Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
290 Kecoa


__ADS_3

Keesokan Paginya,


Tidur Aurel sama sekali tidak nyenyak memikirkan segala sesuatu tentang Xavier. Bagaimana bisa anak remaja yang bertemu dengannya hampir sepuluh tahun yang lalu kini berbuah begitu maksimal menjadi seorang pria berkharisma dan menakutkan.


" Arrkhhh... sial, aku tidak bisa tidur!!!" kesal gadis itu sambil menendangkan kakinya ke udara. Wajahnya kusut, rambutnya acak acakan bak sarang burung dan kedua matanya bengkak.


" Huffttt....." Hela nafa diiringi dengan usapan di wajahnya.


" Karena memikirkan hal itu, aku tidak bisa tidur semalaman, menyebalkan sekali!" ketusnya sambil mengacak-acak rambutnya yang malah semakin berantakan.


Aurel berguling-guling di atas kasur seperti anak kecil yang sedang kesal. Memikirkan perbedaan wajah Xavier yang dulu dengan sekarang, jauh berbeda sampai membuatnya tidak mengenali anak laki-laki yang sempat menjadi teman curhatnya selama beberapa bulan sebelum akhirnya Xavier tamat sekolah dan pindah dari negara ini lalu mereka hilang kontak.


"Bagaimana bisa dia berubah sedrastis itu? tidak mungkin kan!?" pikir Aurel.


Saat dia sedang fokus dengan pikirannya, semua itu tiba-tiba dihentikan dengan suara teriakan anak kecil yang sedang ketakutan.


" Arrrrkhhhhhhh tooolong!!!!!" pekikan. yang begitu keras sampai membuat Aurel spontan beranjak dari kasur dan berlari ke arah pintu.


" Esther ada apa nak!??"


Di luar kamar, Hansel sedang bersih-bersih bersama Daniel dan Esther sedangkan Alvaro dan Xavier sedang memasak sarapan pagi di dapur dengan bahan bahan seadanya sesuai dengan apa yang Aurel bawa dari sawah semalam.


" Nenek sihir itu arrkhhhh ada kecoa ambil itu!!!!" pekik Hansel yang memanjat tubuh Daniel sampai hampir membuat celana pria itu melorot saking ketakutannya dengan hewan kecil berwarna cokelat dengan sayap mengkilap dan antena panjang yang bergerak kesana kemari seolah sedang mengincar Hansel.


"aarrrkhhhhh toooolooonggg!!!" pekik Hansel lagi. Dia menutup kepalanya dalam kaos Daniel dan memeluk kaki pria itu bak koala yang memeluk batang pohon, menggantung dengan posisi ambigu sambil gemetar ketakutan melihat seekor Kecoak.


" Bwahahahahha......


Daniel dan Esther tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Hansel. Mulutnya saja yang cerewet, tetapi dia takut pada hewan hewan kecil.


Esther terkekeh, wajah gemuknya yang sehat dan menggemaskan tersenyum merekah bak bunga teratai yang bar mekar, sangat cantik dan segar!


Dengan jahil gadis itu mendekati kecoa cokelat yang berkeliling d lantai. Kaki kecil gadis itu berlalu mengejar kecoa kecil itu dan...


Hap!!!


" Hahahah kecoanya dapat!!!" seru anak itu tanpa jijik sama sekali mengangkat antena kecoa kecil itu sampai hewan kecil itu menggeliat di tangan Esther seolah minta tolong dilepaskan dari nenek sihir pemburu kecoa.


" Kelinci rakus lihat ini hahahahah....." Esther berjalan mendekati Hansel dengan kecoa di tangannya.


" Earrrkk.... jangan bawa kemari Esther!!!!" pekik Hansel yang langsung melepaskan pelukannya dari Daniel and berlari Pontang-panting kesana kemari menghindari Esther yang mengejarnya dengan kecoa kecil di tangannya.


" Mommy Hansel mau pulaaangg!!!!!" pekik anak itu sambil menangis sesenggukan.


Sedangkan Esther tertawa terbahak-bahak sambil mengejar Hansel dengan jahilnya.

__ADS_1


Xavier berlari ke depan memeriksa apa yang terjadi, bersamaan dengan itu Aurel keluar dari kamar dengan wajah berantakan.


" Ada apa !??" suara Xavier terdengar khawatir, tetapi sedetik kemudian dia lega kala melihat Hansel yang dikerjai oleh Esther dengan begitu jahilnya.


" Tuan, mereka sedang bermain putri anda benar benar seorang pemberani, tuan muda Hansel saja kalah hahahhaha...." celetuk Daniel.


Xavier tertawa kecil, dia sangat menyukai pemandangan seperti ini, itulah alasannya selalu berkunjung ke rumah keluarga Cornelius muda untuk bermain dengan anak-anak.


"Waahh Esther sayang, Hansel itu takut pada serangga, jangan dikerjain ya, nanti dia trauma, kasihan emaknya nanti akan mengomeli Papa," ucap Xavier pelan sambil menangkap tubuh putrinya.


