Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
37


__ADS_3

Grape terus menggenggam tangan Cherry dengan erat, dia menatap Cherry dengan tatapan sedih. Kakinya yang tak bisa berjalan, dan kondisinya yang tak bisa diajak kerja sama untuk membantu istrinya membuat pikiran Grape menjadi kalut.


Cherry sudah ditangani oleh dokter terbaik di rumah sakit itu. Gadis itu kini terlelap di bawah pengaruh obat dan sudah enam jam dia belum juga bangun dari tidurnya. Mungkin tubuh dan hatinya lelah sehingga memilih beristirahat untuk sejenak.


“ kapan dia akan bangun kak? Banyak yang harus kujelaskan padanya, aku bersalah akan banyak hal pada istriku,” lirih Grape sambil berbicara pada kakak perempuannya yang juga duduk menunggu disana bersama Elton, Phineas dan Philip. Jujur saja mereka berempat juga menantikan gadis itu untuk bangun dari tidurnya.


"Mungkin akan bangun besok, dia pasti trauma Ben, sabar saja," ucap Rania lembut.


Di saat yang sama, pintu kamar ruangan Cherry dibuka, tampak dua gadis berlari masuk ke dalam ruangan itu sambil menangis memanggil nama Cherry. Bella dan Alesha diberi kabar tentang kejadian yang menimpa Cherry, kedua gadis itu langsung beranjak ke rumah sakit untuk menemui sahabat mereka, malaikat penyelamat mereka yang berada dalam kondisi lemah saat ini.


“ Cherry...? apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa dia seperti ini? “ Bella menangis, dia dan Alesha berdiri di dekat brankar Cherry. Bella yang paling cengeng menangis sesenggukan saat melihat Cherry di infus di dalam ruagan itu.


Mereka berlima tentu sedikit terkejut dengan kedatangan kedua gadis yang sangat tiba tiba ini. Bahkan yang memberi kabar saja terkejut , karena dia memberi kabar menggunakan nomor palsu dan menjelaskan alamat rumah sakit serta kondisi Cherry saat ini.


“ Waduh gak kusangka si bawel ini akan datang secepat ini, bisa mampus aku di omeli kalau sampai dia lihat aku disini, kalian jangan bilang bilang, dia sekretarisku,” bisik Philip .


“ Yang mana?” tanya Elton. “ ada dua gadis, maskudmu yang mana?” tanya Elton.


“ yang paling cengeng itu, Bella, sahabatnya Cherry, pokoknya aku sembunyi , jangan bilang aku disini, bisa bisa diamuk aku , sudah seminggu aku melarikan diri dari si cerewet titisan penyihir itu, jika melihatku dia pasti akan mengomeliku lagi,” ucap Philip yang langsung berlari kabur dari dalam ruangan itu sebelum bella melihatnya.


“ dasar bocah ini, dia selalu membuat sekretarisnya kesulitan,” gumam Phineas sambil geleng geleng kepala melihat tingkah Philip.


Bella dan Alesha menatap Cherry yang masih belum bangun, Grape melirik ke arah teman temannya,” siapa yang mengundang perusuh ini ke ruangan istriku, suaranya sangat mengganggu, bagaimana kalau Cherry terbangun karena itu,” batin Grape. Dia kesal mendengar suara Bela yang begitu melengking dan tak enak di dengar.


“ Kau.. apa yang kau lakukan pada sahabatku, kenapa dia seperti ini hah? Apa kau memukulnya? Dari awal aku sudah tidak yakin menyerahkan Cherry menikah dan hidup denganmu? kau lihat sekarang kan hidupnya menderita bahkan lebih menderita lagi setelah keluar dari rumah jahanam itu, apa seluruh dunia ini ingin menyiksa gadis lemah ini? Hiks hiks hiks... kalian tidak tau apa yang dilewati Cherry tapi berbuat seenaknya pada dia... “ Bella menangis sambil menatap Grape dengan tatapan menantang seolah dia menyalahkan Grape atas apa yang terjadi pada Cherry.


“ Bella jangan langsung menyalahkan orang lain, pakailah akal sehatmu, kau datang ke tempat ini membuat kekacauan di kantor dan membuat keributan di lobbi rumah sakit apa kau pikir kau akan mempermudah hidup Cherry, dia akan marah kalau tau kau menangis dan menggila seperti ini, jangan cengeng!” bentak Alesha yang jelas sifatnya lebih dewasa dari Bella meski usianya lebih muda dari Bella.


“ Lesha... kamu ihhh bikin teori melulu, aku ini panik loh, emang kamu gak panik gitu? Kamu kok santai banget? Aku aja udah keluarin air mata sampai satu gentong begini kamu mah boro boro, bisa bisanya kamu pakai otak logis kamu itu sekarang... kamu kayak batu tau gak bisa nangis dasar aneh!!" kesal Bella.

__ADS_1


Alesha memijit pelipisnya, dia memang tipikal orang yang akan menghadapi masalah dengan pikiran terbuka dan selalu mengedepankan logika, tidak langsung panik jika terjadi sesuatu, menggunakan analisis dan segala pertimbangan dalam menentukan atau menyelesaikan masalah.


