Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
231


__ADS_3

Semua orang dibuat melongo dengan apa yang baru saja sekretaris bar bar itu lakukan. Dia berhasil menghancurkan satu set komputer dan barang-barang lain di rumah sakit itu karena Philip dan dirinya tak kunjung ditangani oleh para medis di rumah sakit itu.


Philip hanya bisa geleng-geleng kepala melihat betapa bar-barnya gadis yang baru saja mengungkapkan perasannya pada dirinya,” ya ampun ini anak kalau dibiarin bisa meratakan seluruh rumah sakit ini, ck... lagian kenapa mereka tidak becus sih,” Philip berdecak kesal. Dia juga tak senang dengan pelayanan rumah sakit itu. Pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, tampak pembicaraannya dengan orang itu sangat serius.


Bella masih mengamuk dan meneriaki petugas medis . Bukan hanya mereka yang diabaikan, ada sepasang kakek nenek yang sudah tua menunggu disana, ada anak yang wajahnya sudah sangat pucat tetapi tak segera di tangani, semaunya hanya sibuk dengan anak Direktur rumah sakit yang jika hanya diberi obat pereda nyeri sudah sembuh.


“ Kalian tidak punya mata hah? Disini ada pasien yang lebih gawat tapi mata kalian hanya tertuju pada bocah itu? Kalian pakai otaklah wahai orang orang pintar? Wahai orang orang yang katanya berpendidikan, mana yang lebih gawat, jari yang terjepit itu atau nyawa kakek ini, atau nyawa anak itu, atau nyawa bos saya, kenapa kalian semua mencari muka di depan seorang bocah ingusan..” teriak Bella sambil mengepalkan kedua tangannya.


Jangan sampai terlibat masalah dengan gadis ini. Urusannya akan panjang bahkan bisa melibatkan pihak berwenang, bahkan mungkin saja ruang sakit itu akan kehilangan kredibilitasnya di depan masyarakat.


“ nona hentikan ini, Anda pikir Anda berada di mana hah? Beraninya berbuat kekacauan di rumah sakit ini,” salah satu dokter menarik tangan Bella dan mendorong gadis itu sampai dia terjerembab ke atas lantai dan lagi-lagi luka di punggungnya terbentur hingga darahnya tak berhenti mengalir.


“ kalau mau ditangani tunggu dan ambil antrian, kalau tak sempat di tangani itu dosamu, kalau kehilangan nyawa itu takdirmu sialan...” umpat dokter itu.


“ haisssh kenapa membuat kekacauan saat ada anak Direktur di tempat ini, mengesalkan sekali,”


“ Seharusnya tahu diri, orang biasa juga, tidak perlu berteriak seperti ini ,kehilangan sedikit darah tidak akan membuatnya langsung mati,”


Semua orang mencemooh gadis itu, namun jangan anggap remeh keberanian Bella. Dia berdiri sambil menatap dokter yang mendorong nya tadi,” kau katakan aku tidak akan mati hanya kehilangan darah bukan, kalau begitu kau mungkin akan mati jika kehilangan saah satu dari telor sialanmu itu bajingan!!” Bella berteriak kesal dia melompat tinggi dan menerjang dokter laki-laki yang begitu berani mendorongnya tanpa tahu resikonya.


Kaki Bella menendang bagian pusaka pria itu sampai dia terjatuh dengan wajah ngilu dan kesakitan akibat ulah gadis itu.


“ Akhhhrrr..... si.. sialan... akhhhh.” Wajahnya memerah, urat nadinya mengembang, dia menahan sakit yang luar biasa. Bahkan dia sampai meringkuk di atas lantai karena benda pusaka miliknya terkena tendangan super dari mak lampir yang mengamuk.


Para perawat menarik Bella dan menyelamatkan dokter laki laki itu.


Plakkkk...


Sebuah pukulan keras mendarat di wajah gadis itu,” beraninya kau membuat kekacauan di tempat ini sialan!! “ geram seorang wanita dengan penampilan glamour dan wajah yang dipenuhi dengan riasan. Dia adalah istri dari direktur rumah sakit itu, ibu dari anak remaja yang jari jempolnya terluka.

__ADS_1


Melihat wanita itu memukul Bella semua orang ikut mencemooh gadis itu.


“ Rakyat jelata tidak lebih penting dari anak direktur rumah sakit ini, beraninya kau membuat kekacauan dan menghentikan pengobatan anakku ..” bisik wanita itu sambil menatap Bella dengan tatapan tajam.


Namun ada yang aneh dengan Bella, gadis itu tampak syok dan tak membalas istri Direktur tersebut.Wajah Bella sedikit pucat dan dia hanya diam sambil menunduk.


Philip yang selesai bertelepon sampai syok saat melihat sekretarisnya disakiti oleh orang orang bodoh itu,” Lepaskan dia, beraninya kalian menyentuhnya...” Philip menarik Bella dan merangkul gadis itu dalam pelukannya, dia tak suka Bella di sudut kan dan diejek seperti itu padahal jelas pihak rumah sakit yang lalai dan terlalu pintar menjilat atasan mereka demi dilirik oleh direktur.


