna.


"Hei kenapa kalian meninggalkan aku!!!" teriakan Aurel terdengar membelah keheningan desa itu.


Gadis itu berlari dengan termos dan keranjang bekal di tangannya mengejar Esther dan yang lainnya.


"Dasar siput lambat! " ejek Xavier seraya berhenti sejenak dan menunggu gadis itu.


" Pasukan berhenti!" seru Xavier.


" Siap Jendral!" seru ketiga bocah tengil seraya berbalik dan menatap Xavier dengan tubuh tegap dan tatapan lurus ke depan. Sepertinya mereka sedang memerankan anak-anak pendidikan militer.


"Cepatlah, kau mengganggu latihan tim kami, siput Persit lambat!" ejek Xavier.


Aurel mengerucutkan bibirnya, dia berlari sekuat tenaga dan menghampiri mereka dengan nafas ngos-ngosan.


" huffthhh kalian yang tidak menungguku pasukan kodok hijau!" ketus Gadis itu.


" Ummm? no Mama, Bukan pasukan kodok hijau, tetapi kami adalah pasukan...." Keempat orang itu membentuk formasi dengan Xavier di tengah, Esther paling depan dan kedua anak ayam di sisi kiri dan kanan dengan pose mereka masing-masing.


" Pasukan belakang Sembah bergoyang!!!" seru mereka berempat sambil berpose bak belakang Sembah yang sedang menarikan lagu dangdut.


" pffthhh...


Bwhahahhahahahahahahhaah.....

__ADS_1


Tawa Aurel pecah saat itu juga ketika melihat ekspresi konyol dan formasi aneh mereka. Perutnya bagai digelitik, sangat geli dan lucu melihat mereka seperti itu.


" Pasukan, siap gerak!" seru Xavier.


" Siap!"


Mereka menghentakkan kaki mereka dengan berirama lalu menyusun barisan seperti semula dengan Esther sebagai pemimpin.


Aurel tak bisa berhenti tertawa, tidak dia sangka Xavier juga akan jadi orang yang konyol di dekat anak-anak,semuanya penuh kejutan dan sangat lucu.


Xavier melirik Aurel yang banyak tertawa, berbeda ketika mereka bertemu, yang dia temukan hanya wajah kecut dan sedih.


Dengan pelan dia mengambil termos dan keranjang bekal lalu menentengnya di kedua tangannya yang kekar.


"ayo jalan, kau cantik kalau tertawa," bisik Xavier.


Sontak tawa Aurel berhenti dan wajahnya bersemu merah karena godaan sang letnan Jenderal.


Aurel terdiam saat mendengar pujian dari Xavier yang begitu saja lolos dari bibir pria itu.


Sejujurnya saat pertama kali melihat nama Aurel di dokumen yang dikirim oleh Grape, Pria itu merasa kalau dia mengenal nama yang akrab di telinganya itu.


Nama seorang gadis SMP yang dulu dekat dengannya dan jadi orang yang menerimanya di saat dia menjadi sasaran bully di sekolahnya karen apenampilannya yang culun dan cupu.Tetapi siapa sangka kalau Xavier menjadi salah satu orang yang disegani dan ditakuti di negara itu. Pengaruh dan kekuasaannya sangat diakui.


Setelah pulang dari perang dia akhirnya bisa beristirahat sebelum memutuskan apa yang akan dia lakukan selanjutnya untuk karirnya.


“ Ba.. baiklah,” jawab Aurel gugup. Setelah tahu kalau Xavier adalah pria itu, Aurel malah jadi merasa canggung dan sedikit bersalah karena tidak mengenali Xavier.


“ Sudah lama ya, kau tetap saja sama seperti dulu,” ujar pria itu .


“ Kau yang paling banyak berubah, aku tetap seperti ini, “ balas Aurel.


“ tidak, kau juga banyak berubah, kau semakin pemurung, lebih suram jika di bandingkan dengan dulu, apa yang terjadi padamu beberapa tahun terakhir?” tanya Xavier.


Jelas wajah Aurel semakin hari semakin murung. Sekalipun dia tertawa, jelas kalau dia tertawa dengan sedikit memaksa dan memasang senyuman palsu seolah dia baik-baik saja.

__ADS_1


“ Banyak yang terjadi, kau sudah pergi lama, waktu terus berputar yang terjadi padaku bermacam-macam,” ujarnya sambil menatap ketiga pasukan kecil di depannya yang berjalan bak latihan militer.


Xavier melirik gadis itu, “ Aurel,” panggilnya pelan.


“ Apa?”


“ Ayo kita penuhi ucapan kita di pinggir sungai 13 tahun yang lalu, kau masih ingat kan?” ucap Xavier.


Aurel terkejut, tentu saja dia ingat dengan jelas janji yang dia dan Xavier buat saat berdua di pinggir sungai di daerah lain.


Mereka duduk berdua sambil menikmati roti dan minuman cola di pinggir sungai di hari terakhir Xavier berada di kota itu sebelum dia pindah dan melanjutkan sekolahnya.


“ Aku ingin jika suatu saat nanti ketika bertemu lagi, jika kamu masih belum menikah dan aku juga begitu, aku ingin kita mengikat janji dan menikah jika bertemu nanti, bagaimana? Mau mengikat janji denganku?” tanya Xavier remaja sambil menatap wajah Aurel yang polos dan lembut.


Aurel remaja menoleh danmenatap pria itu sambil tersenyum,” tapi kenapa aku? Kalau kau besar pasti kau akan berubah jadi pria tampan, kau bisa mendapatkan gadis yang lebih layak, aku mungkin akan tetap seperti ini, kau tahu sendiri kondisiku,” ujar gadis itu.


“ Karena kau yang paling tahu diriku, dan aku sudah nyaman denganmu, kan tidak mungkin kita menikah sekarang, yang aku maksud disini adalah masa depan yang belum pasti, jika saja kita belum menikah dan belum punya pasangan, apa kau mau berjanji akan menikah denganku jika kita bertemu?” tanya nya sekali lagi dengan tatapan lembut.


Aurel remaja tersenyum sambil menyambut jari kelingking Xavier dan mengangguk,” baiklah, aku akan menikah denganmu, kalau yang kau katakan itu terjadi hahahahha......” balasnya sambil tertawa dengan semilir angin yang menerpa wajahnya dan menerbangkan rambut gadis itu.


“ Aku akan mengingatnya dan pasti akan menagihnya, semoga kau mengingatku di masa depan nanti Aurel,” ucap Xavier yang juga tersenyum lembut menatap gadis itu.


Aurel terdiam, dia menatap Xavier sambil mengikuti langkah mereka, “ ka.. kau masih...


Tangan Xavier menggenggam tangan gadis itu dan menatapnya dengan tatapan penuh cinta, yap... Aurel adalah cinta pertamanya, gadis pertama yang membuatnya berjuang untuk mengubah seluruh hidupnya, dari seorang pecundang menjadi seorang pemenang yang memiliki kekuasaan dan dihormati oleh semua orang.


“ Sudah kubilang, aku akan menagihnya,” ucap Xavier dengan semua rencana sempurna yang dia dengan bantuan Grape dan Cherry susun untuk melindungi Esther dan juga Aurel dari serangan predator gila yang telah tiba di kampung itu.


.


.


.


Like, vote dan komen.

__ADS_1


__ADS_2