
Hati mereka terenyuh dengan keadaan ini. Bagaimana seorang anak kecil bisa begitu waspada, ketakutan akan dibuang dan. disingkirkan seperti dulu.
Cherry menatap anak itu, dia menangis sambil mengusap wajah Alvaro yang ketakutan.
"Jangan takut sayang hiks hiks hiks.... kamu membuat kami sedih sayang.... kami gak mau anak anak kami merasa terancam atau ketakutan, gak ada yang mau buang kalian sayang, kami semua menyayangi kalian berdua, jangan begini, Kamu membuat Mom takut..." ucap Cherry sambil menangis sesenggukan.
Rania dan Azura yang tadinya sudah berhenti bersedih malah kembali menangis melihat tingkah Alvaro yang selalu waspada..Sejak mereka bertemu anak itu, dia selalu bertindak hati hati seolah semua tindakan nya harus benar dan baik agar dia tidak dibuang.
"A...Abang... ttta..takut..." ucap anak itu dengan suara gugup dan tubuh gemetar. Bayang-bayang ketika dia dan Hansel dibuang masih teringat jelas di memorinya.
Cherry menggelengkan kepalanya, dia mengusap wajah Alvaro yang menangis sesenggukan.
"Jangan takut, kamu gak perlu seperti itu, kamu bebas melakukan apa pun sayang, kamu harus jadi dirimu sendiri, kamu bukan burung dalam sangkar atau bawahan yang harus bersikap baik dan menuruti permintaan atasannya, kamu adalah anak kami, mulai hari ini Alvaro dan Hansel...." Gadis itu menatap Kedua bergantian lalu menatap suaminya.
Grape tersenyum lalu mengangguk, mereka telah membicarakan hal ini sebelumnya. Bahkan bersama yang lain telah mereka bahas mengenai status anak anak itu di rumah mereka. Keduanya akan diadopsi secara resmi sebagai anak angkat Grape dan Cherry dan mereka akan menyandang nama Cornelius sebagai nama keluarga mereka mula saat ini.
"Lakukanlah," ucap Grape yang dibalas anggukan kepala oleh Cherry.
"Abang dan Hansel adalah anak anak Mommy Cherry dan Daddy Grape, mulai hari ini kalian akan menyandang nama Cornelius di belakang nama kalian, dan kalian akan menjadi tanggung jawab Mom dan Daddy, gak akan ada yang buang kalian, gak akan ada yang menyiksa Kalian, mulai hari ini Mom janjikan kalau kalian akan jadi anak paling bahagia di dunia ini, jadi jangan menangis ya sayang, jangan takut lagi, kamu adalah anak Mom dan Daddy mulai saat ini!" ucap Cherry sambil menatap anak itu dengan penuh kasih sayang.
Alvaro terdiam sambil mencerna semua yang diucapkan oleh Cherry. Dia menatap mereka dengan tatapan tak percaya, baru kali ini ada orang yang menerima mereka bahkan mengangkat mereka sebagai anak angkat di keluarga itu.
"A..apa benar?" tanya anak itu pelan dengan suara lembut dan sedikit serak karena menangis.
Cherry dan Grape mengangguk," Benar sayang," ucap mereka berdua serentak.
Mendengar itu, sontak Alvaro menghamburkan pelukannya pada Cherry dan menangis sesenggukan dalam pelukan gadis itu. Dia memeluk Cherry dengan begitu erat. Rasanya begitu bahagia saat mendengar berita ini. Dia punya orangtua sekarang, belum lagi orangtua barunya adalah orang orang yang sangat dia sayangi.
"Huwaaaaa..... hiks hiks hiks..... aa..Abang Abang bahagia!!!" lirih anak itu. Dia menangis sesenggukan dengan air mata yang begitu deras.
Cherry turut menangis, yang lain juga demikian. Mereka terharu melihat bagaimana Alvaro begitu bahagia, bajakan pelukannya begitu erat.
"Yeaaaayyyy... mimpi hancel terwujud, hancel punya Mommy dan Daddy yeyeyye hahahhaha yeyeyey senang sekayiii!!!!! huwaaaaa Ada banyak Mommy ada banyak Daddy yeyeyye.... " seru anak itu. Hansel berteriak kegirangan sambil memeluk Philip dan mengecup pipi pria itu dengan hati yang gembira.
Hati Philip bagai dilelehkan, rasanya sangat bahagia hanya karena menerima kecupan dari anak ayam mereka itu.
__ADS_1
"Call me Daddy Philip Son, kamu juga akan jadi anak Daddy!" ucapnya sambil memeluk Hansel.
