Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
121 i love you bodoh!


__ADS_3

Rania berdiri di hadapan Elton dengan wajah sendu membuat suasana menjadi mendung padahal hari itu adalah hari yang sangat cerah dan indah.


"Apa kau tau kesalahanmu bodoh!?" tanya Elton sambil menatap Rania yang menunduk seraya meminjam jari-jarinya.


"A..aku.. aku memang salah! iya aku salah mengikuti pria itu!!!" balas Rania dengan nada kesal sambil menatap Elton sebentar. Bola mata mereka bertemu untuk beberapa detik namun kemudian Rania tak sanggup menatap kedua bola mata yang indah itu seolah mata Elton adalah magnet yang memikat Rania untuk terus melihat kesana.


"Tapi kau juga salah, kenapa kau meminum anggur itu tanpa curiga, ini kan akibatnya, seharusnya... kalau..kau buang saja, kau tidak akan dalam bahaya kalau kau tidak meminumnya!!!" ucap Rania dengan suara gugup dan tangan gemetar


Jujur saja bayang-bayang Kevin yang ingin melecehkan dirinya masih tergambar jelas di kepala wanita itu. Dia ingin berteriak dan menangis namun lagi lagi dia menahan dirinya agar tidak memberitahu siapa pun kalau dia terluka, hatinya terluka dan dirinya trauma.


Namun bukan pria sejati jika tak tau kalau orang yang dia sayangi mengalami hal itu. Elton jelas tau kalau Rania masih ketakutan, dia jelas tau kalau gadis itu butuh perhatian


"Lagipula, ke..kenapa kau bis datang di tempat itu, kau... kau kan tidak peduli denganku... kau..kau hanya bersama Sarah dan..dan kalian tampak sangat dekat, kenapa kau peduli denganku, dia bisa salah paham!!" ucap Rania yang sudah membendung air matanya dan berusaha bertingkah senormal mungkin di hadapan Elton. Berusaha keras untuk menunjukkan kalah dia baik baik saja dengan semua keadaan yang dia alami saat ini.


"Aku.. aku tak perlu diselamatkan, jika terjadi sesuatu padaku toh aku akan langsung menikah deng....


"BODOH!!!"


PRANGGGG....


Elton memekik marah saat mendengar kata kata konyol itu keluar dari mulut Rania, dia bahkan sampai melemparkan nonampan makanannya.Bagaimana bus gadis itu berpikiran sempit? bagaiman bisa dia mengatakan lebih baik dia tak diselamatkan?


Amarah Elton semakin membuncah, dia benar benar dibuat kesal oleh Rania.


"Apa kau tolol Rania!? kau mau tidur dengan pria bajingan itu hah!!??? kenapa setelah kuselamatkan kau mengatakan itu, seharusnya kau menolak dan berkata akan melayani nafsu si bangsat itu, agar aku tak perlu menolongmu!!!" Elton marah, dia menatap tajam Rania.


Gadis itu seketika merosot ke atas lantai, dia bingung, takut dan kacau. Perasaannya tak menentu, trauma itu masih melekat di otaknya. Air mata Rania semakin deras, tubuh gadis itu gemetaran. Perasaannya yang hancur membuat nya merasa menyesal dan bersalah kepada Elton.


Dia telah menyadari sepenuhnya kalau dia telah jatuh cinta pada pria di hadapannya itu. Rania hanya bisa menangis, meratapi dirinya yang begitu bodoh dan plin plan, padahal jelas dia tau Kevin orang seperti apa, dan jelas dia dengar dari beberapa dokter kasus tentang Kevin dikeroyok seseorang di toilet, dia juga menemukan buket bunga Elton dengan tulisan tangan pria itu di buket untuk menyemangatinya, tetapi dia seolah menutup mata pada semua itu.


Hancur...


Hantu gadis itu hancur berkeping-keping, situasi mengejutkan yang tak pernah terpikirkan akan terjadi pada dirinya, perasaannya yang rumit untuk dipahami membuatnya melemah dan takut.


"Hiks hiks hiks... ma..maafkan aku... maafkan aku....." ucap Rania sambil memeluk dirinya sendiri dan menangis sesenggukan di depan Elton.


Hati Elton bagai tersayat melihat gadis itu. Dia berdiri lalu...

__ADS_1


Crakk...


Mencabut jarum infusnya begitu saja bahkan sampai membuat pergelangan tangannya terluka.


Elton berjongkok lalu menatap Rania dengan tatapan sendu sambil mengusap kepala Gadis itu dengan lembut. Dia dapat merasakan ketakutan yang sangat dalam, trauma yang sangat mengerikan dialami oleh Rania.


"Kemarilah, aku minta maaf karena marah padamu..." ucap Elton sambil menarik Rania ke dalam pelukannya.


Mereka berdua duduk di atas lantai dengan posisi berpelukan. Rania menangis tersedu-sedu sambil mencengkram pakaian Elton.


"Aku melakukan semua itu karena aku khawatir pada si cerewet dan cengeng ini, aku menyelamatkan mu karena aku memang harus melakukannya, aku datang karena aku merasa kalau aku tak mencarimu maka aku akan menyesal seumur hidupku, aku meminum wine itu untuk membuktikan kepadamu betapa jahatnya pria yang bersamamu kala itu," jelas Elton dengan pelan namun lembut sambil menepuk-nepuk punggung Rania.