“ Diamlah, kau akan menyiksa telinga semua orang di ruangan ini bodoh,” ejek Alesha .


“ Ck.... dasar Lesha batu...” kesal Bella.


Alesha hanya geleng geleng kepal melihat tingkah Bella yang kekanakan,” tuan Grape maaf sebelumnya Bella membuat keributan, kami datang kesini karena diberitahu entah oleh siapa kalau Cherry mengalami kecelakaan, tapi...” Alesha melirik Cherry.


“Bolehkan kita berbicara di tempat yang lebih tenang, Cherry mungkin akan terganggu,” ucap Alesha dengan sopan.


Grape setidaknya bernafas lega karena istrinya memiliki satu sahabat yang normal dan bisa menggunakan otak dingin untuk diajak berbicara bukan seperti gadis berisik di sampingnya itu.


“Kalian bicaralah, aku mau menemani Cherry,” ucap Bella yang langsung duduk di samping brankar Cherry.


“ Jangan ribut!” ucap Alesha dan Grape bersamaan. Bukan hanya mereka yang mendengar yang terkejut bahkan kedua orang itu sama sama terkejut saat menyadari kalau mereka mengucapkan kata kata yang sama.


“ kita bicara bersama mereka nona, silahkan!" ucap Grape mengarahkan Alesha ke tempat duduk dimana yang lain berkumpul kecuali Philip.


Alesha menurut dan bergabung dengan yang lain. Tampak jelas kalau gadis dengan penampilan sederhana ini adalah gadis yang cerdas. Dia bisa diajak berbicara, dan kelihatan sangat dingin. Namun bagi sahabat-sahabatnya, mereka tau apa yang menyebabkan gadis itu memiliki sifat seperti itu.


Elton tidak tertarik dengan pembicaraan ini tetapi dia tetap disana Karena ini menyangkut gadis yang dia anggap sebagai adiknya. Alesha cukup terkejut melihat ketiga orang itu disana, belum lagi kharisma mereka sangat kuat, tentu orang cerdas seperti Alesha bisa tau orang orang seperti apa yang duduk di depannya saat ini.


“ Aura mereka ini aura mahal, hanya tubuhnya saja yang di balut daam pakaian sederhana, siapa mereka ini sebenarnya?” pikir Alesha.


“ Bisa jelaskan apa yang terjadi ?” Tanya Alesha sambil menatap mereka.


“ Cherry…” Phineas yang biasanya tidak terusik yang malah angkat bicara dan membuat mereka yang mendengar terkejut terutama Grape dan Elton yang kenal jelas dengan pria itu.


“ Dia hampir dilecehkan dan jadi korban pembunuhan, untuk saat ini dia akan menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan menjalani perawatan psikis untuk menghilangkan trauma, kejadiannya cukup panjang tetapi pelakunya sudah ditangkap dan akan di hukum sesuai aturan yang berlaku,” jelas Phineas sambil menatap Alesha dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Alesha terdiam sejenak, dia berusaha mengolah semua informasi yang dia terima di kepalanya yang cerdas itu.


Huufffttthhh fuhhhhhhh…


Gadis berambut hitam legam itu menghela nafas berat, dia mengetuk-ngetukkan jarinya sendiri pertanda kalau dia sedang berusaha untuk tetap tenang dan tidak langsung panik mendengar kejadian ini.


“ Lalu apa yang terjadi pada Cherry, kenapa dia terluka?” Tanya Alesha yang bahkan tidak terdengar risau sedikit pun, ini malah membuat Elton , Rania dan Grape tertarik,gadis itu terlihat sangat tenang. Tetapi tidak bagi Phineas, bertahun tahun bekerja sebagai seorang perwira kepolisian berganti divisi dan mencoba segalanya membuatnya paham dengan gerak tubuh seseorang hanya dengan sekali lihat.


“ Sesuai dugaanku reaksinya akan begini, dia menahannya dan mengelola ketakutannya dengan baik, tapi dia gemetaran saat aku mengatakan kalau Cherry hampir di perkosa, setelah itu dia tenang, gadis yang aneh…” batin Phineas.


“ Dia melakukan perlawanan, menyelamatkan diri dan melukai punggungnya, sudah di periksa dan diberi 30 jahitan di punggungnya, akan pulih selama sebulan perawatan, dan pasti akan mengalami trauma,” ucap Phineas sambil melipat kedua tangannya dan menatap Alesha.


Gadis itu terdiam lagi, dia mengepalkan kedua tangannya, menengadah ke langit sambil menghirup nafas dalam dalam lalu membuangnya dengan pelan.


“ baiklah, terimakasih atas penjelasannya tuan,” ucap gadis itu yang langsung beranjak dari sana,” saya ke Cherry dulu,” ucapnya .


“ menarik,” gumam Phineas sambil menyunggingkan bibirnya.


"Grape, sahabat Cherry aneh aneh semua ihhh serem tau, yang itu kayak cabe cabe-an yang ini kayak tembok besar China datar melompong!!!" celetuk Elton.


"Iya, mereka gadis gadis yang aneh, " tambah Rania sambil menatap Cherry, Alesha dan Bella.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2