Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
67


__ADS_3

Elton mengintip dari antara balik rak penyimpanan anggur yang berjejer di sepanjang ruangan sempit itu. Dia melihat si gigi emas yang sedang melepas semua bom yang di pasang di perut besarnya itu. Wajah penuh n4fsu dan tatapan menjijikkan terlihat jelas pada pria itu.


“ Huweekkk menjijikkan, lihat wajah bajingan itu benar benar ingin ku hancurkan sekarang juga, dasar manusia gila, beraninya kau melakukan hal gila pada seorang anak remaja, orang gila bajingan!!” Geram Elton.


Bon bon membuka semua bom itu dengan perlahan. Gadis yang dia bawa bersamanya menggeliat kesakitan ketika pria itu mencengkram lengan gadis itu.


“ hiks hiks hiks... lepaskan aku tuan.. kumohon...akhhhh sakit....” Gadis kecil itu menangis sesenggukan, tenaganya sama sekali tidak sebanding dengan gorila pedof*l di depannya itu.


Bon bon menyeringai,” Diam kau bodoh, salahkan orang tuamu yang tidak menjagamu dengan benar, jangan salahkan aku!!!! lihatlah apa yang akan kulakukan,” ucap Bon bon. Apakah pria ini tidak tau seberapa besar trauma yang akan dialami gadis kecil itu jika dia melakukan hal bejat itu padanya?


“ ku... kumohon le... lepaskan aku... hiks hiks hiks... kumohonn....”gadis itu meronta-ronta dengan tubuh gemetar ketakutan saat Bon bon mulai melakukan hal gila itu padanya.


“ Lepaskan aku!!!” gadis itu memekik ketakutan dnegan air mata yang mengalir dan suara yang tercekat.


“ tidak akan sa.. hemphhhh akkkjhhh aakkhhhh.......


Greeppp.... Sraakhhhh....


“ Mati kau bajingan sialan!” Elton menarik leher pria itu dengan kabel yang dia dapat di atas lantai, mencekik leher pria itu sekuat tenaga dan menutup mulut pria itu dengan kain hitam.


Elton dengan sekuat tenaga menarik Bon bon dari belakang dan menyeret kepala pria yang tak bisa melakukan perlawanan karena lehernya dicekik dengan kabel. Tak tanggung tanggung Elton melilit leher ptia itu sampai beberapa kali. Suara bon bon tercekat, dia tak tau siapa dan kapan orang itu menyerangnya.


“ ekhhhkkmmmhhh..... ekhhhhhh” yang terdengar hanya suara gumaman tak jelas dari mulut pria berengsek yang berusaha untuk menodai seorang gadis kecil tak berdosa.


Gadis itu menangis sesenggukan menutupi tubuhnya dengan karung anggur yang disusun rapi di sisi dinding, menangis sesenggukan sambil memeluk dirinya sendiri. Trauma besar akan menjadi temannya untuk seumur hidup.


Elton menarik pria itu, dia melirik bom yang dilepaskan oleh pria itu, namun dia harus menyelesaikan bon bon terlebih dahulu.


Bughh...baghhhh... bughhh


Pria itu menghajar wajah Bon bon yang menyeringai dan membuatnya kesal selama dia mengawasi pria itu.


“ ini untuk kejahatanmu pada semua korban yang telah kau culik bajingan sialan,” pekik pria itu sambil menarik penutup kepala Bon bon.


“ lepaskan aku... jika tidak tuan Nagata dan tuan nathama akan... akhhh


Bughhh

__ADS_1


“ diam kau bajingan sialan, kau menculik adikku dan membuat dia sebagai tawanan tak akan kumaafkan siapa pun yang berani menyentuh adikku , kau akan mati di tanganku berengsek!!” pekik Elton sambil melayangkan pukulan berkali kali ke kepala pria yang tak berdaya karena tenaga berapi-api dari Elton yang menghajar tubuhnya.


“ Sialan aku seperti dijatuhi bom bertubi tubi, sialan akhhhhh....” Bon bon meringis kesakitan , tak bisa melawan .


“ Bo.. bomnya....” gadis kecil itu berteriak saat alarm darurat bom itu berbunyi pertanda dalam hitungan beberapa detik bom itu akan meledak.


