Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
68


__ADS_3

Suara desiran dari gelombang laut terdengar begitu keras setelah tiga ledakan besar yang menghantam lautan luas itu. Air bergemeriak seolah bersorak dan merayakan kalau awak kapal itu telah selamat.


Langit yang menghitam dan cahaya purnama yang menemani serta hembusan angin yang begitu kencang menemani malam mereka di kapal pesiar besar itu. Bersamaan dengan itu hela nafas lega terdengar di dalam kapal kecil yang mengamati kapal pesiar itu dari sisi yang berlawanan.


Grape akhirnya bisa bernafas lega setelah istrinya berhasil selama dan menyelamatkan orang banyak, Dari sisi ini , dia jelas melihat kepribadian istrinya yang kuat dan berpendirian, bukan hanya memperdulikan dirinya sendiri tapi semua orang di dalam kapal besar itu.


“ Syukurlah mereka selamat, “ ucap Grape.


“ Bian bawa ke pelabuhan, kami mengkawal dari semua sisi,” ucap Grape memberi komando pada adiknya yang mengemudikan kapal dan memutar haluan menuju pelabuhan.


Semua pengawal dan pihak kepolisian juga para tawanan berteriak bahagia karena mereka selamat dari tragedi itu. Semua penjahat diringkus oleh mereka, diikat di tengah tengah kapal dan dikumpulkan dalam satu ruangan. Operasi ini dipimpin langsung oleh sang Dalton musuh bebuyutan organisasi gelap seperti mereka.


“ Ikat semua, jangan biarkan satu pun dari mereka mati dengan cara yang tenang, kita akan membuat mereka merasakan perasaan takut yang dialami semua tawanan, aku tidak akan memberi ampun,” ucap Phineas dengan wajah garang dan penuh amarah. Philip juga demikian, kedua pria itu berdiri dengan lengan kemeja yang mereka singsingkan, menatap semua penjahat yang telah mereka bekuk di kapal besar itu.


Cherry dan Elton sama sama bernafas lega. Elton membawa gadis dalam pangkuannya ke tempat yang hangat. Sementara itu Cherry langsung berlari menuju tempat Alvaro, anak yang membuatnya menyelidiki kejadian besar ini dnegan cara yang paling nekat.


Cherry melihat Alvaro yang telah memucat, wajahnya lemah tak berdaya, nafasnya terdengar lambat dan dia berkeringat.


“ Alvaro, son wake up... c’mon.. we are save... “ Cherry menepuk lembut wajah Alvaro yang begitu pucat. Gadis itu ingin menangis saat melihat Alvaro yang tak berdaya dalam pangkuannya. Seketika dia teringat dengan mendiang mommynya yang meninggal di depan matanya.


Jantung gadis itu berdegup kencang . Rasa takut menjalar di seluruh tulang tulangnya, dia memeluk alvaro sambil menangis,” bangun nak ayo... kamu bisaa... hiks hiks hiks...ku mohon jangan tutup mata...” Cherry menangis tersedu sedu sambil memeluk Alvaro.


Alvaro kecil merasakan pelukan yang begitu hangat dari Cherry. Pelukan yang tak pernah dia rasakan sejak dia kehilangan rumahnya dan hidup bertahun tahun sebagai gelandangan yang digunakan untuk manjadi alat penculikan oleh organisasi hitam itu.


“ Hangat... Tante hangat... tante seperti Mommy... hangat.. makes me happy.. Mommy....” gumam Alvaro sambil menelusupkan kepalanya ke dalam pelukan Cherry dan memeluk gadis itu lebih erat.


Hati Cherry tak kuat, dia memeluk Alvaro selembut mungkin, yang lain juga menangis melihat kondisi Alvaro yang mungkin tidak akan selamat.


“ Cherry sebaiknya kita bergabung dengan tuan Elton, bawa anak itu ke tempat yang hangat,” ucap Azura.

__ADS_1


Cherry mengangguk sambil menangis. Gadis itu berjalan menuju lantai bawah dimana ruangan lebih hangat,” Sarah, Marsha, Azura dan yang lain, tolong bawa anak ana ke dalam kapal, mereka pasti kedinginan, aku akan meminta yang lain membantu,” ucap Cherry.


“ baiklah,” jawab mereka menurut.


“ Cherry ponselmu,” ucap gadis itu .


Cherry beranjak dari sana setelah menerima ponselnya dan memastikan semua anak anak di bawa ke lantai bawah. Sementara gadis itu berjalan menuju ruangan di tengah kapal pesiar itu. Dia berjalan kesana sambil memeluk Alvaro dengan air mata berderai.


“ Pakai ini, kau kedinginan,” Philip memasangkan jaket ke tubuh Cherry, dia barusan hendak mencari gadis itu tetapi Cherry sudah tiba di tempat dia dan yang lainnya berada.


“ terimakasih kak,” ucap Cherry dengan suara gemetaran.


Philip mengusap punggung Cherry, menguatkan gadis itu ,” kamu hebat, kakak bangga,” ucap Philip.


“ sini biar kakak yang bawa anak itu,” ucap Philip namun Cherry menolak,” jangan kak. Biar aku saja, “ ucapnya pelan.


“ Cherry....” Phineas langsung menghampiri Cherry dan memeluk gadis itu dari samping. Tatapannya menunjukan kalau dia benar benar khawatir dengan keadaan Cherry.


“ bagaimana keadaanmu ?” tanya Phineas sambil menuntun Cherry menuju ruangan yang sama dengan Elton dimana pria itu masih menenangkan gadis remaja yang hampir saja mendapatkan pelecehan itu.


“ Aku takut kak.. anak ini ... di..dia hiks hiks hiks... bagaimana ini, kita harus cepat , banyak anak anak yang sakit , kasihan mereka...” cherry lagi lagi menangis. Philip menatap Phineas sambil menggelengkan kepalanya seolah mengatakan agar pria itu tidak menanyakan hal itu lagi.


Phineas menghela nafas berat, dia memeluk Cherry dengan erat, menguatkan gadis itu dan menenangkannya dengan baik.


“ tenanglah, semuanya sudah selesai, kita akan segera pulang, mereka sudah selamat,” ucap Phineas.


Cherry mengangguk dengan lemah, air matanya masih mengalir. Dia memeluk tubuh kurus nan kecil itu dengan erat. Di saat yang sama Elton melihat Cherry tiba, dia baru saja berhasil meminta gadis yang ketakutan itu untuk duduk degan tenang tanpa harus takut dengan para pria di ruangan itu.


“ Cherry , sayang kamu baik baik saja? Kakak khawatir, apa ada yang luka? Apa mereka memukulmu? Apa mereka menyentuhmu? Katakan biar kakak hajar orang orang tidak beres itu,” ucap Elton yang langsung duduk di samping Cherry dengan tatapan risau dan panik.

__ADS_1


Cherry menggelengkan kepalanya,” Cherry hanya takut...” lirih gadis itu sambil menunduk dan memperat pelukannya pada Alvaro.


“ tak apa, semua sudah berlalu Cherry, semuanya sudah berlalu...” ucap Elton menenangkan gadis itu.


Cherry menyandarkan kepalanya di dada Elton, dia menangis sesenggukan. Rasanya sangat menakutkan.


Elton, Phineas, dan Philip tak tahan melihat gadis yang menjadi happy virus mereka berakhir menyedihkan seperti ini. Mereka tidak akan melepaskan orang orang yang menjadi kan Cherry dan semua tawanan itu sebagai produk perdagangan mereka.


Phineas mengepalkan kedua tangannya, dia tau siapa dalang di baik ini semua, “ Nagata dan Nathama, bajingan gila yang bersembunyi di balik identitas palsu kalian,aku akan menghancurkanmu sampai berkeping keping karena telah berani menyentuh adikku, ini adalah kehancuran kalian bajingan berengsek...” geram Phineas sambil menatap dokumen berisi identitas para tersangka utama yang menjadi kepala penyebab kejadian ini terjadi.


“ Nathama dan nagata, jangan kira kalian akan lepas dari masalah ini,” gumam Phineas.


Sementara itu di sebuah club besar di negeri tirai bambu, seorang pria berkulit putih dengan wajah tampan dan menarik baru saja menghancurkan sebuah botol wine ke kepala pelayan yang membuat kesalahan saat melayaninya.


“ Beraninya mengganggu Seroang Nagata, Dalton sialan bersiaplah menerima kemarahanku bajingan....” geram pria itu sambil mencengkram erat erat gelas kaca yang dia pegang di tangannya.


“ Cihh... sejak awal aku sudah bilang kalau aku keluar dari bisnis sialan ini, kau membuatku terjebak bajingan, urus saja sendiri, aku tak akan ikut campur, kau membuatku bangkrut bajingan,” umpat seorang pria lainnya yang memiliki wajah yang sama dengan Nagata.


“ Cihhh Nathama sialan, sejak kau bertemu gadis gadis itu kau berubah, kau pikir kau tidak sama denganku hah? Kita ini satu darah Nathama, kau tak akan bisa menghindari takdirmu sebagai keturunan pembunuh bayaran...” ucap Nagata sambil menyesap anggurnya.


Nathama melirik pria itu dari ekor matanya,” aku tidak sama denganmu, dan jangan membawa bawa namaku maupun gadis gadis itu dalam bisnismu bajingan sampah...” umpat Nathama sambil keluar dari dalam ruangan itu menggunakan kursi rodanya.


Nagata mengeraskan rahangnya,” sampah cacat itu berlagak lagi di depanku...” geram Nagata sambil menatap kembarannya yang memiliki fisik tidak sempurna . Nathama tak bisa berjalan sejak dia lahir tetapi kekurangan itu tak membuatnya jadi pria yang lemah. Berubah menjadi pebisnis besar yang bahkan melampaui kembarannya Nagata si gila dari dunia bawah .


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2