Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
172


__ADS_3

Bella menatap mereka dengan serius, " Jadi begini, dulu aku dan Cherry pernah bertemu Rara, pertemuan pertama kami saat gadis itu di bully, kami sempat bercerita banyak dan menemaninya hari itu sampai dia pulang ke rumah dalam keadaan aman," jelasnya.


"Rara mengatakan kalau Tuan dan Nyonya Dalton punya musuh yang bahkan kalian tidak bisa tangani sampai membuat hidup keluarga Dalton menjadi sengsara. Rara dan Phineas hidup seolah tak punya orang tua karena tuan dan Nyonya Dalton terlalu fokus dengan urusan eksternal dan mengamankan keluarga tanpa tau anak-anaknya tumbuh dalam keadaan menyedihkan,"


" Satu satunya yang membuat Rara bertahan kala itu adalah tuan Phineas dan tuan Elton yang selalu menjaganya, dia sangat bersyukur memiliki dua orang kakak yang perhatian bahkan sempat ingin membawa kami pada kalian dulu,"ucapnya lagi.


" Tapi, Rara mengungkapkan dalang di balik bully yang dia alami adalah anak dari musuh tuan dan nyonya. Tak tau pastinya tapi Rara mengatakan kalau anak itu ingin Rara tersiksa sesuai keinginan orangtuanya, dia diancam, dipukuli bahkan hampir mendapatkan pelecehan dari teman-teman orang itu, tapi Rara tidak memberitahu siapa orangnya, dia terlalu takut,"


" Hingga beberapa hari setelah bertemu Rara, aku merasa tidak nyaman setelah mendengar penggalan cerita gadis itu, dengan nekat tanpa memberitahu Cherry aku berangkat sendirian di ke kota itu mencari Rara ke sekolahnya, hari pertama aku melihat Rara diseret, dia melihatku tapi dia melarangku untuk ikut campur, aku tak bisa berbuat apa-apa, orang asing di larang masuk ke sekolah itu, aku masih ingat dengan jelas wajah para gadis tengik itu,"


" Tak bisa apa-apa, aku hanya menandai mereka, esoknya aku datang lagi dan bertemu dengan Rara sepulang sekolah, pakaiannya basah dan dia terlihat menyedihkan, aku membantunya tapi dia menolak, semakin banyak yang membantunya maka semakin berat baginya, dia mengatakan semua akan baik-baik. karena sudah keluar dari sekolah itu, dia mengatakan bahwa dia akan pindah ke tempat lain dan melanjutkan sekolah nya, tapi nyatanya kabar kematiannya setahun kemudian membuatku syok, aku mencari para pecundang itu tapi semua data mereka di sekolah lama seolah hilang di telan bumi setelah Rara meninggal, jalanku buntu dan aku tak tau harus apa,ternyata dia adalah adik tuan Phineas yang baru ku ketahui," jelas Bella panjang lebar.


" Jadi kau masih ingat wajah mereka!?" tanya Cherry.


" Ya, sangat hapal, aku tak akan pernah melupakan wajah tukang bully itu, beberapa waktu lalu aku melihat salah satu pembully itu di cover majalah lokal, cihhh beraninya dia berkiprah jadi model di hadapan publik dengan masa lalunya itu!!" kesal Bella .


" Yang mana orangnya?"tanya Philip.


Bella mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan foto seorang wanita," biar kulihat dulu...


Sementara itu hari yang semakin gelap membuat suasana di rumah utama keluarga Dalton semakin menyeramkan dengan suara iringan musik yang menusuk telinga


Rumah itu tampak remang-remang dengan kain putih yang diikat di setiap sudut rumah dan manekin buatan yang dipasang di setiap sudut.


Lampu kekuningan dinyalakan menambah suasana menyeramkan di rumah itu.


Lantai dilumuri dengan benda putih yang mulai mengeras, tampaknya benda itu adalah semen putih yang diserakkan oleh pria yang kini tengah berkeliling di rumah itu sambil menari dengan dua bilah pedang di tangannya sambil tersenyum lembut dan menatap kesana kemari.


" Hmmm... hiasannya kurang...." gumam pria psikopat yang sedang melenggak lenggok di tengah ruangan itu sambil tersenyum kesana kemari.

