
Mobil yang dibawa Harto melaju jauh dari rumah itu. Pria itu mengemudikan mobilnya menuju sebuah rumah besar yang tampak terawat dan banyak penghuninya terlihat dari beberapa jemuran besi yang dipasang di halaman rumah, diisi penuh dengan pakaian.
Pria itu menghela nafas, dia memastikan tak ada yang mengikuti mereka kesana, mengemudi dengan kencang berharap cepat tiba di rumah dimana dia tinggal bersama banyak anak jalanan yang tak punya rumah.
Dia adalah seorang pria yang mengumpulkan anak jalanan dan memberikan mereka jaminan tempat tinggal dan biaya untuk makan dan minum yang cukup. Ada sekitar 50 orang anak jalanan yang berhasil dikumpulkannya dan disana dia menjaga mereka dan merawat mereka seperti anak dan saudara nya sendiri.
Harti turun dari mobil, wajahnya yang lesu dan lelah karena bekerja banting tulang untuk membantu memenuhi kebutuhan seisi rumah terlihat jelas membuatnya tampak lebih tua dari usianya.
Harto berjalan ke belakang mobil membuka penutup mobil belakang dan membuka penutup plastik yang menutupi Cherry dan anak-anak itu," Nona maafkan saya!" ucapnya sambil duduk berlutut dengan wajah penuh penyesalan bahkan sebelum Cherry dan anak-anak paham apa yang baru saja terjadi.
Cherry dan dua anak ayam tentu terkejut melihat apa yang terjadi, mereka tiba di sebuah tempat yang sangat asing dan tak pernah mereka jalani. Cherry membawa anak-anaknya yang tampak takut terutama Hansel.
" Mom kita dimana ?" bisik Alvaro sambil memegang gaun Mommynya.
" tenang sayang, mom tadi dengar ada yang minta maaf," ucap Cherry sambil turun dari mobil.Mata mereka bertiga bertemu dengan Harto yang duduk berlutut dengan wajah penuh penyesalan.
" Nona maafkan say, saya tidak bermaksud melakukan in,i saya hanya melakukan bisnis saya, tapi saya sadar saya salah makanya saya bawa kalian ke tempat ini maafkan saya!!" ucap Harto dengan wajah menyesal.
Cherry dan kedua anaknya saling menatap satu sama lain saat mendengar pernyataan pria itu.
" Tuan berikan ponsel mu!!!" ucap Cherry tiba-tiba.
Harto terlihat bingung," ma.. maksudnya? A..apa saya dirampok!?" celetuk pria itu dengan wajah polosnya, jelas kalau dia pria baik-baik yang malah salah jalan Karena keadaan dan dimanfaatkan oleh Ziora.
Cherry menggelengkan kepalanya,"berikan saja,aku ingin menghubungi suamiku, dia bisa menghancurkan rumah ini nanti kalau kau membawa kami kesini tanpa koordinasi, dia pemarah apalagi kakak kakakku sedikit psikopat, kau bisa dicincang! dikuliti atau langsung direbus," ucap Cherry seraya menatap lingkungan itu.
Harto by terbelalak kaget, benar saja firasat buruknya saat membawa anak-anak dan Cherry malah membawa petaka besar baginya.
Harto dengan tangan gemetar mengeluarkan ponselnya lalu berdiri dan memberikan benda persegi panjang itu pada Cherry,"i..ini nona mo..mohon bilang pada suami dan kakak-kakak anda kalau saya mengaku salah, jangan dihancurkan rumahnya nanti anak-anak tinggal dimana.. saya mohon... Sa..saya mohon..." pinta pria itu yang lagi-lagi duduk di atas tanah sambil memohon dengan wajah ketakutan.
Hansel dan Alvaro menatap Mommy mereka, keduanya hanya menyaksikan dan tak ikut campur sekalipun banyak hal menarik yang mereka lihat disana.
Cherry melirik pria itu, dia Menghubungi suaminya dan...
" Halo!!!" suara panik Grape terdengar di seberang sana. Cherry melakukan panggilan Video, dia menampakkan wajahnya dan...
__ADS_1
" Boom!!!halo sayang!!!" seru wanita itu sambil tersenyum dan melambaikan tangannya pada Grape.
" Sayang kamu dimana!?? anak-anak!? kenapa kalian tidak disini, padahal perempuan itu...
" husshh tenang, tarik nafas dulu lalu buang, ayo lakukan!!" ucap Cherry
Grape melakukannya sesuai perintah si ibu kost," Sayang kalian dimana aku khawatir..." ucap Grape yang terlihat bicara di ruang rahasia.
