Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
140


__ADS_3


Asraf membawa Cherry, nyonya mudanya menuju sebuah butik terkenal langganan keluarga Cornelius asli maupun palsu. Mereka yang mengurus semua penampilan anak anak Cornelius karena pemilik butik itu adalah junior mendiang ayah Grape saat kuliah dulu. Mereka berhubungan baik bahkan menjadi Mak comblang ayah dan ibu Grape di masa lalu.


Asraf membiakkan pintu pada Cherry," Silahkan nyonya," ucapnya sambil membungkuk, hal wajib yang harus dia lakukan pada istri majikannya.


"Termasuk kak Asraf," ucap Cherry sambil tersenyum dan menutup pintu untuk dirinya sendiri.


"Waah kenapa kita kesini? apa kantornya disini? kan gak mungkin? mau ngapain sih kak? Mau milih gaun atau baju buat siapa? disini mahal mahal loh, mau apa coba!??" cerocos Cherry tanpa canggung dan segan dengan Asraf.


Asraf tersenyum simpul melita tingkah polos nyonya mudanya itu. Kali ini dia sangat menyetujui pilihan tuan mudanya.


"Kita akan memilih pakaian untuk nyonya muda, silahkan masuk nyonya, tuan muda sudah mempersiapkan semuanya di dalam, Anda tinggal menikmatinya ," ucap Asraf .


"Ummm..? " Cherry menatap Asraf dengan jari telunjuk yang bertaluh di dagunya.


"Harusnya ajak yang lain, masa iya aku sendiri, aku telpon yang lain deh, biar seru pagi anak anak, pasti banyak yang cocok buat mereka!"ucap Cherry sambil mengeluarkan ponselnya.


"Nyonya muda, untuk sekarang jangan dulu, Saya mohon bantu pekerjaan kami, jika tidak, tuan muda akan mempersulit kami nyonya," jelas Asraf dengan sopa.


Cherry menatap mereka, "kasihan juga kalau gara gara aku mereka dimarahi, ya sudah deh ikuti saja," batin Cherry.


"Baiklah kak, tapi ada syaratnya jangan panggil saku nyonya, panggil namaku saja !" ucap gadis itu.


Bukannya menurut, Asraf malah langsung berlutut di hadapan Cherry sampai membuat beberapa orang salah sangka kalau seorang pria sedang melamar kekasihnya di depan butik.


"Wahh romantis ya, ngelamar di depan butik mahal mana pakai pengawal lagi!" orang yang lewat berbisik-bisik melihat mereka.


Cherry yang panik langsung menarik tangan Asraf dan membawa pria itu masuk ke dalam butik sambil mengomel.


"Apa apaan sih Kak, masa kakak sampai duduk begitu ngeselin banget tau, emangnya kalian itu bawahanku!? memangnya kalian itu orang rendah Jang begitu!!" kesal Cherry. Gadis itu malah mengomeli mereka di dalam butik.


"Bukannya memang begitu nyonya, kami sangat senang karena anda adalah nyonya kami, oleh karena itu kami tak ingin melakukan kesalahan!" jelas Asraf.


Pukk...


Cherry menepuk jidatnya sendiri, dia tak paham dengan jalan pikiran orang orang dihadapannya gitu.

__ADS_1


"Dasar dungu!!" Ejek Cherry seraya menjulurkan lidahnya sambil melemparkan tatapan mengejek pada mereka.


"Kau gak seru, kaku banget, istrimu pasti sering marah marah karena sifatmu ini, grrhhh ngeselin tauuuu...." gerutu Cherry seraya berjalan kesana kemari dengan wajah kesal.


"Maafkan kami nyonya!" ucap Asraf yang diikuti oleh semua pengawal.


"Ya Ampun kalian itu manusia apa robot, jangan kaku, santailah sedikit, jika tidak aku akan mengatakan pada tuan kalian kalau aku merasa tersiksa dengan wajah muram kalian itu!!!" tegas Cherry. Sudah beberapa kali dikatakan agar tidak terlalu formal. Jujur saja Cherry merasa tidak senang dengan semua pelayanan itu.


" baik nyonya, akan kami usahakan," ucap Asraf masih dengan nada formal.


Cherry memutar malas kedua bola matanya. Dia geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka,"Dasar aneh, terserah lah!" ucap gadis itu sambil menghela nafas.


Tiba-tiba seorang wanita cantik nan rupawan menghampiri mereka dengan wajah terkejut saat melihat para pengawal khusus pilihan dan ajudan Grape dimarahi habis habisan oleh seorang gadis . Yang bisa melakukan itu hanya Grape seorang saja tetapi kini ada seorang lagi yang melakukan hal yang sama pada orang-orang itu.


"Wahh Asraf, sepertinya ada lagi yang bisa menjatuhkan harga dirimu yang setinggi langit itu ya, hahahah..... lucu sekali tim Alpha dan seorang Ajudan hebat ini dimarahi oleh gadis kecil hahahhaha...... rasakan kau hahahah... " Wanita cantik dengan blanket yang menutupi perutnya itu tertawa cekikikan melihat Asraf dimarahi.


