Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
108


__ADS_3

Braakkkkk....


Meja kerja Grape hancur berantakan akibat pukulan keras yang dilayangkan pria itu menghantam permukaan meja dengan begitu kuat.


"Beraninya bermain-main dengan istri dan anak-anakku!" geram Grape.


Beberapa saat lalu dia menerima Laporan dari anak buah yang menjaga Cherry dan anak-anak tentang apa yang terjadi toko perhiasan itu. Tentang bagaimana seorang wanita yang mengaku sebagai teman dekat Presdir Phoenix yang tak lain adalah Philip merendahkan istri pemilik Mall itu sendiri.


Segera Grape mencari data tentang perempuan yang terlalu berani mengambil risiko menyinggung perasaan istri dan anak-anaknya. Sekalipun dia tidak tau Cherry adalah istri pemilik Mall itu tetapi sikapnya tak bisa dianggap remeh. Kualitas seseorang dilihat jelas dari tutur kata dan cara dia menghargai orang lain.


"Mira Nicholas, heh seorang anak manja dari grup Nicholas, gadis aneh yang terus menempel bagai cicak pada sahabatku Philip, Ayahnya seorang Pebinor dan Ibunya penuh dengan skandal perselingkuhan dengan berondong muda, apa yang akan terjadi pada karir model kelas teri ini jika publik tau kalau dia hanya seorang anak di luar nikah seperti yang mulut hinanya itu katakan!?" Grape menyeringai membaca info yang dia dapatkan dalam hitungan detik.


Ahli peretasan yang membangun bisnisnya dengan cara licik. Melihat kelemahan lawan dan memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnisnya.


Grape mengubungi seseorang," jangan berikan satu barang pun pada wanita itu, usir dia dengan cara yang memalukan setelah mengikuti permainan istriku, tapi ingat jangan beritahu aku yang memerintahkan ini," titah pria itu sebelum dia benar-benar mengakhiri panggilannya.


Grape keluar dar kamar, lagi lagi berjalan dengan tongkat besinya," Philip!" panggil ya dengan nada sarkas.


"Lagi boker, apaan Lo teriak teriak!?" Philip menyahut dari dalam kamar mandi belakang. Sepertinya makanan mereka pagi ini cukup bermasalah sampai membuat dua pria di dalam rumah itu jadi penghuni toilet.


"Mira Nicholas mengganggu Cherry dan anak-anak, apa kau tak bisa menghentikan tindakan gila fans fanatikmu itu!?" ucap Grape dengan nada sarkas seraya berjalan ke ruang tengah memeriksa pekerjaan petugas medis yang sedang merawat Bella.


Philip diam untuk beberapa saat, tak menjawab ucapan Grape. Lalu tiba-tiba....


Drap... drap... drap...


Langkah kaki yang begitu kuat terdengar di rumah itu. Philip keluar dari kamar mandi dengan rambut acak-acakan sembari memperbaiki resleting celananya.


"Siapa kau bilang yang berani mengganggu Ibu kost dan anak anak ayam!?" Tanya Philip memperjelas ucapnya Grape tadi.


"Fans fanatikmu," jawab Grape dengan kesal.


Grhhhhh....


Bak dibangunkan dari hibernasi ribuan tahun, Philip tampak mengamuk mendengar ucapan Grape. Pria itu mengeraskan rahangnya, menggeretakkan giginya saking geramnya mendengar ucapan Grape.


"Beraninya kau Mira !" ucap Philip.


"Akan kuurus, kau tenanglah, anak anak ayam dan ibu kost akan aman!" ucapnya sambil mengambil kunci mobil dari gantungan di dekat dinding.


Sementara itu suasana di toko itu tampak tegang. Mira dan Jessy temannya duduk dengan angkuh dan penuh kesombongan di dampingi pengawal yang dibayar untuk menjaga mereka. Sedangkan Cherry duduk sendirian, kedua anak ayam diamankan bersama Pak Bono sedang pengawal diminta mengawasi dari jarak jauh oleh Cherry, dia tak mau merusak bisnis orang lain.


"Menyerah saja, kau tak akan mampu membeli perhiasan mahal ini, " hina Mira seraya menunjuk semua perhiasan mahal yang kini dijejerkan di depan mereka.


Lin Yan menatap benci pada Mira, dia tak suka dengan tipe pelanggan sombong seperti perempuan itu. Tapi tak juga berharap banyak pada Cherry.

__ADS_1


"Nona, tolong beri aku edisi terbatas toko ini," ucap Cherry dengan lembut.


"Baik nyonya," Lin Yan masih melayani Cherry dengan baik.


"Hei kau gadis pelayan, berikan padaku yang paling mahal, aku akan membelinya tiga set!" ucap gadis itu sambil mengeluarkan kartu gold yang isinya masih tak seberapa.


"Saya akan menunjukkan di depan anda berdua, siapa pun yang sanggup membeli, maka dia akan menjadi pemenangnya," ucap Lin Yan.


"Ahh begitu juga baik, agar dia tau betapa hebatnya aku ini!" ucapnya sambil mengeluarkan satu kartu gold lagi.


Cherry memutar malas kedua bola matanya, sesungguhnya dia sangat malas meladeni orang sombong ini, tapi karena kedua anaknya diejek, dia tak bisa tinggal diam, gadis bar bar itu harus memberikan pembalasan yang setimpal dan menjatuhkan harga diri gadis sombong itu.


Lin Yan dan pelayan lain datang sambil membawa empat set perhiasan paling mahal dan langka di toko itu. Harganya berkisar seharga sebuah Mobil mewah keluaran terbaru.


