Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
156


__ADS_3

Mereka semua tiba di Bandara, menemani Cherry dan mengikuti kemauan gadis itu untuk datang ke bandara walaupun tau tak akan ada hasil yang bisa mereka dapatkan.


Begitu mereka tiba di Bandara, Cherry berlari keluar dari dalam mobil sambil membawa foo suaminya dan menangis sesenggukan memasuki bandara dimana suaminya akan turn jika pesawat itu tiba disana.


" Cherry tunggu!!" pekik Mereka yang langsung berlari mengejar Cherry.


Phineas, Elton dan Sarah berlari terlebih dahulu bersama beberapa anak buah. Philip dan Bella masing masing menggenggam Alvaro dan Hansel dalam pangkuan mereka dan membawa kedua anak itu ke dalam bangunan besar dimana para penumpang turun dan menunggu pesawat mereka masing-masing .


Mereka di samping tim Alpha yang digerakkan oleh Asraf yang sudah tiba di kediaman Cornelius muda sejak semalam.


" Semua perketat penjagaan nyonya muda!!" titah Asraf dengan tegas pada tim Alpha. Mereka menyebar menjaga keamanan mereka selagi di luar dengan kondisi panik seperti ini.


Sementara itu Cherry berlari ke dalam gedung sambil menangis sesenggukan, melihat kesana kemari mencari seseorang yang tak mungkin dia temukan disana.


" Grape!!!" pekik gadis itu sambil menangis sesenggukan. Teriakan dan tangisan Cherry membuat semua orang memperhatikan dirinya Pesawat yang seharusnya sudah tiba di sana dengan perjalanan belasan jam tidak sampai ke tempat itu.


Jika pesawat tidak mengalami kecelakaan maka dapat dipastikan bahwa mereka akan tiba pukul 6 pagi, tepat nya tiga jam yang lalu.


Semua orang menatap gadis itu dengan tatapan heran


. Seorang perempuan Nyang menangis dan memanggil nama suaminya, berlari kesana kemari memeriksa setiap pintu keluar mencari sosok suaminya.


" Grape kenapa seperti ini!!! hiks hiks hiks... pulang sayang, kumohon pulang lah!!!" pekik Cherry. Suaranya lirih,dan sangat menyiksa bagi yang mendengar teriakannya di dalam gedung itu.


Cherry menghampiri semua orang yang baru turun dari pesawat ,"Apa anda melihat orang ini!? dia suamiku!!" ucap gadis itu.


" Apa anda melihat dia!? dia suamiku,"


" Tolong katakan apa kau menemuinya? dia memakai kursi roda, dia lumpuh, apa anda melihatnya!?"


Cherry berkahir seperti orang gila, menanyai semua orang yang keluar dar bandara. Berlari kesana kemari mengharapkan sebuah keajaiban kalau suaminya masih hidup.


Entah apa yang membuatnya yakin, entah apa yang membuatnya percaya kalau Grape masih hidup dan entah berada dimana.


Sampai kaki gadis itu lelah dan terluka, dia terus berjalan kesana kemari tanpa lelah menanyai satu persatu orang yang baru keluar dari pesawat yang tiba di bandara itu.


namun hasilnya nihil. Elton dan yang lainnya hanya bisa membiarkan Cherry melakukan itu untuk membuat gadis itu puas dengan hasilnya. Mereka menatap sedih ke arah Cherry.


Gadis itu berdiri di tengah keramaian sambil menangis sesenggukan memanggil nama suaminya, tangannya gemetar menggenggam figura foto suaminya yang dia bawa dari rumah. Pakaiannya acak-acakan, tubuhnya lemas dan wajahnya pucat.Tak ada lagi air mata yah bisa dia tumpahkan disini. Gadis itu melihat kesana kemari masih menunggu kedatangan suaminya.


" Grape.. hiks hiks hiks...kumohon...." lirih gadis itu sambil duduk lemas di atas lantai. Dia memandangi orang-orang yang berlalu lalang. Tak ada yang paham dengan kesedihan yang dirasakan gadis itu.

__ADS_1


" Kumohon pulang sayang, kumohon pulang ke rumah, bagaimana aku akan hidup kalau kau pergi, bagaiman aku akan bertahan sayang, hiks hiks hiks......


Lesu, lemah dan tak berdaya. Rasanya seluruh dunia gadis itu telah direnggut dari dirinya.


Mereka hanya bisa menunggu sampai Cherry tenang.. Mereka sudah pasrah dengan apa yang harus mereka hadapi. Tim Alpha berdiri dengan formasi lengkap di seluruh sisi untuk menjaga keamanan nyonya muda mereka.


Semua orang yang menyaksikan ini dibuat bertanya tanya dengan status Cherry.


" Apa yang harus kita lakukan? sudah dua jam dia duduk disana dan hanya diam menatap semuanya!!" tanya Philip khawatir.


" Biarkan saja sampai hatinya puas Philip, kita tidak tau persis bagaimana perasaannya, biarkan dia sampai puas duduk disana, memastikan segalanya dengan mata kepalanya sendiri," ucap Phineas.


