
Elton tampak melangkahkan kakinya dengan penuh semangat memasuki rumah sakit dimana Rania bekerja. Dia membawa sebuket bunga dan cokelat untuk menggoda gadis pujaan hatinya itu.
"Gadis-gadis selalu menyukai bunga dan cokelat, tuan bisa bawa itu!" Atas saran Sarah, Elton membawa sebuket bunga untuk Rania. Dia masih bermain tarik ulur untuk mendapatkan gadis pujaan hatinya itu.
Langkah kakinya terlihat girang sejalan dengan penampilan nya yang luar biasa menawan. Siapa pun yang melihat pria tampan ini pasti akan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat pesona yang tiada tandingannya.
Orang orang menatapnya dengan tatapan kagum, Wajah tampan dengan kulit bagai porselen, mata bulat nan bersinar seperti mata kucing dan rambut biru khasnya sangat sempurna. Benar benar gaya seorang keturunan Alchemis yang tersohor di Eropa. Darah campuran Tionghoa dan Eropa itu jelas terlihat pada parasnya yang luar biasa tampan.
Jaket denim hitam dengan kemeja putih dan wajah tampan yang indah rupawan itu tampak sangat sempurna jika dipajang dalam sebuah toko.
Sang Arsitek muda dengan segala prestasi dan pamor yang dia dapatkan membuat semua orang iri dengan dirinya.
Dia bagaikan karya seni yang tak tersentuh, semua orang memuja ketampanannya. Namun tak semua orang kenal soal aslinya.
Dia tersenyum lembut seraya menatap ponselnya saat menerima beberapa foto dari sang adik tercinta dann dua bocah menggemaskan yang sedang bermain di Mall.
"Mereka menggemaskan," gumam Elton seraya tersenyum.
"Wahhhh.....
"Tampan sekali!"
"Aku baru saja melihat keajaiban dunia yang ke delapan!"
"Sungguh sebuah mahakarya yang Agung!!" Para wanita dibuat berdecak kagum sedang pra pria dibuat mengiri.
"Dokter Rania di ruangannya bukan?" tanya Grape pada perawat yang bertugas.
"Ahh... i..iya tuan," jawab perawat itu salah tingkah dengan aura mahal dan tampan sang Elton.
"Terimakasih," ucap nya singkat lalu pergi dari sana dengan langkah panjang dan keren.
"Ahh... mleyot aku, dia sangat tampan!!!!" ucap perawat itu dengan hati gembira nan senang. Hampir saja dia terkena serangan jantung karena tatapan datar Elton yang sangat menggoda.
"Ehh bukannya Dokter Rania sedang ada tamu? apa tidak masalah mempertemukan mereka?? Dia kan dokter bedah terbaik di negeri ini, mana tampan lagi!" ucap rekannya seraya menepuk bahu gadis perawat itu.
"Wahh kita dapat combo visual of the year, hahaha hari ini mataku terberkati dengan wajah wajah tampan nan menawan,"
"Halah, matamu memang selalu cari yang tampan ujungnya dapat nampan!" celetuk rekannya.
Sementara itu, Elton terus melangkah dengan gagah, namun kali ini langkahnya sangat cepat dan lincah. Dia masih terlihat tampan dan menawan dengan pesonanya itu namun di dalam hati dia sedang menahan sesuatu yang besar.
__ADS_1
"Ohhh sial, aku mah BAB, kenapa sekarang sih!!!! sialan, sudah tampan begini tapi ujung-ujungnya mau boker,!" batin Elton yang sejak tadi menahan sesak ingin segera buang hajat. Pantas saja dia menanyakan posisi Rania, karena biasanya dia akan langsung masuk.
"Ahhhkk... gak tahan, boker dulu deh!!!" celetuk pria itu sambil melangkah dengan sangat cepat laku memutar haluan menuju toilet terdekat.
Preet...pret... peshhh....
"Aduh lepas!!"
Sambil berlari, sambil melepas bom atom yang aromanya luar biasa menyengat sampai membuat orang orang yang dia lewati menjepit hidung mereka saling menuduh.
"Kau kentut ya, bau terasi busuk ihhh!!!"
"Kau yang kentut kali, ya kali kentutku bau terasi!!!"
"huweekkk diamlah ini sangat bau!!!!"
Elton berlari seraya melirik ke kanan kiri lalu langsung menyerobot masuk ke dalam toilet pria.
Duarr.....
Gempuran angin ****** beliung disertai bebatuan mendarat di dalam closet diiringi dengan nafas lega dari pria yang sejak tadi menahan diri untuk buang hajat.
