Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
174 (Hidden liar 2)


__ADS_3

Sementara itu, rumah Elton di hebohkan dengan laporan anak buah dan sinyal misterius dari Phineas yang berhasil dilacak oleh Sarah, Bian dan Azura yang melakukan penyelidikan di rumah keluarga muda Cornelius.


Tim Alpha memberikan laporan terkait sinyal dari rumah itu.Sinyal SOS yang memiliki kode sandi Morse yang bisa dimengerti oleh Sarah dan Azura dengan cepat.


Drap... drap... drapp...


langkah kaki tergesa-gesa terdengar riuh menaiki tangga menuju ruangan dimana Grape dan yang lainnya sedang berbicara. Sarah berlari sekuat tenaga menaiki tangga dengan membawa serangkaian alat pelacaknya.Dia di kawal ketat oleh tim Alpha yang dipimpin oleh ajudan Grape,Asraf.


" Kak Grape, Cherry... sinyal dari tuan Phineas!!!" pekik Sarah dari lantai dua. Nafasnya sampai sesak,dia berlari sekuat tenaga diikuti oleh tim Alpha dan Asraf.


" Perhatikan langkah anda nona!!" Asraf tampak protektif, dia menuntun gadis itu menuju ruangan dimana pertemuan dilakukan.


Sarah membuka pintu dengan kuat," kami menemukan nya, Tuan Phineas dan Alesha masih berada di rumah itu!!!!" ucap Sarah sambil menarik nafas dalam dalam.


" Hahhh....ini melelahkan!!!!" ucap gadis itu sambil berdiri dengan dada naik turun menatap mereka, matanya bersitatap dengan tuan dan Nyonya Dalton lalu beralih ke arah lain.


" Sarah, apa kau baik-baik saja!?" Grape dan Cherry sontak menanyakan hal yang sama saat melihat lutut gadis itu terluka.Sarah mengenakan celana hitam pendek dan kaos crop top putih dengan rambut dikuncir kuda, terlihat polos namun berani.


"Aku baik-baik saja, hanya terpleset tadi," ucap gadis itu sambil membawa laptop nya ke atas meja dan memasang semua perangkat keras miliknya.


" Apa anak anak baik? Azura dan Bian?" tanya Cherry sambil membantu Sarah menyalakan peralatannya. Demikian juga Grape melakukan hal yang sama.


" Mereka baik,Bian dan Azura menjaga mereka, hufftthhh tak kusangka psikopat itu sangat licik, !!" umpat Sarah .


Serangkaian grafik dan peta sinyal terpampang di layar laptop serta layar PC milik Grape yang dibawa juga disana.


" lihat titik ini, ini titik ponsel Alesha kan? titik ini terus melaju kesana kemari padahal seharusnya sudah berakhir entah dimana, tapi semakin diamati dan dilacak perjalanannya di waktu sebelumnya sangat tidak masuk akal!" jelas Sarah.


" Tidak masuk akal? apa maksudmu? Apa sistemnya dikacaukan!?" tanya Rania.


" Bingo!!" seru Sarah sambil menjentikkan jarinya," Sistemnya memang dikacaukan tapi lebih parahnya, sistem di sekitar lingkungan kita dirusak oleh seseorang, sepertinya hacker handal. Ponsel Alesha tidak pernah bergerak kemana mana,ini perjalanan sinyal ponsel Alesha yang sebenarnya, tetap di titik rumah utama keluarga Dalton!!" jelas Sarah.

__ADS_1


" Jadi kita dikecoh oleh sinyal bohongan itu!?? siapa yang sanggup melakukan hal segila ini?!" tanya Cherry sambil menatap mereka dengan tatapan heran.


" Entah, tapi seseorang yang kuat sedang berusaha mengacaukan keluarga Dalton,dan ini tidak ada hubungannya dengan masa lalu keluarga Dalton." ucap Sarah.


" Namun satu yang pasti, kematian nona Rara berhubungan dengan orang di masa lalu tuan dan nyonya Dalton, hal itu sebuah fakta. Tetapi Masalah ini berhubungan dengan kasus yang ditangani Tuan Phineas beberapa tahun silam saat dia belum menjabat sebagai Kepala Kepolisian, kasus besar yang mengusik organisasi Hitam big mouse, Orang yang menyamar sebagai Tommy adalah tangan kanan dari organisasi Hitam yang berhubungan dengan Bibi Alesha, penculikan ratusan perempuan dan anak serta kasus lain yang sedang kami tangani hingga saat ini!!" jelas Sarah, mereka semua tercengang mendengar penjelasan singkat gadis itu. Tapi dia menghentikan pembicaraannya dan mengalihkan topik ke arah lain.


"Maaf kalau saya mencuri dengar pembicaraan kalian, " ucap Sarah sambil menunjukkan alat penyadap dan pelacak yang terpasang di anting Bella.


" Heh sejak kapan ini ada disini, kau masih sering main mata mata neng!? ya ampun, aku sampai gak sadar kalau aku disadap!!!" celetuk Bella yang juga terkejut saat tau kalau anting yang dia pakai disadap oleh Sarah entah sejak kapan.


