
Enzy sedang duduk menatap layar Tab nya di sofa ruang rawat inap No.1, meskipun Alyssa sudah memberikannya cuti untuk merawat Dion.
Namun, dia masih tetap mengecek pekerjaannya agar dia merasa tenang.
Dion masih belum sadar pasca operasi, menurut Alyssa, Dion akan sadar setelah 4 jam, dan ini baru 2 jam setelahnya.
Ring! Ring! Ring!
Telepon Enzy berdering
"Halo" ucap Enzy
"Halo, nona Enzy. Maaf mengganggu waktu anda. Bolehkah saya minta waktu anda sebentar? Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda" ucap Anita
"Baik, aku akan ke ruangan anda kalau begitu" ucap Enzy, kemudian beranjak keluar, menuju ruangan Anita.
Dia berpikir jika ada sesuatu yang ingin di bicarakan Anita mengenai kondisi Dion.
¤
Tok! Tok! Tok! Enzy mengetuk ruangan itu.
"Silahkan masuk, Nona Enzy" ucap Anita, setelah membuka pintu.
Enzy masuk ke dalam ruangan, dia melihat ada seorang pria tampan, sedang duduk di dalamnya.
"Apa yang ingin anda bicarakan, Dokter?" tanya Enzy, begitu dia duduk.
"Sebelumnya saya perkenalkan terlebih dahulu. Tuan yang sedang duduk di sana, bernama Noah. Dan tuan Noah, perkenalkan ini Nona Enzy asisten pribadi Nona Alyssa, Dokter Ajaib" ucap Anita
Mendengar nama Noah, ada ekspresi terkejut dari raut wajah Enzy. Itu tidak luput dari penglihatan Noah.
Nama Noah terngiang di telinga Enzy, baginya yang sudah bergelut dengan dunia bisnis pasti tahu tentangnya.
Alvin, Yogi, Noah adalah 3 sosok pebisnis besar di negara ini.
"Salam kenal Nona Enzy, maaf jika kedatangan saya mengganggu anda. Saya hanya ingin meminta bantuan kepada anda, untuk menghubungi Bos anda. Saya ingin meminta bantuannya untuk menyembuhkan penyakit Kakek saya" ucap Noah
"Salam kenal Tuan Noah, saya tidak menyangka salah satu dari 3 raja bisnis negara ini ada di depanku, sekarang" ucap Enzy
"Sebuah kehormatan Nona Enzy, mengetahui saya yang kecil ini" ucap Noah tersenyum kecil
"Anda merendah tuan, tentu saja saya mengetahui anda. Tapi saya minta maaf tuan, sepertinya akan sulit meminta bantuan Nonaku. Karena sepengetahuanku, Nona akan kembali ke Ibukota besok pagi dan sedang keluar sekarang. Saya tidak tahu beliau bisa atau tidak membantu anda" ucap Enzy
"Dia akan kembali besok pagi? Bisakah anda menghubunginya terlebih dahulu dan menanyakannya? Aku akan berterimakasih dan membayar mahal jika beliau bersedia menolong kakekku" ucap Noah penuh harap
"Baiklah, aku akan coba menanyakannya dulu" ucap Enzy
"Terimakasih nona" ucap Noah tulus
__ADS_1
¤
Alyssa sedang menikmati pemandangan kota A, dari sebuah kereta gantung.
Alvin senantiasa memeluk kekasihnya itu, mereka menikmati menghabiskan waktu kebersamaan mereka.
Melihat kekasihnya bahagia, Alvin ikut merasa bahagia. Di mendekatkan wajahnya, dia ingin menyesap bibir ranum milik Alyssa.
Namun sebelum terlaksana, sebuah dering telepon mengganggu kemesraan mereka berdua.
Alyssa yang melihat itu hanya tertawa, dan mengangkat telepon dari Asistennya itu.
"Halo Enzy, ada apa?" ucap Alyssa
"Halo nona, maaf menganggu anda. Ada yang ingin saya bicarakan" ucap Enzy
"Katakan saja" ucap Alyssa
"Saya sedang bersama tuan Noah, salah satu orang terkaya di negara kita. Dia datang untuk meminta tolong pada anda, untuk menyembuhkan Kakeknya" ucap Enzy
"Noah?" ucap Alyssa, dia memikirkan nama itu, dia seperti pernah mendengar nama itu di suatu tempat. "Baiklah, aku akan melihat kondisi pasien terlebih dahulu, besok. Tapi aku tidak bisa menjanjikan, jika aku bisa menyembuhkannya" ucap Alyssa
"Saya akan menyampaikan padanya" ucap Enzy
Setelah melihat Alyssa menutup telepon. Alvin memeluk dan menghembuskan nafasnya di tengkuk Alyssa.
