
Elton mengeluarkan peralatan canggihnya.Doa tak lagi mempedulikan apakah kata katanya akan menyakiti Grape atau tidak. Dalam pikirannya saat ini hanya dipenuhi dengan Cherry. Dia harus segera menemukan Cherry apa pun yang terjadi.
Rania menghubungi pria itu terkait hilangnya Cherry. Elton langsung melesat dari London ke negara itu saat mendengar berita kalau adiknya hilang. Rasanya sangat kesal dan marah karena dia sudah mempersiapkan banyak hal untuk mengatakan identitas nya pada Cherry bahkan sampai mempercepat semua jadwal pekerjaan nya tetapi Cherry malah dinyatakan hilang.
"Sudah berapa jam dia pergi!??" tanya Elton dengan suara serak.
"19 jam, sudah 19 jam berlalu!" ucap Phineas yang sedang melacak para penculik yang dia curigai.
"Apa!!!?? sembilan belas jam!?? selama itu kalian tidak juga bisa menemukan Adikku!!!!? seorang detektif dan hacker tak bisa melakukannya!?? sialan bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Cherry Grape bajingan!!!" pekik Elton.
"Kau tak berguna, kau tak bisa menjaga istrimu sendiri, menjadikan dia alat balas dendam lalu membiarkan dia pergi sendirian di malam hari, suami macam apa kau!!!!" umat Elton.
Dia benar benar marah. Hanya menemukan keberadaan Cherry saja mereka tak sanggup, padahal ada Phineas kepala Kepolisian dan Grape seorang Hacker juga Philip yang biasa mengutak-atik komputer tapi mereka sama sekali tak bisa melacak keberadaan Cherry.
"Elton Jangan berkata seperti itu!!!?" senggak Philip, dia tak suka temannya bertengkar.
"Elton kami menemukan cairan ramuan yang sama seperti yang biasa kau pakai, seperti nya Cherry mengubah warna rambut dan bola matanya, akan sulit menemukan gadis itu!!!" ucap Phineas.
Elton terbelalak, dia menatap Phineas dan berjalan ke arah pria itu.
"Mana obatnya!?" tanya Elton.
Phineas mengambil alat suntik itu dan memberikan nya pada Elton juga gelang yang diberikan pria itu padanya.
"Gelang ini lepas!??" ucap Elton .
"Sepertinya dia melepasnya juga melemparkan benda ini, kami menemukan mobil sindikat penculik dan Grape sedang melacak keberadaan mereka sekarang," jelas Phineas.
"Sialan..... kupikir ini terpasang!! aku membua alat pelacak dalam benda ini tapi ternyata terlepas, " ucap Elton sambil mengeraskan rahangnya.
Elton memutar otaknya, Jika mereka mengubah warna rambut dan bola mata mereka berdua maka akan sulit mengenali Cherry, karena warna khas itu akan berubah sesuai dengan ramuan yang dipakai.
__ADS_1
Elton berjalan dengan cepat dan mengeluarkan semua isi tasnya, mencari alat suntik dengan cairan yang sama.
"Dimana itu!!!" ucapnya panik.
"Kau mencari apa!?" tanya Philip.
"Alat suntik, aku akan tau Cherry berubah warna seperti apa jika aku juga memakai obatnya, fase perubahan warna kaki sama!" ucap Elton.
Phineas dan Philip saling menatap mereka tak paham dengan apa yang dimaksud oleh pria itu. Grape sendiri hanya bekerja seperti robot dalam diam dan memeriksa semua lokasi yang mungkin di lewati oleh mobil itu.
"Aku memang tidak berguna!" pria itu mengumpat dirinya sendiri. Matanya terus mencari posisi Cherry dengan teliti.
Dia melihat rekaman CCTV di sebuah pelabuhan dimana mobil itu berakhir.
"Pelabuhan!? apa ini mobil yang sama? mereka menyamarkan platnya dan berganti setiap 15 menit, sangat licik!" pikir Grape.
Jarinya terus bergerak mencari letak Cherry "Aku pasti akan mengenalinya, sekalipun warna rambut dan bola matanya berubah!" ucap Grape.
Dia menatap mobil itu dengan seksama, beberapa orang dibawa dengan kaos dan celana pendek putih. tampak gadis gadis malang itu diikat dengan rantai lalu dibawa masuk ke dalam sebuah kapal pesiar.
Dia terlihat seperti pengidap Albino, berjalan terpincang-pincang dengan kaki dan tangan yang diikat dengan rantai. Diantara mereka semua tubuh gadis itu yang paling ramping dan sangat menarik perhatian karena kecantikannya.