Sontak mereka menoleh dan melihat siapa yang menertawakan mereka.


"Helena, kenapa kau yang keluar!? kau sedang hamil,.jangan banyak bergerak, dimana manager mu? kenapa kau yang bekerja!? kan sudah ku...


"Sssthhh dasar cerewet, " kesal wanita itu sambil meletakkan satu jarinya di bibir Asraf. Jelas terlihat cincin pernikahan yang senada dengan milik Asraf tersemat di jari manis wanita itu.


"Ahh aduh maaf nyonya muda, " Helena melepas blanket lalu mengapa Cherry. Tampaklah perutnya yang sudah membesar di kehamilannya yang ke enam bulan, namun auranya sangat kuat.


"Saya Helena, pengurus toko ini, saya dipercayakan oleh tuan muda untuk mengurus anda, " ucap Helena sambil membungkuk hormat menatap Cherry.


"Aduhh... kok tiba-tiba pengen nyonya muda pegang perutku ya? nak pliss deh kamu jangan minta yang aneh aneh sayang, dia itu majikan kita, Mama nggak mungkin bilang kalau kamu pengen si elus, malu tau...." batin Helena seraya mengusap perutnya yang bergerak ketika melihat Cherry pertama kali.


Melihat perut besar wanita itu, Cherry langsung tersenyum," Halo kak Helena, aku Cherry senang bertemu denganmu, dan..." Cherry menatap Helena dengan mata berbinar-binar.


Helena terkejut dengan tingkah Cherry yang dia pikir akan jadi seorang nyonya baru yang arogan. Dia melirik suaminya, Asraf hanya terkikik geli minat wajah Helena yang kebingungan.


"Ummmm..... kak bo...boleh ku sentuh??" tanya Cherry sambil memandangi perut buncit Helena. Mendengar hal itu, hati Helena berbunga-bunga karena sejak melihat kedatangan mereka, Helena ingin sekali gadis itu menyentuh perutnya padahal tak ada yang bisa melakukan hal itu selain Asraf suaminya. Bahkan ibu dan mertuanya sendiri dilarang mengusap perutnya karena Helena bisa mual muntah jika itu terjadi.


" Baiklah!!!" seru Helena dengan wajah sumringah. Asraf saja sampai terkejut melihat istrinya berubah secepat itu. Helena adalah tipe wanita yang sulit didekati, tetapi aura Cherry membuat wanita itu senang.


Cherry tersenyum bahagia, dia duduk berlutut lalu pelan pelan mengusap perut buncit wanita itu dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


"Waahhh.. besar sekali hahaha.... siapa namanya kak?" tanya Cherry.


"Kami menyebutnya Baby Lili, dia seorang perempuan, usianya sudah menginjak 27 Minggu, "jelas Helena.


Cherry tersenyum, dia mengusap perut itu dan tiba-tiba....


dug... dug...


" Wahhhh... dia bergerak!!!!" ucap Cherry dengan wajah berbinar-binar.


"Baby Lili senang bertemu anda Nyonya, dia tak per ah seperti ini pada orang lain, hany pada saya dan Asraf saja, bahkan ibu dan mertua saya saja tak digubris hahahah..." Helena tertawa.


"Hello Baby Lili, senang bertemu denganmu, tumbuh yang baik ya, sebentar lagi kita akan bertemu, kamu pasti cantik seperti ibumu tapi jangan kaku seperti ayahmu ya, gak baik !" Celetuk Cherry seraya melirik Asraf pria kaku itu.


Asraf hanya tersenyum simpul sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Nyonya seperti nya kita harus cepat, bukankah lebih baik anda ganti pakaian dahulu?" usul Asraf.


"Ohh iya, hampir lupa, ya sudah ayo!!" ucap Cherry.


"Ikuti saya nyonya, semua sudah saya siapkan!" ucap Helena.


"No, kakak duduk saja, melihat perut besar kakak aku terasa sesak, kakak duduk di ruang tunggu biar aku memakai yang sudah kakak siapkan, disini kan?" tanya Cherry.


Helena mengangguk," iya nyonya, pelayan akan membantu anda," ucap Helena.


Cherry mengangguk, dia cepat-cepat masuk bersama beberapa pelayan untuk mencoba pakaian yang akan dikenakannya.


Helena dan Asraf duduk di ruang tunggu, wanita itu menatap suaminya," Babe, dia persis seperti yang kita harapkan, bahkan baby Lili menyukainya," ucap Helena.


" Kamu benar sayang, dia orang yang tepat, bukan seperti tikus curut sialan yang menggerogoti dan menghancurkan kehidupan tuan muda, akan kupastikan dia hancur karena ulahnya!" ucap Asraf.


Helena menggenggam tangan suaminya," Tapi jangan sampai terluka, kita jaga saja nyonya muda, dia orang yang baik dan humble, kehidupan keluarga Cornelius yang bahagia telah dimulai," ucap Helena.



__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2