Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
133


__ADS_3

Cherry tampak duduk melamun di ruangan tengah dengan sapu yang masih dia pegang. Satu hari telah berlalu sejak Grape berangkat ke luar negeri tanpa Cherry antarkan. Pria itu bahkan tak menjelaskan dengan detail kemana dia akan pergi. Hanya mengatakan ada perjalanan bisnis Dan pergi begitu saja tanpa pesan apa apa. Kepergian Grape ini memang benar benar rahasia, bahkan hanya segelintir orang di perusahaan yang tau kalau Presdir mereka pergi.


Grape seorang CEO sekaligus pemilik perusahaan Cornelius Grup adalah seorang Presdir yang ditakuti oleh bawahannya. Kepopuleran nya di masa lalu membuat namanya selalu di atas sebagai seorang pebisnis top nomor satu yang mampu menguasai pasar di tiga benua besar dunia, Benua Eropa, Amerika dan Asia.


Namun setelah kecelakaan besar terjadi dia beru ah menjadi semakin menyeramkan, jarang menunjukkan wajahnya di perusahaan tetapi sekalinya muncul akan membawa bencana besar bagi karyawan. Jika dia muncul secara tiba-tiba di perusahaan akan ada bencana besar. Entah itu karyawan yang dipecat tanpa alasan, pemutusan kontrak secara tiba-tiba, pengusiran secara tidak hormat bahkan sampai dipermalukan di depan umum.


Tak ada yang tau kapan itu akan terjadi, seluruh karyawan dipacu untuk bekerja lebih keras dan profesional agar tidak menimbulkan kerugian bagi perusahaan.


Grape dijuluki sebagai si bom waktu dan malaikat maut, tak ada yang tau kapan dia akan meledak atau mengambil nyawa sasarannya.


Cherry melamun, suaminya tak bisa dihubungi, tiba-tiba dia merindukan Grape padahal baru sehari tak bertemu. Anak-anak dibawa jalan-jalan oleh Philip dan Bella, mereka membawa kedua anak itu agar tak bisa di rumah, Cherry sendiri sudah diajak tapi dia menolak karena moodnya sedang buruk.


Kini rumah itu kosong, hanya dirinya seorang yang tak bekerja. Semuanya memiliki tugas mereka masing-masing.


"Grape kenapa gak bilang apa apa sih? aku kangen tau..." lirih Cherry. Hatinya terasa sepi, Alesha juga tak memberi kabar lagi setelah sebuah pesan masuk ke ponsel ketiga gadis itu membuat mereka berhenti menanyakan posisi gadis itu.


"Aku baik-baik saja, hanya ada sedikit urusan, jika sudah selesai aku akan menemui kalian, maaf ya membuat kalian khawatir," isi pesan Alesha yang dikirim ke grup chat para gadis. Tentu pesan ini ditulis oleh Alesha sendiri dengan bantuan Phineas.


"Aku harus cari kegiatan, kalau begini terus rasanya sangat membosankan," ucapnya.


Cherry menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, tanpa dia ketahui semua aktivitas nya diperhatikan oleh Grape dimana pria itu berada bersama Bian dan Rania saat ini, sedangkan Azura yang hamil muda bersama orangtuanya untuk sementara.


Grape menatap istrinya dari kejauhan, dia tak bisa menjelaskan semuanya secara detail, kepergiannya juga dirahasiakan dari banyak orang. Ada yang sedang dia selesaikan dan persiapkan untuk rumah baru keluarga muda Cornelius yang telah dipulihkan.


"Dia pasti bosan, aku akan mengubungi nya, Biar Asraf yang menemaninya ke perusahaan jika dia mau," gumam Grape yang jelas di dengar oleh Bian dan Rania.


"Kenapa tidak dari kemarin teleponnya Grape, kau ini bikin kesal saja, kasihan dia itu kau tinggal tanpa penjelasan, kalau sampai ngambek kan kau yang berabe!" ketus Rania yang sedang menikmati wine favoritnya, lagi-lagi dia minum sekalipun itu di rumah sakit.

__ADS_1


Bian dengan wajah kesal menarik botol wine yang diminum Rania langsung dari botolnya.


"Kak please, kakak akan jadi seorang aunty jangan minum alkohol lagi, kalau begini terus aku akan bilang kak Elton untuk membatalkan pernikahan kalian!? kakak harus hidup sehat!!" omel Bian sambil menatap Rania dengan tatapan kesal.