Mereka duduk disana, menatap Cherry dan menata ruangan besar itu dengan pikiran mereka masing-masing. Kenangan bersama Grape berputar di kepala mereka, sungguh sebuah kenyataan yang tak bisa mereka terima sama sekali.


Hansel terlelap dalam pelukan Philip karena lelah menangis. Alvaro turun dari pangkuan Bella dan menghampiri Mommynya lalu duduk di samping gadis itu sambil menepuk-nepuk punggung Cherry.


Mereka berdua duduk di tengah kerumunan, duduk di atas lantai sambil menatap ruangan besar itu.


" Sayang!!!" Suara teriakan seseorang berhasil membuyarkan lamunan mereka.


Cherry dan Alvaro terkejut begitu juga dengan yang lainnya. Suara itu begitu jelas di telinga mereka. Sontak mereka semua berdiri dan menatap kesana kemari mencari sumber suara itu.


" Mom, suara Daddy!!" ucap Alvaro.


Cherry juga terkejut dia sontak berdiri bersama Alvaro sambil menatap nanar seluruh ruangan itu. Mencari dimana gerangan pemilik suara itu.


Matanya menyisir ruangan itu dengan wajah penuh harap.


" Grape..." lirih Cherry sambil mencari Suaminya hingga matanya bertemu dengan sepasang mata yang berdiri tak jauh dari posisinya. Seorang pria tampan dan tinggi dengan tubuh sempurna berdiri di hadapannya menenteng kopernya dan beberapa barang bawaan lainnya melambaikan tangan ke arah mereka dengan senyum sumringah.


" Grape!???" ucap Elton.


" Itu Grape!!!" pekik pria itu sambil menunjuk ke arah Grape yang berdiri dengan sempurna di hadap mereka. Mereka semua terkejut melihat kedatangan Grape di sisi pintu keluar.


" Grape bangkit dari kematian!!!" pekik Philip dengan wajah sumringah.


" Tuan Grape !!!"


Cherry menjatuhkan foto yang ada di tangannya, dia menangis sesenggukan sambil berlari menghampiri suaminya. Grape juga demikian, dia meletakkan kopernya disana, berlari menuju istrinya sambil merentangkan kedua tangannya dan tersenyum bahagia dengan mata menganak sungai.


" Sayang!!!" Cherry menangis dan menghamburkan pelukannya pada Grape. pria tampan itu menangkap tubuh mungil istrinya dan memeluk Cherry dengan erat membawa gadis itu berputar dalam pelukannya.

__ADS_1


" Maafkan aku... maafkan aku membuatmu khawatir, maaf karena aku lama...." ucap Grape sambil memeluk Cherry dengan Erat.


" Hiks hiks hiks.... kamu pulang... kamu benar benar pulang Grape!!" Cherr menangis bahagia sambil memeluk erat suaminya.


Seketika semua beban dan ketakutan itu pergi dari dirinya. Suaminya, rumahnya telah kembali padanya. Orang yang sangat dia cintai telah kembali ke sisinya.


Mereka berpelukan sambil menangis sesenggukan. Grape baru tau berita kecelakaan pesawat yang akan dia tumpangi sebelum sebuah kejadian membuat pria itu membatalkan penerbangannya padahal dia sudah masuk ke dalam pesawat.


Ponselnya tak bisa dihubungi karena terjatuh di tempat duduk pesawat dan dia kehilangan semua kontaknya.


" Akhirnya kamu pulang... aku khawatir... aku sangat khawatir, kupikir kamu pergi... kupikir kamu meninggalkan kami semua untuk selamanya..." Cherry menangis sesenggukan.


Grape menangkupkan kedua tangannya di wajah istrinya," Aku tidak akan pernah meninggalkan kalian sayang, tak akan pernah, maafkan aku... maaf membuatmu menangis..." lirih Grape sambil mengecup kening istrinya dengan lembut lalu memeluk gadis itu dengan erat.


Sementara mereka disana, tanpa sengaja Ziora melihat Grape yang kembali menjadi sosok sempurna bahkan lebih tampan dari sebelumnya.


" Dia.. dia sudah sembuh!!!?!" Ziora terbelalak melihat hal itu.


" Apa dia orangnya Ziora!? apa itu gadis yang kau maksud!??" Tanya Nagata yang tampak terkejut menatap Cherry dan anak anak yang ikut bersamanya.


" Iya, dia perempuan yang harus kita singkirkan jika ingin menguasai Cornelius grup!" ucap Ziora d egan senyuman rubah liciknya.


" Kau saja, aku tidak ada hubungannya dengan ini!!! yang aku butuhkan hanya gadis Alchemis itu! bukan mengusik rumah tangga orang!" ketus Nagata yang tiba-tiba berubah sikap pada Ziora bahkan sampai membuat perempuan itu terkejut dan heran.


" Hei ada apa dengan mu!? bukankah kau sudah setuju waktu itu!?'


" Aku setuju sebelum aku.... ekhmm... sudahlah kau lanjutkan sendiri, aku akan mengurus urusan ku sendiri!" ucap Nagata lagi dengan wajah kesal lalu beranjak dari sana. Mereka baru tiba di negara itu setelah pulang dari negeri tirai bambu dimana Nagata dan kembarannya tinggal selama ini.


" Ada apa dengannya!?"




.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2