
Flashback penculikan Sarah.
Rumah Cornelius muda terlihat begitu tenang dan damai, semua penghuninya masih terlelap walaupun jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Sarah bangun dari tidurnya dan bersiap untuk olahraga pagi sebagaiman dia biasa lakukan. Rasa lelah kemarin malam tak membuat semangatnya runtuh untuk menambah kekuatan tubuhnya.
Latihan secara serius dan berkelanjutan dia lakukan dengan telaten untuk mendapatkan hasil terbaik. Gadis itu keluar dari kamar dengan pakaian olahraga yang sudah dia persiapkan.
Hidungnya mencium aroma masakan yang sangat sedap, sepertinya Cherry sudah bangun dari tidurnya.
Hidungnya membawa dia menuju dapur, dan benar saja Cherry bersama suaminya dan juga Bella sedang berkutat di dapur membuat hidangan yang menggugah selera. Hanya ketiga orang ini yang sudah bangun. Grape kembali ke rumah pada pukul 5 pagi tadi sambil membawa Alvaro.
Mereka memasak sarapan pagi untuk semua orang.
" Wahhh harum sekali!!" ucap Sarah sambil menatap beberapa hidangan yang sudah selesai di masak.
" Mau olahraga Rah?" celetuk Bella sayang sedang mengiris daging panggang sambil memasukkan irisannya ke dalam mulutnya.
" Iya, badan gue pegel semua," celetuk Sarah sambil duduk di meja makan menatap hidangan itu dengan mata berbinar-binar.
" Ya ampun Bella jangan dimakan dulu, dasar si rakus ini!!" omel Cherry seraya menepuk bahu Bella yang tingkahnya malah jadi sebelas dua belas dengan Philip.
" Hehehe... habisnya enak," jawabnya sambil terkekeh.
" Sarah kamu sarapan dulu deh biar ada tenaga," usul Cherry.
" Gak usah deh Cher, nanti aja selesai olahraga, tapi sisain buat gue ya, jangan dihabisin semua!!" ucap Sarah.
" Apa perlu kau ditemani pengawal?" Tanya Grape sambil menaruh piring di atas meja.
" Ehh buat apa kak, toh cuma disekitar sini aja, gak perlu kok, ya udah aku pamit ya, ingat disisakan ummah... ummah..." celetuk Sarah sambil mengecup pipi Cherry dan Bella bergantian.
" Aku gak dikecup juga!?" celetuk Grape sambil menunjuk pipinya.
" yang !???" Cherry langsung menatap suaminya dengan tatapan datar seraya memutar kedua bola matanya.
" hahahha... canda sayang canda, ya kali bibir coran semen nempel disini hahahahah...." celetuk Grape seraya memeluk istrinya dan mengecup pipi Cherry dengan lembut.
" pffthh bwahahahhaha coran semen gak tuh bibir Sar, hahahahah kasihan banget dinistain tuan Grape bwahahhahahaha...." Bella tertawa terbahak-bahak mendengar lelucon Grape.
Sarah hanya mendengus kesal dan menatap mereka dengan tatapan jengkel," ini bibir mahal bukan coran semen, dasar tiang listrik PLN!!" ketus gadis itu sambil berjalan meninggalkan mereka.
" Rah pulang bawa roti isi kelapa ya," pesan Cherry sebelum gadis itu benar-benar pergi.
__ADS_1
" Siap buk Kost!!" teriak Sarah dari depan.
Sementara mereka melakukan pekerjaan mereka di pagi hari, Sarah olahraga pagi seperti biasa, mengelilingi komplek perumahaan dan berlari dengan ringan untuk membuat tubuhnya bugar. Sarah berlari mengikuti ritme musik yang dia dengar, sampai 3 jam lamanya dia ada di luar sendirian hanya untuk olahraga pagi. Mengunjungi taman dimana ada fasilitas olahraga dan memakai semuanya sesuai kebutuhannya.
Tanpa dia ketahui, sejak keluar dari rumah itu dirinya sudah diikuti oleh mobil sedan hitam yang mengawasinya dari kejauhan. Semua sudah di atur, ada mata-mata yang mengawasi Sarah dari kejauhan dan memberitahukan posisi gadis itu pada mobil yang akan membawa dia.
Setelah lelah berlari, Sarah mengunjungi toko roti dan membeli pesanan Cherry. Akhir-akhir ini wanita itu dan juga Grape memiliki selera makan yang baik, sering makan banyak dan bervariasi.
Sarah berjalan sambil menghirup udara dalam-dalam dan menenangkan pikirannya.
" Black Dragon, sudah sampai mana kapsul ini didistribusikan? markasnya, kami harus segera menggerebek tempat itu," batin Sarah .
Sarah berjalan dengan pelan, tiba-tiba 5 pria bertubuh kekar dan besar tampak seperti petarung yang hebat, keluar dari sedan hitam yang berhenti di depannya mengepung gadis itu.
