
Seluruh mata kini tertuju pada Elton yang tampak kesal dan marah saat melihat foto yang dikirim Sarah 20 menit lalu. Saking fokus dengan rengekannya dia tak mendengar pesan masuk ke dalam ponselnya yang di beri casing kadal biru itu, sesuai dengan julukannya.
"Ada apa kak!?" Cherry menghampiri Elton.
"Ini, Rania pergi ke hotel bareng pria sialan itu, arhhh kenapa dia malah mengikuti semua kunyuk kampret bau upil itu sih!!!" gerutu Elton sambil mengerutkan wajahnya.
"Kak ada anak-anak jangan bicara kasar," Tegus Cherry seraya melirik anak anak yang dialihkan perhatiannya oleh Grape yang sudah jelas tau mulut Elton itu tidak punya rem.
"Maaf, CK... gadis bodoh ini, kenapa dia mau diajak kesana,bikin khawatir saja!" kesal Elton sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah persis seperti sarang burung itu. Wajahnya just dan masih kemerah-merahan karena efek alkohol yang belum hilang sepenuhnya tapi kesadarannya sudah pulih.
"Apa Kevin sialan itu belum paham dengan peringatan yang kulakukan pada perusahaan keluarganya!? harus kah ku hancurkan perusahaan semut itu sekarang juga!!!" geram Elton seraya mengeraskan rahangnya.
Sementara itu, Rania dan Kevin sedang menikmati makan malam mereka di restoran mewah dari hotel bintang lima yang mereka masuki beberapa.menit yang lalu.
alunan musik nan inda dan merdu terdengar begitu lembut di telinga pada pengunjung hotel itu. Semuanya menikmati makan malam yang elegan dan mahal.Tentu saja untuk bisa makan malam di salah satu hotel terbesar di dunia itu harus merogoh kocek yang tak sedikit.
Namun obsesi Kevin tak mengalahkan niatnya untuk memiliki Rania meski dia harus mengeluarkan banyak uang. baginya itu akan jadi pengorbanan yang setimpal bahkan sebuah keuntungan besar jika dia berhasil memiliki Rania seutuhnya meski dengan cara yang keji dan licik.Apa pun akan dia lakukan untuk menggaet anak perempuan pertama dari keluarga Cornelius yang tersohor itu.
"Nikmatilah, makanan disini sangat enak dan mahal, aku menyiapkan semuanya khusus untukmu," ucap Kevin seraya menatap Rania dengan senyum manisnya.
Rania tersenyum lembut, gadis itu emang sangat menyukai segala sesuatu yang mewah walaupun dia tidak tergila-gila akan benda benda mahal itu.
"wahh ini dimasak medium kan?" tanya Rania sambil menatap steak daging sapi termahal itu.
"Tentu saja, sesuai selera kita," ucap Kevin dengan percaya diri.
"Cobalah," ucap Kevin sambil tersenyum.
Rania tersenyum, lagi lagi sama melihat steak, dia teringat dengan momen dimana Elton mengajaknya makan malam bersama setelah pulang dari rumah sakit.
Elton selalu memilihkan tempat duduk di dekat jendela berbeda dengan Kevin yang membawa Rania di tengah tengah Restoran. Rania bukan tipe yang suka keramaian saat makan oleh karena itu Elton selalu dengan peka membawanya ke tempat yang tenang.
__ADS_1
Selain itu, jika makan bersama Elton, Rania sama sekali tida diperbolehkan memotong dagingnya sendiri. Elton akan melakukannya untuk Rania, memotong steak itu kecil kecil lalu memberikannya pada Rania. Menuangkan minum, membuka penutup botol cola, membersihkan sisa makana yang Rania tak habiskan lalu membayar bill.
Memang hanya sebuah perhatian kecil, namun sanga berarti dan membuat Rania semakin merindukan pria gila dan jenaka dengan segala tingkah konyolnya itu.