__ADS_1


Tanpa mengenakan alas kaki, dia bertelanjang dada, dengan wajah Pak Andre pria itu berjalan kesana kemari


Senyumannya sangat menyeramkan.


"Seret kesini!" titah pria itu.


Muncul dua pria dengan kaki yang d rantai menarik sebuah manekin yang sudah membatu. Manekin putih yang diberi pakaian berupa Jubah putih. Anehnya ada cairan merah yang mengalir dari manekin itu, jari jarinya tida tertutup dengan sempurna, terlihat jelas kalau itu adalah seorang wanita.


" Pajang disana!" titahnya.


Kedua pria itu seolah menjadi bodoh dan menurut dengan perintah Pak Andre.


Sreett..... sreeettt.... kratkk.....


Manekin itu diseret, suara semen yang telah memadat terdengar menggores lantai.


Kedua pria itu meletakkan manekin itu sesuai dengan tempat yang ditunjuk Pak Andre.


" Besok, giliran mereka berdua," ucap Pak Andre sambil menatap lantai dua di arah kamar perawatan Alesha yang pintunya di kunci dengan rantai besi.


Pria itu duduk di kursi goyang yang terbuat dari kayu, sembari menikmati aliran musik pemakaman itu dia terlelap dengan senyuman menyeringai di wajahnya.


" Besok aku harus membawa pasangan gila itu hihihi... kalian pikir kalian bisa lari dariku? tidak akan, Si Sony sialan itu juga, beraninya dia melarikan diri, CK... kerja bagus hahahah... dengan begitu dia akan memancing lebih banyak calon manekin ke rumah ini, " gumam pria itu.


Sementara di lantai dua, ruangan kamar Alesha terlihat Phineas membuka matanya, kakinya kaku karena semen yang mulai mengeras.


" Sialan!" umpat pria itu sambil melirik ke kiri dan kanan.


Dia melihat Alesha tak sadarkan diri di tiang yang terletak tepat di depannya. Namun miris, pakaian gadis itu dilucuti, semen yang ditempel di tubuhnya luruh ke bawah hingga membuat beberapa bagian tubuh Alesha terekspos.

__ADS_1


Phineas memutar otaknya, dia terjebak dengan minuman aneh yang membuat dirinya menurut seperti orang bodoh saat Pak Andre palsu di bawah sana melakukan hal bejat pada mereka berdua.


" Alesha.... bagaimana ini!!!" gumam pria itu, dia melirik ke kanan dan kiri, " Sialan, harusnya kami bisa keluar dar sini, tapi ini diikat sangat kuat, apa yang harus kulakukan!!!"


Phineas meronta-ronta, serpihan semen yang sudah membatu berjatuhan ke atas lantai hingga membuat suara bising." Tidak boleh, aku akan ketahuan!!" ucapnya lagi.


Dia mencoba untuk menggerakkan tangannya," ehh tidak diikat!? apa dia bodoh!?"pikirnya. Pria itu bergerak, namun sedikit kesulitan karena lapisan semen yang melekat di tubuhnya.


" Selimut...mana selimut!!"


Phineas menarik selimut lalu membungkus dirinya yang setengah kering itu. Pria itu dengan sangat pelan berbaring di lantai," Kami harus selamat, setelah itu kalian semua mati di tanganku!!!" geram Phineas.


pria itu berguling kesana kemari dengan selimut yang membalut tubuhnya sebagai peredam suara, dan bingo!


Dia berhasil melepaskan lapisan semen yang belum seutuhnya kering itu.


Phineas terkejut bukan main, dia juga tak memakai sehelai benang pun, tanda naga di perutnya terlihat, tanda naga sebagai anggota keluarga Dalton.


"Bajingan sialan, beraninya kau melakukan ini pada kami!!!!" geram Phineas. Tubuhnya melemah, sepertinya efek obat itu membuatnya merasa kesulitan.


Dengan pelan dia mendekati lemari obat. Kotak obat berwarna emas, kotak obat khusus yang tak pernah dia tunjukkan pada siapa pun dikeluarkan dari dalam sana," Ini satu-satunya cara agar kami selamat!" batin Phineas sambil mengambil sebuah kapsul berisi cairan biru terang berkilauan seperti galaksi dengan ribuan bintang di dalamnya.


Glekk....


Dia menelan benda itu dalam sekali tenggak," Elton, aku harus memakainya, "


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2