"Cherry di pelabuhan Van Persie!!!"pekik Grape yang sontak membuat mereka beranjak melihat apa yang ditunjukkan oleh Grape.
Di saat yang sama Elton yang sudah menyuntikkan obat itu ke tubuhnya mengalami perubahan besar pada seluruh tubuhnya. Warna rambut, alis, bulu mata bahkan bulu halus di sekujur tubuhnya berubah menjadi warna putih persis seperti yang dialami gadis dalam rekaman CCTV itu.
"Itu... Cherry, persis seperti aku!!!' ucap Elton.
Merry semua menoleh pada Elton yang sudah berubah warna seperti bunglon. Bola matanya Berbah menjadi merah Ruby dan persis dengan gadis dalam rekaman itu.
Sementara itu di pelabuhan Van Persie, Cherry mengepalkan tangannya seperti sedang menyembunyikan sesuatu, mereka disuruh masuk ke dalam kapal pesiar itu dengan tangan dan kaki yang diikat dengan rantai. Sebenarnya ada ratusan gadis yang dibawa kesana. Mereka diberi pakaian kaos kecil crop top dan celana pendek berwarna putih senada dengan atasannya. Tak memakai alas kaki maupun riasan dan aksesoris.
__ADS_1
"CK... aku harus cari cara untuk lepas dari sini, dari cetak biru kapal ini para gadis akan dibagi dalam kamar kamar tertentu, tidak semua gadis disini murni korban penculikan, ada pengawas yang menyamar dan mere semua punya tato pedang di lengan kanannya! " Batin Cherry sambil melirik mereka semua.
"Cepat masuk!! dasar perempuan sialan!!" umpat penculik bergigi emas yang membawa Cherry semalam.
Cherry menatap pria itu dengan tatapan dingin namun sedetik kemudian dia berubah menjadi gadis lugu tak tau apa apa seolah dia pengidap Albino sungguhan berpura pura rabun dan tak bisa melihat dengan jelas.
"Aduh aku tak bisa melihat dengan jelas!;" cicit Cherry dengan suara pelan.
"Dasar gadis buta sialan, kupikir kau normal semalam, teryata hanya gadis buta !" umpat pria itu sambil memberikan tongkat pada Cherry agar dia bisa berjalan dengan benar karena sejak tadi Cherry berjalan dengan pincang dan menubruk tawanan yang lain.
"Beruntung aku dapat warna ini, baru kali ini warna putih, biasanya akan jadi warna merah mencolok, hijau tua atau hitam, dasar orang-orang bodoh, lihat apa yang akan terjadi pada kalian!!" gumam Cherry.
"Kau mengatakan apa hah!!?? cepat jalan!" teriak pria itu lagi.
Cherry mengangguk, dia berjalan dengan tongkat dan berpura pura sebagai gadis lemah yang tak bisa melihat dengan jelas.
Cherry berjalan sambil melirik ke kanan dan kiri, di tangannya dia menyembunyikan kunci yang dia curi dari kunci yang tergantung di celana salah satu penjahat itu.
"Anak anak di sembunyikan di dalam kotak kotak hitam di atas sana, sial sekali, kenapa mereka tega melakukan hal seperti itu pada anak anak, bagaimana kalau mereka mati!!!?" pikir Cherry sambil melirik tiga kontainer hitam yang diisi dengan korban anak anak.
Semua tawanan di masukkan ke dalam kapal pesiar besar itu. Mereka tidak langsung berangkat, harus menunggu tawanan lain yang disembunyikan di tempat pengasingan yang sudah mereka rancang.
"Hahahahah..... siapa pun tak akan bisa melacak keberadaan mereka, karena kalian bekerja di bawahku, menculik gadis gadis di bar adalah salah satu cara paling efektif!" ucap seorang pria berperawakan tinggi dan besar dengan perut buncit dan topi Chaplin yang bertengger di atas kepalanya.
"Pastikan tidak ada celah, terutama penggantimu di kepolisian itu dia bekerja sangat cepat, dan mengganggu organisasi ini adalah seharusnya berangkat besok tapi karena ulahnya kami harus berangkat malam ini!!" ucap pria yang mengatur penculikan itu, dia bukan bosnya tapi bisa disebut sebagai tangan kanan si bos.
"Tenang saja, dia tak akan bisa menemukan kita!" ucap mantan kepala kepolisian itu.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