"hhh... ternyata dia sangat perhatian," gumam Rania sambil memotong sendiri steak yang ada di depannya.
alunan musik yang indah membuat suasana di dalam restoran itu semakin romantis, belum lagi wangi masakan dari setiap menu yang dipesan berhasil menggugah selera semua yang menikmati makan di hotel bintang lima itu.
Selesai makan menu utama, mereka dihidangkan dessert berupa cup cake manis dan lembut dengan krim sus di atasnya, memanjakan lidah pada penikmat makanan penutup yang manis dan lembut. Membuat semuanya semakin sempurna.
"Wahhh ini sangat memuaskan, tak salah restoran ini diberi label bintang lima, selain karena pamor hotel nya juga karena masakan dan pelayanannya yang benar benar berkualitas!" celetuk Rania dengan wajah puas.
Benar pepatah mengatakan 'jika perut kenyang maka hati pun senang,' kalimat itu seolah menjadi slogan dalam restoran ini. Makanan enak dan berkualitas dengan rasa yang pecah di mulut bukan hanya sekedar sekali lewat di mulut tetapi juga membuat penikmatnya kenyang dan puas .
"Aku kan memang pintar memilih tempat, ya sudah ayo ikut aku, ada kejutan untukmu," ucap Kevin yang langsung berdiri dan menarik tangan Rania padahal gadis itu belum selesai dengan dessert nya yang manis.
"Tapi itu belum selesai!" ucap Rania.
"Nanti kita beli lagi, ayo cepat!" ucapnya dengan nada memerintah.
Kevin dengan langkah cepat tanpa mempedulikan Rania yang kesakitan dengan high heels nya berjalan terburu-buru menuju lift.
Mereka naik ke lantai 10 hotel itu.
"Mau kemana?" tanya Rania heran.
"Ada, aku akan memberimu pelayanan yang memuaskan," bisik Kevin seraya mengusap punggung Rania dengan niat busuknya yang sudah dia tahan sejak tadi.
Plakk...
"Apa apaan kau!!!"ucap Rania, tak ada orang lain di dalam lift itu, hanya mereka berdua.
__ADS_1
"Hahahah... kau mudah sekali tertipu, kau pikir aku akan melakukan apa Rania hahahahahha...." tiba tiba Kevin menjauh dan tertawa terbahak-bahak melihat wajah panik Rania.
haahh.....
Hela nafas Rania terdengar, " kupikir kau mau jadi pria bajingan, dasar orang gila ini, kau hampir membuatku serangan jantung!" kesal Rania.
Kevin terkekeh, namun di dalam hatinya dia sudah menahan hasrat gila yang sangat menggebu-gebu.
" kau terlalu menggoda Rania, sampai aku tak bisa menahan diriku untuk memakanmu, ahhh sialan hampir saja aku ketahuan, kalau saja tak ada kamera disini aku sudah menikmati mu!" batin Kevin.
Ting....
Lift tiba di lantai sepuluh. Mereka berdua keluar dari sana dan Kevin lagi-lagi menarik Rania menuju salah satu kamar hotel itu.
"Kita mau kemana sih?! ini kamar hotel!?" tanya Rania.
"Ada yang mau kutunjukkan, ini sesuatu yang sangat kamu sukai!" ucap Kevin sambil membuka pintu kamar hotel itu.
"Yang sangat aku sukai??" tanya Rania heran.
" Anggur dari tahun 1903!!" ucap Kevin yang langsung membuat mata Rania si penikmat anggur membulat sempurna dengan rahangnya terjatuh ke bawah tak menyangka dengan apa yang diucapkan oleh Kevin.
"Wahh benarkah!? dapat dari mana!!!" seru Rania dengan penuh semangat sambil melangkah masuk ke dalam kamar itu tanpa curiga apa pun.
Kevin tersenyum menyeringai, dia masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar rapat-rapat . Melangkahkan kakinya masuk mengikuti Rania yang sudah berdiri di depan meja dengan menatap anggur tua yang sangat nikmat rasanya.
"Kena kau!!" batin Kevin dengan senyum kemenangan.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