“ Kau siapa hah? Kedatangan kalian berdua membuat seisi rumah sakit kacau, dasar orang sinting...” geram para petugas medis sambil menatap kesal ke arah mereka berdua.


“ Philip kita cari tempat lain saja, rumah sakit ini benar-benar tidak kompeten,” kesal Bella sambil menarik tangan Philip.


“ kau terluka dan jelas mata kepala mereka melihat kita berdua terluka tapi mulut mereka malah mengatakan bahwa pasien harus ambil nomor antri, kau pikir kami mau cek kehamilan orang-orang bodoh!?" umpat Bella.


Di saat yang sama seorang dokter yang bertugas disana menghampiri mereka,” tuan nona, ikut saya saja, biarkan mereka, saya akan menangani kalian berdua,” ucap dokter perempuan yang jelas terlihat kalau dia adalah senior disana namun tidak terlalu dihargai karena tidak sefrekuensi dengan mereka.


“Dokter wanita itu didampingi oleh beberapa dokter muda yang belajar di bawah bimbingannya.


Bella menatap Philip dan menggenggam tangannya,” kita obati dulu disini, nanti kita periksa pada kak Rania, tak apa kan?” Tanya Bella.


“ ya sudah, ayo, punggungmu berdarah,” ucap Philip yang berjalan dengan sedikit tertatih karena menahan rasa sakit di perutnya.


“ Ck.... gara gara mereka kau kehilangan banyak darah, awas saja akan kubuat hancur nama kalian,” geram Bella sambil menatap sinis orang -orang yang sibuk mengurus istri direktur dan anaknya itu.


Philip dan Bella ditangani oleh dokter senior dan dokter magang yang belajar padanya, mereka berdua diperlakukan dengan baik begitu juga dengan pasien lain yang tidak mendapatkan perhatian dari para medis yang masih sibuk mencari perhatian pada anak dan istri direktur.


Setelah melakukan pembayaran, Bellamy menggandeng tangan Philip dan membantu pria itu berjalan, sebenarnya mereka disarankan rawat inap tapi Philip menolak, dia tak nyaman di rumah sakit itu karena tahu Bella juga tak suka.


“ Terimakasih atas bantuan kalian, kupikir semua dokter dan paramedisnya disini penjilat, tapi masih ada yang normal, terimakasih atas bantuannya dok,” Bella membungkuk berterimakasih. Sekalipun sudah dipukul dan dibentak oleh orang-orang disana, Bella masih mengucapkan terimakasih . Etika gadis itu bahkan lebih baik dari istri Direktur .

__ADS_1


“ Dia sangat sopan, padahal tangannya sejak tadi gemetaran, matanya mengatakan kalau dia takut, tapi dia berusaha keras untuk membuatku mendapatkan pengobatan, “ batin Philip sambil menatap gadis itu dengan tatapan tak bisa diartikan.


Mereka berjalan ditemani dokter yang menangani, semua petugas medis yang menghina mereka tadi menatap sinis ke arah mereka. Belum lagi istri direktur yang berdiri dengan tatapan menantang di tengah Lobi rumah sakit.


“ Ck... ck... ck... pasien seperti ini saja, untuk apa kau repot repot mengurusnya, memalukan,” umpat wanita itu sambil menatap dokter yang merawat Philip dan Bella dengan tatapan merendahkan.


Dokter Widya namanya, dia menghadap Bella dan Philip sambil tersenyum ramah dan mengacuhkan istri Direktur.


“ Semoga lekas sembuh tuan , nona, kami memohon maaf atas situasi yang tidak baik ini,” ucapnya dengan hormat .


Di saat yang sama, para pengawal bersama seorang pria paruh baya berlari dengan wajah pucat pasi saat mendapat panggilan dari pemilik saham terbesar di rumah sakit itu yang berarti dia adalah pemilik rumah sakit tersebut.


“ Pak direktur,” ucap mereka sambil menghormat. Philip berdiri tegap dan menatap kedatangan pria itu dengan tatapan dingin. Bela sendiri tak menghiraukan mereka dan memilih memperbaiki pakaian Philip agar noda darahnya tak terlihat. Jujur saja, tamparan istri presdir tadi masih membuatnya gemetaran, terlihat dari bagaimana cara dia menggenggam tangan Philip dengan erat.


“ Bel.. ada apa?” Philip sambil menatap gadis itu.


Bella hanya menunduk sambil menggelengkan kepalanya dan menahan air matanya.


“ hei ada apa?” tanya Philip yang merasa khawatir dengan Bella, dia mengangkat wajah gadis itu, dan betapa syoknya Philip saat melihat buliran air mata membasahi kedua pipi gadis itu.


“ Bella.... kau....


“Aku... takut...” bisik gadis itu.


“ Dia memukulku tadi, aku tidak suka di pukul....” ucap Bella pelan.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen.


__ADS_2