
Markas tim Alpha,
Grape membawa istrinya menuju markas besar tim Alpha yang menjadi pusat pertahanan dan keamanan Cornelius grup sejak perusahaan itu di dirikan. Sebuah markas besar dengan lambang Alpha yang tergambar jelas dii depan gedung perusahaannya. Sebuah perusahaan independen yang terlepas dari Cornelius grup namun masih milik Grape. Dibuat terpisah dengan alasan sistem manajemen Cornelius grup berbeda dengan manajemen Alpha.
Bagi Cherry ini kali pertama wanita itu datang ke lokasi gedung Alpha yang terletak di sebuah kawasan yang tidak terlalu ramai dan hanya dikelilingi dengan perusahaan dan beberapa rumah penduduk yang juga sepi. Lokasinya sangat luas sehingga tidak memungkinkan orang lain untuk mengetahui apa yang mereka lakukan di tengah lapangan luas dengan sebuah gedung besar berbentuk persegi itu.
“ Aku baru tahu kalau ada bangunan sebesar ini di tengah daerah ini,” ucap Cherry saat mereka keluar dari dalam mobil.
“ Ini markas tim Alpha, memang tidak dipublikasikan dan hanya sedikit yang tahu tentang Alpha, ini markas keamanan pusat untuk Cornelius grup. Seluruh data perusahaan di kelola secara terpisah di tempat ini, dan gedung Cornelius yang kamu kunjungi beberapa watu lalu menjalankan manajemen perusahaan, “jelas Grape dengan singkat.
Cherry mengangguk paham. Mereka ditemani Pak Bono dan Daniel masuk ke dalam markas itu disambut oleh seluruh karyawan tim Alpha yang tidak terlihat seperti tim pertahanan karena mereka tidak memakai semacam seragam hitam seperti yang di kenakan oleh tim Alpha yang bertugas di luar gedung.
Di dalam gedung, siapa pun dapat berpakaian sesuai selera mereka, bekerja sesuai jam mereka tetapi harus memberikan hasil yang memuaskan. Perusahaan tidak terlalu mementingkan penampilan selama sistem keamanan dan pertahanan perusahaan Alpha dan Cornelius serta seluruh cabang perusahaan tetap terlindungi dari cyber penjahat jaringan internet yang setiap hari berusaha menyerang sistem data Alpha.
“ Selamat datang tuan, nyonya,” sambut mereka sambil membungkuk hormat. Seisi perusahaan telah mengetahui siapa Cherry sejak Grape bertemu dengan gadis itu bahkan jauh sebelum itu. Mereka menghormati Cherry sebagai nyonya mereka.
Grape membawa istrinya menuju ruangannya, tempat di mana dia biasa bekerja. Mereka menapaki tangga sambil bergandengan tangan. Melihat orang-orang itu membuat Cherry sedikit bingung dengan penampilan mereka. Tetapi orang -orang yang melihat Cherry justru tersenyum dengan ramah pada wanita itu yang malah membuat Cherry jadi salah tinglah.
“ kenapa sayang?’ tanya Grape sambil membukakan pintu untuk istrinya.
“ Mereka aneh,” ucap Cherry dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh yang lain.
“ Ahhh pakaiannya ya? Perusahaan ini memberi kebebasan gaya berpakaian asalkan pekerjaan mereka beres, pengurangan poin bahkan pemecatan akan dilakukan bagi yang tidak memiliki kinerja baik, sistemnya sedikit bebas tapi mengikat di sisi yang ain,” jelas Grape.
Cherry mengangguk paham.
__ADS_1
“ Sayang apa yang kamu lihat di rumah Dalton tadi?” tanya Grape dengan lembut sambil mengangkat peralatan komputernya ke atas meja.
“ Ada jiplakan tangan berlumuran cairan putih, aku tidak yakin apa itu, lalu aku melihat kak Phineas dan Alesha....
Cherry berhenti sejenak sambil menarik nafas dalam-dalam. Grape tahu ini pasti sangat mengejutkan bagi istrinya, dia duduk dan merangkul Cherry, mengusap bahu istrinya dan memberikan ketenangan bagi Cherry.
“ pelan-pelan saja, jelaskan dengan tenang, tak apa, tak ada yang mengganggu kita di sini,” ucapnya dengan lembut.