Rania jelas terlihat terkejut mendengar penjelasan Elton. Pria itu melakukan semuanya untuk diri Rania bukan untuk hal lainnya.


"Maafkan aku hiks hiks hiks.. maafkan aku membuatmu kesusahan!!" Rania kembali menangis.


"Kenapa kau melakukan itu, kenapa kau peduli padaku, padahal beberapa waktu terakhir ini kau meninggalkanku, kau bermain dengan Sarah, kau sangat cuek dan tak pernah menggangguku lagi," tanya Rania sambil menatap Elton dengan mata berkaca-kaca.


Tangan Elton terangkat, dia mengusap wajah Rania dengan sangat lembut. Dia menatap mata itu dan menangkupkan kedua tangannya di wajah Rania.


"Itu semua kulakukan karena aku peduli padamu, aku menyayangimu, kau orang penting bagi ku, kau orang yang memahamiku, " Elton menatap Rania lebih dalam lagi, " Apa kau tau maksudnya itu? apa kau tau artinya ini?" Elton menarik tengkuk Rania.


Rania yang awalnya merasa tegang, menjadi tenang dan mulai menikmati ciuman panjang itu. Air mata Rania mengalir, dia mengalungkan kedua tangannya di leher jenjang Elton. Dia sadar betul kalau dia sangat mencintai pria di hadapannya itu.


Orang yang selalu mengganggunya sejak mereka bertemu. Orang yang paling paham akan dirinya, orang yang paling mengerti tentang apa yang Rania rasakan dan lalui sebelumnya. Jantungnya berdebar kencang tak karuan, yang terdengar di dalam ruangan itu hanya suara decapan bergairah antara dua orang sejoli yang sudah sama sama dewasa.


Pintu tiba-tiba dibuka dengan pelan," Astaga! " Cherry terbelalak melihat apa yang terjadi di dalam. Segera dia menutup pintunya dengan pelan. Mereka yang berciuman tapi Cherry yang merasa gerah.


"Salah timing, ya ampun mataku melihat apa tadi!!!"gumam Cherry sambil berdiri dan menatap orang-orang di dekatnya dengan mata terkejut.


"Ada apa sayang?" tanya Grape heran sama halnya dengan Sarah yang juga bingung dengan wajah Cherry.


"Sepertinya mereka sedang membuat adonan ehh... Bi..biarkan saja mereka!" ucap Cherry yang langsung duduk di kursi tunggu sambil mengusap dadanya dengan wajah tegang.


Sementara itu, di dalam kamar inap, Elton semakin menjadi-jadi, tangannya mulai menggerayangi tubuh mungil nan indah itu, dia mengangkat Rania tanpa melepas pagutannya, lalu membaringkan gadis itu di atas ranjang, mengunci pergerakan nya di bawah kungkungannya.


Tangannya mengusap lembut punggung Rania, namun keduanya sadar akan batas mereka.

__ADS_1


"Maaf..." ucap Elton setelah melepaskan pagutannya. Rania tersipu malu, hampir saja dia mengeluarkan suara aneh tadi. Wajah gadis itu merona, tak berani menatap Elton.


"Apa kau tau arti yang barusan?" bisik Elton sambil menatap lekat kedua manik mata itu.


"Em... kau ingin skidipapapap bersama ku??" celetuk Rania dengan wajah polosnya.


"pffthh bwahahahhahahaha.....


pletak...


Satu sentilan mendarat di kening gadis itu, bukannya romantis suasananya malah jadi lucu. Bisa bisanya gadis itu mengatakan hal demikian setelah menerima ciuman selembut itu.


"I Love you bodoh!" ketus Elton seraya mencubit kedua pipi Rania dengan gemas.


"Dapat dari mana kosa kata itu hah? hahahahah... kau ada ada saja hahahah.... skidipapapap apanya Rania huwahahahahah...." Elton tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Rania, bagaimana bisa gadis itu serandom ini.


Rania tersipu malu, dia juga tertawa geli, jika di dekat Elton dia bisa berubah menjadi konyol seperti ini. Namun beberapa detik kemudian dia menyadari ucapan Elton barusan.


"E..El..ka..kau... bilang apa tadi!?" tanya Rania untu memastikan lagi.


Elton berhenti tertawa lalu mengusap wajah itu," Aku mencintaimu Rania, menikahlah denganku..." bisik Elton sambil menatap Rania.


Mata gadis itu mulai menganak sungai, lamaran di atas ranjang rumah sakit!? apa lagi yang lebih romantis selain ciuman panas menggelora di atas ranjang itu?


"E..El... aku... aku mau skidipapapap.... eh menikah maksud ku menikah!!! hiks hiks hiks... aku mau!!!! aku juga mencintaimu, aku sangat mencintaimu!!!" teriak Rania sambil menangis sesenggukan lalu memeluk Elton dengan erat. Air matanya mengalir begitu saja.


Elton tertawa terbahak-bahak lalu memeluk Rania sekali lagi. Tiba-tiba......


Brak......


"TIDAK BOLEH!!!!!"


.


.


.

__ADS_1


LIKE, VOTE DAN KOMENTAR NYA YA 🥰


__ADS_2