Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
279


__ADS_3

"Wah tidak kusangka kalau dia akan terjun bebas dari atas gedung 40 lantai tapi masih selamat dengan cacat seumur hidup, Tuhan itu memang adil,” celetuk Phineas seraya menyesap segelas kopi buatan Cherry yang juga dinikmati para pria di rumah besar keluarga Laurent dimana mereka semua sedang berkumpul.


“ Bukankah hukuman seperti itu akan lebih baik daripada dia langsung mati? Terkadang kematian bukan jawaban dari semua permasalahan yang ingin kita dapatkan bukan?” balas Xavier yang duduk di samping Sarah sambil mengunyah beberapa buah segar sembari menggendong si kecil Max putra Cherry dan Grape.


“Wahh kau benar benar psikopat sejati, pikiranmu tidak mudah dimengerti,” balas Grape yang juga menggendong kembarannnya Max, Irene Cornelius si gadis manis berwajah mirip ayahnya.


“ Benar ucapan Kak Xavier, terkadang bukan kematian yang dibutuhkan,” imbuh Cherry yang sedang duduk santai bersama kedua anak ayam yang sedang memijit lengan Mommy mereka.


“ Sama halnya dengan Lia, dengan begini dia akan menyesali semua perbuatannya dan hidup dalam pengasingan, bahkan untuk mati saja dia tidak akan bisa, dia ... ahhh memang uang akan merusak semuanya,” ucap wanita itu.


“ Mommy, Tapi paman Philip bilang uang itu bisa bikin kita semua bahagia, kalau nggak ada uang, nggak akan bahagia...” celetuk Hansel yang jadi pengikut si Philip tukang onar yang sedang memanjat pohon mangga di belakang rumah Laurent bersama Dante, Bian, Sony dan tuan besar Dante.


“ Nak, yang membuat bahagia itu bukan uangnnya , memang benar kita butuh uang, karena dunia ini diatur dengan benda itu, tetapi kebahagiaan itu akan datang tergantung bersama siapa kamu menghabiskan uangmu,” ucap Cherry.


“lah buset Cherr.. lo sama saja ngajarin anak ayam buat boros dong,” ucap Bella sambil menyerngitkan keningnya.


“ Bener Cherr.. ini konsepnya bagaimana coba?” balas Alesha.


“ hehehe...” Cherry terkekeh.


Semua orang menatap ke arah wanita itu,” aku mengajari putraku untuk bisa bersenang-senang dengan uang yang mereka kerjakan sendiri, uang itu perlu dicari, kita mau bahagia, mau orang-orang di dekat kita bahagia harus punya uang dan punya hati, tetapi bukan berarti menjadikan uang itu sebagai tuhan, poinnya disini adalah hati dari orang yang memiliki uang itu,” ucap Cherry sambil menunjuk dada Alvaro dan Hansel yang memperhatikan dnegan seksama.


“ Kalau kamu punya hati, punya iman dan punya kemanusiaan, uang tidak akan berhasil menguasai hati dan pikiran kamu sekalipun kamu di dunia ini mencari uang,” jelas Cherry.

__ADS_1


“ ketika hati nurani dan otak saling sinkron, maka kita atau siapa pun itu tidak akan berakhir menjadi seperti Lia, Stevani atau orang orang lain yang terlibat kasus mengerikan ini,” ucapnya sambil menatap mereka semua.


“ kuncinya adalah, apakah kita mampu mengendalikan hati dan pikiran kita dan melihat seperti apa kita di masa lalu, seperti apa perjuangan kita untuk bisa berada di posisi kita sekarang dan siapa yang membantu kita selama masa sulit itu, dengan demikian, uang tidak akan mengendalikan hati kita, semua tergantung kesadaran manusia itu, apakah dia mau menjadi seorang manusia yang sejati atau jadi manusia siluman,” ucapnya sambil menatap layar televisi dimana berita menghebohkan tetang grup Laurent menjadi trending topic selama sebulan lebih.


Kematian tuan Laurent adalah ulah Lia dan kepala pelayan di rumah itu, mereka menaruh racun yang sama dengan yang dikonsumsi Dante dan mengarang cerita bahwa tuan Laurent meninggal karena serangan jantung di kamar mandi, padahal dia dibekap sampai tidak bernafas dan di buat seolah terjatuh dengan sengaja.


Dokter yang terlibat dengan kematian tuan Laurent dan penyakit Dante ditangkap dan dicabut lisensi kedokterannya untuk selamanya dan rumah sakit tersebut terkena imbas dari perbuatan para dokter dan tenaga medis yang terjebak dalam permainan Lia yang serakah.


