
2 tahun Kemudian,
Dua tahun telah berlalu sejak penugasan Sarah dan kecelakaan besar yang dialami Dante. Banyak hal yang berubah.
Keluarga bahagia dari kumpulan itu pun telah memiliki rumah mereka masing-masing.
Cherry dan Grape dikarunia seorang putri yang sangat cantik dan seorang putra yang begitu mirip dengan paras Grape. Yap, pasangan ini dikaruniai sepasang anak kembar yang sangat menggemaskan.
Alvaro menjadi seorang kakak yang sangat bertanggung jawab terhadap ketiga adiknya sedangkan Hansel jadi adik sekaligus kakak yang jahil sama persis seperti pamannya, Philip.
Keluarga Philip dan Bella juga sudah dikaruniai momongan yang usia anak laki laki mereka berbeda tiga bulan dengan usia si kembar Cornelius.
Philip dan keluarga kecilnya tinggal bersebrangan dengan keluarga muda Cornelius, dimana Alesha juga tinggal disana.
Phineas Dan Alesha belum meresmikan hubungan mereka dalam dunia pernikahan, menurut keduanya ini terlalu cepat, mereka ingin menjalin hubungan yang lebih lama sebelum mengikat diri dalam janji suci pernikahan.
Elton dan Rania sudah menikah, kini mereka menetap di London tepatnya di kerajaan keluar besar Alchemis sebagai penerus dan mengembalikan nama keluarga besar itu.
Mereka sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka. Rania lebih sehat dan bugar, tak ada lagi tumor yang menyerang dirinya, dan kini dia mengandung anak pertamanya setelah pernikahan satu setengah tahun.
Usia kandungannya menginjak usia 3 bulan, kabar kehamilan Ini sangat dinantikan oleh semua keluarga. Dia dan Elton berencana kembali ke Indonesia setelah usia kehamilannya lebih kuat dan stabil, Rania lebih nyaman bersama keluarga besarnya di Indonesia daripada harus hidup di negeri orang begitupun dengan Elton.
Bian dan Azura juga tinggal di kota itu, Bian disibukkan dengan kegiatan bersama putra kecilnya di masa sang istri harus mengikuti tugas dinas selama enam bulan, dan sudah berjalan tiga bulan.
Pahit dan manis mereka lalui bersama, semuanya hidup dengan bahagia sekalipun kerikil dan duri yang tajam berkali kali menggempur mereka. Tetapi semua dilewati dengan begitu mulus.
" Sayang dasi dan ikat pinggangku dimana!???" teriakan panik di pagi hari yang sudah jadi makanan sehari-hari Cherry kembali menggema di seluruh komplek perumahan tempat tinggal mereka.
Cherry yang sedang menyuapi si kembar bersama Alvaro memutar malas kedua bola matanya kala alarm dari sang suami terdengar.
" Ya Ampun, Daddy kenapa tidak bisa jaga barang sih!??? ARHHHH..... " Cherry menghela nafas kesal.
" Bukannya kau letakkan di atas meja kerjamu, lihat disitu!!!" teriak Cherry.
Alvaro menatap Mommynya sambil terkekeh, setiap pagi dia akan mendengar drama pasangan yang selalu romantis itu.
" Mom bantu Daddy saja, biar Abang yang kasih makan Max dan Irene, Daddy sepertinya butuh bantuan mom lagi hahhahaha...." ucap anak itu sambil tertawa geli.
" Haihhh... Memang ya bapakmu ini ada ada kerjaannya, bikin naik gula darah Mommy saja, Minta tolong ya sayang kasih makan adik adikmu," ucap Cherry.
__ADS_1
" Siap Mommy!" jawab Alvaro dengan penuh semangat.
" ciap... Mom... heheh...." Suara dua bocah kecil menggemaskan yang mulai bisa meniru percakapan orang dewasa itu terdengar menggemaskan. Keduanya berceloteh ria jika di dekat Alvaro yang sangat lembut dan penuh perhatian dan akan terus menangis jika di dekat si jahil Hansel yang sekarang sedang nangkring di rumah Philip dan Bella, tidur semalaman disana sampai lupa pulang ke rumah sendiri, anak ini benar benar berbeda dengan Alvaro.
"Adik-adik kakak makan yang banyak ya sayang, supaya cepat besar dan kita sama sama bantuin Mommy urus rumah, kasihan Mommy setiap hari harus jagain kita, capek, kadang Mom gak tidur kalau kita sampai sakit, Abang harap kalian cepat besar dan jadi anak yang penurut pada Mom dan Daddy," ucap anak itu sambil mengusap lembut wajah si kembar.
" Cayang Mommy....
"cayang Daddy, Cayang Abang huwahhh....hehehe......
Celotehan kedua bocah itu membuat senyuman di wajah Alvaro tak pernah lekang. Beruntung anak anak sedang libur panjang kenaikan semester, sehingga Alvaro bisa membantu Mommynya mengurus si kembar.