"Kak, kakak gak malu sama adik ipar kakak, gak malu sama calon suami kakak? tolong jaga pola hidup sehat kakak, kak Rania itu seorang dokter tapi kenapa selalu minum minuman haram itu, tolong dengarkan kami!" Grape juga ikut mengimbuh dengan nada memohon.


" Kakak sayangi tubuh kakak, kami gak mau terjadi apa apa pada kakak perempuan kesayangan kami, " ucap Bian lagi . Mereka bertiga seolah kembali ke masa lalu, dimana Rania menghajar anak ana yang mengejek Grape dan Bian karena mereka jadi anak yatim piatu..


Gadis itu sejak kecil sudah memiliki nyali yang besar sekalipun dia sangat cengeng apa lagi di hadapan orang terdekatnya.


Pernah sekali saat dia dan kedua adiknya masih remaja, mereka diejek karena tak punya orangtua. Sore harinya terdengar berita di seluruh komplek kalau Rania memukuli semua anak yang menyebabkan kedua adiknya menangis sepulang dari taman bermain. Bukan pukulan biasa, mereka di pukuli dengan kayu bahkan kepala dua anak laki laki sampai bocor karena ulahnya..


Meski demikian dia juga terluka karena anak anak itu membalas pukulannya.


"Iya... iya bawel, gak lagi kok, ini yang terakhir boleh ya!?" bujuk gadis itu dengan mata berkedip kedip.


" CK... dasar posesif!" kesal gadis itu.


Bian dan Grape cuek saja karena Rania sudah aman dari alkohol. Mereka melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.


Grape menghubungi istrinya, dia tak ingin membuat Cherry khawatir berlama-lama.


"Grape... kenapa baru bisa dihubungi!??? aku khawatir, kamu baik kan? sudah makan? kamu dimana sekarang, pekerjaannya sudah selesai? kapan pulang? sama siapa? kamu perginya kok diam diam!??" Cherry yang baru menerima panggilan video dari suaminya langsung memberondong pria itu dengan segudang pertanyaan. Jelas dia khawatir karena Grape pergi diam diam tanpa mengucapkan apa pun.


Grape tersenyum, jujur saja dia sudah sangat merindukan istrinya padahal sehari tak bertemu. Dia tak mengatakan apa pun, bahkan tak menjawab pertanyaan Cherry. Dia hanya terus menatap istrinya dengan tatapan lembut.


"Yang? sayang!? kok gak bicara? " tanya Cherry yang kini duduk di kamar mereka.

__ADS_1


"Aku merindukanmu, sangat rindu, padahal baru sehari gak ketemu, maaf aku gak bisa bilang banyak karena kepergian ku juga rahasia, maaf ya sayang, bukan maksudku membuat kamu sedih," jelas Grape.


"Aku juga kangen banget babe, haihh... habisnya kepergian kami tiba tiba banget, aku sempat sedih, aku takut kamu tersinggung dengan ucapan Sarah kemarin, aku takut kamu marah makanya tiba-tiba diam begitu," jelas Cherry.


"Ngga marah sayang, mana bisa aku marah sama kamu, ini aja udah kangen berat, kamu sendirian di rumah?" tanya Grape seolah dia tak tau.


"iya, anak-anak ikut kak Philip, yang lain kerja terus, kak Elton dan Kak Phineas juga belum pulang, kak Rania katanya lagi sibuk di rumah sakit, aku sedikit kesepian disini, rumah kosong, kamu jauh rasanya sedih," lirih gadis itu.


"Tenang sayang, kamu mau gak jalan-jalan ke perusahaan kita? aku akan suruh Asraf ajudanku membawamu, siap siap saja di rumah, mereka akan menjemput kamu, sekaligus kamu pelajari sistem di perusahaan kita, " ucap Grape.


"Perusahaan!? ehh kamu punya!?" celetuk Cherry.


"Ya ampun sayang kamu kemana selama ini!??"


"Heheh ya habis kamu jarang bahas sih, aku jadi penasaran, suamiku ini sekaya apa!?" ucapnya sambil terkekeh.


"Semua itu uang kamu, toh kamu yang pegang semua, ahh aku juga punya misi buat kamu!" ucap Grape dengan senyuman licik di wajahnya.


"Misi!?"


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2