" Kami di tempat aman sayang, supir yang dibayar ulat bulu telanjang itu menyelamatkan kami, sekarang kami aman di rumah mereka, semua akan baik-baik saja kalian selesaikan saja semuanya, kami akan kesana beberapa menit lagi, tapi setelah aku memakan itu!!" celetuk Cherry sambil menunjuk pohon jambu di belakang mereka. Pohon jambu yang sudah berbuah banyak.
"Yang... aku panik... syukurlah kalian aman akan ku kirim anak buahku kesana, tunggulah disana," ucap Grape yang akhirnya bisa lega setelah tau keberadaan istrinya.
" Iya sayang, tapi biar pria ini yang bawa kami, tampaknya rumah ini ada banyak anak-anak, mereka akan takut kalau Alpha datang kesini," jelas Cherry.
"Tapi sayang kalian.
"sudah gak apa-apa, kamu lanjut aja panggang ulat bulunya, nanti aku bawain jambunya!!" ucap Cherry sambil tersenyum.
Grape menunduk no lemas, " baiklah sayang, jaga diri kalian, aku akan tetap mengirim Pak Bono dan Daniel kesana, aku gak bisa biarkan kalian di tempat asing tanpa pengawal!" ucap Grape.
"Baiklah baik, kamu kerja aja sana, aku mau makan dulu, nak kamu lapar sayang, udah ya byee..." ucapnya sambil tersenyum dan memutus panggilan video itu.
Harto malah terdiam dengan sikap ramah Cherry, jarang dia temui orang seramah wanita itu.
" No..nona... rumahnya bagaimana??" tanya Harto.
Cherry terkekeh, dia memegang tangan kedua putranya," gimana ya... hummm... tuan ambil dulu buah jambu yang paling atas sana, setelah itu saya bilang soal rumahnya!!" seru Cherry sambil menunjuk buah jambu paling puncak pohon itu.
" Baik nona akan saya ambil, tapi janji kan rumah jangan dihancurkan!?" ucap Harto.
Cherry tersenyum," iya, ambil dulu,saya boleh masuk gak ke rumahnya??" tanya Cherry.
" Tapi rumah kami kotor,anda mungkin tidak nyaman...
" nggak apa-apa, tuan ambil dulu, kami mau masuk!!" ucap Cherry.
__ADS_1
Sementara Cherry mengerjai Harto habis-habisan, di rumah milik Nagata semua orang kini bernafas lega setelah tau keberadaan Cherry dan dua anak yang yang sempat menghilang beberapa saat lalu. Mereka sudah mengawasi mobil itu tetapi siapa sangka malah dilarikan lelah supir bayaran Ziora.
" Aku bersyukur anak-anak tidak melihatku menghajar wanita itu sampai mampus," ucap Nagata sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
" mungkin mereka akan semakin membenciku," ucap Nagata yang beberapa saat lalu dimintai ijin keluar dari penjara untuk mendekati Ziora.
"Dasar bodoh, beruntung mereka dibawa orang baik-baik, gimana kalau kena jahat!!" kesal Philip yang sedang diikat dengan wajah berlumuran cairan merah.
" Sebenarnya kata kata si buah naga ada benarnya akan buruk kalau anak ayam melihat pertumpahan darah, mereka masih trauma," imbuh Elton.
" Hmm...diamlah dasar pembuat teori, si berengsek itu dan Komplotannya akan tiba..Kita mulai mempermainkan ulat bulu sialan itu!!" geram Phineas.
Mereka semua bersiap dan diam di tempat masing-masing menjalankan peran mereka.
Sedangkan Sarah dan Tim Alpha membawa Vira dan semua pelaku bully di masa lalu yang sudah ditangkap ke rumah itu. Mereka akan mendapatkan balasan untuk apa yang mereka lakukan.
Ziora masuk dengan langkah tergesa-gesa, hendak menemui Nagata karena tawanan mereka lepas. Tanpa dia sadari permainan sesungguhnya sudah dimulai.
" Nagata aku tiba!!!" teriak Ziora.
Nagata keluar dari dalam ruangan dimana yang lain berada," Kau tiba? mana tawanannya!?" tanya Nagata yang berusaha Manahan amarahnya.
" Me..mereka lepas... aku ditipu, kau hubungilah anak buahmu, kita harus mengejarnya!!!" ucap Ziora.
" Menghubungi anak buahku? mengejar mereka!?? APA MAKSUDMU JAL4NG SIALAN!!! SIAPA YANG MAU KAU KEJAR HAH!!!!" tiba-tiba Nagata mencekik lahar Ziora dan mengangkat wanita itu dengan satu tangan.
" Akhhhrr.... uhuk .. uhukkk...
Ziora meronta-ronta kesakitan karen cengkraman tangan Nagata yang sangat kuat di lehernya.
" Le..lepaskan ....a..aku ..
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