Sementara itu, Cherry melangkah dengan cepat menuju kamar utama dimana suaminya yang teledor sedang bergelut dengan semua barang di dalam kamar itu.
" Sayang gak ada!!!!" teriakan Grape kembali menggelegar dari dalam ruangan kamar mereka.
Cherry menghela nafas, suaminya selalu saja kehilangan barang barang kecil yang biasa dia pakai.
"Kalau ada gimana hhmm... belum di cari juga!!!" Cherry masuk ke dalam.kamar dan berjalan menuju meja kerja pria itu.
" Ini apa sayang!??? ini apa?? tali jemuran!???" Cherry mengangkat dari dan tali pinggang pria itu sambil menatap Grape yang mencarinya di dalam kamar mandi.
Melihat wajah kesal istrinya, Grape langsung memeluk Cherry yang hanya mengenakan daster, belum mandi, belum makan dan masih berantakan karena mengurus anak anak.
"Lain kali jangan begitu, letakkan barangmu di tempat yang sama," ucap Cherry sambil menghela nafas lelah. Jelas saja lelah, dia adalah seorang ibu yang super perfeksionis, makanan untuk keluarga harus dia siapkan sebaik mungkin dan terpenuhi kebutuhan gizinya, rumah harus selalu bersih dan dia mengecek setiap pekerjaan para pelayan.
Tangan kekar Grape memeluk istrinya dari belakang, dia bersyukur memiliki istri eyang sabar seperti Cherry. Padahal wanita itu cukup lelah, selain mengurus anak anak, dia juga memiliki usaha sendiri yang dia bangun bersama Alesha.
" Mom pasti capek kan??? kenapa gak pakai baby sister saja sayang? kamu pasti kelelahan," Tanya Grape. Dagunya yang kuat dia tumpukan di ceruk leher istrinya.
"Nggak sayang, aku gak bisa mempercayakan perawatan anak anak kita pada orang lain, aku takut," jawab wanita itu.
" Apa aku kelihatan jelek ya sekarang? kantung mata, kulit kering, rambut berantakan, belum mandi, aku jelek ya???" Tanya Cherry dengan nada sedih.
sejak kelahiran bayi kembarnya, Cherry jarang memakai make up, dia hanya sekedar memoles wajah dengan pelembab dan sedikit pelembab bibir, tapi itu tidak mengurangi kecantikan nyonya muda Cornelius.
" Cantik atau jeleknya kamu tanggung jawab aku, yang aku lihat itu hati Mommy yang tulus mengatur Keluarga kita, maaf ya aku membuatmu kesusahan," Grape membalik tubuh istrinya dan membuat mereka saling berhadapan.
Tangannya mengusap lembut wajah sang istri," Hari ini kita jalan berdua ya sayang, kamu siap siap, biar anak-anak Alesha yang jaga, Phineas juga akan datang nanti," ucap Grape.
__ADS_1
" Benarkah!?? boleh!??" mata wanita itu berbinar binar, Grape mengangguk sambil tersenyum.
" Wahhh asyik!!!!" Seru Cherry sambil melonjak kegirangan.
" Tapi...." tiba-tiba Cherry berhenti.
" Tapi kenapa sayang??" tanya Grape sambil menatap istrinya dengan tatapan yang dalam.
" Hari ini kita ke tempat itu kan? ini hari peringatannya, apa kamu lupa??" Tanya Cherry.
" Ahhh aku lupa, Tidak terasa ya sudah dua tahun berlalu sejak kejadian itu... Sarah juga belum pulang," ucap Grape.
" Jangan bahas tentang Sarah jika bertemu nanti, aku tidak mau membuat acara itu jadi suram," balas Cherry.
" Tapi, bukannya Sarah berhak tau sayang?
" Aku tau Sayang, tapi ini bukan waktu yang tepat, peringatan kematian ini akan mengulang luka yang sama, siapa sangka kejadian itu akan datang," ujar Cherry sambil menghela nafas berat.
" hmmm.. baiklah Mommy.. tapi sekarang aku ingin mandi bersama Mommy dulu!!!!" seru Grape yang tiba-tiba melepaskan baju yang dia pakai dan langsung mengangkat Cherry menuju kamar mandi.
" Sayang.... bukannya kamu mau berangkat kerja!???"
"Hari ini aku nggak masuk sayang, demi Semangka yang sudah berubah jadi melon besar ini hahhahahahah.... ummahhh... mandi dulu sayang.....
" Kyaakkk... dasar mesum kamu, semalam udah masa pagi juga!???" teriak Cherry.
" Sssthhh kamu juga suka kan sayang?" goda Grape seraya mengedipkan sebelah matanya.
" Pelan pelan sayang!!!!"
" Akan kubuat kau melayang baby jhahahhahaha......
.
.
.
like, vote dan komen
__ADS_1