Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
204


__ADS_3

Pagi yang baru memulai awal hari yang baru bagi lembaran hidup manusia. Matahari bersinar nan terang dengan hangatnya yang menembus cakrawala menyelimuti sang bumi dengan kehangatannya.


Alvaro dan Hansel bangkit dari tempat tidur mereka bersiap untuk pergi ke sekolah. Anak anak ini sangat mandiri, mereka tidur di kamar terpisah. Alvaro dan Hansel dengan mandiri membersikan tubuh dan memakai pakaian mereka tanpa bantuan orangtuanya maupun pelayan.


Cherry mengajari anak-anak nya menjadi anak yang mandiri dan melimpahkan mereka banyak kasih sayang dan perhatian.


Hansel dengan wajah gemuk dan pipi merahnya memakai seragam taman kanak-kanak dimana dia bersekolah, sangat menggemaskan dengan pakaian berwarna merah muda dan hitam yang begitu manis. Sedangkan Alvaro mengenakan seragam.putih merah khas anak SD dengan rompi senada, wajahnya yang dingin terlihat tampan dan memukau.


Keduanya melangkah keluar dari dalam kamar sambil tersenyum membawa tas mereka.


"Selamat pagi Abang!!" seru Hansel sambil memiringkan tubuhnya dan melambaikan tangannya pada Alvaro.


" Selamat pagi Hansel, ayo temui Mommy!!" balas Alvaro sambil menggandeng tangan adiknya. Kakak beradik itu pergi menuju kamar orangtuanya. Tampaknya Cherry dan Grape belum keluar dari kamarnya.


Dengan tangan kecilnya, Alvaro mengetuk kamar Mommynya.


Beberapa saat kemudian Grape membuka pintu, pria itu tampak rapi dengan pakaian kasualnya bersiap untuk pergi bekerja tetapi dengan penampilan berbeda dari biasanya.


" Nak? sudah siap?" ucapnya menyambut kedua putranya sambil mengecup kepala mereka dengan lembut.


"Sudah Dad, Mom dimana?" tanya Alvaro.


"Ahh Mom lagi ganti pakaian, kalian sarapan pagi dulu nanti Daddy dan Menyusul, " ucap pria itu.


Keduanya mengangguk lalu pergi dari sana.


Grape menghampiri istrinya yang sedang duduk di lantai sambil memilih beberapa kaos yang ingin dia pakai, entah kenapa rasanya sulit memilih, padahal biasanya dia memakai apa pun yang menurutnya cocok.


" Sayang sudah?" tanya Grape sambil menatap Cherry heran. Wanita itu masih berkutat dengan kaos kaos di tangannya.


" Belum.. aku bingung mau pakai yang mana..." ucap Cherry tanpa menoleh pada suaminya.


Grape menggaruk kepalanya dengan jari telunjuknya. Dia merasa sikap istrinya sangat aneh beberapa waktu belakangan, tak pernah Cherry sampai selama ini hanya memilih pakaian.


Begitu bangun pagi tadi, wanita itu langsung mandi dan memilah pakaian tetapi sudah satu jam berlalu dia masih belum memutuskan.

__ADS_1


"Sayang pakai yang mana saja, kamu tetap cantik kok," ucap Grape mendekati istrinya.


" Iya tau aku cantik, masalahnya bukan itu, aku pengen pakai sesuatu yang ada aroma badan kamu..." celetuk wanita itu sambil menatap Grape. Sontak matanya menatap kaos hitam pekat yang dipakai Grape. Matanya langsung berbinar binar menatap benar itu.


Grape terkejut, dia menatap pakaiannya," jangan bilang kamu...


" he.. em... boleh ya... plisss..." Cherry berdiri lalu menaruh tangannya di dada suaminya sambil menatap pria itu dengan mata berbinar binar. Kedua telapak tangannya mengusap Dada Grape dan menatapnya dengan tatapan menggoda.


" Babe... boleh??" tanya Cherry sambil memainkan jarinya di dada Grape sambil tersenyum lembut.


Grape terbelalak, istrinya semakin lama semakin agresif, sekalipun ini adalah keuntungan besar bagi Grape tapi dia masih ingat waktu kalau ada hal urgen yang harus dia kerjakan sekarang bersama yang lain.


Pria itu menelan kasar salivanya, Cherry berhasil membuatnya panas dingin, apalagi sentuhan wanita itu hampir membangkitkan sesuatu di bawah sana.


" huhffft... ba..baiklah sayang... kamu pakai ,jangan begini, kalau saja tidak ada urusan urgen pagi ini aku pasti akan memakanmu sampai kau kelelahan!!!" celetuk Grape sambil melangkah ke belakang sebelum dirinya tak bisa mengendalikan tubuhnya.


" hahahha..." Cherry tergelak, entah kenapa dia sangat menyukai Grape yang panik seperti itu.


" Baiklah sayang, nanti malam ya..." celetuk Cherry seraya mengedipkan sebelah matanya.


Cherry menerimanya sambil tersenyum," iya sayang, kan emang lagi ngidam!!" celetuk Cherry.