“ Aku melihat kak Phineas dan Alesha di ikat di sebuah tiang, mereka menutup mata, sepertinya tidak sadar, lalu wajah mereka berlumuran sesuatu yang putih, aku tidak tahu apa itu, tapi sosok perempuan berpakaian putih melumuri mereka dengan cairan itu, lalu saat aku melihat ke lantai dua di sisi bagian balkon utama, Pak Andre terlihat sangat asing, dia tersenyum sinis saat menyaksikan kak Rania dan kak Elton bertengkar, seperti bukan Pak Andre, aku takut terjadi sesuatu dengan mereka, apa yang harus kita lakukan ?” jelas Cherry sampai nafasnya tersengal sengal ketika menjelaskan hal itu.
Grape menggenggam tangan istrinya, entah sejak kapan, jika Cherry marah, sedih atau takut seperti saat ini, Grape bisa tahu dengan jelas perasaan istrinya.
“ tenanglah, tak apa, semua akan baik-baik saja,”
Di saat yang sama, Elton dan Rania tiba di markas dan masuk ke dalam ruangan Grape dengan langkah kak tergesa gesa. Apalagi Elton yang terlihat pucat pasi dan panik setelah menerima kabar dari Grape, bahwa adiknya yang beberapa saat lalu dia hina diculik lagi.
Elton terdiam saat bertatapan dengan Cherry yang duduk dengan mata sembab sambil memeluk lengan suaminya. Masih teringat dengan jelas kata-kata Elton beberapa saat lalu tentang dirinya yang tidak tahu apa-apa, dan bahan tidak tahu siapa keluarganya jika tidak bertemu dengan grape.
Cherry memalingkan kepalanya, enggan untuk menatap kakak laki lakinya, dia memeluk Grape dengan erat sambil menahan tangisannya. Cherry merasa sedih dan hancur demikian juga yang bisa dirasakan Grape tentang istrinya saat ini.
“ Kau bilang Cherry....
“ Duduklah dan tenang!" ucap grape dengan nada dingin. Tak peduli dia sedang berbicara dengan kakak iparnya atau siapa pun itu. Tetapi sekali mereka membuat istrinya sakit hati, dia akan memberi hukuman pada siapa pun itu.
Rania menarik Elton dan membawa pria itu duduk di sofa di depan Cherry dan Grape. Rania melirik Cherry yang terus diam dan menunduk, enggan melihat ke arah mereka.
__ADS_1
“ Grape aku tidak mau di sini...” lirih Cherry sambil menarik lengan suaminya dengan pelan.
Grape paham dengan situasi hati istrinya, dia membawa Cherry berdiri,” Kalian tunggulah sebentar, akan kuantar dia ke ruang kendali,” ucap Grape sambil merangkul istrinya. Mereka berdua beranjak dari sana meninggalkan Elton dan Rania dalam situasi canggung terutama Elton yang merasa bersalah pada Cherry.
Grape membawa istrinya keluar lalu berjalan menuju ruangan di seberang ruangan kerjanya, Pengawal membukakan pintu ruangan yang di jaga ketat itu.
“ Sayang kamu disini dulu ya, kalau ada yang kamu periksa boleh gunakan alat dalam ruangan ini, kamu bisa istirahat di kamar sebelah sana, mereka tak akan mengganggumu,” ucap Grape menunjuk staf khusus di dalam ruangan itu.
“ kamu?”
“ aku akan mengurus yang tadi dulu, nanti kita bicara, di dalam ada makanan kok, kalau lapar kamu makan,” jelas Grape.
“ Han Tae-Ri, tolong jaga istriku selama aku di luar, pastikan dia nyaman, “ Grape berbicara pada salah satu anggota yang sedang bekutat dengan komputer dengan jari yang menari-nari di atas sana.
Gadis bernama han Tae-Ri menoleh dengan kacamata yang bertengger di ujung hidungnya,” Baik bos, selamat datang nyonya bos, kami sedang sibuk, nanti akan memperkenalkan diri, mohon bantuannya,” ucap Tae-Ri dengan singkat lalu kembali bekerja.
Cherry tercengang melihat mereka, sistem kerja yang sangat aneh baginya tapi yang lebih anehnya lagi, bagaimana suaminya tahu segala sesuatu yang dia butuh kan, mulai dari ruangan terpisah, komputer, makanan dan tempat yang nyaman.
“ Baiklah, aku pergi ya sayang, jangan khawatir, semua akan baik-baik saja,” ucap Grape sambil mengecup kening istrinya lalu pergi dari sana meninggalkan Cherry di dalam ruangan khusus bersama para staf, jangan lupakan Pak Bono dan Daniel yang berdiri seperti patung di balik pintu atas perintah Grape sebagai hukuman untuk mereka.
“ Aneh, tapi aku lapar...” gumam wanita itu sambil berjalan mengelilingi ruangan itu sambil mengusap usap perutnya yang terus menerus keroncongan.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen