Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
72


__ADS_3

Alvaro berhasil ditenangkan, tampaknya bocah tujuh tahun itu bermimpi buruk di tengah kondisi tubuhnya yang tidak baik. Cherry mengusap lembut wajah anak itu, dia dengan penuh perhatian memeluk Alvaro dengan penuh kehangatan seperti seorang ibu yang sedang merawat anaknya.


“ Tante....” lirih Alvaro sambil memeluk Cherry yang memilih berbaring di samping Alvaro untuk membuat anak itu merasa aman, sebab beberapa saat lalu para suster dan dokter berusaha untuk mendekati Alvaro tapi tak ada satu pun yang berhasil menenangkan anak itu.


Hingga dia memanggil Cherry dan meminta gadis itu untuk memeluknya karena dia terlalu takut melihat orang –orang di dalam ruangan itu.


Cherry dengan penuh kelembutan memeluk Alvaro didampingi oleh yang lainnya. Sedangkan Philip memeluk Hansel yang menangis saat melihat kakak laki lakinya menangis sesenggukan. Dia memeluk anak itu dan menenagkannya bersama Elton.


“ Grape, hanya kedua anak ini yang tak memiliki identitas apa pun, sepertinya mereka anak anak korban..”


“ Nanti saja kita bicarakan, ini bukan waktu yang tepat, kau ini polisi atau apa sih kenapa sebodoh itu!” ejek Grape sambil memicingkan matanya ke arah Phineas.


“ ehh aku kan hanya bilang saja, lagian aku bisik bisik dodol,” ketus pria itu sambil memalingkan wajahnya ke arah lain .


“ Dasar tidak peka, “ ejek Elton lagi.


“ ck... diamlah ..”


“ Aku akan bawa Hansel keluar dulu, beritahu aku kalau kakaknya sudah tenang,” ucap Philip.


“ aku ikut,” ucap phineas yang langsung beranjak dari sana.


“ kalian mau kemana? Jangan jauh jauh,” ucap Elton.


“ Mau belajar teleding om...” balas Philip sambil menirukan cara bicara Hansel.


Mereka bertiga keluar dengan Hansel yang memeluk Philip dengan erat. Kedua anak itu tidak ditemukan sama sekali orangtua atau pun keluarga yang kehilangan mereka. Dari hasil penelitian Phineas, kedua anak itu adalah anak yang memang sengaja di jual oleh orang di luar negara itu . Ibunya sudah meninggal dalam sebuah kecelakaan sedangkan ayahnya tidak diketahui siapa. Mereka berdua tidak punya siapa siapa dan tinggal luntang lantang di jalanan selama dua tahun dan berakhir di negara ini sebagai gembel .


“ Cherry bagaimana keadaanya?” tanya Elton.


“ sudah mulai tenang kak, tapi untuk sementara sepertinya aku harus menemaninya, dia trauma kak, kasihan dia,” jelas Cherry .


“ baiklah, kami akan mendampingi kalian,” ucap Grape yang dianggukkan oleh Cherry.


“ Siapa anak anak itu Grape? Kenapa mereka terlihat begitu dekat dengan Cherry?” bisik Rania.


“ ahhh... untuk itu ..aku juga tidak tau pastinya jadi jangan tanya aku kak,” jawab Grape sambil menatap kakaknya.

__ADS_1


“ ck dasar batu, Elton siapa mereka?” tanya Rania lagi pada kadal gurun di samping Grape.


“ Alvaro dan Hansel, hooooaaammmm udah ahhh jangan banyak tanya Rania, ingat kan yang suka tanya tanya bakal cepat mati,” celetuk Elton sambil berbaring di atas sofa dan memejamkan kedua matanya.


“ Ckk dasar bikin kesal saja, kalau begini jadinya aku akan pulang ke Finlandia, kalian semua mengesalkan!”gerutu gadis itu.


“ ya sudah pulang sana, kalau kau tega membiarkan Cherry, Bian, Azura dan kami sakit sakitan disini,” ucap Grape seraya mengusap usap ponselnya .


“ aku akan telepon jet pribadi untuk mengantarmu sampai ke dalam kamar, dan kau akan menikmati hidupmu di Finlandia tanpa melihat pembalasan dendam ini dan..


“ Cukup cukup, dasar kau ini, bilang saja kau tak ingin aku pergi , gak usah pake acara mengancam begitu , sudahlah aku keluar, aku akan tetap disini, dasar adik adik tengik!!" kesal rania.


“ ehhh mau kemana kakak cantik?” celetuk Elton seraya mengedipkan sebelah matanya.


“Mau ke kamar mayat, mau ikut hemm?” ucap Rania sambil mengangkat kepalan tangannya, membesarkan bola matanya dan mengerutkan wajahnya sambil menggertakkan giginya menatap Elton.