Esther tertawa cekikikan, Aurel di depan kamar juga tertawa melihat tingkah putrinya.


"Hahahha... maaf Papa, Hansel cerewet sekali tapi sama kecoa kalah, hahaha..." Esther tertawa mengejek Hansel yang menangis dan bersembunyi di belakang sofa. Sanga ketakutan dan sampai berwajah kecut karena hal ini.


"Ya sudah, kecoanya dibuang dulu," ucap Xavier.


"Baik Pa,"


Esther berjalan keluar dan...


syuuutt....


Kecoa kecil itu di lemparkan keluar tetapi tiba-tiba....


Arrrrkhhhhhhh...


" Suara apa itu!?'


"Suara tetangga, biasalah orang yang coba cari bahan gosip" jawab Aurel dengan wajah masam menatap para tetangga yang Pontang-panting kesana kemari.


"Ahh.... Kau habis dari mana? bertempur? kenapa wajahmu begitu? mandi sana, kau bau iler!" ejek Xavier sambil menggendong Hansel yang ketakutan dan Esther di sisinya yang lain.


" Si..sial, kasar sekali!!"


Blamm..


Aurel menutup pintu dengan keras karena dikritik bau iler oleh pria itu, tentu saja bau, dia kan baru bangun.


" Dasar menyebalkan, bau apanya, aku itu wangi setiap hari, hanya sedikit berantakan saja!"


" Cepatlah ganti pakaian sarapan pagi akan segera selesai!" teriak Xavier dari luar.


Aurel terus mendumel, wajahnya kesal dia marah malu karena Xavier.


Sementara itu, Xavier dan anak-anak sedang menghidangkan makanan di teras rumah, akan sangat menyenangkan jika makan di depan rumah dengan pemandangan pegunungan yang rindang di depan mereka .

__ADS_1


Setelah menghidangkan makanan, Xavier berjalan ke kamar putrinya lalu mengintip apa yang sedang dilakukan gadis kecil itu disana.


"Sayang? sedang apa?" tanya Xavier.


Esther berbalik, dia sedang bergelut dengan ikat rambut yang terlilit di rambut ikalnya yang indah.


" Papa... ini terlilit, Esther kesulitan!" ucap anak itu sambil mengerutkan wajahnya.


Xavier masuk ke ruangan itu lalu duduk berjongkok di belakang tubuh mungil putrinya.


" Sini biar papa bantu"ucapnya mengambil alih ikat rambut bermanik manik milik Esther yang dibuatkan oleh ibunya.


Xavier menyisir rambut panjang putrinya untuk kali pertama, rasanya sangat bahagia, dia begitu senang melihat putrinya yang cantik dan menggemaskan.


" Cantik sekali putri Papa," Xavier menatap wajah Esther di cermin. Entah kenapa hatinya bergetar, matanya berkaca-kaca melihat putrinya yang tumbuh sehat selama lima tahun tanpa diketahui oleh Xavier.


Esther melihat air mata ayahnya, dia berbalik dan menatap Xavier dengan wajah terkejut.


" Papa menangis? kenapa? " tanya anak itu sambil mengusap pipi Xavier. Tak terbendung lagi air mata pria itu, dia menangis d depan putrinya, " Maafkan Papa sayang, Papa hanya terharu karena punya kamu, punya anak semanis kamu, maafkan kesalahan Papa nak," ucap pria itu.


Esther juga berkaca-kaca, dia memeluk ayahnya sambil menangis haru," Papa jangan menangis, ini bukan salah Papa kok, Esther bahagia walaupun bertemu sekarang, Esther sangat bahagia,"ujar anak itu sambil memeluk erat ayahnya.


Xavier menangis, dia hanya menangis di depan putri kecilnya, ini kali Pertama dia menangis di hadapan orang lain.


"Papa sayang sama Esther, Papa janji akan membahagiakan kamu," ucapnya.


" Mama juga Pa, Mama Aurel, Esther mau Mama bahagia, dia menderita karena Esther dan perempuan jahat yang melahirkan Esther, jika besar nanti Esther mau jadi anggota Militer atau kepolisian, Esther mau melindungi Mama dari orang jahat!" ucapnya dengan yakin.


Xavier melirik topi kedinasan yang terletak di atas meja, ia tersenyum," Kamu mengikuti gen Papa sayang, kamu benar-benar keturunanku," ucap Xavier.


" maksud Papa?"


" Papa seorang Jenderal, nanti kalau kita ke kota, Papa akan bawa kamu ke kamp, kamu pasti suka,"


" wahh benarkah hahahah... yeyayyy mau!! Esther mau!!" seru anak itu.


Mereka berdua tertawa tanpa sadar kalau Aurel tersenyum bahagia saya melihat dan mendengar percakapan putri kecilnya. Rasa takutnya kemarin kini perlahan memudar, karena Xavier adalah pria yang bisa dipercaya.


"Mama hanya berharap kamu bahagia sayang, apa pun akan Mama lakukan," batin Aurel.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2