"Alvin" ucap Alyssa merinding di buatnya.
"Bibirmu sangat menggoda Ica" ucap Alvin, menyeka bibir Alyssa dengan ibu jarinya, dan mengecupnya singkat.
"Kamu sedang cemburu? atau kesal karena terganggu Enzy menelepon?" ucap Alyssa terkekeh
"Keduanya" ucap Alvin
"Oh ya, kenapa?" ucap Alyssa
"Kamu menyebut nama pria lain saat berdua bersamaku. Siapa Noah?" ucap Alvin
"Hanya seseorang yang ingin meminta bantuanku. sepertinya besok aku tidak bisa kembali ke ibukota" ucap Alyssa
"Kenapa kau tak kembali bersamaku, apa ada hal penting?" tanya Alvin
"Aku harus mengurus sesuatu di rumah sakit, ada pasien yang harus aku lihat kondisinya" ucap Alyssa
"Baiklah, aku hanya bisa pasrah. Tapi aku mengizinkannya dengan satu syarat" ucap Alvin
"Syarat? Apa?" tanya Alyssa
"Aku akan tidur denganmu malam ini" ucap Alvin
__ADS_1
"Alvin, kita tidak bisa..." ucap Alyssa terpotong
"Hanya tidur bersama ica, tidak lebih. Aku janji" ucap Alvin
"Baiklah" ucap Alyssa pasrah
Alvin tersenyum penuh kemenangan dan menarik Alyssa dalam pelukannya, menciumnya penuh gairah.
¤
Kota S
Cinta yang datang dari ibukota, mengamuk memecahkan barang di kediaman Raiden.
Suara gaduh itu, membuat Raiden sakit kepala. Bagaimana tidak? Putranya sudah memberi ultimatum padanya, hubungannya dengan Azka semakin renggang dan menjauh.
Di tambah dengan masalahnya dengan Nimar dan putri mereka, Cinta.
Cinta datang dengan emosi yang meluap-luap setelah kepergiannya ke ibukota beberapa waktu lalu.
Rasa Sukanya terhadap Alvin, menjadi sebuah obsesi besarnya. Dia ingin menaklukkan pria paling kaya di negara ini, dan dia tidak akan menyerah.
"Nimar, apa kamu tidak bisa mendidik putrimu agar dia bisa mengontrol emosinya" ucap Raiden
"Dia juga putrimu, mas. Dia melakukan itu karena dia sedang patah hati. Sebentar lagi dia pasti merasa jauh lebih baik" ucap Nimar
"Hah, bisakah kau keluar dari rumahku? pulanglah dengan Cinta ke rumah kalian. Aku sedang banyak pikiran dan butuh waktu sendiri" ucap Raiden
"Mas mengusirku? Tidak!!! Aku tidak akan keluar. Bagaimana pun aku sudah bersabar selama ini. Aku ingin segera kau nikahi" ucap Nimar
"Aku akan memikirkannya, tapi aku butuh waktu sendiri sekarang" ucap Raiden
"Mas sudah sering bilang seperti itu, tapi sampai sekarang tidak pernah ada bukti nyata. Baiklah aku akan membawa cinta keluar beberapa hari, aku akan kembali ke sini dan meminta mas Rai menepati janji untuk menikahiku" ucap Nimar
Nimar lalu melangkah keluar dari kamar Raiden, tidak lama kemudian dia membawa Cinta keluar dari kediaman Raiden.
"Haahh" Raiden menghela nafasnya, entah kenapa hidupnya semakin di penuhi rasa bersalah dan ketidak nyamanan.
Dia membuka laci di nakas, dia mengeluarkan sebuah photo dari kotak di tangannya.
terlihat seorang gadis muda yang sangat cantik tersenyum memeluk erat lengan seorang pria di sampingnya.
Raiden meneteskan air matanya, dia menangis dengan menahan sesak di dadanya.
Photo itu adalah photo saat dirinya dan Ameera sebelum mereka menikah, terlihat wajah cantik Ameera yang sangat bahagia tercetak di sana.
"Ameera, maafkan aku. Apa yang harus aku lakukan?" ucapnya lirih
"Sungguh aku menyesal sayang, aku tak akan memaafkan diriku sendiri, atas apa yang terjadi pada keluarga kita, hiks..." tangisnya dan mendekap photo mereka berdua.
__ADS_1
Raiden kemudian menelepon seseorang untuk melacak keberadaan Azka, dia memutuskan untuk pergi menemui Azka dan membicarakan masalahnya dengan baik-baik.