“ Eh gak jadi deh, syuhh mak lampir pergi sana,” ucap Elton dengan sengaja hanya untuk membuat gadis itu kesal padanya.


“ grrhhh dasar... awas kau nanti..” kesal Rania sambil keluar dari dalam ruangan itu dan menghentak hentakkan kakinya.


“ tante... Hansel?” suara cicitan anak ayam terdengar di telinga gadis itu.


“ Lagi main sama om om yang mukanya bendol bendol tadi, ditemani pak polisi yang bantu kita lepas dari penjahat juga, Hansel aman kok, abang mau ikut Hansel?” tanya Cherry.


Alvaro menatap gadis itu dengan intens, dia mengangguk pelan sambil menggenggam lengan baju Cherry. Gadis itu tersenyum manis sambil mengusap wajah Alvaro dengan lembut.


“ Kak Elton boleh minta tolong gak?” tanya gadis itu.


Mendengar namanya yang mahal dipanggil, pria itu langsung melompat dari kasur dan menghadap Cherry seperti anak yang patuh.


“ ada apa? Kamu perlu apa ? kasih tau kakak biar kakak bantu,” ucap pria itu dengan angkuh sambil menepuk nepuk dadanya sendiri.


“ lebay,” ejek Grape sambil melihat ke arah lain.


“ Cihhh iri? Bilang kawan,” ejek Elton sambil menjulurkan lidahnya.


“ Jadi ada apa?” tanya Elton sambil senyum senyum manis di depan Cherry.

__ADS_1


“ boleh tanyakan apa Alvaro bisa keluar ruangan? Kalau boleh bawakan kursi roda ya kak, kasihan dia pasti bosan,” ucap Cherry.


“ Ahh baiklah , siap laksanakan adik manis, tunggu ya Alvaro, ini om Elton, om paling ganteng sejagad raya, kakak kandung tente cantik ini,” ucap Elton sambil mengusap wajah Alvaro dan menepuk kepala Cherry dengan lembut sambil tersenyum.


Cherry terdiam mendengar ucapan Elton, pria itu memang belum menjelaskan apa pun tentang hubungan mereka berdua yang sebenarnya, tetapi kata kata dan tindakan Elton selama ini membuktikan kalau mereka lebih dekat dari yang Cherry pikirkan.


“ kakak kandung?” gumam Cherry dengan suara tercekat, dia menatap punggung Elton yang menghilang di balik pintu ruang rawat inap. Tak yakin, tak bisa berkata-kata dan ingin mendengarnya lebih jelas lagi. Alvaro mengamati perubahan suasana hati Cherry yang tiba-tiba, anak kecil itu menggengam tangan Cherry yang menurutnya sedang sedih.


“ tante menangis? Kenapa ?” tanya Alvaro sambil menatap gadis itu dengan tatapan lembunya.


“ Ehh emmm nggak apa apa kok sayang,” ucap Cherry dengan suara lirih.


Grape menghampiri istrinya, dia mengusap lengan Cherry ,” yang dia katakan benar sayang, kalian saudara kandung, cerita lebih detailnya nanti kita dengar dari dia,” ucap Grape yang tau kalau cherry sedang bingung dan penasaran.


“ Aku... aku benar benar punya kakak Grape?” mata Cherry berkaca kaca, Grape mengangguk sambil mengusap wajah istrinya dengan lembut,” iya dia kakak kandungmu sayang, “ ucapnya sambil tersenyum.


“ Om ini... orang baik,” batin Alvaro saat melihat Elton begitu menyayangi Cherry.


Sementara itu di taman rumah sakti dua pria berbeda kepribadian sedang terdiam dengan kaki ketar ketir di depan dua orang gadis yang menatap mereka berdua dengan tatapan lapar.


Philip sudah gemetaran melihat tatapan kesal dan marah dari Bella sekretarisnya yang bar bar dan sedikit gila, bahkan mungkin sama gilanya dengan Elton. Sedang Phineas terlihat menunduk dan mencari objek lain untuk di lihat ketika melihat tatapan dingin, tajam dan datar dari si gadis batu kembarannya itu.


“ Sial ini semua gara gara si kunyuk ini,” kesal Phineas sambil menyenggol tangan Philip yang hanya diam sejak tadi saat menatap dua gadis itu berdiri di depan mereka.


“ Cari cara untuk selamat dari singa liar ini, aku tak tau cara menghadapi wanita, kalau penjahat aku bisa menang tapi kalau ini aku tak bisa,” bisik Phineas.


“ heh kau pikir aku juga bisa, kau tak bisa apalagi aku, apa sebaiknya panggil si kadal biru? Dia ahlinya,” gumam Philip.


“ sialan kau Philip...”


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2