"hu UMM.. jadi Mommynya ciapa? apa aunty cantik yang suka omel omel Daddy Philip!?" celetuk anak itu sambil menaruh jari jarinya di depan dagu seraya berpikir membayangkan Bella sebagai mommy nya.
"eh... ma..masalah itu nanti saja sayang, jodoh Daddy belum menetas," ucapnya mengelak.
"Ummm? jodoh Daddy ayam juga ya? Daddy nanas jodoh Daddy ciapa!?? kalau Daddy putih pasti Mommy dokter celewet iya kan!!" celetuk bocah itu.
Elton dan Rania yang masih dalam posisi berpelukan sontak terkejut dengan ucapan bocah Lima tahun itu. Segera mereka melepaskan pelukan mereka dan melihat ke arah lain.
"Cih... siapa juga yang mau sama Pembuat onar, dasar radio rusak rusak!!!" ejek Rania.
"Ehh Mak lampir, Lo pikir gue Sudi sama Lo, jijay lah... masa iya gue yang tampan paripurna sejagad raya ini jadi pasangan Mak lampir, mimpi apa gue huh..." ketus Elton sambil melemparkan tatapan ejekan padan Rania.
Mendengar itu membuat Rania turut kesal," idih amit amit dah gue mau sama ondel ondel ronggeng kayak Lo, " gerutu gadis itu.
"CK..CK..CK... kalau udah begini pasti bakalan jodoh, kita tinggal nunggu tanggal nikahnya doang kak, setelah ini kita harus menggelegar pernikahan!" celetuk Bian sambil terkekeh melihat kedua orang itu selalu saling menyerang dan menolak satu sama lain.
"Pftth bwahahhahahaha... benar kata katamu Bian, mereka ini pasti akan berjodoh ahahahahahha..... aku yakin!!!" Grape tertawa terbahak bahak mendengar ucapan adiknya.
"Tidak akan!" tolak Rania dengan tegas sambil mengembang-kempiskan kedua pipinya .
Elton menatap Rania dengan tatapan jahil, dia menarik gadis itu lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang Rania dan menatapnya sambil tersenyum nakal.
"Emm? kenapa menolak baby? apa kau tidak mau dengan pria tampan seperti aku? ayolah jangan jual mahal!" bisik Elton seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Ckk...bodoh!" kesal Rania sambil memukul kepala Elton dan melepaskan tangan pria itu dari pinggang nya.
"Disini ada anak anak kau tidak boleh!" kesalnya sambil beranjak dari sana dengan langkah cepat dan wajah malu.
"Ehh... jadi kalau tidak ada anak anak aku boleh melakukan lebih dari itu!?? Rania!? apa boleh!?" teriak Elton yang sangat senang menggoda gadis itu.
Pletak...
"Gimana sih, udah dibilang anak anak lihat!" kali ini Phineas ikut kesal, dia memukul punggung pria itu dan berbisik di telinga nya.
__ADS_1
"Eh hahahah ya..ya maaf, kan kalian yang mulai, hahaha kau mengejar jodoh ku dulu!" celetuk Hansel sambil tersenyum sumringah..Jika orang melihat mungkin dia terlihat bercanda tetapi bagi sahabat-sahabat nya, mereka tau kalah Elton telah menentukan siapa yang akan menjadi pendampingnya.
"Grape selamat mendapatkan kakak ipar sekaligus calon suami untuk kakakmu!" bisik Phineas.
"Hahahah aku tau... " ucap Grape.
"Wahh mereka itu selaku saja berkelahi ya, gak pernah akur, gimana mau jodoh coba," ucap Azura.
"Kita lihat saja sayang, mungkin mereka memang berjodoh," ucap Bian sambil tersenyum.
Cherry menatap mereka sambil menggendong Alvaro.
"Gimana, sekarang Abang bisa kan panggil Mommy dan Daddy?" tanya Cherry.
Anak itu mengangguk dengan senyum bahagia secerah sinar mentari dan seindah bunga di taman.
"emm.. Mo..Mommy and Daddy!!" ucap ya dengan penuh semangat lalu sedetik kemudian dia menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Cherry.
"Apa tadi nak? Daddy gak dengar tuh" ucap Grape .
"Mommy and Daddy!!" ucap anak itu lagi dengan wajah malu malu.
"Apa sayang? kurang jelas!!" ucap Grape lagi dengan wajah jahil.
"Mommy and Daddy haha... udah Daddy, maluuu...." ucapnya sambil menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Cherry.
"Hahahahhaha......
Mereka semua tertawa bahagia di depan makam kedua orangtua Cornelius. Seolah sedang menunjukkan kalau mereka hidup baik baik saja meskipun tanpa mereka.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