Sarah tanpa aba-aba langsung diserang, gadis itu sempat memberontak tetapi dia kalah jumlah dengan lawan-lawannya. Kepala Sarah dipukul dengan kayu sampai gadis itu pingsan. Tubuhnya dibawa dengan mobil sedan dan terpergok anak buah tim Alpha. Mereka sempat melakukan pengejaran tetapi sayang, lawan sudah mengatur strategi, berganti mobil berkali-kali dan mengecoh anak buah dengan mobil yang sama seolah mereka membawa Sarah.
FLASHBACK END
Sarah duduk dengan wajah frustasi di dalam mobil box itu, dia mengusap keringat nya tak ada jalan keluar dan hanya bisa menunggu. Ponselnya dirampas oleh orang-orang itu dan mobil dikunci rapat.
" huhhfff.... apa yang harus kulakukan!!!" geram Sarah.
Sarah menatap seisi ruangan mobil itu, dia melihat apa saja yang bisa dia gunakan untuk memberi kode .
Matanya tertuju pada Tissue gulung yang tertumpuk di sudut mobil. Dia berdiri, meski kondisi jalan yang berguncang gadis itu masih bisa berpikir jernih untuk menyelamatkan diri.
Matanya tertuju pada engsel lempengan besi di dalam mobil yang berguna untuk menutup dari dalam. Dengan otak encernya dia mengeluarkan cutter besi tadi lalu membuka baut pengikat lempengan besi berujung Pipih itu.
Dia memutar baut besi dan berusaha membuka lempengan besi itu, tangannya sampai terluka karena terkena sayatan cutter. Tapi seolah tak berarti apa-apa, dia membuka bautnya sekuat tenaga sambil berpikir keras.
" Hmmm.... berhasil!" gumam gadis itu. Dia mengambil lempengan besi itu, lalu memasukkannya ke celah pintu mobil yang terlihat berkas berkas sinar dari luar. Pintunya tidak serapat itu sampai memiliki sedikit celah untuk lempengan besi tersebut.
Bang.... bang!!!
Beberapa kali dia memukul bagian itu sampai terlihat celah untuk membuat lubang.
Krieeet.....
Sarah mendorong lempengan besi yang dia posisikan seperti tuas dan menginjak nya ke bawah sampai terlihat celah di bagian bawahnya.
huhh....
__ADS_1
" Finally!!" gumam gadis itu sambil menghela nafas lega setelah ada celah cukup besar di bagian bawah pintu mobil tersebut.
Sarah duduk sambil bersandar dengan wajah penuh peluh dan tangan yang masih terluka. Dia mengambil tissue gulung tadi dan membukanya.
"IKUTI MOBIL INI!"
Gadis itu menulis di atas kertas itu dengan darah dari tangannya.
Dia menunduk lalu mengintip dari bagian yang kosong itu, dia melihat jalan tol besar menuju luar kota, sudah berjam-jam dia berada di tempat itu, sepertinya mobil yang membawanya dengan sengaja memutar dan memperpanjang rute jalan untuk mengelabui tim Alpha.
"Sial, ini ke luar kota, aku sudah pergi terlalu jauh!" umpat Sarah.
" Tapi dengan begini mungkin aku bisa tau dimana markas Big Mouse, ada baiknya juga aku diculik, heh... kalian pikir aku ini kopral bodoh seperti dulu!?" gumam gadis itu sambil menyeringai licik.
Dia masih menatap jalanan, berharap ada mobil lain di belakang mereka. Beberapa menit dia menatap ke sana, sampai matanya menangkap sebuah mobil yang juga sedang melakukan perjalanan ke luar kota. Jalanan itu sepi dan tak ada yang lewat.
Sarah menatap pemilik mobil," Dia.. dia asisten tuan Philip, rekan kerjanya Bella!!! kalau dia tau pasti yang lain akan menemukanku dengan cepat!!!" gumam gadis itu.
Sarah mengeluarkan Tissue gulung itu dan menunjukkan tulisan dari darahnya berharap orang disana paham dan mengikuti Sarah atau setidaknya tim Alpha menemukan keberadaannya.
Tangannya dengan cepat mengeluarkan kertas tissue lalu melambaikan tangannya berharap orang di belakang mobil itu melihatnya.
Sementara itu Dante, asisten sekaligus sepupu Philip yang sedang asik mengemudi di akhir pekannya terkejut menatap tulisan horor di depannya serta lambaian tangan dengan jari-jari yang terluka.
" Apa.. apaan itu!????" Gumam Dante dengan mata terkejut.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi," Philip!?" pikir nya.
" Ada apa?" tanya Dante dengan nada dinginnya.
" Ikuti mobil di depanmu, salah satu teman kami diculik!!!" ucap Philip dari seberang sana.
Yang benar saja? darimana mereka kalau Sarah ada disana dan berada di depan mobil Dante? Apa mungkin Cherry dan Tim Alpha berhasil melacak perjalanan mereka!??
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1