" ini yang paling mahal di toko ini, silahkan dilihat-lihat," ucap Lin Yan.


"ummm.... pilihkan aku yang paling langka dan mahal!" ucap Mira masih dengan nada angkuhnya.


Lin Yan degan senang hati memberikan kalung biru tua yang menarik hati Cherry beberapa saat lalu.


"Ini nona, yang paling langka dari semuanya, harganya €750.000 atau setara 10,6 M, apa langsung saya packing saja nona?" ucap Lin Yan dengan penuh semangat.


Mata Mira membulat sempurna, bagaimana bisa hanya satu set perhiasan bisa sampai semahal itu!??


"Tentu aku akan membayar nya, dia pasti tak akan mampu membayar benda mahal itu," ucap Mira dengan wajah gugup.


"Kartu anda nona, kita langsung saja ke bagian pembayaran," ucap Lin Yan dengan senang hati.


"eh... ba..baiklah," jawab Mira dengan suara gugup sambil memberi kartunya.


Lin Yan mengambil kartu itu dengan cepat lalu memproses transaksi dengan dua kartu yang diberikan Mira.


Namun raut kecewa tergambar di wajah gadis itu,"maaf nona, kedua kartu anda tidak mencukupi untuk pembayaran, " ucap Lin Yan yang langsung menarik kembali perhiasan itu dan menyimpan dalam kotak.


"Ehh... aku...ekhmmm.. aku hanya lupa membawa kartu lain," elak perempuan itu.


"Dia... coba tanya dia, pasti dia tak bisa membayar nya!!" ucap Mira yang berusaha keras menyudutkan Cherry.


"Siapa bilang!?" ucap Cherry dengan nada menantang.


Gadis itu membuka tasnya," ummm kartu yang mana ya yang harus kugunakan!? hmm..." Cherry mengetuk dagunya sambil mengeluarkan sebuah Black Card Platinum.


Tak...


"Yang ini kah!?" ucapnya sambil menatap Mira.

__ADS_1


Mata mereka membulat saat melihat kartu platinum di atas etalase toko itu.


"Black Card Mir!!" ucap Jessy terkejut.


"Cih aku tau," kesal Mira.


"yang ini? atau yang ini!??" ucap Cherry lagi sambil mengeluarkan dua Black Card di lainnya.


"What!!!?? Tiga Black Card sekaligus!? siapa sebenarnya orang ini!!!"


"Ummm atau..."Cherry membuka dompet suaminya," yang ini!!!" Dia menjejerkan dua black Card lainnya dan tiga kartu gold. Semua yang ada di tangannya adalah uang dengan tota yang fantastis.


Semua orang dibuat melongo, bahkan Mira terdiam dengan tubuh gemetar saat dia sadar kalau dia sudah salah memilih lawan.


" Lin Yan, aku mau yang itu,kau sudah bekerja keras melayani manusia sombong itu, bungkuskan untukku," ucap Cherry sambil memberikan kartu suaminya.


"arhhh... ba..baik nyonya, terimakasih banyak, terimakasih banyak!!" Lin Yan dan para pelayan tampak bersyukur mendapatkan rejeki nomplok itu.


Wajah Mira dan Jessy bagai di tampar dengan begitu keras oleh kenyataan bahwa mereka bukan siapa-siapa bagi Cherry.


"Ma..maafkan kami nyonya," ucap mereka berdua sambil membungkuk penuh hormat.


"Cihh.. minta maaf pada anak anakku, bukan padaku, tak ada yang bisa menghina anakku entah setinggi apa pun jabatan atau kasta kalian!" tegas Cherry.


Kedua perempuan itu segera meminta maaf kepada Alvaro dan Hansel.


Cherry bernafas lega, " Lin, apa bisa dibatalkan?" tanya gadis itu dengan wajah panik.


"ehh kenapa nyonya? " tanya Lin Yan.


"umm... sebenarnya itu bukan uangku, aku takut membelanjakannya, aku hanya ingin menggertak orang sombong itu saja," ucap Cherry dengan wajah panik.


Lin Yan terlihat kecewa," Ya sudah tak apa nyonya, lagipula saya puas kalau perempuan itu mendapatkan ganjaran atas perbuatannya yang sombong, dia sering mencari perhatian di toko ini dan membuat nilai toko kami rusak sampai penjualan sepi, saya harap setelah ini dia tak berani muncul di depan kami, terimakasih banyak Nyonya," ucapnya sambil membungkuk hormat.


Cherry mengusap punggung Lin Yan," maaf ya, aku memberi harapan palsu, suatu saat nanti aku pasti akan memborong perhiasan dari toko ini, aku akan menepati janjiku," ucap Cherry.


Mira dan Jess keluar dengan wajah malu, mereka dipermalukan oleh kelakuan mereka sendiri.


Setelah selesai di toko itu, Cherry dan anak-anak memilih pergi ke tempat lain daripada kesal di Mall itu.


"Anak-anak kita ke tempat Tante Alesha tinggal dulu ya, semoga saja Tante disana," ucap Cherry yang dibalas anggukan patuh oleh kedua anak itu.


"Siapa perempuan ini sebenarnya, kenapa dia bisa memiliki begitu banyak kartu sumber uang itu?" Zio mantan kekasih Grape ternyata secara tak sengaja mengamati Cherry dari kejauhan. Apa reaksinya saat tau kalau gadis kaya raya itu adalah ibu kost dari empat pria paling berpengaruh di negeri itu?


to be continued.....

__ADS_1


__ADS_2