"Ahhh lega.... kebanyakan makan sambal sih, masakan si Sarah enak juga, tapi perutku minta ampun dah!!" gumam pria itu yang bisa bernafas lega setelah membuang semua sisa sisa makanan itu.
Huweekkk...
"Sial, jadi bau!!!" umpat pria itu.
Saat dia sedang asik buang hajat, dia mendengar percakapan orang-orang yang masuk ke dalam toilet itu juga.
"Hahahha.... aku pasti akan menaklukkan dokter Rania, secara dia adalah gadis paling cantik dan menggoda, lihat saja tubuhnya yang bahenol bak gitar spanyol itu, aku pasti akan mendapatkan nya!" ucap pria itu sembari tertawa puas di dalam kamar mandi.
Elton menyerngitkan keningnya saat mendengar suara itu, bagaimana bisa orang itu membahas tentang pujaan hatinya di dalam toilet?
"Dok apa anda tidak terlalu naif? Dokter Rania itu sulit didapatkan, dia itu sangat dingin!" balas rekannya.
"Cih dingin apanya,dia itu hanya sok jual mahal, di usianya sekarang siapa coba yang mau padanya,dia gadis dengan karir bagus, tentu para pria akan minder dekat dengan nya, belum lagi ternyata dia adalah keturunan Cornelius yang tersohor, kalau pun ada yang mau mendekati nya, hanya aku yang pantas!" jawabnya dengan angkuh.
"Ahh terserah anda prof. Kevin, saya duluan, "
Pria itu terkekeh," Aku pasti akan mendapatkan mainan baru ini, dia sangat menantang, dia sama saja dengan gadis-gadis di luar sana, hanya sedikit menantang karena sifatnya itu, aku pasti akan mendapatkan nya dan menjadikan dia mainanku, hanya sedikit ku sentuh saja dia pasti akan tergoda, membayangkan tubuhnya yang indah itu saja sudah membuatku merasa bergairah, hahahha ini akan menyenangkan!" Ucapnya dengan niat buruk itu.
Professor Kevin, seorang ahli bedah, rekan seangkatan Rania namun beda jurusan itu adalah seorang primadona di kampus mereka dulu. Dia terkenal sebagai playboy yang cerdas dan tampan.
__ADS_1
"Aku Profesor Kevin pasti akan mendapatkan Rania Cornelius, dia akan menemaniku di atas ranjang dan akan...
Prakkkkk.....
Sebuah keramik tempat penyimpanan sabun melayang tepat hampir mengenai kepala pria yang sedang menatap dinding di depan pembuangan air kecil itu.
Kevin tersentak kaget dengan mata melongo menatap apa yang baru saja terjadi, bukan hanya dia, orang yang ada disana juga terkejut bukan main saat mendengar suara pecahan benda keras yang menghantam dinding toilet itu.
Keramik penyimpan sabun itu kini hancur, teronggok begitu saja di atas lantai.
Seorang pria berdiri di samping closet Kevin lalu melirik ke arah aset pribadi profesor itu.
"Cihh kecil seperti ulat bulu saja bangga, beraninya kau bermimpi menjadikan wanitaku sebagai mainan ranjangmu pisang kecil!!!!" Elton yang memakai masker mengeraskan rahangnya dan menyiramkan air ke celana pria di depannya itu.
"Sialan, siapa kau!!!!" pekik Kevin.
Elton tersenyum di balik maskernya," Pemotong pisang kecil bajingan ini!!!" ucap Elton sambil menghantam inti pria itu dengan lututnya.
Bughhh.... Brukk...
"A..akhhh....... siapa kau berengsek!!!" pekik Kevin seraya memegangi pisang kecilnya yang berdenyut karena tendangan keras dari lutut Elton.
Elton mendekatkan wajahnya ke arah Kevin seraya menunduk," Kau tak perlu tau siapa aku, yang jelas aku sudah menghapal wajahmu itu berengsek, setelah ini nikmatilah mimpi buruk terindah seumur hidup mu!!!"
Bughhhh... Bughhhh
Tinju Elton mendarat sempurna di wajah pria yang tengah lengah dan kesakitan itu.
"Sialan kau, kalau saja ku tidak...akhh kalau saja...
"Cihh.... banci sialan, beraninya bermain api denganku!!" kesal Elton sambil beranjak dari sana.
"CK..... Kenapa Rania dikelilingi oleh orang-orang aneh ini, bikin kesal saja!!!" umpat Elton sambil membuka jasnya yang kotor terkena cipratan air dan membuangnya begitu saja ke dalam tempat sampah padahal harganya mencapai puluhan juta rupiah tapi karena terkena setitik air dari pria tadi dia merasa jijik hanya untuk mengenakan benda itu.
(our best doctor Rania)
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