" iya iya, kamu ngidam ,udah pakai kaosnya, " celetuk Grape yang sedang sibuk mencari kaos untuk dia pakai tetapi harus sama dengan warna milik Cherry sebelum dia menyadari makna perkataan Cherry tadi.


Cherry hanya tersenyum geli saat melihat suaminya belum sadar, wanita itu memakai kaos suaminya sambil mengambil sebuah kota di dalam laci meja yang sudah dia siapkan. Dia tersenyum dan mengusap lembut kotak itu.


Berjalan menghampiri suaminya yang sedang sibuk dengan kaos kaos di dalam lemari sampai tiba-tiba Grape bertanya," kamu kalau ngidam yang aneh aneh ya, masa iya pakai bajuku??" ucap Grape yang masih belum nalar, sepertinya kebodohan Philip tertular ke kepala pria itu.


Cherry mengangguk," hu.. um... itu sih anak kamu yang minta sayang, hari ini aku malah ngidam pengen naik ke puncak gedung perusahaan kamu, terus duduk di pinggir, kayaknya seru!!" celetuk wanita itu sambil mendekatkan diri dengan suaminya yang memakai kaos.


" ya ampun, ngidam yang bener dong sayang, masa iya mau.... wait!!!" tiba-tiba Grape terdiam dan menatap istrinya dengan mata membulat sempurna saat dia baru sadar dengan pembicaraan mereka.


Cherry tersenyum manis sambil menatap suaminya. Grape terdiam membeku beberapa detik, menatap Cherry dengan rahang menganga dan mata membulat sempurna, tubuh tinggi itu bagai manekin untuk beberapa saat.


"Sa..sayang kamu beneran ngidam!??" tanya Grape pelan seraya meyakinkan Cherry kalau dia tak salah dengar ucapan istrinya. Tangan Grape memegang bahu Cherry di kedua sisinya sambil membungkuk mensejajarkan tinggi badan mereka.

__ADS_1


" Iya sayang," ucap Cherry sambil membuka kotak kecil berisi dua Plano test dengan dua garis merah yang sangat jelas di dalam kotak itu.


" Kamu jadi ayah lagi, kita punya anak disini," ucap Cherry dengan mata berkaca-kaca.


" Hah... A..anak? anak kita??" pria itu mengambil kotak kecil itu, menatapnya dengan udara tercekat, tak percaya dengan kabar baik yang dia dapatkan pagi ini, jantungnya berdebar tak karuan, matanya berkaca-kaca sambil menatap benda itu.


" Sayang kita punya baby dalam rahim kamu?? Ki..kita jadi orangtua yang sempurna? aku benar benar jadi seorang ayah!??" tanya Grape dengan suara penuh haru bercampur dengan kebahagiaan, ada sebuah gejolak besar yang menggebu-gebu di dalam dadanya.


" Benar Grape, kita benar-benar jadi orangtua yang sesungguhnya, ada Anggota baru di rumah kita sayang, ada anak kita disini...." ucap Cherry sambil mengusap wajah suaminya, matanya berkaca-kaca begitu terharu setelah mengetahui kalau dirinya tengah mengandung buah hati mereka.


Pagi tadi Cherry bangun terlebih dahulu, dia sudah penasaran sejak beberapa hari yang lalu dengan perubahan pada tubuhnya, diam-diam Cherry meminta Asraf membelikan alat tes kehamilan tanpa memberitahu siapa pun sebelum mereka kembali ke kediaman Cornelius.Dan ternyata saat dia cek pagi tadi, dia positif hamil.


Grape menatap istrinya, masih tak percaya, tanpa sadar air mata pria itu mengalir, dia menangis haru mendengar kabar bahagia ini.


" Sa..sayang... aku... aku jadi ayah!!!" seru Grape sambil memeluk erat istrinya dan menumpahkan air mata bahagianya. Cherry juga menangis bahagia, dia sangat senang mengetahui kalau dirinya mengandung buah hati mereka.


Keduanya berpelukan sambil menangis penuh haru, Grape menatap wajah istrinya mengecup kening dan bibir Cherry sambil mengucapkan terimakasih berkali kali.


" Hahahah... yes!!!! mission success!!!! " seru pria itu sambil melompat bahagia.


" Aku jadi ayah dari tiga orang anak wohoooooo...." teriaknya sambil menggendong istrinya dan memutar Cherry dengan raut bahagia.


"Hahahahah..... yeayyyyyyyyy!!!!


Keduanya menari dengan kabar sukacita itu, tawa dan kebahagiaan yang sangat pantas mereka dapatkan setelah semua kejadian mengeri yang mereka alami.


Sementara itu, salah satu yang paling tidak bahagia jika mendengar berita itu, Ziora. Sedang dalam perjalanan menuju lokasi yang diminta oleh OKi, orang yang dibayarnya untuk menangkap anak-anak tanpa tau kalau hukumannya sudah mendekat.


"Aku akan menghancurkan kalian!!!" gumam Ziora dengan senyum liciknya.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2