
Mendengar cerita Phineas tentu saja membuat pasangan suami istri itu tertawa terbahak-bahak dengan kejadian yang dialami oleh Phineas. Ternyata pria berwajah dingin itu juga bisa mengalami hal hal seperti itu.
“ Kupikir tadi darah sungguhan kak,” ucap Cherry .
Phineas menepuk kepala Cherry sambil tersenyum,” aku tidak selemah itu adikku sayang, aku ini kuat tidak seperti yang kau pikirkan,” ucap Phineas dengan senyuman sumringah yang hanya bisa dia tunjukan di depan orang orang terdekatnya.
“ wahh kau jadi banyak tersenyum di depan istriku, aku takut kau malah menikungku nanti,” celetuk Grape sambil memicingkan matanya menatap Phineas yang semakin hari semakin dekat dengan Cherry.
“ mungkin saja,” ucap Phineas seraya memeluk Cherry dengan gemas, tujuannya hanya satu yaitu menggoda sahabat baiknya itu.
“ PHINEAAASSS... BERANINYA KAUUUU!!!" pekik Grape dengan wajah memerah karena amarah yang membuncah.
“ ahhahahahah... kalau tak mau di tikung cepatlah berjalan Grape, banyak yang menginginkan si cantik manis ini, “ ucap Phineas.
“ kak jangan bilang begitu,"ucap Cherry yang merasa tak enak dengan ucapan Phineas dia takut kata kata Phineas akan m enyakiti hati suaminya.
“ Dia benar sayang,aku akan segera sembuh dan tak akan ada yang bisa merebutmu dari diriku termasuk si muka tembok di sampingmu itu, lihat saja kalau aku sudah sembuh aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh istriku sebebas ini lagi ingat itu,” ancam Grape .
“ hahahah kunantikan kata katamu sobat...” ucap Phineas
Waktu terus berlalu, hari hari yang mereka jalani di rumah sakit tidak semembosankan yang Cherry pikirkan. Karena kunjungan rutin kedua sahabatnya bahkan jika akhir pekan mereka berdua akan menginap disana . Kemudian tingkah jenaka Philip dan keabsurdan Rania juga sikap dingin Phineas pada gadis gadis yang mencoba mendekati nya di rumah sakit cukup menghibur hari mereka di rumah sakit itu.
Grape juga menjalani perawatan untuk kakinya dan beberapa hari terakhir ini dia ditemani oleh Cherry untuk melakukan terapi. Dokter mengatakan kalau kodisi tungkai kaki Grape yang lumpuh dan melemah mulai membaik karena sering diberi pijatan dan pemakaian obat yang teratur serta gizi yang tercukupi membuat penyembuhan bisa dilakukan dnegan baik.
Hari ini Cherry sudah bisa pulang. Akhirnya setelah selama dua minggu penuh di rumah sakit , gadis itu pulang dalam keadaan sehat walafiat bersama suami dan keluarganya.
“ Akhirnya kamu pulang Cherry, syukurlah, setelah ini kita harus hang out bareng kamu pasti bosan di rumah sakit terus mana bau obat lagi.. pokoknya setelah pulang kita harus jalan sama sama udah lama kita gak kumpul...” celetuk Bella si gadis heboh yang sangat senang jika mengajak sahabat sahabatnya liburan dan mencari hiburan bersama.
__ADS_1
“ Haihhh dasar si gadis cabe rawit ini, mulutnya itu tak bisa di rem kah? Kenapa selalu saja berteriak membuat telingaku hampir pecah,” gumam Grape yang masih duduk di kursi roda dengan Phineas yang mendorongnya dari belakang. Philip dan Rania sebenarnya ada disana namun mereka berdua diam dan berjalan berdua sambil bergandengan tangan , memakai masker dan kacamata serta hoodie couple untuk menyamarkan identitas mereka dari kedua gadis itu .
“ Kenapa merkea berdua diundang kesini dodol kan jadi gak bebas mau meluk adik ipar...” bisik Rania menggerutu sambil mencubit lengan Philip dengan wajah kesal dan marah.
“ ck... jangan mencubit lenganku kak Rania atau kubuka maskermu itu nanti biar mereka berdua lihat, bikin kesal saja, kau pikir tidak sakit hah!?” ketus Philip.
“ Aku sengaja mengundangnya supaya Cherry bahagia di hari dia keluar dari penjara bau obat obatan yang dipenuhi dengan orang sakit ini merasa bahagia karena disambut oleh orang orang dekatnya, aku ini kakak yang perhatian tidak seperti dirimu yang tidak peka sama sekali,” ejek Philip.