Cherry dan Sarah merotasikan kedua bola mata mereka. Sebenarnya ide memasang alat penyadap dan alat pelacak di telinga Bella adalah ide Cherry. Beberapa hari lalu gadis itu sering pulang malam tanpa Philip, selain itu kejadian saat Bella pulang dengan wajah babak belur masih belum tuntas, oleh karena itu mereka berinisiatif memasang benda itu untuk keamanan Bella yang jika sudah mabuk pasti tidak arah pulang.


" Maaf sebelumnya, tapi kami terpaksa melakukan ini karena si cabe rawit ini selalu membuat masalah, kau ingat kejadian terkahir kali saat di rumah lama kan Bel? kami tak mau kau mengalami hal yang sama dan melupakan siapa yang memukulimu, " jelas Cherry.


Bella terkejut sambil menggaruk tengkuknya," ehh i..iya sih... udah udah jangan dibahas, malu gue," celetuk Bella sambil menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangannya.


Philip menatap ketiga gadis itu sambil memicingkan mata," mereka ini aneh, bisa ya memasang alat pelacak dan penyadap suara pada sahabat sendiri, apa aku harus mencobanya?" gumam Philip seraya menatap Grape dan Elton sambil menyipitkan kedua matanya.


Tangan besar Elton mencengkram bahu Philip dengan sangat kuat," Jangan coba-coba lampu neon, aku tau isi otak kotor mu itu, dasar kolor hijau!" geram Elton yang sudah pasti bisa menebak isi kepala Presdir Phoenix itu.


" Belum juga mulai, baru niat sudah ketahuan," gumamnya sambil mendengus kesal.


Kembali ke topik, Sarah menunjukkan kode Morse yang dikirim oleh Phineas, pria itu tidak bisa menghubungi yang lain karena sistem jaringan dikacaukan, satu satunya cara adalah mengirim kode Morse melalui sinyal radio yang dia rakit sebelum Pak Andre naik melalui jalan rahasia.


Grape melirik kepiawaian Sarah sebagai seorang anggota militer wanita yang memiliki jabatan penting dalam kemiliteran," Bakatnya itu sangat tidak asing, dia seperti Phineas yang hebat dalam taktik perang, siapa sebenarnya gadis ini? bagaimana istriku bisa berteman dengan orang seperti dia!?" pikir Grape.


Mereka mendengar suara kode Morse itu, suasana hening untuk beberapa menit. Tuan dan Nyonya Dalton menatap mereka dengan tatapan yang tak bisa diartikan, terutama para perempuan yang terlihat sangat tangguh dan kuat dalam tim itu.


Nyonya Dalton menatap mereka dengan mata berkaca-kaca," Jika Nana hidup, dia pasti seusia gadis gadis itu, ahhh bodohnya aku sebagai orang tua, aku bahkan tidak bisa menjaga putriku...." Nyonya Dalton menangis, menyalahkan dirinya atas kejadian di masa lalu.


Elton memeluk ibu angkatnya, " Tenang Mom, jangan terlalu banyak menangis, Elton juga sedih kalau mom menangis lagi," lirihnya.

__ADS_1


" maaf sayang, Mom merindukan mereka, Rara dan Nana, sangat merindukan mereka..." lirih Nyonya Dalton.


Mendengar hal itu membuat mereka semua turut sedih. Sarah melirik nyonya Dalton dengan mata sendu, wanita yang sudah renta itu terlihat sangat menyedihkan dengan semua kejadian beruntun yang mereka hadapi di masa lalu.


"Apa kalian tidak mengenali putri kalian sendiri?" batin Sarah yang melirik mereka dari ekor matanya lalu kembali fokus ke arah komputer seraya mengusap tengkuknya.


Setelah menemukan titik keberadaan Phineas dan Alesha. Mereka, Grape, Elton, Philip, Sarah,Cherry dan Bella bersama tim Alpha berangkat menuju rumah keluarga Dalton.


Tuan dan Nyonya Dalton dijaga oleh Rania dan Asraf bersama tim Alpha lainnya.


" Nak..." Nyonya Dalton menggenggam lengan Grape sebelum mereka benar-benar pergi.


" Ada apa tan?"


" Tante mohon, selamatkan putra kami, tolong selamatkan Phineas, Tante sudah banyak berbuat kesalahan padanya, mohon bantu Tante, agar Tante bisa membayar semua kesalahan itu..." pintanya dengan mata berkaca-kaca.


" Tenanglah Tan, Grape akan bantu, Grape akan pastikan Phineas kembali, Tante tenangkan diri Tante," ucapnya sambil menggenggam tangan wanita itu.


Philip, Sarah, Bella dan Cherry menatap mereka, anak-anak yang kurang kasih sayang orangtua ini baru pertama kali melihat sosok orang tua yang menyesali perbuatannya sekalipun apa yang dia lakukan adalah untuk keselamatan keluarga mereka.


" Mom, Dad... seandainya aku punya orangtua seperti mereka....




.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2