Sementara itu, Lia kini hidup dalam pengasingan, dia diberi hukuman yang sangat mengerikan, bukan oleh Dante tetapi oleh orang orang yang setia pada tuan Laurent yang telah tiada.


Mata Lia dicongkel sebelah dan kakinya dipenggal sebelah, dia kini hidup dalam penyiksaan dan kaki yang lumpuh, dia dijuluki sebagai si buruk rupa yang cacat sama seperti dia mengejek Dante sebagai manusia cacat yang tidak bisa apa apa.


Dia dijadikan budak di perbatasan di sebuah tempat yang bahkan dia tidak ketahui lokasinya. Sedangkan yang terlibat dengan kasus itu, sisanya kini mendekam dalam penjara, semua aset mereka dicabut dan kejahatan mereka dipertanggungjawabkan di balik jeruji besi.


Stevani juga berada dalam kondisi yang tidak kalah mengerikan. Gadis itu hidup dalam kelumpuhan, tubuhnya tidak lagi bisa bergerak dengan bebas, kepalanya miring dan kerangkanya berpindah tempat setelah terjatuh dari lantai 40.


Tetapi bagi Stevani, ini adalah hukuman yang sebenarnya, penyiksaan yang tidak diketahui kapan akan berakhir, berbicara saja dia sulit, dia hanya bisa merengek dan menangis sesenggukan dalam kamarnya sebelum dia dipindahkan ke rumah tahanan untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.


Dia hanya bisa menangis, menyeret tubuhnya yang posisinya berantakan, lebih baik mati daripada harus hidup terus, tetapi bahkan mengangkat sendok pun dia tak sanggup, bagaimana caranya dia akan mati jika sepeti ini?


Dalam kepalanya yang ada hanya penyesalan karena keserakahan dan benih kepicikan yang dia siram hingga tumbuh besar sampai memberikan maut baginya.


Keluarganya bahkan sampai memohon maaf pada Dante dan berlutut pada pria itu dan semua orang yang telah dibuat rugi oleh Stevani.

__ADS_1


“ Pernah seseorang mengatakan ini kepadaku,” Xavier berdiri diantara mereka semua sambil menggendong Max yang mengunyah buah apel di mulutnya yang menggemaskan,” janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada apadamu,” ucapnya.


“ Ini mengingatkan kita agar tetap memiliki sisi kemanusiaan sekalipun kita memiliki banyak uang, segala akar masalah berasal dari benda ini, dia kecil dan simple tetapi itu tergantung pilihan kita, kita menjadi tuannya atau menjadi hamba uang ini, selalu kendalikan hati dan pikiran kita agar tidak sampai menjadi manusia manusia serakah seperti mereka,” ucap pria itu.


“ wohhoooooo.. ternyata kau bijak sekali Xavier, aku pada mu Brother!!" teriak Philip sambil tertawa cengengesan. Dia datang bersama yang lain sambil menggendong ranting pohon mangga yang masih berisi dengan buah mangga yang belum dipetik.


Hanya memakai singlet putih yang sudah terkena getah pohon dan celana pendek berbunga bunga dan kaos kaki hitam di kakinya dia masuk dengan rambut acak-acakan karena terjatuh dari ujung pohon mangga saat seekor ulat bulu menempel di kakinya yang penuh bulu.


“ ya ampun sayang kenapa penampilan mu begitu?” Bella terbelalak melihat penampilan suaminya.


“ hahahahhahahaha......” semua orang tertawa melihat kekonyolan bapak satu anak itu,” hahahha Dada... Dadada.... uwahhahh hahahhahaa.....” Dominic, putra Philip dan Bella tertawa cekikikan begitu pun dengan si kembar Cornelius, Ray anak Bian dan Azura serta kedua anak ayam turut tertawa melihat kelakuan jenaka manusia absurd yang satu itu.


“ Hehehe.. demi ayang akan kulakukan apa pun, entah mengambil bulan, mengambil mangga semua kulakukan dnegan senang hati ,” ucapnya dengan bangga.


“ halah.. dasar kolor ijo kampret, ulat bulu kecil doang takut sampai nyungsep ke kolam, malu maluin lo...” ejek Dante.


“ sshhhhttt jangan bilang bilang, istri gue lagi ngidam, bisa mampus gue, bagaimana kalau minta mainan ulat bulu, bisa mati gue Dante......” geram philip.


“ mengidam? Kamu hamil Bel?” Cheryy, Sarah dan Alesha terkejut mendengar ucapan Philip.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2