Elton terkejut, dia meninju wajah Bon bon sebagai pukulan terkahir dan pria itu akhirnya pingsan tak sadarkan diri karena pukulan yang menghantam kepalanya. Darah segar mengalir dari batang hidung dan sudut bibirnya. Elton melompat dan berlari menuju bom yang sudah berbunyi itu.


pip... pip... pip.....


Pria berambut putih itu mengambil benda itu dan melihatnya,” sial 2 menit lagi...” ucap Elton panik.


Cepat cepat Elton bergerak dan mengambil semua rangkaian bom itu, memasukkannya ke dalam karung .


“ Dik, ikut kakak,” ucap Elton sambil menarik tangan gadis itu memintanya untuk naik ke atas punggungnya.


“ bomnya,” ucap gadis itu menangis ketakutan.


“ tak apa, kita harus cepat, dua menit lagi ini akan meledak, ayo!!” teriak Elton.


Gadis itu cepat cepat naik ke atas punggung Elton. Karena tubuhnya yang begitu ringan, Elton dengan mudah berlari dari dalam ruangan itu menuju ke luar sambil membawa rangkaian bom, itu dengan hati hati.


“ Sarah aku sudah memotong kabel yang biru tapi masih saja berbunyi apa kita salah?” teriak Cherry panik saat bom itu tidak juga terputus.


“ Sial... kita ditipu Cherr.... harusnya yang merah, astaga bagaimana...” Sarah kelabakan, dia juga ikut panik saat melihat bom itu masih terus berjalan.


Cherry melihat Alvaro yang begitu menderita , bom itu di tempel dengan lakban hitam yang langsung tertempel di kulit anak itu begitu juga dengan bom yang di tempel di tubuh gadis yang diabwa oleh Sarah.


“ Apa kalian belum berhasil?” Azura datang tanpa Bian , pria itu sudah mengambil alih kemudi nahkoda dan menggerakkan kapal kembali ke pelabuhan.


“ Belum... aku terkecoh, kupikir sama dengan dua bom sebelumnya,” jawab Sarah dengan tangan gemetaran.


Cherry menatap mereka, belum lagi pikirannya tertuju pad Elton yang tak ada kabar sampai sekarang.


“ bagaimana ini, kak Elton juga tidak kelihatan,” ucap Cherry.


Azura, Marsha, Sarah dan tawanan lainnya juga sama sama bingung. Jika kabel yang satu lagi di potong belum tentu ada kemungkinan kalau itu bisa menghentikan bomnya sementara waktu sudah sangat sedikit.

__ADS_1


Cherry teringat dengan pisau yang diberikan oleh Elton, dia membuka benda itu dari sarung kulitnya, tampak pisau tajam yang sangat mengkilat.


“ SEMUANYA MENJAUH!" pekik Cherry sambil memotong perekat yang menempel di tubuh Alvaro.


“ Cherry kau mau apa? Jangan gila!!” pekik Azura.


“ MUNDUR!” tegas Cherry sekali lagi.


“ Sarah lepaskan semua perekat itu dengan gunting, kita tak bisa menjinakkannya di sini!” ucap Cherry.


“lalu kau mau apa ?” tanya Sarah.


“ Jangan banyak tanya cepat lepaskan, waktu kita 50 detik lagi!” pekik Cherry.


Jantung mereka berdegup kencang, gugup takut dan gemetar bercampur aduk saat ini.


“ kak Elton aku percaya padamu,” ucap Cherry yang sudah berhasil membuka benda itu dari tubuh Alvaro, dia melirik Sarah yang telah melepaskan benda itu.


“ 25 detik, semuanya menyingkir!!” pekik Cherry yang langsung merampas bom itu dari tangan Sarah.


Gadis itu berlari dengan membawa bom itu di kedua tangannya, dia berlari menuju pinggir kapal pesiar, sekuat tenaga gadis itu mencapai tempat itu, di saat yang sama dia melihat Elton juga membawa benda di dalam karung itu dan mulai mengayun tubuhnya melemparkan benda itu ke laut.


“ kak Elton bersama...” pekik Cherry .


“ Hiyaaahhhhhhhh......


“ pekik keduanya sambil mengayun tangan mereka dan melemparkan bom itu menuju lautan.


Plukkkk byurr.....


DUARRR... DUAR... DUARR........ SHHHHH.....


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2