“ Grrhhhhh diam kau Philip... awas kau nanti kalau sudah sampai di rumah ku tendang bokong mu itu sekalian saja ku gunting gunting kolor Italia manik manikmu itu biar tau rasa kau...” kesal Rania.
“ Ck kalau kau berani menyentuhnya barang seujung benang pun akan ku hancurkan semau make up buatan Prancis dan gaun jahitan petani Jerman itu kubakar di depan matamu lihat saja!!” balas Philip tak kalah kejam.
Mereka berdua berdebat sambil mengikuti orang orang di depan mereka. Phineas dan Grape geleng –geleng kepala mendengar bisikan bisikan setan dari belakang mereka. Memang kalau Rania digabung dengan Elton, dan Phiilip yang ada hanya dunia persilatan yang tak ada habisnya.
“Kak Elton tidak pulang ya?” tanya Cherry yang mulai merindukan pria berambut biru sama seperti dirinya itu.
Cherry mengangguk,” iya, dia kak Elton, sudah seminggu tidak pulang aku merindukannya,” ucap Cherry jujur sambil menatap suaminya berharap ada jawaban dari pria itu.
“ Aku tidak tau dia kemana Cherry, sepertinya ada urusan pekerjaan yang harus dia selesaikan, kau tau kan sesuai janjiku aku akan menjelaskan semuanya padamu setelah kau keluar dari rumah sakit, nanti akan kujelaskan setelah kita tiba di rumah,” ucap Pria itu sambil menatap istrinya dengan tanda tanya sebesar pohon beeringin tertancap di kepalanya.
“ Hahihhh baiklah, kupikir kau tau kemana dia pergi, aku tiba tiba merindukannya,” ucap Cherry sambil memanyunkan bibirnya dengan wajah kesal.
“ tunggu saja, nanti kami akan kasih tau,” ucap Phineas menenangkan Cherry.
Bella dan Alesha menatap betapa Cherry menjadi gadis yang beruntung karena di kelilingi oleh orang orang yang begitu sayang padanya. Mereka berdua setidaknya bisa bernafas lega saat melihat Cherry bisa menikmati apa yang disebut orang ornag sbegaai kebahagiaan.
“ Syukurlah gadis my guardian angel bahagia, akhirnya dia memiliki keluarga nya sendiri, rumah yang bisa dia datangi ketika dia tersesat, aku turut bahagia untukmu Cherry, aku sangat senang,” batin Bella sambil menggenggam tangan Cherry dengan begitu hangat sampai membuat Cherry menoleh ,” ada apa?” tanya Cherry namun hanya dibalas gelengan kepala dan senyuman oleh Bella.
__ADS_1
Alesha juga merasakan hal yang demikian,” syukurlah kamu terlihat bahagia Cher, aku turut bahagia untukmu, kuharap kita semua bahagia,” batin Alesha. Gadis itu berjalan dengan tatapan sendu sambil menunduk dan memainkan jari jarinya di bawah sana.
Melihat hal itu membuat Cherry yang terlalu peka dengan perasaan Alesha langsung merangkul bahu gadis itu dengan hangat,” Lesha, ada apa dengan wajah itu haha? Apa kau tidak senang aku keluar dari rumah Sakit yang pengap itu?” celetuk Cherry dengan nada menggoda untuk membuat mood Alesha baik.
Bella juga merangkul Alesha dari sisi yang lain,” hei nona gunung es Himalaya ada apa gerangan denganmu, kenapa kau menambah muramnya dunia yang sedang sendu ini, ayo buang resah gelisah dan gegana, yuk kita happy ....” celetuk Bella seraya menggelitik perut Alesha.
“ hahhahah kalian berdua apa apaan sih aku baik baik saja, aku hanya terlalu senang hahahhaha....” Alesha membalas tawa mereka sambil merangkul kedua gadis itu dengan erat.
“Pembohong...” ucap Phineas dengan jelas sampai membuat mereka menatap pria itu.
“ siapa lagi yang membohongimu kak?” tanya Cherry.
“ Ada deh, kepo nih adik kakak,” goda Phineas.
“ kakak? Berapa banyak kakakmu Cher?” celetuk bella.
“Emmm.... banyak hahahhaa...” balas gadis itu.
Mereka tertawa di sepanjang jalan, Alesha yang berada di antar orang orang itu menatap Cherry dan Bella yang bisa tertawa dengan lepas, “ maafkan aku...” lirih Alesha.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1